Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Episode 129 Kembali bekerja.


__ADS_3

Mentari pagi kembali tiba. Hari baru yang kemarin telah berlalu. Walau memberi Anna libur dan juga Lisa. Karena Lisa tidak mungkin masuk kerja dengan tangannya yang seperti itu.


Namun Athar tetap harus kekantor. Athar keluar dari kamarnya dan langsung menuju meja makan yang di sana sudah ada keluarganya dan Olive tidak ada karena memang sudah berpesan untuk tidak di bangunkan. Karena masih mengantuk.


" Kenapa coba tangan kamu bisa luka?" tanya Maharani ketika Athar sudah duduk depannya.


" Ini hanya luka kecil tidak apa-apa," jawab Athar tampak cuek dengan lukanya. Gibran yang duduk di depannya melihat Athar dengan sinis.


" Dasar bodoh hanya karena seorang wanita tangganya rela putus," batin Gibran dengan sinisnya melihat Athar.


" Lagian kok bisa sampai seperti itu kak Athar, memang apa yang terjadi?" sahut Derry yang kebingungan dengan luka kakaknya itu.


" Tidak apa-apa," sahut Athar yang memang tidak mungkin menceritakan apa yang terjadi.


" Athar sejauh ini tidak mencurigai apa-apa. Dia memang masih berpikiran jika wanita selingkuhannya itu yang di incar. Biarkan saja seperti itu dan tiba saatnya dia lengah aku benar-benar akan melenyapkannya," batin Gibran dengan penuh rencana.


Tiba-tiba Athar melihat ke arah Maharani.


" Aku harus menanyakan pada mama tentang ibu kandung Anna. Ada hubungan apa mama dengan wanita itu," batin Athar yang tiba-tiba kepikiran dengan hal itu.


" Tapi aku tidak mungkin menanyakannya di depan orang. Aku harus menanyakannya saat berdua dengan mama," batin Athar yang mulai fokus dengan ala yang membuatnya penasaran.


" Athar bagaimana proyek kamu?" tanya Ari Purnama.


" Saya sudah mempersiapkan semuanya, awal bulan akan ada peluncuruan produk baru," sahut Athar.


" Secepat itu. Bukannya karyawan masih saja mendesain dan kita juga belum melihat barang jadi yang mereka keluarkan," sahut Ari Purnama yang terlihat terkejut.


" Beberapa hari ini mereka akan membuat desain jadi dan akan di sisihkan menjadi 5 sampai pada akhirnya kita menentukan karya siapa yang pantas dan layak untuk di produksi dan target saya pengeluarannya awal bulan," ucap Athar menegaskan.


" Wao ini kejutan untuk papa kalau begitu. Tidak di sangka akan secepat itu waktunya. Ya semoga saja akan berjalan dengan lancar," sahut Ari Purnama yang terlihat bangga dengan Athar.


" Iya pah," sahut Athar. Gibran yang mendengar apa yang di katakan papanya mengepal tangannya dengan kuat.


" Brengsek, ini tidak bisa terjadi. Aku tidak akan membiarkannya menang. Dia harus benar-benar di singgirkan," batin Gibran yang semakin panik dan penuh rencana untuk menghancurkan Athar bahkan ingin membunuh Athar.

__ADS_1


***********


Athar berada di dalam kantornya yang berhadapan dengan Jennie di depannya.


" Jadi kalian mendapatkan satu orang pelaku itu?" tanya Athar.


" Benar Athar. Tapi saat orang-orang kita mengintrogasinya. Tiba-tiba dia menelan pil dan saat itu nyawanya juga melayang," jelas Jennie.


" Kurang ajar!" desis Athar dengan tangannya yang mengepal yang memukul meja pelan.


" Sepertinya dia begitu setia kepada bosnya. Makanya tidak ingin membocorkan apa-apa. Rela mati demi menjaga nama bosnya," sahut Jennie.


" Sial," sahut Athar yang terlihat stres.


" Kau terus perbanyak orang-orang kita untuk menjaga rumah Anna dan kalian terus cari tau siapa orang yang ingin mencelakainya," ucap Athar yang memberi perintah.


" Baiklah!" sahut Jennie.


" Kau juga persiapkan 20 karyawan yang akan membuat desain secara langsung. persiapkan tempat dan alat-alat nya," ucap Athar dengan tegas.


" Tidak ada kamu keluarlah," sahut Athar.


" Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu," sahut Jennie yang langsung keluar dari ruangan Athar. Athar hanya mengangguk dan membiarkan Jennie pergi. Setelah kepergian Jennie. Athar membuang napasnya dengan kasar.


" Siapa sebenarnya mereka, kenapa harus Anna. Apa tujuan mereka sebenarnya," batin Athar yang terlihat frustasi dengan memikirkan Anna yang tidak bisa di bohongi jika dia mengkhawatirkan Anna. Athar mengusap wajahnya dengan mencoba berpikiran jernih.


************


Hari ini Anna begitu semangatnya yang mana hari ini dia kembali bekerja dan syukur-syukur tidak ada yang terjadi dengannya dia baik-baik saja dan semalam saat Athar memberinya libur Anna hanya menghabiskan waktunya dengan rebahan di dalam kamar ya apa lagi kalau bukan tidur dan mumpung dia mendapat banyak uang dari bibi.


Jadi Anna mendadak seperti orang kaya. Tidur makan, tidur makan bahkan makanannya di pesan melalu gojek. Anna memang tidak ada niat untuk menabung.


Motornya sudah berhenti di depan biasa. Suaranya yang tidak seberapa itu mengiringi Anna di sepanjang jalan. Menyanyi tidak jelas. Nada di mana dan bahkan lagunya di karang-karang di tambah-tambah. Kalau penciptanya mendengar yang ada Anna bisa di tuntut. Tapi itulah Anna masa bodo baginya.


Anna turun dari motor dengan membuka helmnya dan meletakkan di tempatnya. Lalu langsung berjalan memasuki perusahan dengan berjalan santai sambil memutar-mutarkan kunci motornya di jari tengahnya.

__ADS_1


Tiba-tiba Anna melihat Lisa yang berjalan dan malang sekali tangan Lisa masih memakai Gifs di antara semuanya Lisa yang memang sial. Sudah ketahuan bohong, beberapa kali di marahi Athar dan sekarang tangannya menjadi korban.


" Lisaaaa!" teriak Anna yang langsung berlari mengejar Lisa dan ingin memeluk Lisa .


" Eh, eh, jangan mendekat," sahut Lisa menghindar.


" Kenapa?" tanya Anna.


" Tanganku bisa makin parah," sahut Lisa yang menjagakan tangannya.


" Oh, begitu. Memang belum sembuh?" tanya Anna.


" Menurutmu," sahut Lisa kesal.


" Ya maaf kan aku tidak tau," sahut Anna dengan santai.


" Anna, aku tidak mau lagi mengikutimu. Aku yakin aku seperti ini pasti gara-gara kualat. Karena kita bohongi bos Athar. Makanya tanganku seperti ini," ucap Lisa yang terlihat kapok.


" Alah kamu berlebihan. Tangan kamu itu karena kecelakaan. Mana ada kualat karena dia. Lagian kita juga nggak bohong-bohong amat," sahut Anna.


" Ahhhh, tetap aja. Aku yang korbannya," sahut Lisa.


" Iya deh, semoga aja tangan kamu cepat sembuh," sahut Anna yang berdoa.


" Iyaaaa," sahut Lisa.


" Hmmm, ya sudah aku mau keruangan dulu. Aku mau mempersiapkan untuk pembuatan desain. Soalnya tinggal 2 hari lagi. Aku haru menunjukkan yang terbaik. Agar temanku Lisa yang paling baik ini tidak kecewa," ucap Anna mencubit ke-2 pipi Lisa.


" Anna sakit," sahut Lisa kesal.


" Maaf, soalnya gemes," sahut Anna yang tertawa-tawa.


" Dada Lisa cantik," sahut Anna dengan bahagianya dan langsung pergi. Lisa hanya berdecak kesal melihat kepergian Anna.


" Heran ya dengannya. Dia itu sebenarnya punya daya kekuatan seberapa banyak. Batere aja bisa lemah. Lalu dianya kapan. Heran. Orang aja masih ketakutan dengan apa yang terjadi kemarin. Dia santai-santai kayak tidak terjadi apa-apa," batin Lisa yang geleng-geleng melihat temannya yang hidupnya santai aja tanpa ada apa-apa.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2