
Isak tangis menyelimuti Jiwa.
Gadis yang terbiasa dengan kesedihan kini terlihat lemah dan tak berdaya.
Suara burung hantu masuk melalui pintu jendela yang terbuka, angin kencang berhembus masuk ikut menyertainya.
Sesekali terdengar suara hembusan hidung tersumbat, juga suara tentara penjaga yang sedang saling bicara.
Jarum jam telah menunjukkan angka dua.
Tetapi tampaknya dua orang Petinggi kerajaan masih juga belum menutup mata mereka.
Pangeran istana duduk disamping jendela, ia memakai kacamata dan terlihat sangat sibuk menandatangani beberapa dokumen yang sebelumnya telah ia baca serta memberikan Cap setelah selesai melakukannya.
Diantara kesibukannya yang begitu padat, entah mengapa, malam itu, ia masih berada dikamar Zili setelah sebelumnya membawa dengan mengangkat gadis yang kakinya terkilir tersebut masuk kedalam kamar yang biasa ditempatinya.
“Kau tidak mau berhenti juga ya!..
Pangeran istana melepaskan kacamatanya, setelah selesai mengerjakan semua tugas-tugas yang biasa dikerjakan putra mahkota didesa Ann. “sudahlah, jangan menangis lagi...
Tenangkannya, masih dengan duduk diatas kursi dan menyandarkan kedua tangan yang dilipat menyatu kedepan diatas meja “aku akan membawamu menaiki Texchiku jika nanti kita berada Didesa Co, jadi berhentilah menangis...
Lanjutnya lagi.
Pangeran istana menghela nafas berat ketika melihat Zili tidak mempedulikan perkataannya dan tetap menangis menutup wajah dengan sebuah bantal. “kau tidak mau naik texchiku yang sangat hebat ya, aku bahkan tidak pernah mengajak siapapun untuk naik bersamaku sebelumnya..
Tambah pangeran istana lagi masih mencoba menenangkan Zili yang tak kunjung berhenti menangis “astaga wanita bodoh ini...
Ucap laki-laki itu penuh kekesalan lalu berdiri menghampiri zili dan duduk ditepi kasur. “hoiiiii...
Sapa nya “kau dengar tidak?” tanyanya kepada Zili yang masih menangis menutup wajah “kau mau naik robot tidak?...
Pertanyaan itu sontak mengejutkan Zili, perlahan-lahan gadis itu mengeluarkan wajahnya dari bantal dan menoleh kesamping, melirik kearah pangeran istana yang kini duduk disampingnya “robot?....
Tanya Zili, “mungkinkah hiks... haa...
Dia mengambil nafas dengan mulutnya sejenak “mungkinkah benda yang bisa terbang dengan cepat itu?”
“Kau pernah melihatnya juga ya?”
__ADS_1
Pangeran istana mulai tersenyum tipis dan lega, dia menarik lengan tangan Zili yang tadinya tertidur tengkurap, “duduklah, aku akan membuat perjanjian padamu?” dan memaksa gadis itu untuk duduk disampingnya, yang mau tidak mau harus Zili lakukan karena memang tenaga pangeran istana sangat kuat.
“Perjanjian?....
“hmm...
Angguk pangeran istana mengiyakan pertanyaan zili yang kini telah duduk disampingnya. “astaga..
Pangeran istana tersenyum geli, bahkan berkali-kali menunduk menahan tawa melihat mata bengkak Zili yang begitu nyata.
“Kau bilang perjanjian, sekarang kenapa malah tertawa?...
Zili mulai kesal dengan sikap pangeran istana. “sudahlah, biarkan aku tidur saja...
Ucap gadis itu mulai merasa malas berhadapan dengan pangeran istana yang menurutnya sangat suka menghina.
Pangeran istana menghentikan tawa kecilnya, masih dengan tersenyum geli memandang Zili yang sedang menghapus air mata dengan tangannya, ia mulai mengambil pena dan satu buah kartu nama milik laki-laki itu dari kantung depan seragam tentara Angkatan laut berwarna biru yang ia kenakan. “perjanjian menaiki texchi” laki-laki itu mulai menggores pena diatas kertas tersebut. Tulisan alfabet latinnya begitu indah, mungkin karena terbiasa berkumpul bersama Klan Lu, sehingga membuat tulisan pena pangeran istana penuh dengan keindahan.
Tulisan tangan pangeran istana tersebut bahkan mampu membuat Zili terkagum-kagum ketika melihatnya.
Pangeran istana mengambil sebuah kotak kecil dari kantung celananya dan mengeluarkan sebuah stempel yang juga sangat kecil dari sana.
“Kenapa aku harus kesana?...
Tolak Zili yang sangat tidak ingin melakukan perjanjian secara sepihak kepada pangeran istana.
“Tentu saja membuat perjanjian...
Ucap laki-laki itu mulai kesal, “cepat saja...
Dia mulai berbicara sedikit keras yang membuat Zili sontak berdiri dan mendekatinya.
Pangeran istana meraih tangan Zili setelah gadis itu mendekat, mengambil ibu jari miliknya, lalu meletakkan dibantal cap kemudian meletakkan lagi kekartu nama miliknya. Setelah itu menambahkan dengan Stempel pribadi miliknya dan juga cap ibu jari tangannya keatas kartu itu lagi. “simpan ini...
Dia memberikan kartu itu kepada Zili yang ragu-ragu mengambilnya “ini adalah tiket hadiah untukmu...
Pangeran istana meraih tangan zili yang ragu-ragu lalu meletakkan kartu tersebut keatas tangannya.
“Chayden Sun..
__ADS_1
Ucap gadis itu setelah membaca nama yang tertera dikartu tersebut.
“Itu nama luar negeriku...
Jawab pangeran istana mulai tersenyum kembali. Membuat zili sontak membuang wajah karena tidak ingin terpengaruh akan pesona ketampanannya seperti ia telah terpengaruh dengan ketampanan putra mahkota sehingga membuatnya jatuh cinta dan sampai saat ini tidak bisa menghilangkan sedikitpun rasa cintanya.
“Tenang saja, aku pasti akan membawamu menggunakan Texchiku”
Ucapnya menjanjikan.
“Texchi?...
Pangeran istana tertawa geli mendengar pertanyaan Zili yang belum mengetahui tentang texchi meskipun ia lahir dan tinggal Di NC.
“Hmm..
Angguk pangeran istana setelah menyelesaikan tawa gelinya “kendaraan udara...
Lanjutnya “jika mobil adalah kendaraan jalur darat dan kapal adalah kendaraan jalur air maka Texchi adalah kendaraan jalur udara” jelas laki-laki itu kepada gadis yang masih terlihat kebingungan tersebut.
“Tapi kenapa aku tidak pernah melihatnya ditelevisi, diistana atau dikota selama ini?”
“Itu karena Texchi hanya ada didesa Co yang memiliki tingkat teknologi dan energi tata surya tertinggi dinegara ini” jawab pangeran istana lagi “texchi memakai baterai bertenaga panas matahari, robot itu memang sudah Disah kan oleh ibuku, tetapi belum mendapatkan Surat Izin keluar desa Co karena bahan-bahan dan materi pembuatan produk tersebut yang sangat langkah” tambahnya lagi, langsung tersenyum senang melihat keadaan Zili yang mungkin mulai membaik “texchi biasanya digunakan untuk pertandingan antarKlan” dia mulai diam sejenak “semua peserta boleh memiliki Texchi setelah lolos seleksi dan bahkan jika mereka berhasil menduduki peringkat 10 besar, mereka akan diberi izin untuk membuat texchi mereka sendiri, jadi tidak banyak orang yang memiliki texchi dinegara ini, dan harganya juga sangat mahal” lanjut jelas pangeran istana lagi.
“Tadi...
Ragu-ragu Zili mengatakannya “texchi yang kau sebutkan itu mengejarku hingga...
Lanjutnya lagi membuat pangeran istana sedikit terkejut. Matanya berubah menjadi sangat tajam memandang keluar jendela. “Aku jatuh dan kakiku terkilir” lanjut gadis itu lagi.
“Itu artinya musuh sudah bergerak lebih cepat dari perkiraan” ucap laki-laki itu mengejutkan Zili yang sontak mendongak wajah keatas.
“Musuh?.....
“Hmm..
Angguk pangeran istana membalas tatapan Zili, “tapi tenang saja,..
Ucapnya menenangkan “negara ini memiliki banyak orang hebat didalamnya yang sangat setia kepada keluarga kerajaan” tambahnya lagi tersenyum lembut memandang Zili yang langsung membuang wajah. “sekarang tidurlah dulu, bukan kah besok kau akan kembali kesekolah?” perintahnya kemudian yang langsung dianggukkan oleh Zili.
__ADS_1