
Menyesal.
Sangat menyesal hingga ia harus menahan rasa takut yang mulai menyiksa.
Suasana pagi yang cerah, tidak secerah hati Zili yang mulai sangat gelisah.
Murid-murid sekolah teknologi tampak tidak ada lagi berada disekitarnya, begitupula dengan penjaga asrama yang mungkin sudah pergi kelorong bawah tanah.
Meskipun demikian, hal itu tidak tampak mengundang kecurigaan pangeran istana yang telah berdiri dihadapan Zili dengan penuh amarah.
Membawa beberapa orang tentara pengawal bahkan penasihatnya, Zin ziruan sekalipun untuk menemui gadis itu.
Ditangan penasihat Pangeran istana sendiri terdapat sebuah koper terbuka yang berisi tumpukan uang lembaran 100 neceri.
Banyak sekali,
Mungkin jumlah totalnya bisa sampai 1 atau bahkan 2 juta neceri, kira-kira sebanyak 10 atau 20 miliar rupiah.
“Berapa kau ingin menjualnya...?”
Memang tidak ingin basa-basi, bahkan mengabaikan begitu saja getaran tubuh Zili yang sangat takut menghadapi kemarahan pangeran istana.
“Kenapa kau diam saja...?” semakin ditanya, zili merasa semakin takut. “katakan padaku kenapa kau ingin menjualnya..?” pangeran istana mulai geram, ia meraih dagu Zili lalu mendongakan wajahnya, memaksa gadis itu untuk menatap matanya. “katakan...” perintahnya keras membuat hati Zili lemah dan tak berdaya.
“Aku... “
Menahan air mata untuk jatuh “sungguh minta maaf Shin’A”
“Kalau ingin minta maaf maka katakan alasanmu menjual gaun pemberianku” perintah laki-laki tersebut semakin menekan batin Zili yang mulai mencoba melepaskan tangannya dari dagu.
“Aku butuh uang”
Jawab Zili berhasil menepih tangan pangeran istana, “maaf, aku sangat membutuhkan uang maka dari itu, aku meminta izin padamu un......”
“Berapa banyak yang kau butuhkan..?”
Tanya pangeran istana untuk yang kesekian kalinya, memandang kepala menunduk Zili penuh kekesalan.
“1 juta neceri” jawab zili cepat karena memang ia sangat membutuhkan uang hari itu.
“Bagaimana kalau tidur denganku..?” tawar pangeran istana sontak mengejutkan Zili yang langsung memandangnya dengan mata memerah.
“Berhentilah bermain-main shin’A” ucap Zili takut bercampur marah, ia mulai berbalik arah.
Haaa...
__ADS_1
Tapi tangannya berhasil diraih pangeran istana, “kau kira aku sedang bercanda..?” geram, laki-laki tersebut berhasil memaksa tubuh Zili untuk berbalik serta memandang matanya.
“Berhentilah Shin’A, aku akan segera mengembalikan gaun pemberianmu” jawab Zili tegas mencoba melepaskan cekraman tangan pangeran istana di siku tangannya.
“Kau bilang apa...?” tersenyum kecut, pangeran istana semakin dibuat emosi dengan ucapan Zili, ia bahkan mulai mempererat cekraman tangannya hingga membuat Zili mengerang kesakitan.
Zili menghela nafas berat didalam sela-sela ketakutannya “aku tidak akan menjualnya Shin’a” ucapnya memelas, teramat lelah menghadapi sifat keras Pangeran istana “aku mohon, lepaskan lah aku” pintanya sangat berharap.
Pangeran istana mulai meraih pinggang Zili,
Zili mencoba sekuat tenaga untuk melepaskannya,
“Tetap saja diam-diam pasti kau akan menjualnya jika tidak mendapatkan uang, bukan?” bisik laki-laki tersebut ketelinga zili yang mulai ditutup gadis itu dengan tangannya.
“Aku tidak akan melakukannya, percay....
Emmmm...
Tetesan air mata mengalir deras jatuh keatas pipi. setelah selesai mencium bibir Zili, pangeran istana melepaskan pelukan tangan dipinggang gadis itu.
Membuat gadis itu sontak jatuh terduduk, menangis terkejut bahkan merasa sangat terhina dengan perlakuan tidak sopan pangeran istana.
“Hiks.... hikss...
Menangis sesunggukan karena bibirnya sendiri sudah lama tidak disentuh oleh laki-laki yang dia cinta, gadis itu tampak sungguh sangat menderita karena ulah pangeran istana.
Meneguhkan hati, karena memang tidak memiliki waktu banyak untuk dibuang sia-sia, Zili yang masih menangis mulai mengutip satu persatu tumpukan uang disekitarnya “terima kasih...” ucap gadis itu memberanikan diri.
“Zili.....”
Teriak pangeran istana marah melihat perubahan sikap gadis itu.
Zili sendiri tadinya mulai berpikir bahwa hidupnya pagi itu sungguh tidak beruntung bertemu pangeran istana, tetapi tiba-tiba ia mulai tersadar bahwa saat ini, sangat banyak orang yang membutuhkan bantuannya.
“Aku sungguh... haaa...”
Malang sekali,
Pangeran istana memang sangat marah dengan sikap gadis yang dianggap nya murahan hingga sampai menarik kerah seragam sekolah teknologi berwarna hitam miliknya,
Mengangkat tubuh gadis itu hingga kakinya naik keudara.
“Aku mohon Shin’A...” aliran air mata yang begitu deras tidak mampu membuat pangeran istana yang sangat marah, merasa iba. “Aku hanya membutuhkan uang” ucap gadis itu gemetaran didalam keteguhan hatinya.
“Kau sungguh ...”
__ADS_1
Geram sekali hingga pangeran istana melempar Zili jatuh keatas lantai “sangat memuakan..” menghempaskan nya hingga beberapa bagian kaki gadis itu terluka dan berdarah.
Buuuuuuukkkk...
“Makin lama kau semakin memuakan”
********
Malas sekali,
Rasa malas memang selalu menghampirinya.
Bahkan setelah meminum obat anti gilapun, laki-laki tua itu tampak seperti orang gila.
Berjalan lunglai merasa lelah, terus berjalan menjauhi mobilnya untuk menemui dan menjemput putri mahkota, menahan rasa malas dan keinginan beristirahat dihari liburnya karena sehari sebelumnya ia gagal membawa gadis itu atas permintaan putra mahkota yang menginginkan wanita miliknya untuk beristirahat saja seharian penuh.
Terus melangkah hingga tak jauh dari gerbang sekolah, matanya mulai membelalak lebar.
Tidak ingin terkena masalah, karena memang ia sendiri tidak ahli dalam bidang seni bela diri. Laki-laki tua tersebut dengan cepat menghubungi pihak Istana kerajaan.
Tubuhnya mulai gemetaran ketika melihat pintu gerbang gedung asrama putih patah dari temboknya serta beberapa tentara pengawal istana yang mulai berlarian takut hingga beberapa dari mereka sampai jatuh pingsan karena merasa tertekan melihat pemandaangan mengerikan.
“Paman...?” suara panggilan dari balik headset terdengar, tampaknya panggilan Ketua Klan co telah diterima oleh raja bayangan.
“Kau tahu dimana putramu...?” tanya ketua Klan Co masih gemetaran memandang keadaan mengerikan didepan mata.
“Xui, bukankah dia...
“Putramu sungguh mengerikan” ucap ketua klan Co memutuskan panggilan lalu mulai melangkah lari mencari tempat persembunyian.
********
Merasa senang karena misi yang sulit akhirnya selesai,
Meskipun demikian, seorangpun pemimpin musuh negara belum didapatkan.
Tetapi itu tidak menjadi masalah, karena hari itu, putra mahkota memiliki satu harian penuh waktu luang untuk bersama wanita miliknya setelah semalaman ia menyergap dan membabat habis puluhan musuh yang berasal dari desa shen 1.
Meskipun seharian belum tidur, ia yang berniat tidur didekat istrinya mulai datang mengunjungi tempat dimana wanita yang dicinta tinggal saat itu.
Mulai turun dari mobil pribadi miliknya, ia dibuat terkejut dan tak percaya ketika pangeran istana dengan seenaknya mencium bibir istrinya dan bahkan sampai menghempaskan tubuh gadis itu jatuh kelantai.
Kesal,
Bergerak cepat, bahkan sangat cepat hingga kehadirannya tidak mampu dirasakan.
__ADS_1
Buuuukkkkk...