
Masih berdiri diatas texchi bangau putih miliknya, tatapan marah gadis itu membuat Putra mahkota sempat tertegun karena hatinya merasa tidak sanggup membalas ucapan keras gadis itu.
Laki-laki yang tadinya menoleh kearah Zili, lalu membuang wajahnya karena tidak ingin memperparah amarah gadis itu.
“Kakek...?” Panggil Zili yang saat itu masih terhubung dengan laki-laki tua, ketua klan Co. Laki-laki tua tersebut terdengar sedang memainkan jari-jari tangannya diatas keyboard miliknya.
“Temukan pusat pengendali semua texchi tersebut.” Perintah laki-laki tua dibalik headset, dengan cepat Zili mengikuti langkah lompat putra mahkota yang telah pergi mencari pusat pengendali dengan menaiki satu per satu texchi burung gagak yang menyebar diatas udara.
“Ambil alih kendali semua texchi” perintah putra mahkota kepada semua teman-temannya, yang langsung dilaksanakan mereka dengan cepat.
Melompati setiap texchi Burung gagak diudara, lalu dengan cepat memasukan Kode-kode secara acak hingga mengendalikan satu Texchi saja memakan waktu yang cukup lama karena tidak mengetahui kode namanya, terlebih lagi jika oraang tersebut tidak terlalu ahli menguasai keahlian Klan Zin dalam menghitung.
Mulai memperkirakan kode, Zili dengan cepat berhasil mengendalikan texchi lalu mulai melompati texchi lainnya, walaubagaimanapun, gadis itu telah melihat secara langsung cara putra mahkota memasukan kode nama ditexchi lumba-lumba hampir sebulan yang lalu dan juga keahlian Klan Zin gadis tersebut tidak diragukan lagi kehebatannya.
“Lu.. lu.. luar biasa..” puji Putri keagungan ketika melihat Zili berhasil mengembalikan lima buah texchi kegedung Texchi putra mahkota dalam waktu singkat, hampir mendekati Jumlah texchi yang berhasil dikendalikan pangeran istana dan dewa kemenangan.
“Berhentilah melamun” ucap putra mahkota shin ji ketika melompat dan berhasil mendarat dibelakang gadis itu, laki-laki itu lalu membungkuk, menyandarkan tubuhnya dipunggung gadis itu lalu mulai memperkirakan Kode pengendalian texchi.
Detak jantung yang tak karuan mulai terasa, wajah gadis itu bahkan sampai memerah ketika memandang punggung pelindung putra mahkota Shin ji yang telah berhasil mengendalikan texchi tempat ia berdiri lalu pergi dengan texchi elangnya mendekati texchi burung gagak lainnya.
Puluhan helikopter mulai berdatangan menghampiri mereka, begitupula dengan puluhan Tentara Inteligen yang berasal dari Klan Zin dan Klan Co, mereka semua mulai lompat dari helikopter menuju keatas texchi burung gagak dipimpin oleh Pangeran Xu, Xu yuhan yang saat itu tampak tersenyum setelah memutuskan panggilan dari Putri Istana Sun Liyu’A yang berada dipinggir lautan dengan Ratusan tentara angkatan Laut, menutup akses lari para musuh yang saat itu telah berhasil dilumpuhkan oleh kesatuan tentara militer yang berada dibawah pimpinannya.
Dari atas juga tampak ratusan tangki dan juga ratusan tentara kesatuan angkatan darat yang dipimpin oleh dewi latih tiada tanding, Shen Shi ra, mereka terlihat sedang berbaris rapi mengelilingi Desa, menutup akses keluar musuh, setelah melepaskan semua tali yang mengikat penduduk lorong bawah tanah disana.
“ Texchi dibawahmu,..” ketua Klan Co terdengar menghentikan Jari-jari tangannya, “akan segera meledak Jika tidak dikendalikan, “ lanjut laki-laki tua menegunkan Zili,dengan cepat, gadis itu langsung mengalihkan pandangan ke texchi dibawahnya, texchi yang saat itu tengah dinaiki oleh putri kelincahan.
Teeeett.... teeeet..
__ADS_1
Layar texchi mulai menyala berwarna.
DANGEROUS.
Menegunkan putri kelincahan yang mulai gemetaran karena merasa dalam bahaya.
Taaaakk..
Suara langkah kaki mendarat dibelakang gadis itu.
Zili yang telah menyadari bahaya, mulai memainkan jari-jari tangannya cepat “code name ...?” tanya gadis itu kepada laki-laki tua dari balik headset.
“Crow 0078929C” dengan gerakan cepat, zili yang berada dibelakang putri kelincahan memasukan kode tersebut.
PASSED
Zili menghela nafas lega,
Lalu memandang Mata berbinar-binar milik putri kelincahan yang saat itu memandang Zili dari bawah dengan menengadah kepala “maukah kau menjadi temanku..?” pinta gadis itu sontak mengejutkan Zili karena untuk pertama kali setelah sekian lamanya, seorang perempuan meminta gadis itu untuk menjadi temannya.
Menahan air mata haru “hmm.” Angguk gadis itu sangat bahagia “tentu saja,” dia tersenyum lembut membalas tatapan gadis yang tampak sangat bahagia mendengarkan jawaban zili.
“kau lihat texchi yang berbeda bentuk disebelah utara desa..?” suara Ketua klan co membuat Zili mulai menolehkan kepala, mencari texchi berbeda diantara texchi-texchi yang terlihat sama. “Jalak hitam..” lanjut laki-laki tua tersebut sontak membuat Zili melihat sebuah Texchi yang terlihat sama tetapi memiliki bentuk sedikit berbeda.
“Aku melihatnya kek..” Jawab gadis “texchi” lalu memanggil texchi miliknya menuju kesebuah texchi burung jalak yang lumayan jauh dari tempatnya berada.
“Code name Starling 0078927L” ucap laki-laki tua setelah Zili berhasil melangkahkan kaki diatasnya.
__ADS_1
“Minggir..” ucap putra mahkota yang telah berdiri diatas texchi burung jalak “mengganggu saja” lanjut laki-laki tersebut penuh tekanan dan tatapan sangat tajam hingga membuat Zili sontak ketakutan.
Meraih tangan Zili lalu melempar gadis itu turun kebawah, tubuh gadis itu melayang diudara, memandang putra mahkota yang terlihat begitu santai, sama sekali tidak merasa bersalah karena telah menghempaskan begitu saja tubuh Zili, dan mulai memainkan jari-jari tangannya diatas Kepala texchi burung jalak, texchi pengendali Semua texchi musuh yang saat itu terbang diudara.
Melayang menuruni udara.
Mata gadis itu masih memandang Putra mahkota yang telah berdiri mengantungi tangan.
Menyaksikan kesombongan laki-laki tersebut hingga membuatnya merasa tidak percaya diri jika terus berusaha mengejarnya.
Tidak memakan waktu lama, semua texchi burung gagak mulai berpergian dari tempat tersebut menuju ke gedung texchi putra mahkota dan melegakan semua orang yang berada disana termasuk Zili yang masih melayang diudara.
“tertangkap...” ucap seseorang menegunkan Zili.
Zili yang tadinya melayang diudara kini telah berada diatas kedua tangan seorang laki-laki “san.. sandi..”
Penasihat putra mahkota tersenyum lembut “ kau juga kenal aku ya..?” dia mulai menurunkan gadis itu keatas texchi rajawali miliknya “aku mohon, maafkan Sisombong itu..” pintanya kepada Zili sembari memandang putra mahkota yang mulai melangkah keatas texchi kuda bersayap miliknya dan mulai menuruni udara. “dia...” mulai memandang kearah Zili yang juga telah menurunkan kepala setelah tadinya memandang putra mahkota “hanya akan baik kepada wanitanya saja saja” lanjut laki-laki tersebut memberi alasan.
Zili tersenyum lembut “aku..” menunduk sejenak, “akan selalu memaafkan semua kesalahannya” ucap gadis itu “texchi” mulai memanggil texchinya dan melompat, meninggal penasihat putra mahkota yang tertegun mendengar jawaban gadis itu.
Barisan tentara begitu rapi memberi Hormat kepada putra mahkota dan jajaran petinggi negara didepan mereka setelah semua orang menapakan kaki diatas Daratan.
Sungguh,
Laki-laki yang sangat dimuliakan dinegaranya tersebut begitu saja mengabaikan penghormatan, malahan dengan santai mengantungi celana, berbalik lalu berjalan mengikuti petunjuk peta, mencari keberadaan Nura, mantan putri keagungan sebelumnya berada.
Pangeran istana mulai mendarat, Penghormatan juga diberikan kepadanya, laki-laki tersebut tersenyum memandaang semua Tentara militer kesatuan angkatan darat Negara NC “penghormatan diterima” serunya membuat Setiap tentara yang tadinya masih menahan tangan dikepala mulai menghela nafas lega, menurunkan tangan mereka ketika mendengar jawaban pangeran istana yang langsung berlalu pergi mengikuti petunjuk peta dijam tangannya.
__ADS_1