Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
takut kehilangan


__ADS_3

masing memandang pangeran istana, tiba-tiba ia disadarkan dengan sebuah suara .


“Masuklah yang mulia” Ucap pelindung pangeran istana yang berada dikursi depan mobil melihat Zili hanya berdiri didepan pintu mobil yang terbuka sembari menatap pangeran Istana dengan perasaan campur aduk didalam hatinya.


Darah dibibirnya bahkan telah menetes mengenai pakaian tetapi Zili tidak segera membersihkannya.


Pelindung Zili segera mendekat namun dihalangi oleh tentara Kerajaan yang memberikan surat perintah bahwa Zili telah dilepaskan dari penjagaan.


Dia tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali hanya memandang Zili dengan penuh luka.


“Yang mulia, apakah anda akan terus-menerus menyusahkan kami yang telah lama menunggu anda?”sindir Pelindung pangeran istana, berharap Zili segera masuk kedalam mobil.


Dalam hati Zili berkata, bagaimana mungkin ia dijemput oleh mobil kerajaan milik pangeran istana. Bukan kah ada mobil lain selain mobilnya.


Dia geram, tetapi tidak mampu melakukan sesuatu. Dia lemah, menurut anggapannya. Berkata dalam hati “bagaimana mungkin aku yang hanya Putri dari pejabat tinggi biasa mampu menentang pangeran istana yang sangat besar kekuasaannya dibandingkan ayahnya”


Zili segera masuk kedalam mobil Pangeran istana. Dia menutup pintu. Lalu tiba-tiba supir dan Pelindung pangeran istana keluar setelah mengunci pintu mobil.


Pangeran istana memegang pinggang Zili yang sontak terkejut bergeser kebelakang hingga membentur pintu mobil.

__ADS_1


Pangeran istana melihat luka Zili, menggeser kekanan dan kekiri wajah Zili dengan jari-jari tangannya dipipi wajah.


“Kubilang padamu, jangan pernah main-main denganku” ancam pangeran istana menatap Mata zili tajam dan memaksa Zili untuk membalas tatapannya dengan Menekan kedua pipi zili yang salah satunya terluka.


“Kau yang melakukannya, iyakan?” tanya Zili sekali lagi membalas tatapan Murka pengeran istana dengan tatapan redup penuh kesedihan dimata.


Pangeran istana tersenyum puas “haaa, tepat sekali, aku yang melakukannya. Mana mungkin ditambak Ikan tidak ada CCTV, sayang sekali, setelah aku mengambil foto kalian berdua. CCTV tersebut telah kurusak sehancur-hancurnya dan tidak ada satupun pejabat tinggi dari klan Co yang mampu memperbaikinya. Jadi sekarang, kuberikan kau kesempatan” pangeran istana mengelus pipi Zili yang terluka, ia menggeserkan Rambut panjang Zili yang menutupi bagian pipi kebelakang telinga. “bercerailah dengan Xu’i, dan memohonlah untuk menikah dengan ku”


********


Suara embikan ternak kambing saling saut menyaut sampai hingga ketelinga.


Nafas yang tidak beraturan serta detak jantung yang berdegup kencang masih bisa tertahankan. Mata merah, menahan kesedihan yang terus-menerus menghampiri disatu hari yang sama.


Hatinya terasa teriris mendengar jawaban Laki-laki yang telah membuat masa hidupnya selama ini menderita.


“Tahukah kau mengapa aku masih sanggup memandang matamu padahal aku sedang ketakutan?”


Zili mulai membuka suara. Beradu pandangan dengan pangeran istana memang menggetarkan hatinya saat ini. Ia menguatkan diri untuk melanjutkan ucapannya “itu karena ada putra mahkota didalam hatiku”

__ADS_1


Sontak pangeran istana tampak sangat murka. Matanya yang lumayan sipit mulai terbuka melebar “Shin’A...


“Diam” seolah-olah tidak ingin mendengar kelanjutan ucapan Zili, pangeran istana menekan ulang pipi Zili yang terluka disalah satu bagiannya. terlihat gigi putih laki-laki tersebut karena merasa geram.


“sungguh, sampai kapanpun aku tidak akan pernah memohon untuk menikah denganmu...


“Diam kubilang” peringat pangeran istana sekali lagi, masih dengan menggertakan giginya.


Zili menggigit bibir bawahnya yang mulai menciut karena tekanan yang semakin keras dilakukan pangeran istana “meskipun aku berpisah dengan putra mahkota bahkan aku mendapati hukuman karena perbuatanmu lagi, aku tidak akan pernah melakukan keinginanmu, karena aku....


“Diam...


Paaaaakkkkk


Pangeran istana menampar pipi zili yang terluka. Menambah rasa sakit yang masih bisa ditahan oleh gadis itu. Luka semakin melebar tetapi Zili terbiasa menahannya.


“Aku menyukainya” air mata Zili menetes jatuh tidak lagi tertahankan.


“Kau....

__ADS_1


Pangeran istana mulai memainkan tangannya kembali, namun ia dan Zili sontak terkejut mendapati Pintu mobil tiba-tiba terbuka padahal telah dikunci oleh bawahan laki-laki tersebut.


“Shis......


__ADS_2