Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
keahlian Klan zin


__ADS_3

Sebuah headset telah terkait ditelinga.


Sebuah laptop berada dipangkuannya.


Ini pertama kali bagi Zili mengemban tugas sesuai dengan keahlian Klannya.


Ia melihat dengan seksama, peta yang berada didalam layar laptop didepannya.


Getaran tubuh karena takut salah mulai terasa kuat, ia mencoba menahan rasa semampu mungkin yang ia bisa.


Menurunkan kaki melayang diudara, memandang lingkaran hitam mulai berjalan memasuki wilayah peta berwarna hitam, wilayah tersebut disebut Zona merah.


Terlihat puluhan lingkaran merah berada dizona tersebut, tampaknya hasil rekaman CCTV diwaktu dan tempat itu berhasil diretas oleh seseorang, lalu hasil retasannya diberikan kepada Zili yang saat ini sedang memberikan Petunjuk keberadaan Musuh kepada Shen Shi yun dari jarak jauh.


Lingkaran Hitam didalam peta adalah shen Shi yun, lingkaran merah adalah musuh mereka.


Shen Shi yun mulai bergerak cepat memasuki area.


“Segitiga sama sisi”


Ucap Zili yang langsung didengarkan shen Shi yun dari headset yang ia kenakan.


Tiga musuh datang menghampiri Shen Shin yun, benar saja, ketiganya berada disudut Segitiga sama sisi.


Shen Shi yun berputar, melompat dengan tali lalu menendang satu satu persatu musuh yang datang.


“baaammm...


Kraaaakkkk...


Tak menghitung waktu lama, semua musuh jatuh, hancur, rusak dan mengeluarkan minyak oli berwarna hitam.


Apalagi kalau buka robot berbentuk manusia, memang sangat mengerikan.


Ntah bagaimana caranya! Musuh berhasil mengambil tubuh mayat manusia yang masih baru saja mati lalu memasukan mesin didalam perut dan bagian dalam lainnya, menjahit ulang lalu memberikan formalin untuk mengawetkan tubuh luarnya.


Mayat bergerak, dengan remote kontrol pengendalian jarak jauh, parah, saat ini ternyata sudah sangat banyak mereka berkumpulan dinegara NC dan tak terdeteksi.


“Arah jarum jam angka 7”


Mendengar arahan, shen shi yun bergerak cepat menendang dan memukul musuh, memastikan minyak oli keluar dari tubuh agar mereka tidak bergerak lagi.


“Musuh datang, perkiraan kecepatan 10meter/detik”


Musuh yang cepat berhasil dihindari, shen Shin yun melompat lalu menendang punggung musuh hingga jatuh terpelanting pecah perutnya.


Deengan cepat laki-laki itu semakin maju memasuki area.


“ 45° bujur timur... ke utara, sisi samping 23°, jarum jam angka 8, hati-hati, Sisi samping 17°, rotasi, berputar.. jarum jam Angka 3.” Terus memberi arahan, setiap detiknya sangat berarti “perkiraan tiba 4 detik.” Terus berusaha menghitung sekuat tenaga “ diagonal, 180°, 3 2 1 sekarang ...


Dooooommmmmm


Ledakan boom bergetar terasa hingga sampai ditempat zili berada. Shen shi yun dengan cepat meninggalkan Boom ketika puluhan Musuh menyerangnya melingkar bersamaan.


Hitungan waktu yang tepat karena zili memang ahli dalam bidang menghitung meskipun tidak diajarkan didesa Zin, berhasil membantu shen shi yun mengalahkan musuh dengan mudah.


“Datang...


Ucap Zili memperhatikan dengan seksama ketika lingkaran merah mulai bermunculan tiba “arah jarum jam angka 10, “ ucap Zili tanpa ragu lagi karena mungkin ia telah terbiasa. “depan, lintang utara 30°, “ lagi arahnya.”perkiraan jarak 100m,”


“Waktu?..

__ADS_1


Tanya Shen shi yun dikesibukannya melawan Musuh.


“5 detik dari sekarang”


Jawab Zili sangat yakin.


dOooommm..


“Enemy’s detected...


“Haaa....


Tubuh zili semakin gemetaran, sebuah robot kini telah melompat dari pohon yang lebih tinggi dengan pohon yang Zili naiki menuju kearahnya.


“Astaga....


Rasa takut kian menyiksa.


“Hooiiii..


Teriak Shen shi yun dari balik headset namun percuma, karena saat ini musuh sedang mengincar nyawa gadis yang langsung memeluk laptopnya.


Menjatuhkan diri dari atas pohon.


Dia menutup mata tersenyum getir, lagi-lagi pikirnya, mungkin itu lah waktunya mati.


“Baaaammmmmm...


Taakkkk...


Zili membuka mata,


“Mundur..


“Hooooiii..


Suara shen shi yun menyadarkan Zili yang langsung membuka laptopnya.


Laki-laki itu melepaskan pelukan satu tangannya, meletakkan Zili mendarat diatas tanah lalu bergegas melangkah cepat menaiki dan melompati pepohonan.


“Hiks.. hiks.. sudut siku-siku...


Dengan menangis ia terus memberikan petunjuk untuk shen shi yun “jarum jam angka 7 hiks.. hiks..


Terus menangis karena menyadari bahwa laki-laki yang menyelamatkannya adalah orang yang dia cari.


Mengabaikan perasaannya yang sangat merindukan putra mahkota, dan tidak berlari untuk mengejarnya padahal ia berada didepan mata, zili terus menerus memfokuskan diri membantu Shen shi yun dengan petunjuk arahannya “hiks.. 30° lintang utara, jari-jari lingkaran atas...hiks...


Air mata terus mengalir, meskipun begitu, ia dengan tegarnya berusaha tetap membantu shen shi yun dari kejauhan. “Perkiraan kecepatan 12meter perdetik.....


********


Lelah,


Berpikir memang menguras tenaga begitu banyak, sama halnya dengan lari, Zili saat ini merasakan kelelahan yang luar biasa.


Perutnya mulai berbunyi,


Ia sangat kelaparan karena lelah berpikir.


Sudah selesai membabat habis musuh didepan mata, dia dan Shen shin yun beristirahat didesa mati, sangat terpencil yang mungkin baru dibuat.

__ADS_1


Shen shi yun membelah roti menjadi dua, memakan sebelahnya lalu memberikan sebelah lagi kepada Zili.


Gadis itu tersenyum getir, merasa kesal.


Bagaimana tidak!


Padahal shen shi yun memiliki dua roti ditangannya tetapi memberikan satupun ia harus membaginya.


Potongan roti, kini telah masuk mengisi perut meskipun tidak mengenyangkannya. sembari meneguk air, sesekali Zili melihat laki-laki yang tak jauh berada disampingnya masih dengan nikmat melahap roti yang masih banyak tersisa.


Lagi, dia tersenyum getir,


Meskipun demikian, tetapi tetap saja ia tidak menyerah.


Benar,


Itu karena baru saja ia bertemu putra mahkota.


Meskipun sebentar tetapi sungguh hatinya sangat bahagia, terlebih lagi, laki-laki itu datang hanya untuk menyelamatkannya.


Pikirnya,


Pasti, ia sedang bersama putra mahkota, meskipun tak terlihat keberadaannya tetapi ia dapat merasakannya.


Shisou.


Ucapnya dalam hati menguatkan Diri. Meskipun merasa sedih, tetapi tidaak menjadi kendala baginya untuk terus berjuang menjadi wanita kuat yang pantas berada disisi laki-laki yang ia cinta.


Shen Shin berdiri, ia mengambil botol kecil dari jubah hitamnya,


Zili yang masih mengenakan pakaian olahraga sontak terkejut melihat isi didalam botol.


“Darah?...


Ucapnya mendadak,


“Darah ratu yuanna”


Jawaban shen shi yun semakin memperparah keterkejutannya.


Shen shi yun berjalan memijak-mijak tanah, menekan-nekan bermaksud untuk mencari sesuatu.


Dukk.. dukkk...


Suara hentakan kakinya berbunyi, shen shi yun tersenyum lega, tampaknya yang dia cari telah ketemu.


Laki-laki itu langsung mengambil headset miliknya, mengarahkan kedepan mulut “ketemu, disini” ucapnya lalu menyembunyikan kembali headset miliknya.


1,2,3


Ada lima orang berjubah hitam berlari Mendekatinya, lari mereka sangat cepat, terlebih lagi orang yang berada paling depan.


Puluhan Robot manusia tampak mengejar mereka, melihatnya, dengan cepat shen shi yun menuangkan darah dari dalam botol kelubang kecil sebuah pintu dinding bawah tanah.


Menyala,


Lampu putih ditengah pintu menyala, pintupun terbuka.


Seorang laki-laki dengan cepat meraih tubuh Zili, memeluk gadis yang sedang memeluk laptop ditangannya dengan satu tangan dan membawanya lompat memasuki pintu, diikuti oleh shen shi yun dan 4 orang laki-laki lainnya.


Sluuupppp...

__ADS_1


Zili tersenyum, getaran hatinya mulai terasa, dia membalas pelukan laki-laki dihadapannya dengan satu tangan “shisou....


Ucapnya meluncur diatas seluncuran tanah yang terdapat tangga didepannya.


__ADS_2