Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
memanggilmu


__ADS_3

Percikan kubangan air kecil mengenai gaun merah, terik cahaya matahari disiang menjelang sore memancar masuk kecela-cela pepohonan bakau dipinggir lautan.


Langkah kaki bergerak perlahan-lahan, menapaki batang-batang bakau yang tumbuh tak beraturan. Berdiri sejenak memegang dada yang nyeri karena merasa rindu saat-saat bersama putra mahkota dilautan desa xu 50.


Gadis itu mulai berjongkok, hampir saja....


Hampir saja nyawanya pergi sebelum melihat laki-laki yang dia cintai.


Menahan rasa sesak didada, air matanya mulai jatuh bercucuran “shisou hiks.. hiks...


Tangisannya pecah “shisou... kau dimana? Hiks.. shisou jangan tinggalkan aku sendirian hiks...


Menangis hingga tersedak-sedak, wajah dan hidungnya mulai memerah.


KReeekkkk


Suara patahan kayu terdengar. Zili memejamkan mata lalu membersihkan Air matanya. Ia mulai mengambil nafas melalui mulut lalu berbalik “yang mulia, bukannya sudah kubilang jangan ikuti aku....


Mata gadis itu membelalak, dia tersenyum getir “tidak ada orang ternyata” ucapnya merasa bodoh mengira bahwa ada orang dibelakangnya.


“Yooo...


Sontak Zili terperanjat kaget, saking kagetnya bahkan ia hampir saja terjatuh. Suara seseorang mengejutkannya dari belakang.


Tepat dibelakang dan sangat dekat.


Beruntungnya tangan si penyapa telah menangkap lengan atas zili sehingga gadis itu berhasil menyeimbangkan tubuh dan tidak jatuh.


Zili berbalik setelah tangannya dilepaskan “tu.. tuan Sa’i” panggilnya sembari menjaga jarak menjauh. “ahh, pangeran Xu, kenapa anda bisa berada dis....


“Pangeran Xu?” Putra mahkota yang telah menyamar tersenyum tipis “aku bukan Pangeran Xu yuhan” jelasnya mengejutkan Zili.


“Ta.. tap..

__ADS_1


“Memang bukan xu yuhan” jawab putra mahkota meyakinkan.


“Tetapi dipengadilan...


Putra mahkota menggelengkan kepala dua kali “mungkin putra mahkota yang membuat Topeng mirip dengan wajahku” jelasnya masih dengan senyuman tipis menghiasi pipi, tampak sangat mempesona. Zili bahkan sampai tercengang karena menatap wajahnya dengan seksama tanpa sengaja.


Tetesan air yang masih tersisa dipakaian Kemeja lengan pendek laki-laki tersebut membuyarkan Zili dari pandangannya “ba.. basah, mengapa pakaian anda basah?”


Putra mahkota mengacak – acak rambutnya yang basah “tentu saja tadi aku sedang berenang” jawabnya masih melakukan hal yang sama sehingga air-air dirambutnya yang basah berjatuhan keatas tanah dan juga batang-batang pohon bakau.


Bluuusshhhhh..


Putra mahkota tersenyum, ia menarik tangan Zili yang hampir saja tertangkap tangan seseorang. Laki-laki tersebut membawa Zili bergerak mundur kebelakang.


Tanpa disadari, pangeran istana telah berada dihadapan mereka. Zili tertegun bahkan tubuhnya sampai gemetaran saking kagetnya dengan perilaku putra mahkota yang kini telah melepaskan lingkaran tangan yang tadinya memegang pinggang gadis itu.


Pangeran istana menatap Tajam, tetapi mata putra mahkota tampak begitu santai “kau lagi?” ucap Laki-laki itu kepada putra mahkota yang berada tepat disamping Zili. “Kemarilah” perintah pangeran istana mengalihkan tatapannya kearah Zili yang masih gemetaran.


Masih tertegun, nafas gadis itu bahkan mulai terasa berat “tidak mau” ucap Zili menggeleng kepala “aku akan ikut bersama tuan Sa’i saja” lanjutnya kemudian melebarkan senyuman putra mahkota yang langsung mengangkat tubuh gadis itu dan membawanya pergi menjauh.


Ketika pangeran istana ingin mengejar, seseorang telah menghalanginya terlebih dahulu.


“Yoo....


Betapa terkejutnya pangeran istana ketika melihat seseorang yang berada dihadapannya “shi yun” ucapnya penuh amarah. “Apa yang kau lakukan?, minggirlah” perintah keras pangeran istana.


“Maaf saja,” ucap Shen shi yun.


“Kau.. “ amarah pangeran istana mulai memuncak “mengkhianatiku?”


Shen shi yun tersenyum Lebar hingga giginya terlihat “pengkhianat memang harus dikhianati” ucapnya sembari berlalu pergi ketika merasa putra mahkota telah menjauh.


***********

__ADS_1


“Tuan, benarkah anda mencium saya malam itu?” Pertanyaan yang sudah lama ingin dilontarkan, akhirnya terucap.


Putra mahkota menurunkan zili dipinggir jalanan aspal atas bukit. Jalan berkelok-kelok dari atas terlihat sangat jelas dibola mata.


Dipinggiran kiri jalan terdapat jurang yang lebar penuh dengan rerumputan liar dan pepohonan. dipinggiran kanan, terdapat pepohonan mahoni yang bergoyang-goyang terkena hembusan angin.


Rambut Zili telah mengering, sebagian gaun yang ia kenakan juga ikut mengering terkena angin.


Jauh diujung jalan, Pemandangan indah terlihat dari puncak bukit. Birunya warna lautan tampak melebihi tinggi bukit, ntah mengapa fenomena itu bisa terjadi, tapi memang begitulah yang terlihat oleh mata.


Putra mahkota menatap mata Zili lama, dan Gadis itu membalas tatapannya. Mata Zili berkedip berkali-kali karena angin yang menghembus menguraikan rambutnya hingga mengenai wajah yang sesekali ia singkirkan kebelakang telinga.


Masih menanti jawaban. “benar” ucap putra mahkota sedikit mengejutkan Zili yang mengira bahwa hal itu mungkin jebakan.


ZIli menghela nafas menatap wajah putra mahkota yang berada disisi kiri pinggiran jalan dekat dengan jurang.”tuan, jangan lakukan hal itu lagi” Kata Zili melarang masih dengan menatap mata putra mahkota yang juga menatapnya lekat. “asal tuan tahu, orang yang aku cintai hanyalah putra mahkota dan lagi, mana mungkin orang setampan anda menyukai gadis biasa yang bahkan tidak memiliki keahlian sedikitpun juga tidak pernah mendapatkan penghargaan”


Putra mahkota tersenyum, senyumannya menggetarkan jantung Zili yang tiba-tiba saja berdegup kencang tak beraturan.


“Ehem.. ehem..


Menyadari jantungnya bermasalah, zili mengalihkan tatapannya dari putra mahkota.


“Memangnya putra mahkota menyukaimu?”


Putra mahkota yang masih menyamar balik bertanya. Ia bahkan mampu membaca pikiran Zili yang terlihat jelas dari gerak-geriknya.


Zili mendesah, mendengar pertanyaan itu, jantungnya mulai mereda “ten.. tentu saja tidak” jawabnya mulai menatap putra mahkota kembali, tetapi dialihkan lagi karena jantungnya mulai berdetak kencang seperti sebelumnya. “ehem.. ehem..


Suara mendehem zili membuat putra mahkota tersenyum geli. Gadis itu terlihat sangat lucu dipandangan mata putra mahkota. “tapi aku akan berusaha membuatnya jatuh cinta kepadaku, jadi tuan” pelan-pelan zili menatap sekilas, lalu menatap kekerah kemeja putra mahkota yang telah mengering “jangan pernah jatuh cinta kepadaku”


Putra mahkota menyingkir rambut Zili yang menutup wajah, membuat Zili terdiam membisu bahkan jantungnya semakin berdetak kencang. Gadis itu bahkan tidak berani menyingkir tangan putra mahkota yang telah meletakan rambutnya dibelakang telinga. “Maaf saja, aku tidak bisa memastikan perasaanku sendiri”.


********

__ADS_1


Mana yang kangen sama putra mahkota?


😁😁😁😁😁😁


__ADS_2