
Kebisingan yang tidak dapat dihentikan, ditambah dengan kesibukan banyak orang berlalu lalang tidak henti di sekitaran kandang.
Suara lenguhan sapi terdengar disana-sini ditambah cuitan burung didalam sangkar semakin memperparah keributan.
Keringat mengguyur tubuh karena terik matahari yang begitu panas, rasa haus menggerogoti tenggorokan.
Zili mengambil nafas dalam-dalam, lalu menuangkan air dari botol kedalam gelas.
Bagaimana mungkin aku bisa membantu mereka, bahkan jenis obat-obatan hewan saja tidak ada seorang pun yang pernah mengajariku.
Dia memejamkan mata, terasa sangat lelah sedari tadi bolak-balik mengambil air dan peralatan kesehatan atas perintah putri klan Ann, Ann su’a.
Zili meneguk air didalam gelasnya beberapa kali.
“Yang mulia, ini salah, yang tadi benar. Ambilkan yang tadi saja” teriak Putri Klan Ann dari dalam kandang.
Zili mendesah, ia mulai menyadari bahwa Putri Klan Ann memang sengaja memerintahkan dia bekerja keras. Mengerjai dia untuk pergi bolak-balik mencari kesalahannya.
Zili melangkah menuju ruang peralatan, diambilnya sebuah endoscopy, Alat untuk melihat keadaan hewan yang biasa digunakan dibagian tenggorokan dan bagian tubuh atas hewan.
Waktu berlangsung begitu lama bagi Zili yang tidak banyak mengetahui ilmu medis tentang hewan. Andai dimasa lalu dia mengetahui akan menghadapi masalah seperti ini, dia tidak akan memfokuskan diri hanya dengan belajar keahlian klan zin saja.
__ADS_1
“Putri Kita lebih berguna dibandingkan putri mahkota, kenapa harus dia yang menikahi putra mahkota”
“Benar, dia sangat tidak pantas bersanding dengan putra mahkota”
“Bukan hanya tidak berguna, dia bahkan membiarkan putri kita bekerja sendirian mengobati ternak yang sakit”
ZIli tersenyum getir mendengar perkataan para perawat hewan setelah ia berada didalam ruang ganti klinik.
“Itu tuan Sa’i”
Zili tersentak, dia tidak menyangka pelindungnya bahkan sampai mengikuti dia hingga ia berada diruang ganti.
Zili merasa tidak berguna, sedari pagi tugas yang seharusnya dia kerjakan diambil alih oleh pelindungnya karena ketidak mampuan zili dalam menyelesaikan tugas tersebut.
Zili membuka Pintu ruang ganti, ia hendak keluar, kembali ke perkemahan yang tidak jauh dari kandang.
Langkahnya terhenti ketika mendapati Putri Klan ann dan pelindungnya saling berhadapan.
“kau membantu putri mahkota secara Cuma-Cuma, sementara tidak pernah mau membantuku menyelesaikan tugas ketika kita berada di irlandia, tidak adil sekali?”
Pelindung putri mahkota tersenyum meremehkan, ia tidak mau peduli dengan ucapan putri klan Ann. Dia terus membaca barisan bukunya sembari bersandar didinding klinik menunggu kedatangan Zili.
__ADS_1
“sa’i, kau tahu dia sama sekali tidak berguna, tapi masih mau menjaganya, aku tahu dengan pasti Kau bukan lah orang yang mau membantu orang lain begitu saja”
Pelindung putri mahkota melirik sekilas kearah putri ketua Klan ann “ lalu memang kenapa jika aku menginginkan sesuatu darinya? Kau tidak perlu ikut campur dengan urusanku” ia beralih lagi kelembaran bukunya.
Gadis itu tercengang sejenak, dalam hatinya berkata, hal tersebut tidak lagi mengejutkannya karena posisi yang dia miliki saat ini memang sangat diinginkan banyak manusia dinegara NC.
pelindung putri mahkota mengatakan hal yang sangat menyayat hati Zili. Zili menghelan nafas sejenak.
Dia telah mengurungkan niat untuk menemui Pelindungnya, ia berbalik arah menuju pintu keluar lainnya. Sore itu, dia sangat malas dijaga oleh Sa’i karena mengingat perkataannya baru saja.
Terus berjalan keluar ruangan, melewati kandang-kandang Ayam. Tiba-tiba tangannya ditarik masuk kedalam semak belukar disamping kandang ayam. Semak dengan tumbuhan rerumputan yang tinggi bahkan mampu melebihi tinggi tubuh zili.
“Hei...
“Yo...” sapa putra mahkota yang telah menyamar.
“Sa.. saa..
“Sa’i?”
“Iya, kamu sa’i, bukan maksudku tuan Sa’i?”
__ADS_1
“Iya, ayo ikut”