
“Setir mobil” perintah laki laki remaja yang tidak terpikirkan oleh Zili untuk bisa melaksanakan perintah yang diberikan kepadanya tersebut.. Xu’i dengan senyum licik sengaja memerintahkan Hal yang tidak mungkin bisa dilaksanakan Gadis didepannya tersebut hanya karena ingin memaksa dia untuk membuka suara.. “ kenapa!! “ tanya nya lagi ketika melihat Zili tidak juga bergerak dari posisinya didepan Mobil.
Nana dan idris berdiri didepan Rumah mereka sembari memandang Xu’i dan Zili yang akan segera pergi menuju desa Xu48.. mereka tidak bisa menolong Zili karena telah membuat perjanjian kepada putra mereka bahwa Zili akan xu’i lindungi dengan syarat tidak ada seorang pun yang boleh mengganggu dia untuk memerintah gadis malang itu.
“Perintah Xu’i sungguh telah melebihi batas” Ucap nana merasa geram dengan Apa yang ia lihat..
“Tenanglah,, Xu’i melakukan tugasnya dengan baik saat ini” Jelas idris kepada nana sembari menarik tangannya untuk masuk kerumah aga istrinya tidak membuat keributan yang akan menghancurkan rencana putra mereka.
“Hei.. aku ingin melihat mereka pergi” teriak nana tidak terima dengan suami yang menarik ia masuk kedalam rumah tanpa persetujuan darinya.
“Aku ingin berdua saja dengan mu saat ini” rayu idris agar nana berhenti memberontak.. ucapannya telah membuat hati nana luluh untuk mengikuti laki laki yang jarang bersikap mesra kepada dia sebelumnya..
Xu’i merasa kesal memandang Zili yang duduk didepan mobil tanpa menghidupkannya sama sekali,, dia melihat gadis itu sedari tadi hanya memegang Kunci mobil yang belum juga dimasukan dan diputar selama lebih dari 15 menit yang lalu “cepat hidupkan mobilnya” Perintah Xu’i dengan geramnya mengejutkan Zili .. Gadis itu terlihat sangat ingin menangis karena tidak tahu cara mengendarai mobil.
Dia yang duduk dibelakang dengan segera berpindah posisi duduk disebelah Zili,, melihat Xu’i duduk disebelahnya ,, zili secara tidak sadar langsung menundukan kepala.. “ hei,, bisa nyetir tidak?” tanya Xu’i menghadap kearah Zili yang menggelengkan kepala seketika.. “ kenapa diam saja kalau tidak bisa Menyetir?” tanya Xu’ i sudah tidak sabar lagi.. “panggil aku Shisou ,, agar aku bisa mengajari mu cara menyalakan mobil” perintah Xu’i kemudian..
“Shi...shi..”
“Yang jelas” ucapnya dengan nada sedikit keras..
“Shisou” teriak Zili mengejutkan xu’i seketika.. laki laki itu merasa lucu dengan gadis yang sangat ketakutan berada didekat dia saat itu.. sejenak ia tersenyum dengan menutup wajah menggunakan tangan yang diletak didahinya..
“Keluar lah sebentar,, tapi jangan tutup pintu mobilnya” perintah Xu’i yang langsung dilaksanakan oleh Zili.. Laki laki remaja itu lalu duduk dikursi setir mobil,, kemudian dengan sigap tangannya meraih tangan Zili untuk duduk dipangkuannya saat itu “ jangan takut,, aku ini pelindungmu,, jadi kau tidak boleh takut denganku” bisiknya ketelinga zili yang saat itu telah duduk diantara kedua paha Xu’i.. “ulangi apa yang kukatakan,, kau mengerti” perintah Xu’i kemudian yang langsung dianggukan gadis yang saat itu sedang ketakutan.
Semua pelayan yang berada dihalaman tersebut berpura pura tidak melihat,, mereka sudah dilatih untuk tidak memandang hal hal yang tidak pantas untuk mereka lihat sebelum memasuki ke kediaman keluarga Xu. Xu’i mengarahkan tuas mobil pada posisi P sebelum memberikan petunjuk kepada Zili.. sesekali senyumnya mengembang saat melihat tangan Zili yang sedang gemetaran.
“Injak pedal rem” ucapnya mulai mengajar..
“I...i..”
“Yang jelas” ucapnya lagi ,, dengan segenap keberanian.. Zili menghelakan nafas untuk mulai membuka suara..
“Injak rem” ucapnya perlahan lahan
“putar kunci” lanjut xu’i
“Pu..pu..”
“Yang jelas” perintahnya lagi
“Putar kunci” ucap Zili lagi..
“Sudah nyala,, sekarang pindah kesamping” perintah Xu’i yang mengejutkan Zili hingga berani menolehkan wajah memandang Wajah laki laki tersebut.. “hm” Laki laki remaja itu bahkan sampai menaikan alisnya menunggu Zili membuka suara.. Zili yang merasa bingung dengan segera menolehkan kembali kepalanya menghadap kedepan.. dia sedang memikirkan apa yang diperintahkan gurunya saat itu,, ia yang sebelumnya telah diperintahkan menyetir tiba tiba diperintahkan lagi untuk duduk disebelahnya..
“Aku tidak jadi menyetir mobil ya yang mulia?” tanya Zili perlahan lahan takut menyinggung Xu’i .
__ADS_1
“Panggil aku Shisou”
“Yang mulia Shisou”
“Shisou saja”
“Shisou”
“Iya,, aku akan menyetir mobil,, cepat sana pindah” perintah Xu’i yang segera dilaksanakan oleh Zili saat itu juga..“Pasang sabuk pengamanmu” perintah Xu’i lagi yang langsung dianggukan oleh zili.. Gadis itu dengan segera memasang sabuk pengaman miliknya..
“Karena kau telah membuka suara,, aku perintahkan kepadamu untuk bertanya kepadaku hal apapun itu yang membuatmu penasaran” perintah laki laki remaja itu lagi sembari mengendari mobil keluar dari kediaman Xu,,
“Bolehkah?” tanya Zili memberanikan diri menoleh kearah xu’i..
“Tentu saja,, aku kan sudah memberi perintah kepadamu!” jawab Xu’i sembari menoleh balik kearah Zili yang telah memandang kearah depan..
“Kalau begitu,, kemana kita akan pergi saat ini yang mulia?” Tanya nya yang sangat penasaran.. ia yang sesaat tadi tidak berani untuk bertanya,, dengan adanya persetujuan dari Xu’i tanpa ragu ragu lagi dia akhirnya memulai pertanyaan yang saat itu sangat ia ingin ketahui.
“Panggil aku shisou”
“Yang mulia shisou”
“Shisou saja”
“Shisou”
“Hm” geleng Zili,, dia yang tidak pernah ikut Kegiatan apapun disekolah bahkan saat Olahraga renang terpaksa mendekam dipinggir kolam karena tidak ada satupun guru atau murid yang peduli kepadanya,, memaksa ia untuk tidak pernah berenang bahkan untuk belajar sekalipun.
“Baiklah,, aku akan mengajarkan mu berenang juga disana,, ada lagi pertanyaan?” tanya Xu’i sembari fokus menyetir mobilnya..
“Hmm,, kenapa yang mulia mau melindungi ku,, aku pikir yang mulia benci kepadaku sama halnya dengan pangeran Shin’A?” Pertanyaan Zili sedikit mengejutkan Xu’i,, laki laki remaja itu sebelumnya tidak mengenali Zili yang adaalah mantan tunangan dari shin’a..
“panggil aku shisou”
“Yang mulia shisou”
“Shisou saja”
“Shisou”
“Karena semua orang ingin aku melindungimu,, apa hubunganmu sebelumnya dengan shin’A?” tanya Xu’i penasaran.
“Ahh benar.. dia pasti baru tahu” gumam zili dalam hati “kalau aku katakan sebenarnya,, apakah yang mulia akan mempercayaiku?” tanya zili merasa takut akan menerima hinaan seperti kejadian saat ia bersama dengan Shi Lan beberapa minggu yang lalu.
“Panggil aku shisou”
__ADS_1
“Shisou”
“Mulai sekarang aku adalah pelindungmu,, tentu saja aku akan mempercayaimu,, jadi jangan khawatir.. kau boleh bergantung kepadaku sebelum kau menerima pelatihan dariku!” Jawab remaja laki laki itu menenangkan hati Zili.
“Aku adalah mantan tunangan yang dibuang olehnya...”
“Mantan tunangan?” tanya Xu’i tidak menyangka..
“Hmm” angguk Zili “aku tidak tahu apa alasannya tapi dia terlihat sangat membenciku,, “ zili menghelakan nafas lalu menghembuskannya “sejak Sd dia selalu memerintahkan semua teman teman sekelas untuk menjauhiku, kadang juga ia memerintahkan mereka untuk menjahiliku,, semakin bertambah usiaku,, semakin banyak kejahilan yang ia lakukan,, aku bahkan pernah sampai menginap seharian disekolah beberapa kali” zili mulai membuka cerita mengingat masa masa sulitnya dimasa lalu..
3 jam kemudian..
“Jadi kau tidak ingin membalas dendam kepadanya?” tanya Xu’i merasa kesal karena wanita nya pernah mendapatkan perlakuan tidak baik dari sepupunya..
“Hm” zili menggelengkan kepala “ mungkin tanpa kusadari aku telah berbuat salah kepadanya, sungguh,, dalam hidupku aku tidak ingin bertemu dengannya apalagi membalas dendam” jawab gadis kecil itu saat mereka telah tiba dirumah makan dikota kecil Pelosok desa Xu 15..
“Turunlah.. ayo kita makan dulu” perintah Xu’i memutuskan percakapan mereka saat itu karena waktunya makan siang telah tiba..
“Yang mulia shisou tidak takut dikenali orang?” tanya Zili setelah melepaskan Sabuk pengamannya.
“Tenang saja,, aku punya cara sendiri untuk menghindari mereka” jawabnya sembari membuka laci Mobil dan mengambil kotak kaca mata yang tersimpan didalamnya.. ia lalu bergegas Memakai kacamata dan mengenakan topi yang telah ia telah letak dikursi belakang.. “ayo” ajaknya lagi kepada zili.
Xu’i berjalan beriringan dengan zili yang terlihat telah terbiasa dengan laki laki remaja itu setelah melakukan banyak percakapan di sepanjang perjalanan mereka.. Sesekali Zili memberanikan diri untuk memandang wajah Xu’i karena beberapa pertanyaan yang mesti dijawab olehnya,, hatinya yang dulunya takut untuk berbicara bahkan dekat,, saat itu telah berubah menjadi tenang.. dia juga terkadang melihat Xu’i tersenyum lembut kepadanya yang dengan bergegas ia balas senyuman laki laki remaja itu dengan senyuman sedikit takut.
“Kau mau makan apa?” tanya Xu’i setelah duduk dikursi restoran berhadapan dengan Zili yang membalas tatapan lembutnya saat itu..
“Aku akan memesan sama dengan yang mulia shisou pesan “ jawab Zili yang saat itu sudah merasa nyaman dekat dengan Xu’i..
“kau tidak alergi dengan makanan apapun kan?” tanya xu’i memastikan.. ia yang mengetahui bahwa orang yang ia cinta alergi mengkonsumsi daging ayam saat itu tidak ingin terjadi hal buruk kepada gadis dihadapannya mengingat dialah satu satunya orang yang akan menjaga zili selama beberapa bulan kedepan.
“Hm” geleng zili.. “aku bisa makan apapun,, yang mulia shisou tidak perlu khawatir tentang aku” jawabnya menenangkan hati Xu’i karena merasa Zili mungkin tidak akan banyak merepotkan dia saat nanti berada dipelatihan..
“Kalau begitu bakso” Ucapan xu’i seketika membuat wajah Zili berubah sampai Laki laki remaja itupun hampir tertawa mengingat Zili yang telah berkali kali memuntahkan makanan tersebut ketika berada diwarung bakso bersama yuanna dan nana beberapa minggu yang lalu “tidak.. aku hanya bercanda” lanjutnya lagi menenangkan hati Zili yang benar benar sangat mual hanya mendengar namanya saja. “Karena kita dikota kecil,, tidak banyak restoran yang menyediakan makanan mewah,, kau tidak keberatan bukan kalau kita hanya makan makanan orang sederhana?” tanya Xu’i kepada Zili yang saat itu menerima apapun makanan yang akan dipesan..
“Aku sudah terbiasa makan makanan seperti itu,, ayah bukan orang yang kaya,, jadi aku selalu masak makanan sendiri dirumah” jawab Zili mengejutkan Xu’i..
“Bukankah ayahmu sangat kaya,, bahkan sebanding dengan Paman natto,, ?” Tanya Xu’i penasaran dengan Kehidupan zili selama ini..
“Mana mungkin,, kami saja hanya menyewa apartemen biasa,, aku bahkan kadang tidak enak ketika ratu dan Ibu mengunjungi rumah” jawab Zili yang juga merasa terkejut dengan pernyataan Xu’i,,
“Mungkin ayahmu sengaja menutupi kekayaan keluargamu,, atau mungkin ia ingin kau hidup mandiri” tebak Xu’i sembari menulis makanan yang ingin mereka pesan saat itu..
“Tidak mungkin,, Sepupu ku Zi ya bahkan selalu mengatakan bahwa ayahku sangat miskin bahkan perusahaan Zin saja tidak berada dipimpinannya” jelas Zili lagi meyakinkan Xu’i yang telah mengetahui bagaimana kehidupan paman teman ayahnya tersebut..
“Hei kau.. hmm..” xu’i tampak sedang berpikir “ bagaimana kalau aku memanggilmu murid mulai dari sekarang” saran Xu’i karena tidak mengenal nama istrinya sendiri..
__ADS_1
“Hm” angguk Zili menyetujui “ aku adalah murid yang mulia Shisou,, tentu saja boleh dipanggil murid” jawab Zili lagi..
“Murid,, dengarkanlah aku baik baik,, ayah mu itu sangat kaya,, perusahaan Zin memang tidak dipegang olehnya,, tapi sebenarnya ia lah yang mengendalikannya,, Ayahmu memiliki 60% saham diperusahaan Zin ditambah warisan dari kakekmu 10% diperusahaan tersebut,, ayahmu memiliki 20% saham diperusahaan Shi,, perusahaan ibumu yang saat ini dipimpin oleh pamanmu fan ri,, ayahmu punya saham 2% diperusahaan Xu,, yang diberikan khsusus oleh ayahku sebagai hadiah pernikahan kita belum lagi beberapa hektar tanah di Desa Zin yang diwarisinya dari adik kakeknya.. “ jelas Xu’i sembari menerima minuman yang ia telah pesan dan menyerutnya beberapa kali karena telah menahan haus beberapa jam diperjalanan.. Penjelasan Xu’i saat itu sangat membuat zili terkejut dan tidak menyangka.. Dia yakin dengan sangat laki laki yang ada dihadapannya tidak mungkin berbohong,, tapi dia juga merasa sangat aneh..kenapa ayahnya menyembunyikan segala sesuatu darinya dan bahkan melatihnya untuk hidup sederhana.