
Sunyi senyap tak terdengar suara apapun didalam sebuah ruangan yang kedap suara.
Berkali-kali memandang lembaran buku namun tak terbaca satu katapun.
Saat itu, Zili terlihat sedang mengingat sesuatu.
Ingatan yang begitu membekas dibenaknya hingga membuat hati gadis itu bertanya-tanya pada dirinya sendiri saking tingginya rasa penasaran gadis itu.
*********
Mobil terhenti tepat didepan halaman rumah penasihat putra mahkota desa ann 51.
Hari itu, Zili ditugaskan untuk menemani dokter hewan mengambil barang dirumah tersebut.
Sayup-sayup angin berhembus, menguraikan rambut Zili yang diikat setengah kebelakang, rambut panjangnya sampai bergerak hingga keatas bahu karena terkena hembusan angin tersebut.
Kelopak bunga cercidium tampak berguguran terbang melewati zili yang sedang berdiri didepan rumah.
Suasana tersebut mengingatkannya ketika terakhir kali berada disana bersama putra mahkota yang sedang menyamar.
Sungguh sesak,
Entah mengapa, hari itu dia sangat merindukan putra mahkota yang sedang menyamar. Memandangi teras depan rumah dimana putra mahkota sebelumnya duduk disamping gadis itu.
Haaaa...
Ingin sekali ia menangis karena mengenangnya terasa sakit. Mulai menahan rasa rindu yang menyiksa tiba-tiba ia dikejutkan dengan sesuatu.
“ Cepat bawa dia kerumah sakit”
Teriak ibu penasihat putra mahkota menambah keterkejutan Zili yang langsung tersentak tidak percaya.
Dia melihat Shen Shi yun dengan keadaan begitu lemah dan tidak berdaya sedang diangkat oleh Ayah penasihat putra mahkota dan dokter hewan yang tadinya telah melangkah masuk kedalam rumah terlebih dahulu.
Mereka berdua Memasukan Shen shi yun kedalam mobil milik dokter hewan, lalu bergegas pergi meninggalkan Zili yang masih berdiri dengan gigilan kaki.
“cucuku...
Suara seseorang membangunkan zili dari lamunannya. Ibu penasihat putra mahkota telah berdiri disamping gadis itu.
“Nenek, dia...
“Shi yun.” Jawab cepat wanita tua itu lalu menarik tangan Zili “masuklah dulu” mengajaknya masuk kedalam rumah. “Sejak meninggalnya nura, keadaan shi yun menjadi begitu parah” lanjut wanita tua sembari berjalan beriringan dengan Zili.
“Nura meninggal?”
“Kau tidak dengar beritanya ya?” tanya balik wanita tua ketika melihat ekspresi terkejut diwajah Zili.
Zili membalas pandangan wanita tua yang tadinya mendongak kepala melihat wajah zili yang lebih tinggi dari tubuhnya. “aku tidak tahu”
“Walaubagaimanapun Shi yun sudah lama mengenal Nura,” wanita tua mulai duduk diatas sofa ruang tamu diikuti oleh Zili yang juga duduk disampingnya “ketika seseorang yang sangat dekat meninggal pasti rasanya sangat menyakitkan, bukan?” Lanjut wanita tua menggenggam tangan Zili.
Zili mengernyitkan dahi, dia terlihat sangat kebingungan karena beberapa minggu yang lalu ia bahkan sempat melihat shen shi yun tidur disampingnya. “nenek..
Panggil zili sudah sangat penasaran “sejak kapan dia mulai seperti itu?” tanyanya kemudian.
“bukankah nura meninggal dihari ulang tahun pengeran dan putri istana?” tanya balik wanita tua tersebut “sejak saat itu lah Shen shi yun mulai jatuh sakit” lanjut jawabnya hingga membuat Zili terkejut mengetahui fakta bahwa Shen shi yun bukan lah laki-laki yang tidur bersamanya saat itu.
__ADS_1
*******
Dahi mulai mengerut,
Kebingungan menyelimuti pikirannya,
Berkali-kali mengetuk meja dengan pena yang ia pegang sembari menopang dagu dengan salah satu tangan yang menyandar diatas meja, zili, mulai menghela nafas berat.
“Shi yun shi yun, louise...
Ucapnya berkali-kali “louise, louise”
Diantara kesunyian perpustakaan Yang berada didalam rumah megah tempat ia melakukan penelitian, Zili masih belum terbangun dari lamunannya.
Memandang kearah depan dengan tatapan penuh dengan bayangan wajah Shen shi yun.
“Louise louise, shi yun...
“Hmm benar, mereka berdua kembar tapi tidak satu tubuh, aku baru menyadari ternyata mereka berbeda.” ucap Zili mengira-ngira.
“Dimana perbedaannya?”
“Aku pikir mata mereka berbeda” jawab Zili lagi masih dengan melamun memandang kedepan.
“Kenapa bisa begitu?”
“Ketika melihat mata shi yun, jantungku berdetak seperti biasa tetapi ketika melihat mata louise, tubuhku seolah-olah tersihir dan tidak ingin jauh darinya, jantungku juga tidak mampu kukendalikan, mungkinkah benar aku mencintainya?” gadis itu mulai berbalik tanya sembari menarik nafas lalu menghempaskannya perlahan-lahan.
“Bagaimana dengan putra mahkota?”
“Waaahhh, kenapa bisa begitu ya?”
“Aku pun tidak tahu kenapa bisa begitu?” Jawab Zili lagi masih memandang kearah depan.
“kalau begitu tinggal selingkuh saja”
“Selingkuh kau bilang?” geram mendengarkan saran yang dianggap konyol, gadis itu mulai menoleh kepala kesampingnya, kearah sumber suara berada.
Sontak dia terkejut hingga terperanjat menabrak dinding Perpustakaan “tu.. tu.. tuan Sa’i” panggilnya gelagapan ketika melihat putra mahkota sedang menopang dagu menghadap kearah zili dengan mengembangkan senyuman manisnya “sejak kapan tuan ada disampingku?”
“Setengah jam yang lalu”
jawab putra mahkota cepat, masih memandang mata zili yang langsung membuang wajah karena detak jantungnya mulai bermasalah ketika melihat senyuman laki-laki disampingnya.
Zili merasa sangat kacau, ia bahkan sampai mengigit Bibir bawah saking malunya “tuan pasti menganggap aku wanita murahan bukan?”
“Kenapa aku harus menganggapmu seperti itu?” balik tanya putra mahkota.
Zili melepaskan gigitan bibir bawah lalu menutup sebagian wajah atas dengan telapak tangannya “itu karena aku mencintai dua orang laki-laki didalam hatiku, bukan.....
Zili mulai menggertakan gigi geram dengan dirinya sendiri “sepertinya, aku juga mencintai anda tuan, detak jantungku juga tidak bisa kukendalikan saat ini, malunya..
Ucap Zili lalu menutup wajah didalam kedua lipatan tangan diatas meja “benar-benar wanita tidak tahu malu, sudah menikah malah menyukai pri lain” lanjut gadis itu menyalahkan dirinya sendiri.
“Kalau begitu selingkuh saja denganku?”
“Tidak mau” jawab cepat Zili “meskipun aku menyukai laki-laki lain, sampai kapanpun aku tidak akan berselingkuh” lanjut gadis itu lagi sembari mengangkat kepalanya.
__ADS_1
Putra mahkota tersenyum lucu “kenapa tidak mau, bukankah suamimu sangat sibuk dan bahkan sangat jarang menemui?”
“Tidak masalah, aku juga sudah terbiasa menunggunya, “ jawab gadis itu cepat “yang terpenting saat ini berusaha melupakan kalian berdua saja dulu” tambah gadis itu lagi “tuan, sebaiknya anda jangan dekat-dekat dengan aku lagi, tidak baik untuk anda bersama orang yang sudah menikah”
“Aku juga sudah menikah”
“Benarkah?”
Tanya Zili sontak terkejut.
“Bercanda”
Jawab putra mahkota begitu cepatnya.
“Benarkan,..
Zili mulai menundukkan kepala kesal pada dirinya sendiri “aku ini memang wanita murahan yang tidak tahu malu”
“Menurut buku yang kubaca..
Putra mahkota masih tersenyum memandang wajah zili dari arah samping “ saat ini kau berada dimasa pubertas”
“Masa pubertas?” zili mulai menghadapkan wajah memandang mata putra mahkota yang langsung dialihkannya kembali karena tidak ingin saling beradu pandangan.
Putra mahkota menganggukan kepala sedikit masih memandang wajah zili yang sangat dia rindukan “masa dimana manusia mulai mengalami proses kematangan seksual”
“Lalu apa hubungannya dengan hatiku yang menjijikan ini?” tanya Zili belum memahami penjelasan putra mahkota.
“Dimasa ini, manusia mulai mengenal yang namanya cinta” jelas putra mahkota lagi.
“Aku sudah mengenalnya bahkan sampai tiga cinta dalam satu hati” jawab Zili terlihat tidak menyenangi jawaban putra mahkota.”bukankah aku ini pantas disebut pengkhianat”
Putra mahkota tersenyum geli “tentu saja belum?”
“Konyol sekali” jawab Zili semakin dibuat kesal.
“Dimasa pubertas, tanpa disadari, manusia terkadang sering membagi perasaan mereka” jelas putra mahkota untuk kesekian kalinya.
“Benarkah?” tanya zili cepat menggerakan tubuh lagi, menghadap putra mahkota tapi kali ini hanya memandang kemeja Extra limited edition berwarna abu-abu yang mungkin terbuat dari kain satin lembut karena kemeja tersebut terlihat sangat mengkilat.
“Tentu saja benar, hanya saja..
“Hanya saja...
Zili tampak sangat penasaran dengan lanjutan dari perkataan putra mahkota.
“Hanya saja kau tidak boleh menyukai lebih dari tiga orang didalam hatimu atau kau...
“Atau aku...
Masih sangat penasaran dengan lanjutannya, degup jantung Zili bahkan berdetak lebih kencang dari sebelumnya.
“Disebut sebagai pengkhianat profesional”
“Astaga....
Betapa terkejutnya zili bahkan sampai menutup mulutnya dengan tangan
__ADS_1