Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 145 Penilaian.


__ADS_3

Beberapa jam berlalu akhirnya pembuatan desain itu telah jadi dan sudah di tempatkan di dekat para peserta yang berdiri cantik untuk mendapatkan penilaian dari orang-orang penting di sana.


Di mana Anna dan 19 lainnya berdiri di meja masing-masing dengan karya yang sudah jadi dan para petinggi perusahaan yang terlibat dalam urusan itu berjalan-jalan untuk menilai karya-karya yang bagus-bagus itu.


" Anna, kamu yang terbaik!" teriak Olive tanpa ada malu. Anna melihat ke arah temannya itu dengan mengacungkan jempol yang merasa sangat semangat karena di dukung teman-temannya apalagi dengan membawa 6 suaminya itu yang membuatnya begitu semangat.


Sementara Aurelia langsung melihat ke arah Olive. Melihat Olive yang begitu mendukung Anna.


" Kenapa Olive begitu dekat dengan Anna seperti ada sesuatu? apa mereka kenal dekat ya," batin Aurelia yang keponya dengan urusan Olive dan Anna.


Derry yang berdiri di meja Anna yang menilai karya Anna dengan teliti.


" Kamu sungguh hebat. Karya kamu pasti bisa lolos lagi," ucap Derry mengacungkan 2 jempolnya.


" Makasih Pak Derry," sahut Anna tersenyum. Setelah Derry muncullah Gibran dan Anna sudah malas melihat Gibran.


" Aissss, mau dia menilai atau tidak sama saja. Tidak ada gunanya paling juga tidak di nilainya. Kenapa sih orang tidak konsisten seperti ini harus ikut-ikutan," batin Anna yang tidak berharap banyak pada Gibran.


" Kenapa kau melihatku kayak gitu?" Tanya Gibran.


" Siapa juga yang melihatmu nggak usah kepedean," sahut Anna ketus.


" Karya kampungan," desis Gibran yang langsung pergi.


" Dari pada kau tidak bisa membuatnya," sahut Anna kesal dan munculnya Athar membuat Anna terdiam.


" Kenapa kau?" tanya Athar heran melihat wajah Anna yang sewot itu. Anna langsung menggeleng.


" Nilai aku secara proporsional. Jangan menilaiku dengan mengingat-ingat kesalahanku," sahut Anna menekankan pada Athar.


" Nggak usah mengajariku. Aku lebih tau apa yang harus aku lakukan dari padamu. Aku atasan. Jadi nggak usah sok berpendapat," tegas Athar.


" Iya pak Athar," sahut Anna tersenyum terpaksa dan Athar langsung pergi dan di belakang Athar muncul Ari Purnama dan langsung menepuk bahu Anna membuat Anna kaget.


" Kamu sangat berbakat. Om yakin kamu akan memberikan warna baru di perusahaan ini," ucap Ari Purnama yang belum apa-apa sudah memprediksi Anna pemenangnya. Anna sampai speachlees dengan wajah kagetnya.


" Sukses terus Anna," ucap Ari Purnama tersenyum.


" Makasih Om," sahut Anna mengangguk dengan cepat.


" Ya Allah, semoga Om Ari suka dengan karyaku. Semoga aku bisa menang lalu dapat uang lagi. Jadi aku bisa mengumpulkan pundi-pundi kekayaanku," ucap Anna di dalam hatinya.


Penilaian telah selesai dengan semua orang memberikan nilainya. Dengan Anna menampilkan bando-bando lucu. Aurelia dengan desain dress indah dan yang lainnya ada tas, sepatu dan lain-lainnya.

__ADS_1


Anna berjalan menghampiri teman-temannya, Sana, Lisa dan Olive.


" Anna!" panggil Maharani yang membuat langkah Anna terhenti.


" Iya Tante?" sahut Anna.


" Kamu itu sangat berbakat, Tante melihat kaku begitu lincah, kamu pasti menang," ucap Maharani memegang pipi Anna.


" Makasih Tante untuk doanya," sahut Anna dengan tersenyum lebar.


" Athar sepertinya belum memberitahu Anna masalah itu. Makanya Anna masih bersikap biasa kepadaku," batin Maharani.


" Hmmm, ya sudah Tante kalau begitu Anna ke sana dulu ya," ucap Anna pamit.


" Iya Anna!" sahut Maharani.


" Mari Tante," ucap Anna pamit dengan sopan. Maharani hanya mengangguk.


" Aku tau Athar tidak mungkin memberi tahu Anna masalah itu," batin Maharani. Dia masih takut jika anak tirinya akan membahas masalah besar itu dengan Anna yang pasti Anna akan membencinya.


Sekarang Anna sedang bersama Lisa, Sana san juga Olive.


" Ya ampun Anna aku tidak percaya. Ternyata kamu itu sangat berbakat," ucap Olive dengan bahagianya.


" Enak aja ya teman aku juga lah, dan calon kakak ipar," sahut Olive keceplosan yang membuat Anna, Lisa, dan Sana kaget dan langsung melihat Olive dengan tatapan mengintimidasi.


" Maksud kamu apa?" tanya Lisa.


" Hahahahha, apa memangnya, mana ada aku bilang apa-apa. Calon pemenang maksudnya," Olive yang meralat kata-katanya dengan cepat sambil tertawa-tawa.


" Kamu bisa aja calon pemenang," sahut Anna malu-malu dengan menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya.


" Issss, geli amat," senggol Lisa melihat Anna kecentilan.


" Hmmm, untung aja kita tadi tidak kenapa-kenapa. Jadi Anna bisa menjalankan tugasnya dengan baik," ucap Sana.


" Hmmm, Sorry ya masalah tadi," sahut Anna merasa bersalah.


" Tidak apa-apa. Oh iya kak Athar tidak memarahi kamu kan?" tanya Olive panik.


" Nggak kok aman," sahut Anna santai.


" Ya iyalah mana mungkin memarahi cinta kecilnya. Ahhhhh kak Athar bucin amat sih," batin Olive yang heboh sendiri.

__ADS_1


" Astaga aku lupa sesuatu," batin Anna menepuk jidatnya yang mengingat sesuatu.


" Kamu kenapa Anna?" tanya Lisa yang melihat Anna tampak bingung.


" Hmmm, kalian tunggu sini jangan kemana-mana. Oh kalian tunggu di kantin, aku pergi sebentar. Aku nanti yang teraktir kalian," ucap Anna yang langsung pergi.


" Anna kamu mau kemana?" panggil mereka yang melihat Anna sudah menghilang aja karena larinya sangat cepat.


" Mau kemana sih Anna?" tanya Sana.


" Ya sudahlah sekarang mending kita ke kantin saja," sahut Olive.


" Kalian duluan ya. Soalnya tadi Bu Jennie menyuruhku Keruangannya. Jadi aku kesana sebentar. Nanti aku akan menyusul kalian kok," ucap Lisa.


" Ya sudah kalau begitu," sahut Olive. " Ayo Sana!" ajak Olive yang langsung menggandeng tangan Sana dan Lisa pun langsung pergi.


*************


Aurelia berjalan di sekitar Perusahaan dan Aurelia berpapasan dengan Derry.


" Aurelia!" tegur Derry.


" Iya Derry!" sahut Aurelia.


" Aku melihat karya kamu sangat bagus," ucap Derry memuji karya Aurelia.


" Makasih ya Derry atas pujian kamu. Kamu orang pertama yang memujinya," ucap Aurelia dengan tersenyum.


" Oh, iya benarkah aku," sahut Derry tidak percaya. Aurelia mengangguk.


" Iya," jawab Aurelia.


" Wau, aku tidak menyangka kalau begitu. Tapi memang karya kamu pantas untuk mendapatkan pujian," ucap Derry lagi.


" Apa hanya pujian saja. Lalu bagaimana dengan menang apa karya aku bisa untuk menang dan juga lolos?" tanya Aurelia.


" Ya aku bukan satu-satunya yang menjadi juri. Kalau menurut penilaian ku karya kamu pantas untuk menang," sahut Derry.


" Ya memang iya. Karena aku yakin hanya karya ku yang akan menjadi pemenang dari semua karya-karya yang bukan tandinganku," batin Aurelia yang sudah menyondongkan diri belum apa-apa sudah percaya diri akan menang.


" Hmmm, ya sudah kalau begitu aku pamit dulu. Sukses ya untuk kamu," ucap Derry.


" Makasih Derry," sahut Aurelia. Derry langsung pergi dan Aurelia kembali melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2