
Pagi berganti siang, siang berganti sore, sore berganti petang, petang berganti malam.
Dua hari sudah dijalani Zili, bersama laki-laki yang dia kira memiliki kepribadian ganda.
Betisnya mulai terasa sangat sakit, karena belum terbiasa melakukan perjalanan panjang.
Menapaki jalanan tanah yang luas, disampingnya terdapat bukit-bukit kecil, disampingnya lagi terdapat pepohonan Aren.
kakinya tidak sanggup lagi menahan tubuh.
“Akhhh..
Dia jatuh tersungkur dibawah terik panas matahari.
Laki-laki dihadapannya, sungguh sama sekali tidak peduli, ia terus berjalan dan berhenti ketika melihat Zili sedang berusaha bangkit untuk berdiri.
Begitu santai ia duduk bersila, mengambil sebungkus batangan coklat lalu melahapnya.
Menunggu Zili datang berjalan menghampirinya, padahal gadis itu sedang sangat berusaha menapakkan kaki perlahan-lahan untuk mendekatinya.
Lemah, lelah.
Merasa sedikit kesal tetapi ia mencoba membuangnya.
Dia mengetahui dengan pasti, jika sedikit saja ia menyerah, dia tentu tidak akan menemukan putra mahkota.
“Aku haus...
Teriak Zili dari kejauhan, “tolong beri aku air” pintanya kepada laki-laki yang berada dihadapannya.
Laki-laki dihadapannya tersenyum remeh,”baiklah aku akan berikan air tapi...
Dia mulai mengubah senyuman remehnya menjadi senyuman nakal “jawab dulu pertanyaanku jika kau memang berasal dari Klan Zil” lanjutnya lagi membuat emosi tersendiri didalam hati Zili.
“Kau meremehkanku?...
Bentak gadis itu mencoba memaksa mengeluarkan tenaga yang masih tersisa karena teramat marah.
“Bisa saja sebenarnya kau berasal dari Klan Campuran karena saat kau lahir, ...
Dia mulai memperpanas hati Zili yang semakin membuat perasaannya tersakiti “yang kutahu, ayahmu tidak berada disamping ibumu” lanjutnya lagi, hampir saja, hampir membuat gadis itu meledak menangis karena begitu teganya Shen Shi yun mengucapkan kata yang sangat menyakitkan hatinya.
Gadis itu menghela nafas, bukan sekali dua kali ia mendengar orang mengatakan hal tersebut, hanya mungkin, karena sudah lama tidak mendengarkan hinaan, hatinya kini mulai merasa tidak terima.
__ADS_1
Zili menggertakkan gigi geram, sejenak ia memejamkan matanya “baiklah, apa pertanyaanmu?” ucapnya bersabar, menahan amarah yang mungkin akan berakhir sia-sia.
Percuma saja, pikirnya.
Dari dulu mengeluarkan amarahpun tidak ada yang berubah, malahan, ketika ia bersabar, sedikit demi sedikit kehidupannya berubah menjadi lebih baik.
“Mudah saja,...
Shen shi yun mulai berdiri, ia mengeluarkan satu buah botol mineral yang terisi penuh air didalamya “tinggiku 180cm, perkiraan percepatan gravitasi saat ini mungkin 10m/s2. Jika aku lempar botol ini kepadamu....
Ia mulai memperlebar senyuman nakalnya “berapa lama waktu sampai benda ini kehadapanmu?” lanjutnya lagi sedikit ragu bahwa gadis dihadapannya mampu menjawab.
“hmmm...
Zili tersenyum lucu bercampur getir, ia mulai memandang laki-laki dihadapannya. “0.6 detik”
“heeh..
“Jangan remehkan aku lagi, “
Pinta Zili sedikit memohon “perlukan aku menjabarkan rumusnya untukmu,?” lanjut gadis itu masih memandang sayu kearah laki-laki dihadapannya “ akar dari jarak tempuh dikali dengan ketinggian dibagi dengan percepatan gravitas....
“Baiklah baiklah, terima ini...
“Aku katakan padamu,..
Zili mulai menggigit bibir bawah sembari membuka tutup botol minuman “ayahku adalah Zin Zilian, tentu saja aku berasal dari Klan Zin,” ucapnya sedikit keras sebelum meneguk air didalam botol “dan lagi, memangnya kenapa Jika aku memiliki darah dari Klan campuran” dia mulai meneguk sedikit air minuman, matanya kini mulai berkaca-kaca “negara ini tidak pernah membedakan kasta klan, hanya kalian saja lah para Klan Asli yang selalu membeda-bedakan semuanya,” lanjutnya lagi sembari mengusap mata “kalian semua benar-benar sangat keterlaluan” tambahnya lagi sembari meneguk habis botol minuman hingga tak tersisa.
“Mereka yang membedakan kenapa kau yang marah”
Ucap laki-laki dihadapan Zili dengan santainya, “kalau sudah minum bergegaslah berjalan” lanjut perintahnya.
Merasa telah sedikit memiliki tenaga, Zili kembali melangkah mengikuti laki-laki dihadapannya.
Memandang jalanan yang penuh dengan bebatuan krikil, menguatkan diri bahwa dia pasti bisa menemukan putra mahkota.
********
Terus melangkah melewati jembatan bambu yang melayang tanpa penyanggah. Terdengar gemericik derasnya aliran sungai diantara bebatuan didalamnya.
Langkahnya terhenti,
Ia mengikuti Shen shi yun yang kini telah menaiki pohon seperti biasa. Berjongkok memandaang lurus kedepannya dan melihat sebuah desa yang dipenuhi dengan orang-orang berjaga.
__ADS_1
“Shuuuuuut...
Shen shi yun membunyikan suara pelan, menyerukan Zili untuk tidak bicara karena mungkin saat itu mereka sedang berada diwilayah musuh. “tunggu disini” lanjut laki-laki itu lalu pergi, menegunkan Zili karena belum berani ditinggalkan sendiri, terlebih lagi, diwilayah musuh yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya.
Detak jantung berdegup kencang karena takut ketahuan, tubuhnya mulai menggigil gemetaran terutama kaki yang mulai tak mampu menahan untuk terus menerus berjongkok didahan.
Alhasil, ia duduk menyandar pohon, melipat kedua kaki, dan menyembunyikan wajah ditangan yang bersandar pada kedua lutut kakinya, ia sangat berharap shen shi yun segera kembali.
“Kau dari Klan Zin, iya kan?...
Suara Shen Shi Yun mulai terdengar, Zili yang telah mengangkat kepala, dengan cepat menganggukan kepala mengiyakan pertanyaan Shen Shi Yun. Padahal laki-laki itu tahu jelas dia berasal dari Klan Zin, tetapi, seperti orang yang ragu, dia terus menerus menanyakan Asal Klan Zili sampai membuat gadis itu menarik nafas berat.
Mungkin dia berpikir bahwa Zili selemah Klan Campuran, bagaimana mungkin tidak! Memang rata-rata penduduk Klan Asli sedari kecil sudah diajarkan keahlian Klan mereka sendiri, atau paling tidak mereka mampu bertahan hidup tanpa bantuan orang lain, tidak seperti Zili, yang menurut shen shi yun selalu menyusahkan putra mahkota.
Walaubagaimanapun, tampaknya dia masih tidak terima putra mahkota lebih memilih Zili dibandingkan dengan Nura, wanita yang dia cinta.
“Ambil ini”
ia yang telah datang membawa laptop ditangannya lalu memberikan Zili benda tersebut, ia juga memberikan Alat pendengar jarak jauh berupa Headset berwarna Putih.
Zili mengernyitkan kepala bingung “ini?...
Tanyanya tanpa ragu.
Shen shi yun menutup mata geram, pikirnya lagi, bagaimana mungkin sebagai Klan Zin tidak mengetahui maksud dari kedua benda yang dia barusaja berikan.
“Kau memang benar sangat bodoh.”
Hinanya yang terpaksa Zili terima.
Hinaannya membuat Zili sangat tertekan, ia yang memang tidak pernah diajarkan Keahlian klan Zin didesanya mulai merasa sangat tidak percaya diri karena berani mencintai putra mahkota.
Selama ini, dia hanya membaca buku yang diberikan ayahnya, tidak sekalipun ia diizinkan pergi kerumah kakeknya meskipun dia meminta.
Hidup sendirian, ketika mulai keluar rumah, dia seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa.
“Arahkan”
Perintah Shen Shi Yun semakin membingungkan zili.
“Arahkan?”
Menguatkan diri untuk menerima hinaan kembali, ia yang mulai berubah, kini mulai berani terang-terang mempertanyakan hal yang tidak diketahuinya.
__ADS_1
Shen shi yun tersenyum kecut, ia merasa kesal harus menjelaskan Zili dari awal padahal Zili berasal dari Klan Zin, Klan Yang memiliki keahlian menghitung dan selalu berada dibelakang untuk memberikan Arahan serta petunjuk bantuan atau biasa disebut dengan Informan.