Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Permainan Putra Mahkota


__ADS_3

Kricik kricik kricik kricikk...


Suara gemericik tetesan air terdengar memecahkan keheningan tempat,


Cahaya matahari tampak menembus masuk melalui lubang-lubang kecil di dinding Gua tempat dimana Putri Kelincahan berdiri.


Remang-remang, di tempat yang dingin terkadang mampu membuat tubuhnya menggigil dan pandangan mata gelap.


Gadis itu menghela nafas,


Saat itu dia tampak berjongkok memandang ke bawah sebuah lubang yang terisi air di sana.


“Asin.” Keluh seseorang dari bawah, Suaranya yang pelan mampu menggema di dalam sumur, mungkin karena tempat tersebut mampu memantulkan suara.


“Kau menemukannya?”


Tanya Putri Kelincahan berulang kali,


“Tidak ada, benar-benar tidak ada pintu di sini.” Jawab Penasihat Putra Mahkota berulang kali juga,


Jelas sekali,


Pikir mereka,


Mereka berdua bahkan sangat mengingat awal mula kejadian saat mereka terdampar di pulau tak berpenghuni di pertengahan Samudra tersebut.


********


1 Bulan yang lalu.


Srrrrrkkkkk..


“Dia muncul lagi.” Di dalam ruang bayi, Layar Transparan berbentuk tubuh manusia muncul kembali.


“Keluar!,” Teriak wanita penjaga bayi memerintah, “Dia mengenali seorang dari kalian.” Ucapannya mengejutkan Penasihat Putra Mahkota dan Putri Kelincahan yang langsung bergegas pergi dari ruangan tersebut.


“Accel,”


Tarrr...


“Ahhh..”


“Ibu, hiks hiks Ibu..”


“ibu..”


“Oekk.”


Suara tangisan anak-anak dan para bayi semakin menakuti suasana pada hari itu, Lampu-lampu di ruangan tersebut satu persatu berpecahan, Kabel dari lampu-lampu di sana mulai memanjang dan menyerang Putri Kelincahan yang telah berlari kencang memasuki lorong gelap.


“Akkkhhhh...”


“ Anna.”


Baakkkk...


“Gina ditemukan.”


Tubuh Putri Kelincahan terpental setelah kabel panjang mengangkatnya dan menghempaskan tubuh tersebut menabrak dinding,


Dengan segera Penasihat Putra Mahkota mendatangi Layar Transparan dan mengangkat kaki lalu menendang tetapi sayang, tubuh benda tersebut tembus akan serangan.


Putri Kelincahan dengan segera meraih payungnya yang jatuh lalu ketika serangan datang ia menepisnya dengan cepat,

__ADS_1


“Accel, “ Kabel-kabel yang lain mulai berdatangan,


Takkk takkkk taaakkkk..


Baik Penasihat Putra Mahkota maupun Putri Kelincahan berusaha keras menepis kabel agar ujung besinya tidak mengenai mereka,


Aaakkkhhh...


Namun sayang, karena hanya ada cahaya dari aliran listrik saja, Putri kelincahan tidak mampu melihat keadaan dengan jelas dan berakhir terkena sengatan listrik.


“Attack.”


Taaaakk..


Hah hah..


Keringat mengguyur tubuh mereka berdua yang terus berlari, “wanita brengsek.” Maki Putri Kelincahan sembari terus berlari setelah bangkit berdiri melepaskan kabel listrik yang menyengatnya.


Jam tangan Penasihat Putra Mahkota bergetar. “Paman,” Suara Putra Mahkota terdengar dari balik headset setelah panggilannya di terima,


“Sulit sekali , Xu’i.”


“Aakkhhhh,” Putri Kelincahan tidak tahan lagi karena terkena sengatan listrik hingga ia terjatuh terjungkal ke atas lantai semen di sana. “Enyalah kau wanita brengsek!” Maki kesal gadis itu sembari melemparkan payungnya ke arah kabel yang mulai bergerak lagi menyerang.


Haa...


Penasihat Putra Mahkota meraih dengan cepat tangan Putri kelincahan setelah panggilan Putra Mahkota di tutup.


Dengan sekuat tenaga gadis itu berdiri di ruang gelap yang hanya diterangi cahaya listrik di ujung kabel besi.


Taaaakkk..


Menendang,


Mereka terus berlari hingga di ujung lorong yang terdapat pintu lift di sana.


“Attackk..”


Takkk..


“Terbukalah.. “Berkali-kali Putri Kelincahan yang telah terluka menekan tombol pintu lift sembari berharap pintu segera terbuka.


Hingga tiga buah kabel mulai datang,


Akkhhh, dengan cepat Penasihat Putra Mahkota mendorong tubuh Putri kelincahaan saat Pintu Lift terbuka dan pintu tertutup bersamaan dengan kabel yang telah menabrak dinding pintu dan gagal masuk ikut serta.


Lift terus naik ke atas,


“Haa.. haaa..” Sementara Penasihat Putra Mahkota yang tak sengaja memeluk tubuh lemah Putri kelincahan segera berdiri dan menghela nafas lega,


“Sakit sekali,” Keluh gadis di hadapan laki-laki itu mulai duduk tegak sembari melihat lutut kakinya yang berdarah karena terluka.


Dengan segera Penasihat Putra Mahkota mengambil sapu tangan lalu berjongkok dan membersihkan darah di lutut kaki gadis tersebut.


Lama..


Pintu tidak juga terbuka dan tidak ada satupun tombol pembuka pintu di lift tersebut.


Sangatlah aneh,


Hingga menunggu hampir satu jam lamanya berada di dalam Lift yang terus bergerak, kedua orang tersebut mulai merasa cemas dan juga khawatir. Lalu setelah mereka pasrah karena mengira terjebak, pintu tiba-tiba terbuka dan memperlihatkan sebuah tempat gelap yang hanya terdengar suara tetesan air.


Keduanya mulai melangkah kaki keluar dari dalam Lift, “Gua?” Tebak Penasihat Putra Mahkota melihat dengan seksama daerah di sekitarnya.

__ADS_1


Tidak satupun dari mereka yang berniat untuk kembali, mereka tetap melangkah meninggalkan pintu lift yang masih terbuka ke arah pintu keluar gua yang lumayan jauh dari sana namun terlihat sumber cahaya matahari dari kejauhan.


Terus melangkah keluar gua sembari menyusuri setiap tempat di sana,


“Laut,” Ucap Penasihat Putra Mahkota bersamaan dengan getaran dahsyat yang tiba-tiba muncul membuat mereka terpaksa berlari kencang dan melompat naik ke atas pohon ketika melihat Ombak laut yang besar menerpa pulau di sana.


Ombak yang besar menerjang sebentar saja lalu sebuah kapal berukuran sangat besar melebih pulau tempat mereka berada Muncul dari kejauhan dan mengejutkan Penasihat Putra Mahkota dan Putri Kelincahan yang memandangnya dari atas pohon.


Segera setelah Ombak laut terhenti dan kapal besar menghilang dari pandangan mata, kedua orang tersebut kembali ke Gua dimana mereka muncul tadinya,


Setelah sampai di sana,


Betapa terkejutnya mereka ketika tidak lagi menemukan pintu Lift dan hanya melihat sebuah sumur berisikan air di tempat tersebut. “Hilang.” Ucap Putri Kelincahan membelalak mata pada hari itu.


*********


“Shisou.”


Tubuhnya gemetaran, gadis itu sangat ketakutan jika terjadi sesuatu kepada laki-laki yang ia cintai malam itu.


Putra Mahkota terlihat memeluk erat tubuhnya, dia membalas pelukan laki-laki tersebut dengan menggenggam sekuat tenaga jas putih di bagian punggung Putra Mahkota.


Ingin sekali menangis,


Bahkan bau obat yang menyengat tak lagi ia pedulikan.


Pikirannya hanya tertuju pada satu hal, yaitu keselamatan Putra Mahkota.


“Sebesar apapun usahamu, sedikitpun kau tidak akan pernah mampu untuk melawanku. Kau kira dengan menyerang markas Green Sprayer, kau bisa mengalahkanku?,” Kalimat remeh terdengar hingga membuat senyuman remeh di bibir Putra Mahkota tak henti-hentinya menghiasi.


“Hahaha,” Tawa Putra Mahkota menggelega, memecahkan keheningan tempat yang diisi banyak manusia namun semua orang tampak terdiam karena sedang bersiaga menunggu perintah penahanan. “Aku tidak sekeras itu dalam berusaha.” Jawab Putra Mahkota begitu santainya, “Kau hanya terlalu menganggap remeh para Tentara Militer Negaraku, lalu menganggap semua yang terjadi adalah hasil dari rencanaku yang bahkan aku sendiri tidak tahu apa yang telah terjadi.”


Laki-laki tua di balik layar robot terdengar menutup pintu, mungkin ia telah berada di dalam mobil untuk kembali ke Apartemen miliknya. “Kau kira aku tidak tahu kebohonganmu, Wahai keturunanku, kau hanyalah sebuah boneka. Sebagai Boneka, tidak seharusnya kau melawan pemilikmu ini.” Sindir laki-laki tua tersebut dengan tatapan tajam. Sindirannya sungguh mampu membuat Putra Mahkota menghilangkan senyuman remehnya, dan tatapan senang laki-laki tersebut kini telah berubah menjadi tatapan hina yang penuh akan kebencian.


“Shisou,” Gadis itu menyadari kemarahan laki-laki yang ia cintai dari detak jantung yang terdengar keras.


Panggilannya sungguh mampu membuat kemarahan Putra Mahkota menghilang dalam sekejap mata dan laki-laki yang tadinya telah terpancing emosi, mulai menenangkan diri kembali.


Senyuman senang mulai menghiasi bibir Putra Mahkota,“Wahai nenek moyangku, Sebagai boneka, aku sungguh tidak melakukan apapun kecuali hanya mendengar dan melihat susunan rencana matangmu dari rekan kepercayaanmu sendiri lalu membocorkan rahasia-rahasiamu itu kepada Pejabat tertinggi di Negaraku. Sungguh, aku hanya bersenang-senang di sarangmu ini dan menikmati hidup dengan bermain-main dalam khayalan manusia.” Balas Putra Mahkota dengan begitu santai sembari mengangkat kepala wanita miliknya yang tampak tegang sedari tadi lalu mencium salah satu pipi gadis itu seenaknya hingga gadis di hadapannya hanya bisa tertegun dan berusaha keras menenangkan jantungnya yang mulai berdetak kencang karena malu lalu menyembunyikan wajah di dada Putra Mahkota kembali dengan disaksikan begitu banyak orang di sana.


“Konyol,”


“Benarkan Sien?” Pertanyaan Putra Mahkota sontak membuat semua mata memandang ke arah Musuh Negara, Co Sien Ya yang saat itu tampak sedang kebingungan.


“Sien?”


“Aku?”


Marah, semua mata mulai mencurigai Musuh Negara tersebut sebagai pengkhianat mereka, hingga kakek dari laki-laki dewasa tersebut mulai datang mendekati dan meraih pistol di tangan laki-laki dewasa itu.


“Jadi kalian percaya dengan omong kosongnya?” Bentak Co Sien Ya tampak tidak terima tuduhan dari Putra Mahkota saat itu.


“Tentu saja,” Jawab Putra Mahkota sembari mengelus rambut belakang Zili yang halus dan wangi menurutnya, “Wahai Nenek Moyangku, bukankah Sien sempat mengatakan bahwa dia hampir bosan memantauku di panggilan terakhir kalian?” Pertanyaan Putra Mahkota semakin menambah kecurigaan musuh terhadap laki-laki dewasa tersebut.


“Kau tahu?”


“Tentu saja aku tahu karena aku berhasil menyadap obrolan kalian atas bantuannya.”


“Hentikan omong kosongmu, Xu’i.” Bentak Co Sien Ya begitu marah karena tundingan yang ia sendiri sangat ingat bahwa ia tidak pernah melakukannya.


“Oh ya,Hm,,” Putra Mahkota sungguh sangat senang mempermainkan kecurigaan musuh-musuh di dekatnya. “Kalau masih ragu, kenapa tidak bawa saja Yuanna datang kemari?, agar kalian semua percaya bahwa Sien sebenarnya telah menyembunyikan wanita itu untuk dirinya sendiri dan berencana mengkhianati kalian lalu menguasai Negara NC.” Tuduh Putra Mahkota seenaknya pada malam hari itu, tuduhannya semakin menambah kecurigaan musuh.


“Bawa Yuanna ke hadapanku segera!” Perintah keras laki-laki tua mulai terpancing emosi.

__ADS_1


__ADS_2