
Senyuman ceria memandangi orang-orang disekelilingnya yang secara bergantian memegang kepala gadis itu dengan sangat lembut.
Suara keributan ternak-ternak ayam entah mengapa terdengar menenangkan hatinya ketika ia telah memasuki wilayah desa.
Pintu ditutup dan dikunci.
Pandangan mata berbinar-binar. Nyatanya, didalam tembok yang begitu panjang terdapat perumahan mewah bertingkat dua terbuat dari bebatuan.
Tidak hanya itu, gedung-gedung tinggi yang mungkin bertingkat empat juga terlihat dibagian tempat lainnya. Tidak terlihat sama sekali seperti sebuah desa.
Walaupun demikian, tampaknya Jalanan aspal didesa tersebut hanya dilalui kendaraan sejenis sekuter dan sepeda. Hal tersebut terlihat dari beberapa orang yang telah kembali kerumah mereka menggunakan dua kendaraan tersebut.
Tidak terlihat mobil berada dijalanan, jikapun ada, tampaknya kendaraan tersebut hanya berada didalam garasi-garasi rumah pendudukan dan sama sekali tidak terlihat berada dipinggiran jalan.
Hembusan angin menggoyangkan setiap pohon cecidium yang berada ditengah jalan. Pepohonan yang terlihat berdiri berbaris memisahkan antara jalanan kiri dan jalanan kanan.
tidak ada tanjakan, juga turunan dijalan aspal tersebut, Semua terlihat datar kecuali jalanan setapak kecil bertanah.
Dibelakang gedung-gedung terdapat gedung-gedung lainnya yang terpisahkan dengan jalanan Aspal dan pepohonan. Begitulah hingga memanjang kebelakang sampai tak terlihat mata memandang.
Desain bangunan yang memikat mata, begitu eloknya bak berada dinegeri Mesir yang terbuat dari pasir berwarna kuning.
terlihat dari kejauhan, sebuah aquarium besar yang terisi Beberapa ikan hias dibeberapa gedung yang saling merapat.
Juga tampak beberapa restoran yang menyediakan berbagai menu makanan laut, terlihat dari spanduk yang dipasang didepan gedung-gedung tersebut.
Ramai,
banyak sekali orang yang tersenyum menyambut kedatangan gadis yang hampir saja, hampir saja tak kuasa menahan tangis.
“Putri mahkota tiba...
“Astaga, meskipun Pakai seragam biasa tetap saja terlihat cantik”
“Baru kali ini bisa memandangnya secara langsung, ketika pernikahannya dengan Xu’i, aku hanya bisa lihat lewat televisi”
Satu persatu pujian dilontarkan terdengar, hari itu, hidupnya sangat bahagia tak terhitung berapa banyak jumlah kebahagian datang.
“Minggir...
Suara seorang wanita tua terdengar mengganggu semua orang yang sedang sibuk mengambil gambar putri mahkota.
__ADS_1
Masih dengan menggenggam botol kecil berwarna coklat, zili memandang wanita tua mendekatinya. “cucuku....
Teriaknya yang telah turun dari sekuter biru kesayangannya.
“kau mau apa? “ belum sempat wanita tersebut memeluk Zili yang keheranan, pemimpin desa telah memegang Kepala Wanita tua yang jauh lebih pendek darinya, bahkan, jika dibandingkan dengan zili, ia hanya sebatas Bahu gadis itu.
Wanita tua itu mencoba melepaskan Tangan pemimpin desa sekuat tenaga, “pa.. paman”ragu-ragu Zili membuka suara.
Semua orang sontak mengalihkan pandangan kearah gadis itu lagi.“kenapa bocah?” tanya Pemimpin desa yang masih memegang wajah wanita tua, ia menolehkan kepala kearah Zili yang telah menyodorkan Botol yang ia genggam.
Semua memandang kearah mereka berdua “i.. ini?” ucapnya menyadarkan peminpin desa lalu melepaskan Tangannya dari wanita tua yang langsung memeluk Zili seenaknya.
Pemimpin desa tersenyum “terima kasih” ucapnya dengan lembut menggetarkan hati zili yang sebenarnya tidak pantas mendapatkan ucapan itu karena jelas sekali ia mengingat, bahwa laki-laki berbaju hitam dengan sengaja memberikan Botol tersebut kepadanya dengan alasan yang tidak diketahui gadis tersebut. “Akhir-Akhir ini pemberontak kerajaan semakin merajalela” jelasnya mengejutkan Zili “bahkan be dari Penduduk desa ini telah banyak terkena racun termasuk istriku”
“Benar” wanita tua yang tadinya memeluk Zili, mulai merenggangkan pelukannya “mereka bahkan menguasai Keahlian klan Ou dalam membuat racun, yang lebih parah, tidak ada seorang pun dokter yang mampu meracik Obatnya, kecuali klan Xu. “ lanjutnya lagi, kali ini kembali memeluk Zili “keponakanku Xu idris, akhir-akhir ini sangat sibuk keluar negeri, Dan Xu yuanna sangat sulit ditemui.”
“Padahal kami telah membuat laporan, tetapi laporan kami mungkin tidak disampaikan oleh ketua klan ann kepada anggota keluarga kerajaan” tebak penduduk desa lainnya.
“Benar, kami tidak menyukai ketua klan Ann, dia terlalu sombong bahkan tidak mempedulikan rakyat desanya kecuali Xu’i yang bertindak”
“Astaga, Xu’i kemana? Kenapa dia malah menghilang disaat-saat kekacauan seperti ini”
“Sudahlah, kenapa kau malah menyalahkan Xu’i”
Suaranya terhenti ketika seseorang menutup mulut seorang wanita dewasa yang tampak kesal dengan menghilangnya putra mahkota. Terlihat jelas, dia melupakan bahwa saat ini putri mahkota berada dipandanganya. “Astaga, aku lupa” bisiknya kepada teman yang berada disampingnya.
Semua orang tampak menatapnya tidak suka.
“Ak.. “ zili mulai menunduk, ia menarik nafas sangat dalam, lalu perlahan membuangnya” aku minta maaf, sungguh, memang karena akulah putra mahkota menghilang, aku benar sangat menyesal” ucapnya sekuat tenaga menahan rasa takut akan dibenci penduduk desa.
“Ahahah.. kau ini bicara apa?” wanita tua melepaskan pelukannya.
“Maafkan kami” ucap pemimpin desa mengejutkan Zili lagi “Xu’i pasti memiliki alasan tersendiri mengapa ia harus menghilang”
“Benar, Xu’i itu sangat kuat, bahkan diakui sebagai tentara Nomor satu dinegara NC jadi jangan merasa bersalah Lagi.” Ucap wanita tua menenangkan hati Zili yang kini sedang gelisah “ayo kita pulang kerumah”
“Pu.. pu... lang?” tanya Zili ragu-ragu, ia bahkan tidak sempat menanyakan tentang wanita dihadapannya.
Beberapa saat kemudian, pandangan semua orang tiba-tiba tidak lagi tertuju kepada Zili, bahkan mata mereka mulai berbinar-binar saking kagumnya.
Pemimpin desa terlihat menggaruk kepala melihat tingkah udik para penduduknya yang telah memainkan ponsel mereka.
__ADS_1
“Ibu, kau tidak akan mampu membawanya menggunakan sekutermu yang kecil ini” suara yang lumayan dikenal oleh Zili terdengar. Gadis itu mulai memandang seorang laki-laki yang telah datang diikuti tiga teman lainnya menggunakan sepeda polygon menghampiri wanita tua dihadapannya.
Ha....
Sontak Zili terkejut, “tu.. tuan..” zili menggeleng kepala, mungkin ia merasa salah jika harus menyebut nama “penasihat putra mahkota” gumamnya sedikit pelan namun kedengaran.
“Yo...
Sapa laki-laki itu kepada Zili yang langsung dianggukannya.
“yo wanita,
Sapa seorang lagi yang sangat dikenal Zili, bagaimana tidak, ia mengingat dengan jelas bahwa laki-laki tersebut pernah memukulnya ketika mereka berada didesa Xu “shin...
“Shin jo, itulah aku” sela nya, sebelum Zili melanjutkan sebutannya.
“Kau baik-baik saja?” tanya seorang lagi khawatir, ahh benar, siapa lagi kalau bukan pelindung putra mahkota Shin ji.
Zili mulai menoleh kepala kearah Pelindung putra mahkota Shin ji, ia mulai tersenyum tetapi belum sempat ia menjawab, ia telah dikejutkan dengan kedatangan seorang lainnya.
Orang tersebut Mengendarai Sepeda polygon yang sama dengan yang lainnya, tetapi anehnya sepeda tersebut memiliki tempat duduk dibagian belakang “naiklah” ajaknya setelah datang menghampiri zili.
“Tu.. tuan Sa’i”
“Yoo Xu.. ahahahahah Sa’i ,sa’i” pemimpin desa mulai menyapa, ia bahkan memukul punggung Putra mahkota yang sedang menyamar seenaknya beberapa kali.
Dia juga memeluk bahu laki-laki tersebut saking senangnya, dalam hati pemimpin desa berkata “kapan lagi aku bisa melakukan seperti ini”. Ungkapnya tidak menyia-nyikan kesempatan.
Putra mahkota mulai melirik kearah pemimpin desa, ia tampak tidak nyaman diperlakukan sedemikian rupa, tapi tentu saja, tampaknya pemimpin desa tidak peduli.
Malahan ketiga temannya mulai menghampiri putra mahkota dan melakukan hal yang sama secara bergantian. “kalian minggirlah” ucap putra mahkota mulai kesal. Lalu menarik tangan Zili untuk segera naik keatas sepeda dan berlalu pergi.
“Hahahahahaha” tawa mereka berempat kegirangan setelah melakukan tindakan yang membuat kesal Putra mahkota.
“Ketua, kenapa aku belum pernah melihat orang itu didesa sebelumnya?” Tanya wanita tua, terlihat semua orang juga memikirkan hal yang sama.
“Tentu saja, dia itu adalah saudaraaku dan juga laki-laki kebanggaanku”
“Kau bilang sebelumnya, laki-laki kebanggaanmu hanyalah Xu’i..
Sela penduduk lain, keheranan melihat pemimpin desa yang tiba-tiba berubah.
__ADS_1
“Sudah-sudah, bubar..”
Seru kepala desa yang langsung berjalan menuju rumahnya yang tak jauh dari sana.