
Cahaya lampu berwarna putih menerangi Ruangan yang berada dibawah tanah.
Komputer yang tadinya menyala mulai memasuki mode sleep, dimana layarnya akan menutup dengan sendiri namun komputer tersebut masih dalam keadaan menyala.
Tak terdengar suara apapun dari luar, hanya suara kipas angin berputarlah yang menggantung dilangit-langit atap ruangan tersebut.
Tampaknya ruangan tersebut memiliki sumber sirkulasi udara yang cukup dingin, mungkin karena dindingnya dilapisi dengan batu-bata dan mungkin juga karena berada didalam tanah tanpa menggunakan sedikitpun bahan kaca, sehingga Zili tidak tampak gerah berada disana.
“aku memiliki kemampuan mengingat cepat seperti Nura” kaget, bahkan Laki-laki tua sampai terperanjat berdiri mendengarkan ucapan Zili yang tidak mungkin begitu saja dipercayai. “tolong, beritahu kepadaku cara untuk menyelamatkan warga desa Co, aku mohon kakek” permintaan Zili semakin membuat gelisah perasaan laki-laki tua yang sedang berjalan mendekati kulkas Kecil miliknya.
“Lepas semua kabel layar Komputer”
Perintah laki-laki tua tersebut ketika tangannya mulai meraih kabel kulkas, lalu melepaskan benda tersebut dari kontak aliran Listrik dan mengambil remote pengendali kipas angin kemudian mematikan juga alat sederhana pendingin ruangan tersebut.
Dia mulai melangkah kaki menghampiri Zili kembali yang baru saja selesai melaksanakan perintahnya.
Benar,
Zili memahami maksud laki-laki tua yang kini duduk dihadapannya,
Semua sumber teknologi yang bisa menyala menggunakan aliran sinyal dan listrik, bisa kapan saja terhubung dengan nura yang ternyata masih hidup.
Beruntungnya, lampu penerang ruangan yang menggantung didinding tampak seperti lampu berbaterai, karenanya mereka tidak perlu khawatir lagi ruangan tersebut akan menjadi gelap.
Mulai menghela nafas berat “dari mana kau tahu bahwa kau memiliki kemampuan mengingat cepat?” laki-laki tua yang belum yakin tersebut mulai penasaran dan bertanya.
Dengan pandangan penuh percaya diri, zili berusaha meyakinkan laki-laki tua “Shen shi yun, dia yang memberitahukannya kepadaku...”
Ingatan gadis itu kembali disaat ia mulai kehilaangan putra mahkota “demi melindungiku dari kecurigaan Nura yang sangat mencintai putra mahkota,” zili mulai berdiam sejenak “putra mahkota meracuniku agar Nura percaya bahwa sebenarnya putra mahkota tidak pernah mencintaiku dan juga agar dia berpikir bahwa putra mahkota berniat membunuhku” piluh, dalam pikiran Zili, dia benar-benar wanita yang sangat tidak berguna dan selalu berlindung serta menyusahkan orang-orang disekitarnya “itu semua dilakukan agar mereka tidak mengawasiku dan mengetahui kemampuanku ini yang entah bermanfaat atau malah tidak berguna sama sekali” jelas gadis itu mulai menundukan kepala Sedih karena merasa tidak berguna.
Laki-laki tua tersenyum sedih sembari mengelus kepala Zili sejenak lalu mengembalikan tangannya keposisi semula diatas paha kakinya “kalau begitu, berarti benarlah bahwa kau memiliki kemampuan seperti putra mahkota”
“Pu... putra mahkota?”
Tanya Zili sontak terkejut dan memandang kembali laki-laki tua dihadapannya.
__ADS_1
“Hmm..
Angguk laki-laki tua tersebut “tidak banyak orang dilahirkan dengan kemampuan cepat mengingat” dia mulai menjelaskan sesuatu yang diketahuinya “beruntungnya dinegara ini, ada tiga orang yang dilahirkan Memiliki kemampuan tersebut...”
“Tiga...?”
Zili semakin dibuat terkejut dengan pernyataan laki-laki tua dihadapannya.
“Awalnya Tiga, sekarang lebih beruntung lagi karena bertambah satu” jawab laki-laki tua tersebut merasa sedikit senang diantara seluruh kesedihannya.
Zili tersenyum getir “dan tambahan satu itu adalah aku yang tidak berguna ini”
“Mungkin kau hanya disembunyikan, atau mungkin putra mahkota tidak ingin kau terbebani dengan tugas negara.....”
Laki-laki tua berusaha menenangkan Zili “aku pikir dia hanya ingin kau menjadi orang biasa yang bisa menikmati waktu dan hari-harimu dengan bebas tidak sepertinya” piluh, terasa sangat sedih mendengar ucapan laki-laki tua tersebut, zili mulai merasa bahwa putra mahkota lagi dan lagi selalu memberikan kebahagiaan untuk Zili, dia bahkan baru mengetahui bahwa kehidupan Putra mahkota tidak senikmat yang dijalani. Sungguh, didalam hatinya ingin sekali ia bertemu dengan laki-laki yang sangat berharga didalam hidupnya tersebut.
Zili mulai menguatkan Diri “kakek...” dia menatap lekat mata laki-laki dibalik kacamata bening tersebut “aku mohon, buatlah aku menjadi orang yang berguna untuk Putra mahkota dan juga warga negara Co” pinta Zili teramat memohon “kakek, tolong lah aku,...” pintanya lagi untuk kesekian kalinya “.... sungguh, tidak masalah bagiku menerima hukuman seberat apapun jika aku bisa berguna untuk kalian semua”
“Maaf...
“Aku mohoooonnn...”
Zili mulai berdiri “aku sendiri yang akan membuat diriku berguna dan mencari tahu keberadaan musuh kita” gadis itu mulai melangkah kaki.
“berhentilah....”
Pinta laki-laki tua “aku akan membantumu, jadi....” dengan teramat berat, dia bahkan sampai menitihkan air mata “duduklah kembali” pintanya teramat memohon.
*********
Suara detik jam berbunyi,
Benda tersebut menggantung didepan atas Zili yang sedang duduk membaca buku.
Disamping Zili, satu buah komputer telah menyala dan tampak sedang mengunduh sesuatu.
__ADS_1
Suara lembaran kertas berbalik berbunyi. Setelah memahami beberapa Teori dan bahan pembelajaran ilmu teknologi, ia mulai mengalihkan kedua tangan keatas keyboard komputer.
“Kakek...”
Panggil Zili kepada laki-laki tua yang baru saja tiba dibelakangnya sembari membawa tumpukan buku lagi ditangannya, seolah-olah haus akan ilmu, zili dengan segenap hati menerima buku-buku tersebut dengan perasaan riang gembira.
“Kau memanggilku?”
Laki-laki tua yang tadinya berniat mengambil beberapa buku lagi didalam kamarnya mulai duduk disamping Zili kembali.
Sembari meningkatkan Versi aplikasi unduhannya, zili yang masih memandang layar komputer mulai bertanya, “kau bilang ada tiga orang yang memiliki kemampuan mengingat cepat sebelumnya...” gadis itu mulai menolehkan kepala memandang laki-laki tua disampingnya “Putra mahkota, nura dan siapa seorang lagi..?” Tanya zili mulai penasaran masih meletakan jari-jari tangannya diatas keyboard komputer.
“Pangeran istana”
“Shin’A...?”
“Tentu saja putra Raja adalah orang yang hebat hanya saja ....”
Laki-laki tua menghela nafas berat “andai dia juga berlatih keras seperti putra mahkota, mungkin negara ini tidak akan pernah memiliki musuh”
“Begitu ya...?”
“Itulah mengapa putra mahkita sangat berharga” jelas laki-laki tua tersebut “aku melihatnya berlatih dan belajar keras selama ini hanya untuk menanggung beban sebagai seorang raja,” wajahnya mulai bersedih “bahkan sedikitpun ia tidak pernah memiliki waktu bermain hingga akhirnya ia menjadi kuat dan....”
Tampak tidak menyenangi untuk melanjutkan perkataannya “...dan setelah kuatpun dia tetap tidak memiliki waktu banyak untuk bersenang-senang”.
“Kakek...”
Zili yang turut ikut sedih melihat kehidupan suaminya, mulai menunduk dihadapan laki-laki tua tersebut “sepertinya kau sangat memahami putra mahkota....”
“Itu karena aku adalah gurunya”
“Gu.. gu..gurunya..?”
Kepala yang tertunduk sontak terangkat kembali,
__ADS_1
Gadis itu sungguh tidak percaya bahwa ia akan diajarkan langsung oleh guru putra mahkota “ya... yang benar saja...?”
“Tentu saja” jawab laki-laki tua mulai tersenyum geli melihat wajah pucat zili “aku hanyalah guru Dibidang teknologi,” Ucap laki-laki tua tersebut mengernyitkan dahi Zili yang kebingungan “masih ada banyak lagi guru Putra mahkota yang lainnya” dia mulai membuka laci meja didepannya “dia adalah salah satunya” lalu menunjukan sebuah CD dihadapan Zili “Go Alfa, aku sangat mengagumi laki-laki tua bangka ini”