Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
ATB, My majesty 26


__ADS_3

Pagi telah berlalu berganti siang, siang duduk menunggu menahan rasa lapar diatas kasur sebuah kamar besar namun tidak semewah kamar milik putri mahkota dikediaman keluarga Xu desa Xu48.


Kain gorden merah dari serat kayu pinus perlahan lahan bergoyang terhembus angin dari luar jendela yang terbuka.


Putra mahkota tidak tampak keberadaannya, setelah memasuki Gedung Klan Shen. Remaja laki laki itu secara pribadi memerintahkan salah seorang prajurit militer Pangkat satu untuk membawa Muridnya masuk kedalam kamar yang telah dipersiapkan untuk Putri mahkota.


Setelah itu, gadis itu berjalan mengikuti langkah kaki prajurit suruhan putra mahkota sembari menolehkan wajah sekali melihat putra mahkota yang telah berbalik badan berbicara kepada ketua klan shen dan anggota petinggi desa lainnya.


Gadis malang masih menahan rasa lapar yang berkali kali berbunyi dari dalam perutnya.


Memang ia telah sarapan pagi tadi, namun karena kebiasaannya selama tinggal di desa Xu48 yang selalu makan tepat waktu, menjadikan perutnya tidak lagi mampu menyembunyikan rasa laparnya.


Gadis malang tetap berada di dalam kamar, kadang berbaring, kadang juga duduk dikursi memandang keluar jendela melihat para prajurit berlatih. Hanya melihat, membuat gadis malang berharap sesuatu yang dia anggap tidak mungkin terjadi.


Ia sangat berharap masuk kedalam kelompok mereka, ikut serta berlatih bersama. Lagi gadis malang merasa sangat menginginkan bermain bersama teman didalam hidupnya.


Jam dinding kamar yang berbentuk bulat dengan hiasan pedang didalamnya telah menunjukan angka 4. Hari tidak lagi siang, karena sore telah tiba.


Dirasa sangat sakit menahan lapar, gadis malang yang sedang duduk diatas kasur beranjak pergi keluar kamar untuk meminta sedikit makanan.


Ia terus berjalan melewati meja yang diatasnya terdapat vas kecil dan setangkai bunga Mawar menghiasi kamar.


Terus berjalan mendekati pintu, ia membukanya dan menemukan Banyak prajurit sedang berjalan berlalu lalang.


“Maaf” ucapnya.


Tapi sayang tidak ada satu orang pun yang mendengar, bahkan ada beberapa orang yang melihatnya namun dengan sengaja membuangkan wajah.


“Permisi” ucapnya lagi.


Suara gadis malang sama sekali tidak dipedulikan, tidak ada seorang pun yang menoleh kearahnya.


Hatinya sedikit perih, ia menutup pintu kamar untuk berjalan pergi mencari dapur karena dirasa perutnya sangat keroncongan.


Rasa lapar telah berubah menjadi sakit, wajah gadis malang mulai berubah pucat, perlahan ia berjalan mencari cari arah jalan menuju dapur karena ruangan yang terlalu besar dan luas tanpa sebuah petunjuk sedikitpun.


“Ahhhh” seorang prajurit menabrak bahunya.


Keras, seperti balok kayu telah menghantam bahu gadis malang yang telah terjatuh diatas lantai sudah agak jauh dari pintu kamar.


Tanpa peduli, prajurit laki laki tersebut tetap berjalan, bahkan ia sedikit mengembangkan senyum remehnya melirik kearah gadis malang yang telah berdiri.


Dipikir sangat percuma untuk mencari makanan mengisi kekosongan perut. Gadis tersebut akhirnya kembali lagi masuk kedalam kamarnya.


Air mata jatuh tanpa ia sadari, berulang kali rasa yang dimiliki selalu terjadi. Diabaikan, tidak diberi makan bahkan sedikitpun tidak dihargai.


Perlahan ia membaringkan tubuh miring kekiri, menahan perut dengan tangan kanannya, air mata perlahan jatuh membasahi bantal diatas sprei kasur berwarna putih, gadis malang pun berusaha menutup mata agar dapat tertidur dan melupakan rasa laparnya.


Sejam, dua jam, tiga jam, empat jam telah berlalu. Dalam waktu itu gadis malang telah tertidur puas memimpikan dirinya sedang makan sebuah ayam panggang diruang makan kediaman Xu wilayah barat kota.


Tapi sayang, matanya harus terbuka ketika mendengar suara pintu kamar terbuka. Sontak ia terkejut lalu terduduk secara tiba tiba.


“Shisou”


Putra mahkota telah kembali dari kesibukannya. Ia yang telah disuguhi makanan diruang makan malam itu tidak melihat Pasangannya berada ditempat ia berada.


Karena merasa curiga, dengan segera ia membanting meja makan mengejutkan semua Orang yang duduk bersama dengannya.


“Dimana putri mahkota?”


“Tadi kami sudah mengetuk pintu, dan melihatnya tertidur sangat nyenyak yang mulia, jadi kami tidak berani untuk membangunkannya” jelas seorang prajurit penyaji makanan.


Dengan menggertakan gigi geram wajah putra mahkota sontak berubah menjadi marah. Semua mata bahkan tidak berani memandang.


“Dimana kamarnya?”


“Saya akan tunjukan jalan yang mulia”


“Aku tanya dimana?” bentak putra mahkota mendengingkan telinga yang mendengar. Suara marah yang sangat jarang terdengar saat itu mengejutkan semua orang yang berada diruang makan gedung milik desa shen. Beberapa diantara mereka bahkan hingga sampai menahan gigilan tubuh, takut putra mahkota mengamuk yang akan mampu melenyapkan Puluhan prajurit militer negara.


“Kamar nomor 2 dilantai Dua yang mulia”


“Kalian memberinya Kamar prajurit biasa?” bentak putra mahkota lagi.


Marah, ia melirik tajam kearah ketua klan Shen, yang langsung jatuh tunduk dari bawah kursi makan.


“Maafkan kecerobohan prajurit desa yang mulia, mungkin mereka mengira putri mahkota yang berasal dari bangsawan biasa tidak menyukai kemewahan”


Tanpa memerintahkan Ketua klan untuk memperbaiki posisinya, dengan langkah cepat Putra mahkota keluar ruang makan.


Dia terus berjalan diikuti oleh para petinggi desa yang takut apabila terjadi masalah mengingat Putra mahkota adalah putra dari raja bayangan Xu idris yang bisa dengan mudah mencopot jabatan siapapun yang dia inginkan dan menggantinya dengan siapapun yang dia inginkan.


Langkah kaki putra mahkota bahkan tidak mampu terkejar oleh mereka. Putra mahkota terus berjalan cepat menuruni tangga tanpa menggunakan lift dari atas lantai lima.


Terus berjalan melewati beberapa prajurit yang tadinya berlalu lalang keluar masuk gedung milik klan shen tersebut.


Langkah kaki para prajurit terhenti. Memberi kehormatan menundukan kepala kepada Putra mahkota yang bahkan sama sekali tidak mempedulikan mereka.


Terus berjalan menuruni anak tangga dengan mudahnya. Langkah kaki putra mahkota akhirnya telah sampai kedepan pintu kayu biasa.


Putra mahkota perlahan memutar gagang pintu. Ia masuk kedalam kamar besar namun menurutnya sangat tidak layak untuk ditempati oleh keluarga kerajaan.


Dipandang olehnya, gadis malang berbaring miring terkejut dengan cepat duduk diatas kasur. Wajahnya pucat dan matanya merah.

__ADS_1


“Shisou”


“Kau sudah makan?”


“Kruuuuukkk” suara perut gadis malang berbunyi hingga terdengar ketelinga putra mahkota.


“Hiks.. hikss. “ gadis malang tidak kuasa menahan tangisannya lagi ketika menatap gurunya, orang yang dia rasa paling dekat dengan dirinya.


“Belum ya”


Putra mahkota berjalan menghampiri gadis malang dengan langkah cepat. Melewati meja yang diatas nya terdapat vas dan setangkai bunga mawar. Perlahan ia memberikan tangan kepada muridnya.


“Ayo kita cari makan” ajaknya yang langsung disambut oleh gadis malang. Mereka berjalan keluar kamar.. terus melangkah bersama menuju parkir mobil.


“Yang mulia, anda hendak kemana?” suara ketua klan terdengar mencoba menghentikan langkah kaki putra mahkota yang telah berjalan diatas lantai semen halaman gedung.


“Karena desa shen 2 terlihat kekurangan makanan, tentu saja aku akan pindah menuju desa shen 5”


“Yang mulia, mohon maafkan kesalahan prajurit shen 2 karena telah mengabaikan putri mahkota. Berikan lah kesempatan kepada kami untuk memperbaikinya. Sungguh keadaan kami sangatlah baik dan makanan pun berlimpah ruah”


“Kalian pikir layak bagi seorang putra mahkota memberikan kesempatan kepada kalian. Lupakan lah.. malam ini jangan banyak meminta atau aku akan mengadukan tindakan mengecewakan kalian kepada ayahku” ancam putra mahkota.


“ampunkanlah kami yang mulia” suara semua prajurit yang berada dihalaman gedung terdengar serentak menjatuhkan tubuh berjongkok memohon ampunan namun diabaikan begitu saja oleh putra mahkota.


Putra mahkota terus melangkah menggenggam tangan muridnya yang merasa kasihan melihat wajah memelas seluruh prajurit desa shen 2 yang berharap putra mahkota untuk tetap tinggal disana.


Ia perlahan menghentikan langkah kaki agar putra mahkota memberikan kesempatan kepada mereka.


“Shisou” langkah kaki putra mahkota terhenti ketika Gadis malang menahan tangannya.


“Hmmm, kau mau apa lagi”


“Aku sangat lapar, biarkan aku tetap makan disini”


“Kau ini selalu saja” maki putra mahkota


“Lapar lho.. hiks” gadis malang menjatuhkan air mata yang tidak sanggup untuk dibantah putra mahkota.


“Segera siapkan makanan kekamar ku” perintah putra mahkota lalu berjalan menarik tangan Gadis malang kembali masuk kedalam Gedung shen 2.


“baiklah yang mulia”


Perasaan sedih semua prajurit militer desa shen 2 telah berganti dengan perasaan semangat. Beberapa dari mereka tidak menyangka melihat pemandangan luar biasa yang tidak pernah terjadi sebelumnya.


Bahkan ratu bayangan Ou nana sendiri tidak pernah bisa mengatasi sifat keras kepala putra mahkota. Mereka mulai beranggapan bahwa putri mahkota bukanlah orang yang mudah dengan begitu saja diremehkan.


Ruangan kamar begitu megah dan mewah, dengan gorden Jendela berwarna merah yang sangat berbeda dengan gorden diruang kamar gadis malang sebelumnya. Gorden bordiran berkain kan Sutra dengan beberapa gambar naga yang menghiasinya.


Belum lagi, AC yang diatasnya terdapat sebuah botol kecil berbentuk spiral cantik berwarna biru menempel yang sesekali tersemprot menyebarkan keharuman Luar biasa memenuhi ruangan kamar tersebut.


Dia sedang duduk bersantai ria setelah menyelesaikan makan malam yang mengenyangkan perut. Sembari tersenyum menatap wajah gurunya yang juga telah selesai makan malam bersama didalam ruang kamar duduk diatas sofa membaca koran.


Bau makanan perlahan hilang karena jendela yang dibuka menggantikan Ac yang sengaja dimatikan. Angin malam masuk keruang kamar yang berada dilantai enam bangunan menggerakan maju mundur gorden mewah yang telah tergeser kesamping. Membelah menjadi dua bagian.


Gadis malang turun dari kasurnya, berjalan menghampiri jendela. Ia menatap malam penuh bintang. Sebuah bulan sabit tampak berada disudut bangunan.


Gadis malang menatap kebawah. Dipandang olehnya cahaya lampu lampu rumah rumah desa shen mempercantik keindahan malam. Ia juga memandang berbagai jenis pepohonan tinggi disana.


Kadang suara bising prajurit Militer yang masih berlatih dibawah bangunan sesekali terdengar sampai ketelingannya.


“Shisou” sebuah selimut menyentuh punggung gadis malang. Gadis malang membalikan tubuh.


“Tutup jendela, tidur lah.. AC juga sudah kunyalakan, besok kau harus bersiap siap menuju sekolah”


“Sekolah?”


“Iya,”putra mahkota dengan sendiri menutup pintu masih berdiri dihadapan gadis tersebut. Tubuh mereka sangat dekat. Hampir menyentuh.. perlahan remaja laki laki itu meraih gorden merah dan menggesernya menjadi satu menutup dinding kaca bangunan tersebut.


Aroma wangi dari tubuh putra mahkota yang sedang mengenakan kemeja hitam lengan pendek sampai terhirup wangi menenangkan hidung yang menciumnya.


Gadis malang lagi dan lagi terpesona dengan gurunya. Detak jantungnya kembali tidak karuan, berkali kali ia bahkan menggelengkan kepala.


“Kau ngapain?”


“Ahh.. ngantuk yang mulia”


“Cepat lah tidur kalau gitu” putra mahkota menutup selimut keseluruh bagian tubuh gadis itu yang langsung dipegang oleh nya kedua bagian selimut dengan kedua tangan , menyatukan mereka menggenggam menutupi seluruh bagian tubuhnya


“Hm” angguk gadis itu.


Perlahan ia berjalan menuju pintu kamar masih dengan menyeret selimut.


“Kau mau kemana?” gadis malang membalikan badan.


“Kekamar ku?”


“Bodoh,, kamar itu bahkan sangat tidak layak Untukmu, tidurlah disini?”


“Jadi shisou mau tidur dimana?”


“Tidur disini”


“Haaah, tapi apa boleh, kita kan belum berusia 18 tahun?”

__ADS_1


“Tentu saja tidur disofa”


“ Shisou, biar aku saja yang tidur disofa”


“Hmm, jadi kau tidak ingin merasakan kasur empuk ya?”


“Iya, bisa tidur diruangan nyaman ini saja sudah sangat bersyukur”


“hmmm, jadi kau mau mempermalukan aku ya?”


“Loh kok mempermalukan shisou?”


“Laki laki itu harus mengalah kepada perempuan, sudah jangan banyak tanya lagi, cepat sana naik keatas kasur”


“Baiklah shisou, tapi apa besok kita juga akan tetap tinggal dikamar ini?”


“Banyak sekali pertanyaanmu sih, tentu saja mulai besok kita akan tinggal diasrama sekolah”


“Asrama?”


“Hmm, sudah cepat tidur sana”


‘” Asrama” gumam gadis malang dalam hati sembari melangkah kaki berjalan Menuju kasur. Hatinya mendadak merasa senang. Karena dalam hidupnya, ia ingin sekali tinggal diasrama sekolah. Memiliki banyak teman wanita, berkumpul bersama didalam satu ruangan dan saling bertukar pikiran.


Dimasa lalu ia tidak memiliki kesempatan untuk tinggal diasrama sekolah high raise karena tidak adanya rekomendasi dari pihak sekolah yang mengizinkan atau mengundang murid untuk tinggal disana.


Gadis malang melentangkan tubuh menatap kelambu, ia sangat tidak sabar menunggu hari esok tiba.


Bangunan sekolah bertingkat tiga melebar luas kearah samping, terdapat banyak pintu kelas disetiap lantai dengan dinding pendek didepannya. Di depan bangunan utama tersebut terdapat pula dua bangunan lagi yang saling berhadapan dengan lantai yang sama. Namun kedua bangunan tersebut tidak selebar bangunan utama yang berada disamping mereka.


Ketiga bangunan sama sama menghadap satu halaman sekolah yang sama. Halaman yang terdiri dari berbagai jenis lapangan Yang biasa digunakan untuk latihan fisik. Silat, taekwondo dan lainnya.


Dibelakang bangunan utama terdapat lapangan tempat latih memanah, dan disebelahnya tempat latih berkuda. Tampak pula diatas atap gedung beberapa murid sekolah sedang berlatih menembak. Dengan puluhan papan tembak yang berdiri secara sejajar.


Sekolah militer berada didepan mata gadis malang yang sedang duduk diatas kursi mobil ketika mobil yang mengantarnya serta putra mahkota telah masuk kedalam pintu gerbang gedung sekolah. Mengenakan seragam kebanggaan militer berwarna hijau lumut dengan sebuah topi militer yang ia kenakan menutupi rambut yang diikat satu kebelakang.


Dilirik sekilas olehnya putra mahkota sedang membaca buku mengenakan seragam khusus pendidik militer yang berwarna putih dengan bintang 5 diatas bahu namun kali ini tidak ada selendang, 8 pin lambang klan dan juga kantung kecil lambang putra mahkota diseragamnya.


Meskipun demikian, seragam yang ia kenakan masih tampak sangat mewah dipakai oleh tubuh putra mahkota.


Pandangan mata gadis tersebut terkagum kagum melihat kemegahan sekolah militer yang bahkan hampir sama besar nya dengan Gedung SMA di sekolah High raise yang sudah lama ia tinggalkan.


“Selamat datang yang mulia” sambut kepala sekolah beserta pejabat tinggi sekolah kepada putra mahkota yang telah keluar dari dalam mobil.


“Selamat datang yang mulia putri mahkota” Gadis malang sontak terkejut, tidak seperti biasa saat ia turun dari mobil ia telah mendapatkan sambutan hormat untuk pertama kalinya. Sungguh hal itu sangat menyenangkan hati bagi gadis malang yang belum pernah disambut sebelumnya.


Mata gadis itu sampai berkaca kaca, ia tersenyum lembut penuh kebahagian memandang beberapa orang yang sangat sopan kepadanya.


“Sudah kau siapkan kamarnya?”


“Tentu saja yang mulia, asrama putri sekolah shen 2 tidak akan pernah mengecewakan anda”


“Baguslah, sekarang antar dia menuju ruangannya”


“Baiklah yang mulia,” kepala sekolah secara langsung membawa koper pribadi milik putri mahkota yang masih tidak percaya dengan apa yang telah ia lihat.


“Pergilah,”


“Shisou tinggal dimana?”


“Tentu saja di sana” putra mahkota menunjukan bangunan disebelah kanannya, gedung asrama putra.


“Shisou tinggal disana?”


“Iya, sudah lah jangan banyak tanya, sekarang cepatlah pergi ikuti kepala sekolah mu, dia akan mengantar kekelasmu juga nanti”


“Hmm” angguk Gadis malang berjalan mengikuti langkah kaki kepala sekolah. Meninggalkan putra mahkota yang sedang berdiri menatap kepergian gadis malang menuju gedung asrama putri disebelah kirinya.


Seorang remaja laki laki berdiri diatas bukit mengantongi Kedua tangannya. Dibelakang remaja laki laki tersebut sedang berjongkok dua orang laki laki dewasa berbaju hitam dan juga kain hitam yang menutupi kepala mereka.


“Yang mulia pengeran istana, gadis yang anda cari telah berada diasrama putri sekolah militer desa shen 2”


“Hmmmmm,, bakalan sulit untuk menemuinya”


“Apa yang harus kami lakukan yang mulia?”


“Hmmm.. dengarkan aku.....” Remaja laki laki itu menjelaskan rencananya yang didengarkan baik baik oleh Pengikutnya. Tiba tiba nada dering ponsel dikantung belakang nya berbunyi.


“Paman sien”


“Kemana saja kau ini, seyin seharian menangis mencarimu?”


“Maaf paman, aku sedang dalam misi penting?”


“Misi penting apa yang membuatmu mengabaikan putriku?”


“Tentu saja misi yang akan mengejutkan seluruh istana kerjaan,”


“Maksudmu?”


“Misi untuk memberitahukan bahwa Co Sien Ya akan segera datang mengambil kembali ratu yuanna, bagaimana?”


“Lakukanlah sesuka mu” panggilan dimatikan oleh laki laki dari dalam ponsel.

__ADS_1


Sayup sayup angin menerbangkan rambut remaja laki laki yang tersenyum lembut memandang kearah depan.


“Aku pasti mendapatkanmu” gumamnya dengan nada sombong.


__ADS_2