
Ada satu hal yang mustahil terjadi didunia ini. Jikapun ada, itu terjadi satu dari sepersekian juta kehidupan.
Seorang gadis yang kesepian dan dipenuhi kesedihan, selalu mendapatkan pertolongan dari Seorang laki-laki yang teramat terkenal.
Bukan hanya itu saja, dia juga memiliki segalanya. Cinta,kekayaan, kekuasaan, kekuatan hingga kecerdasan.
Bayangkanlah jika seseorang berada diposisinya. Apakah dia akan mampu untuk menolak perasaan yang kini ia rasakan. Berkali-kali menekan perasaan didalam hati namun tidak mampu untuk melakukannya.
Padahal laki-laki tersebut telah melarang untuk mencintainya. Naas serta miris, dia hanya bisa memendam perasaannya. meskipun kata suka terucap, itu hanyalah seperti sesuatu kata biasa yang akan berlalu begitu saja.
Aku menyukainya, bahkan mencintainya. Aku akan tanggung resikonya. Dalam hidupku yang belum pernah merasakan kebahagiaan sejati ini. Biarkan lah perasaanku tetap terjaga.
Bisikan hati yang terdalam, merasakan kebahagiaan karena memiliki perasaan mencintai.
Zili memandang punggung putra mahkota, laki-laki itu berada dihalaman rumah yang telah bersih.
Asap pembakaran rumput hampir menghilang. Langit yang terang seakan-akan berubah menjadi gelap dengan begitu cepatnya.
Pandangan mata membelalak seketika.
Haaaaa....
Dia tidak menyangka hingga sampai membuka mulutnya tidak percaya.
Cahaya yang mengelilingi tempat tersebut terlihat sangat jelas didepan mata. Warnanya berubah karena cahaya matahari tidak lagi menyinari.
Merah, biru, kuning, hijau, jingga, dan warna lainnya bercampur aduk tanpa berbentuk disekelilingnya. Bahkan dibawah langit, warna tersebut tetap ada.
Cahaya tersebut menari-nari berkeliling begitu indah.
“Aurora” putra mahkota memandang sekelilingnya.
“Aurora?”
“hm, Cahaya kutub yang biasanya hanya terjadi dikutub utara dan kutub selatan”
__ADS_1
Shisou
Zili memandang Putra mahkota yang telah menghadapkan diri kearahnya. Wajah tampan putra mahkota terlihat menyayat hati Zili yang mencintainya.
Bahkan Cahaya aurora semakin menambah kekaguman Zili terhadap laki-laki tersebut.
Sekali saja, ingin sekali dia mengatakan perasaannya apalagi ditempat terbuka yang begitu indah. Namun tekanan didalam hati mengurungkan niatnya.
Bagaimana jika ia dibenci, bagaimana jika ia akan dijauhi, bagaimana jika ia dihina seperti wanita-wanita lain yang selama ini mencintai putra mahkota lebih dahulu daripada dia. Dan dia juga jelas mengetahui bahwa tidak akan ada kesempatan baginya untuk dicintai putra mahkota.
Aku mencintaimu.
uNgkapan yang berada didalam hati tetap berada didalamnya. Tidak terujar sama sekali bahkan senyuman putra mahkota mengiris perasaannya. Perasaan yang sangat ingin dicintai olehnya. Tetap menunggu cintanya akan terbalas. Meskipun pikirannya mengatakan, hal tersebut sangat mustahil terjadi baginya.
“Apa kau menyukainya?”
Zili tersenyum mendengar pertanyaan putra mahkota “hm, aku menyukainya” bukan, maksud gadis itu sebenarnya adalah aku menyukaimu.
“Kalau begitu, ayo kita foto bersama”
***********
“Kau tahu dari dulu aku mencintaimu?”
“Jawab dulu pertanyaanku tadi shin” teriak yuanna kesal dengan Shin yang berada disampingnya. Bukan hanya turun sangat jauh dari desa, shin bahkan bersandar dibahu istrinya.
“Sejak kecil aku sudah menyukaimu”
“Mana mungkin hanya lihat foto, sudah bisa menyukai orang”
“Mungkin, buktinya aku seperti itu”
“Shin, berhentilah bermanja-manja, kita harus segera menemukan Zili dan Xu’i”
SHin berhenti melangkahkan kaki. Dia duduk bersila diatas tanah yang penuh dengan tumpukan dedaunan.
__ADS_1
“Hei shin” laki-laki itu menarik tangan yuanna untuk jatuh diatas pangkuannya.
“Aku mencintaimu yuanna,”
“Astaga shin, miliaran kali sudah kudengar kalimatmu itu”
Yuanna yang sedang berada dipangkuan Shin sangat kesal dengan sikap suaminya. Ia bahkan tidak mampu bergerak. Ditambah lagi, shin telah membawa yuanna terbaring dipelukanya.
Dibawah rimbunnya pepohonan hutan yang sangat jauh dari desa keberadaan Zili dan putra mahkota.
“Bukankah aku sudah bilang padamu yuanna, setiap hari aku akan katakan Cinta cinta cinta padamu dan kau harus menanggapinya. Kenapa semakin tua kau semakin lupa”
Shin memeluk erat tubuh istrinya. Tidak ingin melepaskan yuanna dari sisinya.
“Shin”
“Aku tidak ingin kehilanganmu lagi yuanna, aku mohon, jangan pergi lagi dariku”
“Kapan aku pernah pergi darimu, itu semua hanyalah masa lalu yang harus kita lupakan”
“Aku mencintaimu yuanna”
“Aku tahu”
*******
gimana boom updatenya.
suka enggak?
wkwkwk mumpung author lagi baik hati.
jangan lupa like ya.
😁😁😁
__ADS_1