Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
ATB, My majesty 31


__ADS_3

Sebuah Pulau terletak dipertengahan lautan bagian tenggara Benua Asia. Pulau yang memiliki bentuk bulat serta berada agak jauh dari pulau tetangganya dikeliling oleh Pulau pulau kecil yang terletak dipinggir bagian wilayah tersebut.


Pulau yang telah berdiri sendiri selama 303 tahun tersebut merupakan sebuah pulau yang hanya dimiliki oleh satu negara.


Negara penghasil sumber daya lautan dan juga obat obatan mujarab terbesar didunia pada masa itu merupakan negara yang dihuni oleh berbagai kalangan yang diwajibkan untuk menggunakan sebuah klan untuk memasukinya.


Tidak jarang bagi para pengunjung dari negara lain yang harus bersusah payah kembali lagi kenegara asal mereka saat ingin berlibur dinegara tersebut karena memiliki aturan ketat yang mereka tidak sanggup untuk memenuhinya.


Negara yang sangat sulit dikunjungi para wisatawan meskipun memiliki sebuah nama restoran paling terkenal didunia dan kesenian paling menawan pada masa itu bahkan membatasi rakyatnya sendiri untuk menukar mata uang mereka dengan mata uang asing selama sebulan.


Seorang Raja dari klan Sun telah memimpin negara selama lebih dari 16 Tahun. Negara yang memiliki sejarah panjang tersebut dulunya bukanlah sebuah negara kerajaan.


Negara yang mulanya dipimpin oleh seorang presiden telah diambil alih paksa oleh Klan Xu yang masih tersisa dengan sebuah remote Control pengendali bom bawah tanah yang telah dipasang oleh nenek moyang untuk memilih pemimpin mutlak bagi negara yang sangat mereka cintai.


Bom bom bawah tanah dapat dengan mudah dimasukan karena pada dulunya terdapat banyak lubang lubang yang terbentuk akibat getaran bumi yang kuat di masa lalu.


Untuk menjaga keamanan negara dari Keaktifan bom bawah tanah. Pemerintahan melarang keras masyarakat ataupun orang orang asing melakukan pengeboran serta pengambilan tambang dan minyak meskipun negara tersebut sangat berpotensi untuk menjadi salah satu negara pengekspor minyak terbesar didunia pada masa itu.


Sebagai gantinya, negara selalu mengimpor minyak dari negara lain. Namun beberapa tahun belakangan ini. Klan CO sebagai Klan penghasil orang orang berbakat dalam bidang tekhnologi telah menciptakan ulang kendaraan mobil terbaru yang dapat dikendarai hanya menggunakan listrik dengan mempelajari buku panduan dizaman canggih pada masa lalu.


Pengisian mobil super cepat yang menggunakan baterai 50.000 Mah dapat terisi penuh hanya dengan menunggu selama 5 menit.


Sebagai apresiasi bagi perombak Hasil penemuan pada abad Canggih dimasa lalu. Seorang Ratu yang sangat dicintai rajanya bahkan secara langsung memberi gelar bagi remaja yang baru saja memperoleh gelar sarjana secara bersamaan.


Ratu tersebut merupakan penguasa mutlak yang sebenarnya. Ia yang tidak mampu memegang kendali kerajaan memohon kepada suaminya untuk menggantikan dirinya sebagai pemimpin Negara.


Dengan sangat terpaksa menjalani keinginan sang istri, sang raja yang berasal dari Klan Sun saat ini telah diakui sebagai seorang penguasa mutlak. Namun karena tidak memiliki banyak pengalaman menjadi seorang raja. Raja sebelumnya yang mengambil alih sistem negara namun menyerahkan Negara tersebut kepada pemilik aslinya dengan terpaksa membantu Raja yang saat ini tengah memimpin negara sebagai bayang bayangan darinya.


Raja bayangan yang akan menggantikan raja asli negara apabila Sang raja ingin meminta cuti kerja ataupun jika dalam keadaan sakit dan lainnya.


Raja bayangan yang memiliki seorang Putra. Yang telah ditakdirkan secara langsung menjadi raja karena memiliki darah dari Klan Xu asli. Darah klan yang hanya mampu mengendalikan Remote control bom bawah tanah.


Putra dari raja bayangan tengah duduk disebuah kursi ruangan kamar luas dan megah. Ia sedang memegang sebuah kapas dengan sesekali menuangkan antiseptik buatan perusahaan Xu dikapas tersebut. Setelah ia rasa cukup, ia lalu mengusapkan kapas tersebut ke lutut seorang gadis yang sedang tertidur lelap diatas kasur lembut untuk membersihkan darah yang mengering diatasnya.


Setelah selesai kearea lutut. Putra dari raja bayangan pindah kebagian dagu gadis berwajah Mungil tersebut.


Setelah membersihkan darah, ia lalu memasang perban diatas luka luka yang didapatkan oleh gadis yang tengah tertidur pulas diatas kasur akibat dari pertandingan lari sore itu.


Suara ricuh tidak terdengar dari dalam kamar. Ruangan kamar sengaja didesain kedap suara untuk memberikan kenyamanan bagi penggunanya.


Seorang laki dengan gelar pelindung putra mahkota dan seorang lainnya dengan gelar penasihat putra mahkota sedang berdiri dikedua sisi ruangan kamar yang sedang digunakan oleh Putra dari raja bayangan malam itu.


Berkali kali kedua orang tersebut menghela nafas berat serta menggertak gigi geram karena keramaian Koridor asrama putri.


Banyak para siswi pengguna asrama sedang berdiri menyaksikan kedua laki laki yang tengah ditugaskan menjaga ruangan tersebut dari kedatangan para petinggi klan yang mungkin bermaksud untuk mencari Tuan mereka.


“Tuan Shin ji sangat tampan. Aku tidak menyangka bisa melihatnya secara langsung”


“Iya, meskipun rumor mengatakan dia kejam, tapi tampaknya dia tidak seperti itu”


“Hei liat. Tuan sandi, astaga. Meskipun memakai kacamata namun ketampanannya tidak luntur sedikitpun.”


“Andai satu orang saja bisa jadi pacarku”


“Hidung tuan shin ji mancung sekali ya. Matanya kok bisa sipit gitu ya”


“Gila gila, kulitnya bahkan lebih mulus dari pada kulitku”


“Ya ampun. Wajah Ovalnya itu loh. Makin membuatku terpesona”


“Keduanya sama sama tampan. Meskipun tuan Shin ji lebih pendek sedikit namun tetap saja aura mereka sama”


“Ahh. Kalau aku lebih memilih laki laki cerdas seperti tuan sandi. Dia bahkan ditunjuk secara langsung menjadi penasihat putra mahkota sejak dulu”


“Iya, bulu mata lentik meskipun kulitnya tidak seputih salju tapi tetap saja Tuan sandi malah terlihat lebih Maskulin”


“Haa. Kalau aku lebih mmemilih tuan shin ji. Walau gimana pun, keahlian Fisiknya bisa setara dengan Dewa perang loh”


“Iya. Tuan Shin ji keren sekali”


Semua siswi tiba tiba menyingkir dan tertunduk ketika mendengar suara langkah derap kaki beberapa orang mendekat berjalan kearah kamar yang dijaga oleh kedua pria yang tengah dibicarakan.


Langkah kaki semakin mendekat,


“Yang muliaku terhormat”


Shinji dan sandi langsung menunduk kepala hormat tidak menyangka dengan kedatangan sosok laki laki yang sangat jarang sekali muncul didepan umum.


“Buuuuk”


Pintu terjatuh tertendang. Sosok yang dimuliakan tersenyum menyeringai.


Putra raja bayangan telah selesai mengobati muridnya terlihat tidak begitu terkejut dengan pintu yang rusak.


Semua siswi pergi dari koridor tersebut. Masing masing masuk kekamar mereka.


“Aaaah, pintu dirusak lagi”


gumam ketua klan dalam hati ketika ia mengikuti langkah kaki sosok yang dimulia kan tersebut.


“kakak...”


Teriak seorang wanita yang sedang berjalan menaiki anak tangga terakhir diikuti seorang laki laki berambut pirang yang tersenyum kecut menatap sahabatnya telah menghancurkan pintu kamar yang sedang ditempati oleh putrinya.

__ADS_1


“Ayah”


Putra raja bayangan merasakan kehadiran orang yang sangat tidak asing baginya. Ayah atau gurunya sendiri sedang berdiri didepan pintu menatap punggung putranya yang sedang duduk merapikan peralatannya.


“Ayo pergi, sudah tidak ada waktu”


Ajak sosok yang dimuliakan tersebut.


“muncul ya. Kali ini dimana?”


“Jepang”


“Baiklah”


putra raja bayangan berdiri. Ia memandang lama kearah Muridnya yang masih terbaring lelap tidur.


Pandangan matanya mulai sedih, dia tersenyum sedikit hampir tidak terlihat.


“Mungkin agak lama. Tunggulah” suara lembut putra raja bayangan kepada gadis yang tengah berbaring tidur diatas kasur.


“Yoo Xu’i”


Suara wanita yang sangat ia kenal terdengar ditelinga. Putra raja bayangan membalikan tubuhnya.


“Bibi, , paman lian”


“kau terlihat tidak sehat Xu’i”


Lian tersenyum memandang remaja laki laki berbulu mata lentik dihadapannya.


“hm”


putra raja bayangan tersenyum tipis sembari mengantongi kedua tangannya dan berjalan menghampiri ayahnya tanpa membalas perkataan lian.


“Yoo xu’i”


Ucap wanita yang telah berdiri didepan pintu tepat disebelah saudaranya lagi.


“Siapa yang akan menjaganya?”


Tanya putra raja bayangan yang telah berjalan menghadap ayahnya.


“ Wah wah wah. Kau terlihat tidak tega meninggalkannya?” ledek wanita yang dipanggil bibi tersebut.


“Hm.. “ untuk kesekian kalinya Putra raja bayangan tersenyum tipis dan tidak melanjutkan perkataannya.


Dia berjalan keluar pintu mengikuti langkah kaki Ayahnya tanpa penasaran jawaban pertanyaan yang ia telah lontarkan.


“Tidak perlu”


“eeeehhh anak itu” geram wanita itu membuat lian tersenyum geli melihat tingkah wanita yang ia cintai.


Ia memandang punggung saudara dan keponakannya dari jauh diikuti oleh Dua orang temannya serta para pejabat tinggi klan shen.


Setelah mereka menghilang dari pandangan mata Wanita itu melangkah kaki masuk kekamar. Melihat Temannya tengah mengelus rambut putrinya.


******


Suara ricuh keramaian murid murid perempuan asrama Klan shen membangunkan Zili yang telah terlelap hampir seharian penuh.


Zili menatap langit langit atap kamar. Memandang sebuah lampu panjang yang masih menyala. Sesekali ia mengedipkan mata lama, Mengingat kejadian Kemarin siang.


“Yang mulia, anda sudah bangun”


suara wanita sontak mengejutkan Zili. Ia duduk menoleh kesumber suara yang berada tepat disebelahnya.


Suara yang terdengar tidak asing terdengar beberapa kali baru baru ini. Ia melihat Seorang remaja perempuan duduk disebelahnya. Seorang yang sangat dibanggakan oleh klan shen.


Pandangan remaja itu terkagum kagum melihat Zili. Wajahnya ditopang dengan kedua tangan yang sikunya tengah bersandar diatas kasur.


“Tu..tu..tuan putri”


“Heee.. kalau anda memanggil saya tuan putri jadi saya manggil anda apa?”


“itu...”


“Panggil saya Shi ra”


“Ma..mana mungkin saya...”


“hm.. saya adalah penjaga anda, mana mungkin seorang penjaga dipanggil tuan putri”


“Penjaga! Kok..”


“Hehe “ remaja perempuan tersebut mulai menggaruk garuk pipi yang tidak gatal tertempel perban diatasnya mengingat kejadian kemarin sore.


******


Yuanna sang ratu negara terlihat belum puas setelah menendang tubuh Ketua klan yang telah terpental jatuh miring diatas tanah.


“Oya oya oya.. sudah kalah tidak mau mengakui, hahhahaha tidak masalah, aku yang akan mengakuinya”


“ Yang mulia “ teriak semua orang hampir bersamaan ketika melihat Yuanna menarik tangan Putri latih tiada tanding kehadapannya.

__ADS_1


Ia memutar tubuh tak berdaya remaja perempuan tersebut yang tengah tertegun melihat kengerian yang sedang ia hadapi.


Yuanna berdiri tepat dibelakang punggung putri latih tiada tanding, meletakan pisau dileher nya.


“Gimana Xu’i ?”


“Lakukan”


Putra mahkota berjalan meninggalkan keramaian membawa muridnya menuju parkiran mobil untuk segera mengobati gadis tersebut karena luka yang didapat diikuti oleh sandi.


Ia menyerahkan urusan Yang menjengkelkan kepada wanita yang dikenal dengan sebagai wanita licik mengerikan.


“Wuuiii.. hei ketua klan. Saksikan hasil dari taruhan kekalahan mu sendiri”


“Yang mulia. Maafkan aku maafkan aku.. “


“Haaah.. kenapa minta maaf kepadaku, aku kan hanyalah wasit yang mengawasi jalannya pertandingan”


“Yang mulia, saya mohon lepaskan lah tuan putri shen”


“Kenapa?, bukannya dia kalah dalam pertandingan, jadi nyawanya juga pantas dibunuh sesuai dengan perjanjian”


Sreeeeek


“Yang mulia.... “


Tubuh putri latih tiada tanding bergetar ketakutan. Dia bahkan tidak memiliki tenaga lebih melawan kuatnya ratu yang memeluk ia dari belakang.


Goresan pisau diwajah mengeluarkan darah. Darah jatuh menetes. Sang ratu tersenyum menyeringai memandang pisau putih tersentuh darah. Ia mengangkat pisau memadangnya dari atas langit.


Pantulan cahaya matahari menambah keindahan pisau tersebut menurutnya. Ia bahkan dapat melihat wajahnya sendiri melalui pisau tersebut.


“Yang mulia, saya akui kekalahan cucunya saya. Jadi saya mohon lepaskan lah dia”


Ketua klan memohon dengan sangat memelas sembari memegang perut kirinya yang masih sakit tertendang Ratunya.


“Tidak mau”


Sontak semua mata terkejut mendengar perkataan ratu yang hampir sering terjadi mengingat tidak ada raja mereka disamping sang ratu yang biasanya menghentikan pikiran mengerikan ratu mereka. “kalian pasti masih ingat, mengapa bukan aku yang memimpin negara. Iya kan?”


Semua penonton, petinggi klan, bahkan ketua klan bergetar mendengar perkataan ratu mereka. Begitu juga dengan putri latih tiada tanding yang tidak henti hentinya ketakutan. Keringat tubuh bercucuran bahkan kakinya tidak berhenti gemetaran.


Sreeeek


Sang ratu mulai menggores leher putri latih tiada tanding dengan pisau kecil tajam yang ia bawa dari istana.


“Yuanna.. sudah cukup”


Ratu negara geram gerakan tangannya dihentikan. Ia menoleh kepala kesebelahnya.


“Shin”


Dia tersenyum kecut memandang suaminya.


“Ck” suara tidak suka terdengar hingga ketelinga sang raja. Yang sudah melepaskan Putri latih tiada tanding Dari tangan istrinya “kenapa kau terus mengganggu?”


“tentu saja karena aku sangat mencintaimu”


“Benarkah?”


“Iya benar, ayo kita makan bakso, Lian sudah menunggu kita diwarung bakso Shen 2”


“Hm.. ayo” Ratu negara kembali ceria dari kemarahannya. Ia menarik tangan suaminya untuk segera pergi menuju desa shen 2.


Semua orang merasa lega setelah kepergian mereka. Masyarakat Shen yang baru pertama kali melihat kegilaan ratu mereka sangat terkejut. Tidak menyangka sang ratu akan melakukan hal mengerikan dipertandingan kali ini.


“Hm.. sudah liat” suara orang sangat asing terdengar ditelinga.


Semua orang memandang sang Raja bayangan sedang berjalan diikuti beberapa jendral militer mendatangi ketua klan shen yang lagi lagi harus tertunduk.


“Salam hormat kami yang mulia”


“Haaah kalian buat malu aku saja” keluh raja bayangan.


“Maafkan saya yang mulia” pinta putri latih tiada tanding dan ketua klan bersamaan.


“Sudah lihat bukan, putri mahkota tidak hanya dilindungi putraku. Dia juga sangat disayangi ratu negara dan bahkan istriku. Jadi jangan berani berbuat tindakan bodoh yang akan memicu kemarahan para keluarga kerajaan”.


“Ba..ba..baiklah yang mulia” ketua klan berdiri menahan sakit diperutnya mengikuti langkah kaki raja bayangan yang akan pergi mengunjungi menantunya.


Banyak mata memandang tidak percaya. Perasaan kesal menyelimuti hati mereka. Mereka merasa keluarga kerajaan tidak adil menyayangi anggota dari klan Zin, padahal mereka jarang sekali menguntungkan negara.


Bahkan kebanyakan kriminal negara dilakukan oleh para bangsawan klan Zin terutama pada bagian tindak kejahatan korupsi uang negara.


“Hm, menarik” gumam putri latih tiada tanding masih memandang Punggung kakeknya. Kakinya masih gemetaran tetapi hatinya mulai menyukai Putri mahkota terlebih lagi ia telah mendengar bahwa ratu yang sangat ia kagumi menyayanginya.


****


Buat novel susah bener dah. Udah ada diotak tapi bingung mau mulai dari mana.


Maaf ya udah buat kalian nunggu. Hehe padahal novelnya gak banyak yang minati. Eh malah masih ada aja yang mendukung.


Makasih ya. Setidaknya karena dukungan kalian, saya masih bisa semangat 45 untuk melanjutkan novel ini.

__ADS_1


__ADS_2