Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
tertekan


__ADS_3

Haaaa haaaa hikssss...


Shisou,


Kenapa aku masih belum bisa menghilangkan rasa takut ini?, kenapa sulit sekali untuk berubah?


dalam hati Zili selalu bertanya kepada dirinya sendiri, betapa bodoh dan lemah hingga terus menerus lari menghindari masalah.


Zili mengusap air mata dipipi, rasa takut masih menghantui. Saat ini, ia telah berada dipinggir pantai dengan seluruh pakaian basah.


Seragam praktek Nelayan sekolah ann berwarna putih Yang ia kenakan tidak lagi mampu menghangatkan tubuhnya karena telah basah.


Waktu sore hampir berlalu berganti malam. Zili berjalan menjejaki pinggir lautan. Terus berjalan hingga ia menemukan sebuah Gubuk kecil ditengah-tengah tambak ikan.


Tidak ada seorangpun disana karena hari telah malam. Zili berjalan perlahan-lahan menelusuri jalanan yang dikelilingi kolam kolam ikan.


Dia menjatuhkan tubuhnya miring diatas lantai papan gubuk, memeluk dirinya sendiri yang mulai menggigil kedinginan.


Lampu-lampu pertambakan ikan menyala, mungkin ada penjaga tambak disana.


Tubuh zili lemas dan nafasnya tidak beraturan, rasa lelah berenang menerjang ombak kian menggerogoti seluruh bagian tubuhnya. Ditambah Air asin yang melekat ditubuh membuatnya semakin tidak nyaman.


Zili memejamkan mata sejenak..


“Sebesar itukah rasa takutmu padaku hingga kau lari dan berakhir menjadi seperti ini”


Suara yang sangat dikenal sontak mengejutkan Zili, gadis itu terperanjat menatap pangeran istana telah tepat berada didekatnya.


Zili bangkit, ia hampir saja melompat didalam kolam ikan, namun pangeran Istana berhasil menangkapnya.


Pangeran Istana dengan seragam Pangeran Khas berwarna Hijau berbintang lima yang Basah, memeluk tubuh zili yang gemetaran.


“Kau...”


Wajah pucat Zili mengkhawatirkannya, Zili tidak henti-hentinya menggigil ketakutan, jiwanya mulai tergoncang, namun pangeran istana tidak menyadari keadaan dia yang sebenarnya semakin lama semakin parah.

__ADS_1


Pangeran istana mengangkat tubuh Zili membawanya kembali kerumah neneknya di desa ann, Rumah yang sama dengan yang Zili telah tempati.


Karena Pangeran istana dan Putra mahkota memiliki nenek yang sama.


Sepanjang jalan didalam mobil pangeran istana merasa khawatir dengan keadaan Zili yang terasa aneh.


Pandangan gadis itu kosong, dia bahkan tidak berucap sepatah katapun. Nafasnya beraturan namun wajah pucat semakin terlihat parah.


Tubuhnya panas meskipun telah diberikan selimut olehnya. Pangeran Istana berusaha memeluknya namun Zili tidak juga bergeming semakin memiluhkan hatinya.


Apa ini semua karena aku.


Hatinya mulai bersangka-sangka, mungkin dia telah menyesal atas perbuatannya dimasa lalu sehingga membuat mantan tunangannya terguncang sebegitu parah.


“Aku.. Aku belum mau mati”


Mulut zili tiba-tiba berucap, mengatakan sesuatu yang menggetarkan hati. Pandangan gadis itu tetap kosong, ia terus menerus berkata “aku belum mau mati” hingga sesampainya mereka dirumah.


Pangeran istana membawa zili masuk kedalam kamar, diikuti banyak pelayan.


*****


Paaaaaak


Suara tamparan terdengar keras menegunkan siapapun yang melihatnya.


Pangeran Istana hanya diam menerima tamparan dari ibunya, bahkan setelah diberikan obat penenang, Zili tidak kunjung juga terlihat tenaang.


Malahan semakin parah, “aku belum mau mati hiks haaaa” tangisan dan perkataan yang sama terus menerus diulangnya sambil memeluk kedua kakinya yang dilipat.


Bahkan pagi telah berlalu, zili tidak juga tersadar dari guncangan dirinya hingga ratu xu yuanna dan ratu bayangan ou nana datang mengunjungi mereka.


“Kau sadar kesalahan yang telah kau lakukan?”


“Maaf ibu”

__ADS_1


“Dia sudah gila Shin’A, karena kau,,, dia gila” yuanna jatuh terduduk tidak mampu lagi menahan rasa sakit didalam hatinya. Begitu pula nana yang sedang menangis terisak-isak memeluk Zili.


“Zili” Zin Zilian, Menteri keuangan negara. Memasuki ruangan, hatinya tersayat perih melihat keadaan putrinya. Dia teramat menyesal karena tidak mampu menjadi ayah yang pantas bagi putrinya.


Dengan air mata yang mengalir dipipi, ia mendekati putrinya yang terus menerus menangis mengucapkan perkataan yang sama.


“Maafkan ayah zili.” dia memeluk putrinya, menangis memeluknya.


Langkah kaki tak bersuara cepat Masuk kedalam rumah, Putra mahkota yang sedang sibuk terpaksa meninggalkan pekerjaannya mengetahui bahwa istrinya sedang dalam masalah.


“kau tahu betapa tidak becusnya kau dalam membinanya”


Pukulan tangan menghantam wajah So’a hingga ia terjatuh, So’A hanya terdiam menyesali kesalahannya. "hm.. memalukan sekali" Tampaknya putra mahkota begitu marah mengetahui keadaan Zili yang semakin parah. namun ia masih bisa menahan amarahnya dan hanya melontarkan sindiran tajam kepada Dokter hewan kebanggaan Negara NC.


meskipun demikian dalam hatinya, ketika ia melihat wajah So’A yang sedang berdiri didalam rumah membuat putra mahkota ingin sekali menghancurkan kepalanya.


putra mahkota meninggal ann So'a yang masih terduduk terdiam dengan kesalahannya. ia Terus berjalan, menuju lalu memasuki ruangan kamar. mata nya tertuju kepada ayahnya dan raja negara yang sedang duduk mencoba menenangkan istri mereka.


pandangannya ia alihkan. ia Melihat Istrinya berada didalam pelukan ayah istrinya yang masih merasakan penyesalan atas kelalaiannya menjaga putrinya.


sekilas, putra mahkota menghela nafas. lalu mulai berucap.


“Apa kau lupa aku masih ada?” Bentak putra mahkota kesal dengan nada yang tidak terlalu tinggi namun mengejutkan para penghuni ruangan.


“Apa yang kau lakukan Xu’i?” Balas bentak yuanna keras tidak terima dengan perlakuan Putra mahkota.


Dengan langkah geram, nana mendatangi putra nya, ingin sekali ia memukul wajah putra mahkota yang sudah keterlaluan.


“Shi hiks,, shisou hiks..” belum lagi sampai nana menghampiri putranya, dia dikejutkan dengan ucapan Zili yang telah berubah.


“Zili .....”


“Shisou, aku belum mau mati, shisou..”


*******

__ADS_1


perkiraan update 1 minggu - 1 bulan sekali.


__ADS_2