
Halaman sekolah High raise merupakan halaman Luas dengan Lantai Paving block yang memiliki beberapa Lapangan Olahraga didalamnya. salah satu lapangannya adalah lapangan bola Voli yang saat itu terlihat tidak memiliki Jaring net menggantung di kedua sisi tiang.
Di ujung halaman sekolah terdapat beberapa pepohonan mahoni yang ditanam lalu tumbuh secara berjajar namun jarak antar satu pohon dengan pohon lainnya lumayan berjauhan.
berdiri mengenakan seragam Kelas Khusus
yang terbuat dari kain katun lembut, serta Celana panjang yang memang sering kali digunakan oleh para siswi kelas Khusus karena Kelas tersebut sendiri lebih sering mengedepankan Pembelajaran Praktek dibandingkan teori, hingga Kebebasan bergerak Para siswi akan terbatasi Jika mereka menggunakan Rok, zili terlihat begitu gugup berada ditengah-tengah keramaian para Penghuni sekolah.
wuuuuuuuuuuu...
suara sorakan Para murid terdengar menggema disana.
saling memandang dengan Jarak berjauhan.
bergerak...
Keduanya mulai bergerak Cepat saling menghampiri.
mulai menutup payung, putri Kelincahan Segera memukul tubuh samping Zili menggunakan benda tersebut.
melompat,
Zili melompati tubuh Putri kelincahan begitu mudahnya.
"kau kira bisa lari dariku.." ucap putra kelincahan Mulai menendang berputar.
menunduk, menghindari tendangan berputar.
Zili mulai meraih Payung putri kelincahan hingga mengejutkan pemiliknya "Siapa juga yang akan lari..!" menarik payung dengan kuat hingga membuat putri kelincahan maju sejenak, lalu mengangkat kaki, berputar...
baaaaakkkk...
serangan Zili berhasil dihindari putri kelincahan, namun sayang, Gadis tersebut harus merelakan Payungnya Diambil oleh Zili.
mengembangkan payung, Zili mulai mengenakan benda tersebut sembari memandang putri kelincahan yang berada sedikit jauh dari posisinya.
"berani sekali kau mengambil payungku.." ucap putri Kelincahan tetap tenang dan mulai bergerak kembali dengan cepat.
menutup payung, menunggu kedatangan putri kelincahan.
Zili melemparkan payung gadis itu Menjauh lalu menahan pukulan dengan telapak tangannya. "kenapa tidak berani..?" jawab Zili mengangkat kaki tepat didepan putri kelincahan setelah gadis itu berhasil menarik tangannya dari genggaman tangan zili.
bakkkkk..
buuukkkkkk...
wuuuuuuuuuuu.......
suara sorak meriah masih terdengar menggema.
menendang..
tendangan Putri kelincahan berhasil dihindari.
membalas Memukul,
pukulan Zili berhasil ditepis.
bakkkkkk...
melompat,
buuuukkkk....
Zili bergeser beberapa langkah setelah menerima Tendangan Kuat putri kelincahan dari arah samping kanannya.
tersenyum lembut,
melompat lalu berputar dengan cepat..
baaaaakkkk..
tendangan Zili berhasil ditahan putri kelincahan.
berjongkok,
menendang kaki bawah.
Zili berhasil melompat mundur kebelakang lalu dengan cepat bergerak menuju putri kelincahan lagi.
__ADS_1
memukul,
pukulan dihalangi kaki Lentur putri kelincahan yang terangkat hingga kedepan wajahnya.
baaaaakkkk..
buukkkkkkkk....
saling memukul, saling menahan, saling menepis.
terik matahari semakin memperpanas Suasana dihalaman sekolah tersebut.
mundur mengatur Nafas yang terdengar cepat,
suasana ketegangan terlihat jelas disana.
para penonton juga tampak begitu Fokus memperhatikan perkelahian antar dua Putri Negara NC tersebut.
"berani sekali kau menantangku bertarung..." ucap keras putri kelincahan mulai bergerak cepat kembali kearah Zili.
ikut bergerak juga, "kenapa tidak berani..?" sambil bergerak, Zili membalas ucapan Putri kelincahan.
baaaakkk..
bukkkk...
mulai lelah,
waktu berlalu begitu lama terasa.
namun begitu cepat bagi para penonton disana.
terik matahari tiba-tiba menghilang.
berganti gumpalan awan hitam yang menutupi Matahari.
suara gemuruh juga mulai terdengar,
grudukkkk...
angin kencang menggoyangkan pepohonan, karena hal tersebut, para murid yang berada diatas dahannya mulai berhamburan turun.
bergerak cepat,
mulai melompat, namun sayang karena begitu lelah kaki Zili terkilir Sudah.
aaaakkkhhh.
erangnya pelan,
Menyerah...?
ucap gadis itu dalam hati perlahan-lahan mulai berdiri.
baaaaaakkkkk...
tendangan putri kelincahan berhasil ia tahan.
jatuh..
haaaa...
betapa terkejutnya semua orang disana.
tetesan hujan mulai mengguyur begitu deras.
duduk dibawah payung begitu santai, putra mahkota dan teman-temannya sungguh tidak mempedulikan Para murid elite yang tampak basah dan menggigil kedinginan memayungi Mereka.
ya,
walaupun menyakitkan, sepertinya mereka sangat bahagia bisa berguna untuk putra mahkota negara NC meskipun hanya berdiri memayungi saja.
hal tersebut terlihat jelas dari senyuman bahagia yang terus menerus mengembang dibibir mereka ketika melihat ketampanan Calon Raja negara NC.
"hah.. hahh.." suara nafas tidak beraturan terdengar begitu lelah.
memandang putri kelincahan yang mulai berdiri ketika ia terjatuh tiba-tiba tadi, Zili mencoba mengulurkan tangannya dibawah guyuran hujan.
paaakkk...
__ADS_1
tertepis.
sungguh, meskipun sedang kesulitan untuk berdiri, putri kelincahan yang telah begitu lelah setelah berjam-jam lamanya bergerak dan bahkan tidak mampu lagi menahan rasa lelahnya, menolak bantuan dari Zili.
ia terpaksa harus menahan malu karena Terjatuh dengan sendirinya tanpa menerima pukulan ataupun tendangan dari putri mahkota negara NC.
terjatuh kembali.
sungguh, hanya sekedar untuk beristirahat saja selama hampir 6 jam lamanya, ia tidak memiliki sedikitpun waktu. "lemah.. lemah.." ucap putri kelincahan yang mulai merasa iri dengan Zili karena gadis itu masih bisa menahan rasa lelahnya.
tersenyum lembut "aku juga lelah" jawab zili pelan "aku kira aku akan kalah karena tidak berhasil menjatuhkanmu meski hanya sedikit saja" lanjut gadis itu mulai berbalik dan melangkah, menahan rasa saki dikakinya.
berdiri setelah mendapatkan tenaga lebih "kali ini aku akan mengambil Xu'i darimu" ucap Putri kelincahan mengejutkan zili yang mulai berbalik kembali.
derasnya tetesan hujan membasahi tubuhnya hingga
ia terpaksa harus mengusap aliran air diwajah berkali-kali.
memandang putri kelincahan yang telah berlari meraih payung dan bergegas pergi menuju kearah Putra mahkota, sungguh hati Zili mulai merasa gelisah.
"minggir" usir putri kelincahan kepada seorang murid elite sembari menarik paksa Payung yang melindungi putra mahkota dari guyuran air hujan.
putra mahkota tersenyum Tipis, tidak terlihat.
ia hanya duduk begitu santai tanpa mempedulikan pergantian pemegang payung.
"shisou.." panggil Zili pelan ketika melihat putra mahkota mulai membaca Buku karena pertandingan yang telah selesai.
tersenyum lembut "sayang, ayo kita kembali ke asrama" ajak putri kelincahan kepada putra mahkota yang mulai menutup bukunya dan berdiri.
terus memandang dan melangkah,
tubuh Zili yang gemetaran karena dinginnya air hujan, bertambah gemetaran karena putra mahkota mulai melangkah mengikuti putri kelincahan.
mulai berpikir.
benar...
AKTING.
ucap gadis itu dalam hati mengingat ujian yang diberikan putra mahkota kepadanya.
"bukankah pasangan yang paling romantis adalah pasangan yang sering Bersama dibawah derasnya tetesan air hujan..?" ucap Zili dengan suara keras hingga mengejutkan semua orang kecuali putra mahkota yang mulai berbalik kembali menghadap kearah gadis itu "Shisou.." panggil Zili "bukankah kita ini adalah pasangan..?" Lanjut gadis tersebut berusaha meyakinkan dengan peran naturalnya.
"benarkah..?" tanya putra mahkota lalu memberikan Buku yang ia pegang kepada Pelindung putra mahkota Shin ji disampingnya.
menguatkan diri, menahan Dingin "Tentu saja Shisou," jawab gadis itu sembari terus melangkah perlahan-lahan "kemarilah bersamaku," lanjut ucap Zili meminta "aku ingin kau merasakan dinginnya air hujan yang kurasakan ini" tambah gadis itu terus melangkah kaki mendekati putra mahkota.
melangkah.
"Xu'i.." tangan putri kelincahan menahan kepergian putra mahkota dari bawah payung yang ia pegang.
"Lepaskan" perintah putra mahkota mulai melirik tajam kearah putri kelincahan.
masih belum melepaskan "bukankah kau memintaku untuk berakting, ..?" tanya putri kelincahan begitu kecewa "maka harusnya kau membayarku karena telah melaksanakan permintaanmu." lanjut gadis itu lagi berusaha meyakinkan "jangan pergi Xu'i" pintanya masih belum melepaskan tangan putra mahkota "aku mohon" lanjutnya lagi meminta begitu memelas.
"perlukan aku ulangi perkataanku kembali..?" pertanyaan tersebut sontak mengejutkan putri istana yang berada tak jauh dari sana.
kesal,
dia yang tadinya mengira bahwa putra mahkota telah berubah, ternyata salah.
Gadis itu mulai memahami bahwa saudaranya tersebut memang memperlakukan Istrinya berbeda dengan Orang lain. "Lepaskan.." perintah putri istana mengejutkan putri kelincahan "atau kau akan menerima kebencian dari Xu'i selamanya" lanjut Gadis itu lagi mulai meraih payung dari seorang murid elite yang memayunginya, dan pergi dengan perasaan penuh kebencian.
rasanya sangat sakit,
dia sangat memahami perkataan Putri istana.
Perlahan-lahan menyingkirkan payung, putri kelincahan hanya bisa pasrah bahwa permintaannya tidak mungkin dapat terpenuhi.
memandang punggung putra mahkota sejenak lalu menundukan kepala, Raut wajah putri kelincahan tampak begitu kecewa hingga ingin sekali ia menangis saat itu.
terus berjalan, pakaian putra mahkota yang telah basah terlihat dipandangan Bola mata Zili. "Shisou kau datang..?" tanya gadis itu bahagia, terus melangkah hingga Mulai saling berdekatan.
tersenyum lembut,
bahkan senyumannya mampu menggetarkan hati para penonton yang masih berada ditempat mereka masing-masing hingga dengan berani mencuri gambar putra mahkota. "ingat.." meraih tubuh Zili, lalu mengangkatnya hingga mengejutkan gadis itu "mulai sekarang aku akan selalu datang Jika kau membutuhkanku" ucap tegas laki-laki tersebut lalu berjalan membawa Zili diatas kedua tangannya.
hujan yang deras masih mengguyur tubuh Zili.
__ADS_1
meskipun dingin, Perilaku lembut Putra mahkota mampu menghangatkan jiwanya.