Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
gulungan kertas


__ADS_3

“Akkkkhhhh...”


Suara teriakan Zili terdengar hingga keluar pintu di salah satu kamar di gedung berkubah,


Beberapa orang tampak sedang memantau dan berjaga di luar pintu kamar tersebut sembari terus berdiri dan kadang menguping.


“Shisou hiks hiks..” Tangisan keras gadis itu juga terdengar tak ada henti-hentinya, Sungguh, semua orang hanya bisa membayangkan hal yang terjadi di dalam kamar dan tidak satupun dari mereka berani mengganggu.


Di dalam kamar tersebut,


Putra Mahkota tampak sedang memperbaiki tulang tangan Zili yang terpelintir hingga membuat gadis itu mengerang kesakitan,


Setelahnya, ia membersihkan luka di bibir Zili dengan sapu tangan miliknya yang telah di taburi bubuk pengering luka, sementara tangan Putra Mahkota yang lain tampak sedang menghapus air mata gadis di hadapannya yang masih tersisa. “ Shisou.”


“Hm.” Panggilan gadis itu kini terjawab sudah.


“Hiks Shisou,” Tangan yang semula tak bisa bergerak kini tampak telah baik-baik saja, gadis itu bahkan mulai mengangkatnya dan menghapus air mata yang belum terhapus oleh Putra Mahkota di pipinya yang lain.


“Tahanlah sebentar saja, segalanya akan segera berakhir, dan kita tidak akan berpisah lagi.” Pinta laki-laki itu melepaskan tangan dari bibir Zili dan memeluk gadis di hadapannya tersebut, hingga gadis itu terus menangis tak henti-hentinya.


“Shisou, kenapa kau harus berakting? Katakan padaku, kenapa sampai harus melakukan ini semua?” Pinta gadis yang kini telah berada di dalam pelukan erat Putra Mahkota, dan membalas pelukan laki-laki tersebut dengan kerinduan yang masih mendalam.


*********


1 Bulan yang lalu.


“Cancel.” Putra Mahkota dengan sigap menghindari kabel-kabel yang bergerak atas perintah Layar Transparan berbentuk tubuh seorang wanita.


Drrrrrtttt..


Getaran di jam tangan miliknya terus bergetar dan mengganggu sistem pembatalan dari kabel-kabel yang terus bergerak.


“My Lord, You got an urgently message.” Karakter Virtual Putra Mahkota muncul lalu melaporkan pesan yang baru saja di terima.


“Tutup,”


“An Urgently message comes from your Another Watch.” Putra Mahkota menghentikan langkah larinya, dengan terpaksa ia menyentuh jam tangan dan membaca pesan yang baru saja ia terima dari Jam Tangan pemberiannya untuk Ratu Negara di masa lalu.

__ADS_1


Berkali-kali kabel layar berhasil ia batalkan, meskipun demikian, Wajah laki-laki tersebut tampak begitu sedih karena terpaksa harus memutar arah dan memilih untuk menunda menyelamatkan wanita yang ia cintai dan mulai bergerak ke arah Selatan, tempat dimana Inti Tabung Cahaya berada dengan Roll-V yang ada didekatnya.


Pesan bahwa Raja dan Ratu Negara tertangkap musuh terus memasuki pikirannya.


Pesan lain tampak muncul kembali, Pesan yang berisi Informasi bahwa Yuan akan segera meledakan kapal Induk semakin memperparah perasaan khawatir di dalam hati seorang Putra Mahkota.


Laki-laki itu mulai memikirkan nasib para penduduk Asli klan Xu dan juga nasib teman-temannya yang masih berada di dalam kapal induk di sana. Dia hanya terus menghela nafas berat sembari memikirkan langkah yang harus ia ambil untuk ke depannya agar semua orang bisa selamat.


Tidak memakan waktu lama, Putra Mahkota yang telah sampai pada tempat tujuannya, segera menuju ke arah Inti Tabung Cahaya menggunakan petunjuk peta yang ada di dalam jam tangannya.


Langkahnya terhenti ketika berada tepat di depan pintu ruangan bercahaya putih yang masih terbuka lebar tersebut.


Tidak ada seorangpun di sana,


Dengan berusaha untuk tetap menenangkan diri dari kekhawatirannya, laki-laki itu mulai melangkahkan kaki masuk,


CLAYA BERHENTILAH MENGHANTUIKU, CLAYA BERHENTILAH MENGHANTUIKU, CLAYA AKU TIDAK SANGGUP MEMBUNUHNYA, CLAYA BIARKAN MESIN WAKTU SAJA YANG MEMBAWAKU KEMBALI KE MASA LALU, CLAYA AKU AKAN MENGHENTIKANMU BERJUMPA DENGAN IBLIS ITU....


Tulisan berbahasa indonesia yang terukir di dinding ruangan tersebut mengejutkan Putra Mahkota,


Matanya bergerak lagi mencari kelanjutan dari tulisan tersebut.


AKU PENGECUT, ANDAI AKU BISA DI BAWA MESIN WAKTU KEMBALI KE MASA LALU, AKU AKAN MATI BERSAMAMU MESKIPUN KAU TIDAK PERNAH MENCINTAIKU ATAU SETIDAKNYA AKU AKAN MENYELAMATKANMU DARI KEMATIAN.


Otaknya mulai berpikir dan terus berpikir.


Orang yang menuliskannya sudah pasti adalah Cayden di dalam Novel, Pikir laki-laki tersebut.


Cayden sendiri mengetahui bahwa Wanita Transparan hanyalah sebuah Android biasa, Lanjutnya lagi berpikir.


Lalu, penyebab apa yang membuat Cayden mengukirkan kata MENGHANTUI?,


Menghantui artinya Bayangan Claya selalu ada di dalam pikiran Cayden, Sementara di dalam Novel, Cayden mengatakan bahwa Otak Louise adalah pengendali utama kapal Induk agar bisa keluar dari dasar Lautan?


Itu artinya, Otak louise yang dimaksud sebenarnya adalah Otak Cayden sendiri.


Karena dia mengatakan tidak sanggup membunuh Louise maka artinya dia sendiri yang berperan sebagai Louise dan menghancurkan otaknya sendiri di dalam Mesin Waktu, begitukah?

__ADS_1


Tanya Putra Mahkota pada dirinya sendiri di dalam hatinya.


Putra Mahkota tampak tersenyum tipis, ia menyentuh Inti tabung Cahaya di hadapannya. “ Jadi kau menganggap bahwa tabung ini adalah Mesin Waktu, Cayden?, Konyol.” Ucap laki-laki tersebut mulai menyentuh jam tangannya dan mencari-cari tanda-tanda alat teknologi di sekitarnya.


“Xu_Zi.”


“Yes My Lord,”


“Aktifkan sistem pelacak digital!”


“Yes my Lord, “ Karakter Virtual laki-laki tersebut menghilang, lalu beberapa saat kemudian muncul sebuah pesan yang memperlihatkan sebuah Link berwana biru, Link segera di tekan Putra Mahkota,


Sebuah tanda Petunjuk mulai terlihat di layar jam tangannya dan menujukan arah Utara ruangan tersebut.


“Hanya Wall Display, ternyata.” Ucap Putra Mahkota dengan senyum kecut karena tidak menyukai kebohongan di dalam Novel yang diciptakan Profesor Cayden.


Mencari-cari tombol pembuka laci layar dinding namun tidak menemukannya,


Putra Mahkota kembali lagi ke posisi semula dan membaca pesan yang terukir di sana. “Kau memang Pengecut, Hingga membiarkan begitu saja kapal buatanmu terkubur di dasar lautan hanya karena Cintamu telah tiada, ahh benar..” Putra Mahkota mulai melangkah ke arah Ukiran di sisi dinding ruangan tersebut. “Mungkin aku juga akan menjadi seorang Pengecut jika sampai aku kehilangan Zili, “ Ucapnya menghela nafas, memikirkan kembali keadaan wanita yang ia cintai lalu menekan satu persatu Huruf dari kata PENGECUT di dinding sana.


Benar saja, huruf-huruf pada kata tersebut merupakan sebuah tombol-tombol sistem pengaktifkan di ruangan tersebut, hingga Cahaya Putih pada tabung tersebut berubah menjadi warna merah. “Sinar UV berskala tinggi, ya?” Gumam laki-laki tersebut sembari berjalan menuju ke arah layar dinding yang lacinya telah terbuka saat itu.


Memainkan dengan cepat jari-jarinya di atas keyboard laptop di sana, Pintu ruangan tersebut tiba-tiba tertutup rapat lalu sebuah gulungan kertas tiba-tiba keluar dari laci lain di dinding tersebut,


Dengan cepat Putra Mahkota meraih gulungan putih tersebut namun tidak menemukan tulisan apapun di sana.


Meskipun demikian, laki-laki tersebut tampak tersenyum puas, “ Pesan Rahasia, ya?” Gumamnya lagi pelan lalu berjalan mendekati Tabung bercahayakan warna merah dan membuka gulungan semakin lebar. “ Tinta jus lemon, kau sering bertukar pesan secara rahasia dengan Claya menggunakan Cairan lemon, bukan?” Gumam laki-laki tersebut kembali sembari membaca tulisan yang berisi petunjuk pengendalian kapal dan juga pengendalian layar transparan berbentuk manusia dan mengingat seluruh tulisan di sana. “Konyol, jadi maksud dari menghancurkan otak adalah..” Putra Mahkota menggeser kaca tabung di hadapannya setelah selesai membaca petunjuk dan pengaturan sistem kapal, lalu rasa panas mulai menyelimuti tubuh hingga keringat laki-laki tersebut bercucuran.


Jauh di atas tabung yang kini telah terbuka, Putra Mahkota melihat Sinar Ultraviolet memancarkan cahaya panas hingga rasanya begitu sesak di dada, tidak hanya itu, ia juga menemukan sebuah tali benang pancing dan menariknya ke bawah.


Krataaaakkkkk,,,


Tulang belulang mulai berjatuhan turun ke bawah, Putra Mahkota menyingkirkan tali-tali benang yang mengikat di tulang-belulang tersebut, “Kau ingin orang lain mati terbakar sinar UV hingga otaknya juga ikut hancur, Hanya karena tidak ingin kapal induk ini di kendalikan kembali dan juga tidak ingin benda-benda ciptaan Claya tunduk kepada seseorang, Bukan? Hm.. Konyol.” Putra Mahkota menutup kembali kaca tabung, dan dengan segera menekan ulang Tombol kata PENGECUT di dinding sana agar Cahaya berwarna merah berubah menjadi cahaya berwarna putih, dan rasa panas tidak lagi membakar ruangan tersebut.


Tulang belulang berhasil ia keluarkan, tetapi sayang, suasana panas masih dapat ia rasakan, dan kali ini semakin berat terasa “Kau masuk ke dalam tabung, lalu setelah tubuhmu tinggal tulang, katrol yang mengangkat beban lebih berat dibanding tulang-tulangmu di atas sana mulai mengangkat tulang-tulangmu itu naik, hmm.. agar orang yang mengetahui rahasia pengendalian kapal tidak mengambil tulangmu dan mati kepanasan karena tidak dapat membuka pintu ruangan yang hanya bisa terbuka dengan menggunakan DNAmu saja, bukan?” Putra Mahkota mulai mengambil tulang rusuk dari tulang-tulang yang ia temukan lalu dengan segera ia memasukan tulang tersebut pada sebuah lubang kecil di dalam laci layar dinding. “Cayden, sayang sekali, kau berhadapan dengan orang yang salah.”


Perlahan-lahan pintu ruangan terbuka, dengan segera Putra Mahkota berjalan keluar dari sana dan menyembunyikan gulungan kertas di dalam pakaiannya.

__ADS_1


__ADS_2