Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
dilindungi


__ADS_3

Tetesan hujan telah berhenti, berganti dengan cahaya matahari yang mulai menembus awan Hitam diatas langit.


Tampak jelas dihalaman rumah, kelopak-kelopak bunga pohon cercidium yang berasal dari pertengahan jalan didepan rumah tersebut, berkumpulan jatuh diatas rerumputan halaman rumah.


Rumah bertingkat dua tersebut, berada dipertengahan rumah penduduk lainnya, menyatu menjadi satu dan tidak terlalu lebar.


Tidak ada pagar, tetapi ada dinding dikedua sisi yang membatasi antara rumah tersebut dengan rumah tetangga-tetangga lainnya. disana juga terlihat garasi yang terisi mobil BMW merah dan beberapa buah sepeda serta sebuah sekuter yang memenuhinya.


Halaman yang ditumbuhi rumput hias juga terdapat tumbuhan bunga disekitarnya. Bahkan sebuah pohon buah cherry berdiri meneduhkan rumah tersebut.


Dibawah pohon cherry, terlihat seorang laki-laki tua yang lumayan tinggi dengan jenggot tipis didagu dan rambutnya pun bahkan telah memutih.


Dia menjatuhkan Ikan mola-mola berukuran kecil, kira-kira beratnya mungkin hanya 10kg dari salah satu telapak tangannya.


“Brengsekkkk...


Makinya keras, lalu berlari kencang menuju putra mahkota yang telah melepaskan siku zili.


Beberapa detik kemudian, kaki laki-laki tersebut mendarat di lengan bawah putra mahkota yang dengan mudahnya menahan tendangan laki-laki tua tersebut “kau mau berbuat pelecehan seksual ya kepada putri mahkota kami” teriaknya keras, mengulang tendangan dengan kaki lainnya.


Zili yang telah lepas, terkejut setengah mati hingga berdiri menjauh dengan cepat. Lagi, karena memang tidaak terbiasa melihat pertengkaran, tubuh gadis itu mulai menggigil. “berani sekali kau menyerang gadis lemah sepertinya” lanjut laki-laki tua tersebut, berkali-kali mengayunkan kaki tetapi sedikitpun ia tidak berhasil menggeser posisi duduk putra mahkota. Malah dengan santainya laki-laki remaja itu menangkis dengan satu tangan yang sama.


Tiiiiuppppp paaaaaanggggg..


Sebuah panci tiba-tiba melayang keudara. Hampir saja mengenainya.


“Astaga....


Laki-laki tua berhenti menyerang putra mahkota, dia tersenyum getir sembari memegangi daun telinga ketika melihat istrinya datang membawa sapu ditangannya.


“Apa yang kau lakukan kakek tua brengsek...


“maaf, maaf.


Pukulan gagang sapu berkali-kali mengenai tubuh dan kaki laki-laki tua yang telah jatuh memohon maaf kepada istrinya “kau tidak lihat ya, putri mahkota sedang diserang..


Wanita tua yang tak lain adalah istrinya tersebut menghentikan pukulannya lalu mendekati telinga suaminya “Xu’i” bisiknya sembari menunjuk kearah putra mahkota yang masih duduk dengan santai dan kini telah memegang buku sembari memakan cookies buatan pabrik perusahaan Sun.


“Astaga...


Segera ia masuk kedalam rumah untuk menjauh dari putra mahkota karena takut akan bahaya yang menimpa.


Terus memasuki rumah hingga bertemu dengan putranya, penasihat putra mahkota, Ann sandi.


“Ayah, kapan kau kembali?”


tanya penasihat putra mahkota yang baru saja keluar dari kamar mandi. Rambutnya yang basah meneteskan air ke jubah mandi yang ia kenakan.


Sesekali ia tampak mengacak-acak rambutnya sendiri.


“Anak durhaka” teriak laki-laki tua kepada putranya “kenapa kau tidak bilang ehmmm...


Dia mulai memelankan suaranya “Xu’i sedang menyamar” ucapnya berbisik kepada putra nya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, istrinya telah datang membawa ikan mola-mola menghampiri mereka “Nura” ucapnya sontak mengejutkan laki-laki tua tersebut.


“Putri mahkota?” tanya nya meminta kepastian.


“Benar kakek” jawab pelindung putra mahkota Shin ji yang telah turun dari tangga menghampiri mereka.


“Astaga...


Ucap laki-laki tua dengan detak jantung yang tak karuan.


“Beruntungnya dia berasal dari Klan Zin , peringkat klan yang paling bawah, dan lebih beruntung lagi, dia bukanlah Putri Klan Zin sehingga musuh mungkin tidak akan menyadarinya”


“Tracker?”


Tanya laki-laki tua lagi memastikan.


“Tenang saja,” jawab wanita tua menenangkan, “aku sudah meletakkannya kedalam bandul kalung yang saat ini ia kenakan.”


“Kita harus melindung....


Drukdrudukdrudukdrudkdrudkrudruduk..


“Helikopter”


Suara helikopter terdengar sedang mendarat didepan rumah, sontak semua orang terkejut hingga pelindung putra mahkota shin jo melompat dari lantai atas turun kebawah.


Semua orang bergegas keluar melihat keadaan.


Tampak dari pintu, seorang remaja laki-laki dengan seragam tentara angkatan udara berwarna putih dan lambang SSS dilengan atas serta syal panjang tak terlilit berisi empat pin lambang Klan berdiri dihadapan putra mahkota yang tersenyum tipis masih santai membaca buku dan juga Zili yang berdiri memasang wajah kecut.


Karena kedatangannya, semua penduduk desa berhamburan datang mendekati rumah penasihat putra mahkota.


Beberapa dari penduduk bahkan dengan seenaknya mengambil foto laki-laki tampan dipandangan mereka.


Tampak lima orang tentara angkatan udara sedang berdiri tegap berbaris dibelakangnya. Hal itu semakin membuat kekaguman tersendiri bagi penduduk desa ketika menatap pangeran istana yang telah memandang marah kedua orang dihadapannya.


Tak... swiipp..


Lemparan ponsel mendarat diatas rerumputan halaman rumah.


Teknologi zaman canggih dimasa lalu yang telah dikembangkan oleh masyarakat klan Co atas perintah Kerajaan yang rancangannya diambil dari harta Klan Terlihat dipandangan mata.


Sebuah Layar transparan selebar televisi ukuran 21 inci muncul dari Dalam ponsel keudara. Mistable, mungkin itulah namanya.


Tetapi para masyarakat NC biasa menyebutnya Air display.


Beberapa saat kemudian, seorang wanita separuh baya muncul dari layar transparan tersebut “Zili” panggilnya keras.


“Zili” panggil seorang wanita separuh baya lainnya.


Gadis itu tersenyum, matanya mulai berkaca – kaca ketika melihat ratu negara dan ratu bayangan berada didalamnya.


“Yang mulia..

__ADS_1


“Astaga, sampai sekarang kau masih memanggilku yang mulia”


Ucap ratu negara sedikit kesal.


“Hahahahaha” tawa ratu bayangan malah semakin menambah kekesalan Ratu negara.


Ratu bayangan tersenyum lembut, mereka berdua terlihat sedang duduk diatas Sofa. “kau baik-baik saja?” tanya nya kepada Zili yang telah mendekati layar.


Zili mengangguk kepala.


“Yuanna...


Teriak laki-laki tua yang tiba-tiba mendekat.


“Eeeeee... paman, pergilah” usir ratu negara tidak ingin diganggu.


“Digoxin tipe A” ucap laki-laki tersebut sontak mengejutkan Ratu negara.


Bahkan ia sampai tertegun “paman, bagaimana keadaan disana, kenapa tidak membuat lap...


“Sudah,”lagi, ucapan laki-laki tua semakin mengejutkan ratu negara “tampaknya musuh berada disekitar kerajaan hingga laporan kamipun tidak sampai kepadamu”


“Baiklah paman, aku akan melaporkannya kepada kakak” ucap ratu negara yang langsung dianggukan laki-laki tua yang kini telah duduk disamping putra mahkota yang tengah santai membaca buku.


“Zili, kembalilah, kau harus kembali ke sekolah atas permintaan Xu’i” ucap ratu negara kali ini tertuju kearah Zili.


“Shisho....


“saat ini mungkin dia sedang dalam misi penting, jadi kembalilah kedesa ann 1.” lanjut Ratu bayangan menyela Perkataan zili yang sedang ingin menanyakan kabar tentang Gurunya.


Zili menganggukan kepala sekali “baiklah” ucapnya pasrah.


Layar menghilang, mungkin panggilan video telah terputus.


“Astaga, padahal kami sudah menyiapkan Acara kembang api untuk menyambut kedatangan putri mahkota” seru seorang warga merasa sedih karena Zili harus pergi sore itu juga.


“Shin’A...


“Tidak bisa kakek, aku sibuk”


Tolak Pangeran istana yang mengetahui maksud dari perkataan laki-laki tua yang belum diselesaikan.


“Jemput saja dia bes....


“Kau kira aku suka membuang-buang waktu” jawab kasar pangeran istana ketika penasihat putra mahkota memberi saran. “cepatlah” pangeran istana melangkah kaki, menghampiri Zili yang masih ragu untuk pergi.


“Jangan pegang aku” tolak Zili, menghempaskan tangan ketika Pangeran istana meraihnya. Sikap Zili tersebut bahkan mampu membuat putra mahkota tersenyum puas.


“Kau...


“Aku hanya tidak ingin ada orang yang cemburu.”


“Ce...cemburu?”

__ADS_1


Tanya pangeran istana keheranan.


__ADS_2