
“aku akan selalu mengawasimu” perlahan-lahan tubuh putra mahkota yang sedang berdiri dibayangan hitam menjauh, semakin menjauh. Zili berlari kencang terus berlari untuk mengejar laki-laki yang ia cintai.
Belum sempat tangannya meraih tubuh putra mahkota, tubuh laki-laki tersebut menghilang.
“Shisou” panggil Zili lirih, “shisou” panggilnya lagi kali ini mengalir air mata dipipinya.
“Shi....
Zili membuka matanya, ia melihat langit-langit atap tempat ia berbaring. Sebuah lampu Neon berwarna putih terlihat menggantung.
“Kau sudah bangun!” zili menoleh kepala kekanan, kearah sumber suara berada.
Suara keributan terdengar dari luar sebelum ia berhasil memandang orang yang menyapanya. Orang yang sangat dikenal dan juga sangat tidak ingin ia temui.
“Minggir, lepas” teriak putri istana dari pintu kamar ruangan Zili berada. “bangunlah kau wanita sialan” teriaknya dari balik pintu “cepatlah bangun, aku mohon hiksss... hiksss. “pinta putri istana sembari menangis terisak-isak.
Zili kebingungan, dengan segera ia bangkit. Duduk memandang pangeran istana yang telah duduk disampingnya.
“2 minggu”
Zili mengernyitkan kepalanya tanda tanya.
Diluar masih terdengar tangisan putri istana yang memohonnya untuk bangun.
“Yang mulia, kenapa kau...
“Selama itu, Xu’i menghilang setelah memberikan penawar racun untuk menyembuhkanmu”
Sontak zili terkejut, baru saja ia bangun dari mimpi buruk nya tentang putra mahkota dan didunia nyata ia juga harus kehilangan laki-laki tersebut.
“Kau sudah bangun?” putri istana berhasil memasuki ruangan Zili, dibelakangnya para penjaga mencoba menahan Putri istana tetapi Zili menggelengkan kepala.
Masih menahan tangis yang teramat ingin ia keluarkan, Zili menggertakan gigi lalu berdiri. Ia berjalan menghampiri putri istana.
AH benar.
Dia harus kuat,
Bahkan untuk bertanggung jawab dan mendengarkan keluhan gadis yang ada dihadapannya.
“Maaf”
pAkkkkk.
__ADS_1
Putri istana memukul Zili, tepat pada wajahnya. Ia lalu menarik kerah baju rumah sakit yang zili kenakan”kenapa kau tidak bilang kalau hari itu kau sakit?” teriak Putri istana sembari menangis tidak terima “kalau kau bilang, hiks” putri istana mengapus Air mata dipipinya “kalau semua orang cepat mengetahuinya, racun dalam tubuhmu tidak akan menyebar luas sampai harus terburu-buru mendapatkan penawarnya hiks” zili tak kuasa menahan tangis. Air matanya mulai mengalir deras.
Aku yang salah.
Ini semua sudah pasti salahku.
Katanya menyesali diri.
Andai saja ia mengatakan kepada putra mahkota bahwa laki-laki yang sedang mengejar mereka saat didesa isolasi meninggalkan racun ditangannya, pasti, ia tidak akan kehilangan putra mahkota.
Ungkapnya pada dirinya sendiri, memandang putri istana yang sudah jatuh terduduk lemas dilantai “kalau tahu lebih awal, harusnya Xu’i ataupun paman idris bisa membuat penawarnya dan tidak perlu sampai mengorbankan Xu’i mendapatkan penawarnya untukmu hiks.. haaa......”
********
Zili berdiri terdiam membisu menghadap raja negara, pandangannya sayu, ia bahkan tidak berani menatap laki-laki yang duduk disinggasana.
Dibelakangnya, pelindung putri mahkota sedang berdiri untuk menginformasikan bahwa kesehatan putri mahkota telah kembali.
Sayup-sayup terdengar banyak bisikan ditelinga yang menyalahkan. Baru saja menerima hukuman karena menjadi penyebab banyaknya ternak klan Ann sakit, gadis tersebut kembali disalahkan karena menyebabkan putra mahkota hilang.
“Yang mulia, regu penyelamat telah berkumpul” beberapa orang masuk kedalam melapor kepada raja mereka.
Pelindung raja turun kebawah memberikan perintah.
“Yang mulia raja yang bijaksana, bisakah kau mengizinkan saya untuk bergabung dengan regu penyelamat?” pinta Zili menambah keterkejutan bagi semua orang yang berada disana.
Raja negara tersenyum memandang zili yang tidak berani memandang wajahnya “putri mahkota akan ditugaskan untuk membantu pangeran istana mengerjakan semua tugas-tugas yang biasa dikerjakan oleh putra mahkota. Maka dari itu, tidak ada waktu untuknya bergabung dengan regu penyelamat” seruan sang raja negara menggetarkan hati semua orang yang berada disana.
Bahkan beberapa dari mereka beranggapan bahwa sikap raja negara terlalu pilih kasih. Bagaimana mungkin seorang amatiran yang bahkan tidak memiliki penghargaan sama sekali untuk negara mereka, dibiarkan begitu saja membantu pangeran istana.
Mereka bahkan mengira jika Putri mahkota hanya akan menjadi beban bagi putra raja bukannya malah membantunya.
Pangeran istana yang baru saja tiba dengan seragam Pangeran Berwarna Hijau muda dengan bintang lima serta empat buah pin lambang klan yang melekat diselendang kecil yang melingkar dilehernya dan juga lambang SSS yang menandakan bahwa dia adalah salah satu prajurit berpangkat tinggi menghela nafas sedikit lega karena Zili tidak diizinkan bergabung dengan regu penyelamat.
Mungkin ia tidak ingin nyawa gadis itu dalam bahaya dan lebih senang untuk melihat zili bersamanya.
“Tidak bisa” suara seseorang semakin menambah keterkejutan. Pangeran istana menghela nafas tidak suka “aku adalah kekasih pangeran istana, bagaimana mungkin wanita itu dibiarkan untuk membantunya dan bukan aku” lanjutnya lagi.
Semua mata memandang gadis cantik berambut perak dan bergelombang.
CO seyin, Kekasih pangeran istana memasuki Ruangan raja.
“Benar yang mulia,” seseorang menyetujui perkataan gadis tersebut “saya rasa, nona seyin lebih cocok untuk membantu pangeran istana dibandingkan putri mahkota yang baru saja sembuh dari sakitnya” lanjut salah seorang tentara kerajaan berpangkat Tinggi.
__ADS_1
Pangeran istana tersenyum getir tidak menyukai tingkah Kekasihnya yang baru saja tiba dan mengacaukan suasana.
“benarkah kau kekasih pangeran istana?”tanya raja negara memastikan.
“Benar yang mulia, saya Co seyin, putri dari stylist ternama Lu arra menghadap anda yang mulia raja negara yang bijaksana” hormat gadis itu kepada raja negara.
Raja negara menatap putranya, ia terlihat menahan amarah.
“Tentu saja, tugas putra mahkota sebenarnya harus diselesaikan oleh putri mahkota. Dan pangeran istana...
Ratu negara memasuki ruangan raja bersama dengan Raja bayangan yang baru saja kembali dari perusahaannya.
Hal itu tampak jelas dengan setelan jas yang ia kenakan. “pangeran istana hanya membantu putri mahkota, jadi kau tidak perlu ikut dalam membantu tugas putri mahkota” lanjut ratu negara lagi sembari berjalan menghampiri zili yang masih menghadapkan tubuhnya ke raja negara tetapi menolehkan kepalanya kearah ratu negara.
Ratu negara tersenyum, “kau baik-baik saja?” Tanya nya sembari memeluk tubuh zili.
Terasa hangat pelukan seorang ibu, zili bahkan menjatuhkan air mata karena tidak mampu menahannya.
Raja bayangan juga ikut menghampiri zili, mengelus kepala gadis itu yang berada dipelukan ratu negara.
Zili merasa, keluarga kerajaan seperti keluarganya.
Ntah apa penyebabnya! Tapi semua orang begitu baik kepadanya ketika berada disana. Padahal dia merasa sangat sedih karena saat ia terbangun, ayahnya yang sedang bertugas keluar negara tidak berada disampingnya.
“Kau tidak perlu khawatir, kita pasti menemukan Xu’i” ucap raja bayangan menenangkan Zili yang masih berada dalam pelukan ratu negara.
Suara nafas terengah-engah mengejutkan kebanyakan orang yang tadinya memandang zili tidak senang.
Seorang wanita separuh baya menghembuskan nafas keras “huh.. kenapa kau ada disini?” tanya nya penuh kekahwatiran.
“Nana”
“Ibu”
Ucap ratu negara dan zili bersamaan ketika melihat ratu bayangan memasuki ruangan raja demi mencari zili yang tiba-tiba menghilang dari ruangannya dirumah sakit.
Ratu bayangan terus melangkah masuk mendekati zili lalu menarik tangannya “ayo kita pulang” ajaknya semakin membuat Zili ingin menangis.
“Ibu, kenapa kau masih mau menerimaku?”
Suara lirih Zili mengejutkan semua orang, begitupula dengan Ratu bayangan. “Tentu saja, kau ini bicara apa?”
“Aku sudah membuat shisou menghilang hiks... hikss” ucapnya menahan tangis karena masih diterima masuk kedalam keluarga suaminya padahal ia merasa telah melakukan kesalahan besar.
__ADS_1
“Kau ini bicara apa, tentu saja, kau ini kan putri kami” ucap nana memeluk tubuh Zili yang telah menangis.