Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
1 bulan lamanya


__ADS_3

Pintu lift terbuka.


Terlihat koridor berlantai karpet merah didepan mata.


Masih belum bergerak dari tempat mereka, juga masih belum melepaskan pelukan erat.


Pintu Lift kembali tertutup dengan sendirinya.


Menyembunyikan kedua pasangan yang masih belum bergeming dari posisi mereka.


Suasana kesunyian menerpa Jiwa.


Tidak terdengar suara apapun kecuali suara lift yang tadinya terbuka dan tertutup.


“Berapa banyak yang kau butuhkan..?”


Lanjut ucap putra mahkota yang sebelumnya telah menawarkan bantuan. “Katakan saja..” pinta laki-laki tersebut dengan lembutnya.


Mulai menghentikan tangisan “1 juta neceri” tidak ragu-ragu lagi gadis itu meminta karena memang dia sangat membutuhkan uang saat itu.


Putra mahkota melepaskan pelukannya, ia mulai mempersiapkan diri untuk memandang mata wanita miliknya. “Aku akan memberikanmu 10 juta neceri” ucap laki-laki itu masih dengan sangat lembut membuat Zili yang tadinya menundukan kepala sontak menengadah, membalas tatapan putra mahkota dengan aliran air mata yang terus jatuh membasahi pipi.


“Tapi aku tidak akan memberitahukan alasanku membutuhkan uang” ucap gadis itu terang-terangan masih dengan aliran mata penuh dengan rasa bersalah memandang mata putra mahkota.


Putra mahkota masih tersenyum lembut, mata yang tadinya sayu mulai sedikit cerah “aku percaya padamu” ucap laki-laki itu, semakin memperparah rasa bersalah didalam hati Zili yang langsung membuang wajah kearah sampingnya.


Shisou....


“Tenanglah” ucap putra mahkota meraih pipi Zili dengan salah satu tangannya, mengembalikan pandangan gadis itu, keposisi semula. “tubuhmu terlihat sangat ketakutan” lanjut laki-laki tersebut menatap lekat Zili yang juga membalas tatapannya dengan mata sayu.


“Wajahmu juga terluka” menggertakan gigi merasakan piluh dihati ketika melihat luka dibibir putra mahkota “hiks... maafkan ak...


Emmm...


Dengan cepat putra mahkota meraih bibir mungil gadis itu dengan bibirnya, membuka perlahan-lahan didalam Lift Pagi itu, terus menciumnya dan saling membalas Ciuman, kedua Tangan Zili mulai melingkar dileher laki-laki yang dia cinta setelah tangan laki-laki itu memeluk pinggang gadis itu, dan tangan lainnya meraih kepala belakangnya, merasakan Ciuman hangat sembari menutup mata.

__ADS_1


********


“Buku apa yang sedang kau baca...?”


Putra mahkota mulai membalikan lembaran buku yang ia baca sembari merasakan kenyamanan paha kaki Zili diatas Sofa.


“Jenis-jenis pistol dan kecepatan tembakannya” jawab Zili yang sedang duduk ditepi sofa sembari membaca buku dan menopang kepala laki-laki yang dia cinta.


Sesekali gadis itu tersenyum Bahagia melirik kebawah, memandang wajah tampan putra mahkota yang telah terbalut perban dibagian bibirnya.


Bahkan rasa sakit dikaki yang juga telah diperban karena hempasan pangeran istana telah sirna dan menghilang begitu saja.


Begitu juga dengan beban beratnya ketika mengingat keadaan warga lorong bawah tanah, tampaknya putra mahkota adalah obat paling Sempurna untuk menghilangkah segala kekhawatiran didalam hati gadis itu.


Jam tangan putra mahkota tiba-tiba bergetar,


Tampaknya seseorang telah menguhubunginya.


Laki-laki itu mulai bangkit duduk, mendekatkan diri tepat disamping istrinya karena dia memang tidak ingin jauh darinya.


Melihat tingkah Wanita miliknya, putra mahkota meraih bahu gadis itu lalu memaksanya untuk tidur diatas paha kakinya setelah meraih headset yang menggantung dan menjepit dikerah seragam kerja berwarna hitamnya.


Tersenyum sebelum mengangkat panggilan, tangan putra mahkota bahkan sampai berkali-kali mengelus rambut lembut wanita miliknya.


“Besok kita berangkat kekanada...”


Senyuman bahagia yang tadinya mengembang kian menghilang bahkan gerakan tangan yang mengelus kepala Zili juga terhenti.


“Bukankah ini terlalu cepat..?”, tampak menolak keinginan suara dibalik Headset yang ternyata adalah Raja bayangan, putra mahkota bahkan sempat memandang daun telinga wanita nya dengan tatapan perih dan menyakitkan.


“berpikirlah, Berapa banyak pasien Bloody-V yang saat ini membutuhkan bantuan Kita” lanjut jawab raja bayangan memaksa “dan juga kau.....”


Raja bayangan menghentikan sejenak kalimatnya “berhentilah terus menerus mengganggu Zili atau dia tidak akan pernah mencapai kedudukannya sebagai putri mahkota dan terus dipandang remeh oleh warga negaramu sendiri” panggilan terputus, putra mahkota menghela nafas berat karena lagi-lagi harus meninggalkan Zili yang saat ini telah membalikan tubuh memandang wajah laki-laki yang dia cinta.


“Shisou...” merasa aneh dengan perubahan wajah putra mahkota, zili mulai bangkit duduk menyamping, menghadap kearah laki-laki tersebut. “Ada apa denganmu...?.

__ADS_1


Putra mahkota meraih tangan Zili, lalu menggenggamnya “aku akan menginap malam ini disini..” dia tersenyum lembut untuk kesekian kalinya ketika melihat wajah malu Zili yang telah tertunduk. “ karena besok aku akan pergi kekanada,..”


Sontak Zili membelalak mata, hatinya bergetar seperti sedang tersengat aliran Listrik tegangan tinggi “mungkin satu bulan lamanya kita tidak akan bertemu” aliran air mata sontak membasahi pipi Zili lagi yang telah mengangkat wajah memandang putra mahkota, putra mahkota sendiri bahkan sampai membuang wajah karena tidak sanggup memandang mata menyedihkan milik wanitanya.


Menghapus cepat air mata dengan tangan yang tidak digenggam putra mahkota, gadis itu mulai menghela nafas berat “hmmm” angguknya menerima kenyataan pahit “tenang saja shisou...”


Dia sangat mengetahui bahwa putra mahkota merasa terbebani karena harus meninggalkannya lagi. “aku akan selalu menunggumu dan sedikitpun tidak akan pernah meninggalkanmu” ucap gadis itu sekuat tenaga meneguhkan hatinya.


Tangannya yang gemetaran Mulai meraih tangan putra mahkota lagi, menggenggam satu tangan laki-laki yang masih membuang wajah merasakan sakit hati yang teramat parah dan meletakannya dipipi “akhirnya aku memiliki waktu semalaman denganmu” Tersenyum hingga menutup mata “aku sangat bahagia shisou” lanjutnya lagi membuat putra mahkota menggertakan giginya langsung mengangkat tubuh gadis itu keatas paha kaki lalu memeluknya.


“Tunggu aku” ucapnya dipelukan Zili “aku mohon tunggu aku”


Membalas pelukan “tentu saja shisou, tentu saja” jawab gadis itu menenangkan hati yang terluka padahal hatinya juga sangat terluka karena harus menerima perpisahan yang akan sangat lama menurutnya.


*********


“Bukankah kau sudah keterlaluan idris..?”


Ucap Ketua klan co yang sedang duduk dihadapan raja bayangan dan disamping raja negara disebuah Cafe SUN paling terkenal Wilayah timur laut.


Sebuah robot Pelayan mulai datang menghampiri, memberikan tiga buah cangkir kopi diatas meja ketiga laki-laki yang tampak sedang membahas masalah mereka.


“Paman...”


Raja bayangan mulai meraih gagang cangkir kopi “kau juga sangat keterlaluan karena baru memberitahukan kemampuan menantuku sekarang” ucapnya tersenyum tipis sembari menyeruput kopi nikmat buatan salah satu koki handal milik Klan Sun.


Raja negara menghela nafas berat “kau harus mengajarkan semua keahlian yang kau miliki untuknya paman” pintanya kepada Laki-laki tua yang tampak masih kesal dengan sikap kedua pemimpin negaranya. “cepat atau lambat, musuh pasti akan menemukan kemampuannya dan pada saat itu nyawanya pasti....”


“Akan dalam bahaya...” lanjut raja negara meletakan kembali Cangkir miliknya diatas meja, menatap penuh harapan ke mata ketua Klan Co.


“kakek yatto sedang koma, juga tidak ada lagi kakek Alfa, saat ini hanya kaulah satu-satunya harapan kami mengajarkan Segalanya kepada Zili” lanjut raja negara yang juga tampak sangat memohon.


“Shin,..”


Raja bayangan mulai mengalihkan pandangannya kearah adik ipar sekaligus temannya tersebut “rahasiakan segalanya dari yuanna” pinta laki-laki dewasa itu kemudian.

__ADS_1


“Tentu saja”


__ADS_2