Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
pemberi bantuan


__ADS_3

Cahaya matahari masuk kedalam atap ruang bawah tanah, tampaknya saat itu mereka berada dibawah Jalanan kota.


Terlihat jelas keadaan didepan mata, begitu juga Air hitam yang mengalir begitu derasnya disamping mereka.


Berjalan menahan rasa lapar, juga menahan dahaga. Hingga kaki terhenti ketika seorang laki-laki menghalangi jalan mereka.


“Li ta De’ Co Klan Shiero..?” ( apakah kalian berasal dari Klan Co..?” Tanya laki-laki tersebut yang kini telah berada didepan Zili, tampaknya ia tidak mengenali pangeran istana.


Mungkin karena dia jarang pergi kepermukaan dan menetap lama dilorong bawah tanah.


“Ageo..” (tidak) jawab cepat pangeran istana, sembari menunjukan kartu keanggotaan ditangannya “aliie Sun Klan Shiero” (kami berasal dari Klan Sun) lanjut laki-laki tersebut lagi.


“Ahh maafkan saya, “laki-laki tersebut mulai mengubah bahasanya menjadi bahasa nasional negara NC “sangat jarang bagi saya menemui warga desa wilayah lain” lanjutnya lagi.


“Tidak masalah” jawab pangeran istana “kami tidak sengaja melewati lorong bawah tanah untuk memenuhi panggilan laki-laki ini” pangeran istana menunjukan gambar didalam kartu keanggotaan yang tadinya ia telah tunjukan.


Krrruuuukkk..


Suara perut Zili terus menerus berbunyi, hal tersebut sontak mengejutkan semua orang yang berada disana termasuk dirinya sendiri. “tunggu sebentar saja,” pinta laki-laki tersebut “aku akan mengambil bantuan dari putri mahkota”


“Bantuan...?”


Pangeran istana mengernyitkan dahi kebingungan, ia yang belum mengetahui keadaan warga lorong bawah tanah sangat terkejut mendengarkan kata bantuan yang dilontarkan laki-laki tersebut.


Bagaimana tidak!.


Yang ia tahu selama ini, masyarakat NC sendiri tidak pernah sedikitpun kekurang sesuatu apalagi sampai menerima bantuan.


“Bukankah kau kelompok blue sprayer..?” tanya balik laki-laki tersebut mulai takut bahwa pangeran istana akan melaporkan keadaan mereka pada pihak keluarga kerajaan.


“Haha haha” mengetahui kebingungan pangeran istana yang akan menyebabkan laki-laki dihadapannya enggan memberi bantuan atau malah akan balik menyerang karena rahasia yang harus mereka sembunyikan “tentu saja, kami bahkan sudah tahu bahwa Kalian telah memiliki banyak uang untuk membeli obat anti gila” jawab Zili cepat sembari menggenggam tangan pangeran istana untuk berhenti bicara. “hanya saja, dia ini sedikit pelupa” lanjut gadis itu..


Paaaakk “bodoh sekali kau ini” dia mulai memukul kepala belakang pangeran istana sampai membuat laki-laki tersebut menoleh wajah kearah Zili dan memandang mata gadis itu tajam “hahahahaa tolong berikan kami sedikit saja roti dari yang mulia putri mahkota” pinta gadis itu mulai menghindari tatapan tajam pangeran istana dan mengusap leher belakang kepala.

__ADS_1


“Tentu saja,” laki-laki tersebut mulai melangkah pergi meninggalkan kedua orang yang tampak saling beradu pandangan, seorang geram, seorang lagi tersenyum tak bersalah.


“Jelaskan padaku semuanya” perintah pangeran istana keras hingga membuat Zili tertegun dan menganggukan kepala.


*********


Duduk bersila, menunggu kedatangan laki-laki pemberi bantuan sembari bercerita.


Sesekali pangeran istana tertegun hingga ia tidak percaya, rasa kesal terus menerus melanda hatinya yang baru saja mengetahui keadaan warga negara disalah satu wilayah negaranya.


Mulai berpikir,


Ia yang telah berjanji untuk merahasiakan segala keadaan menyadari sesuatu hal tentang mantan tunangannya.


Pantas saja.


Gumam laki-laki tersebut merasa bersalah, lalu mulai menghentikan mulut Zili berbicara ketika laki-laki pemberi bantuan datang menghampiri dengan membawa dua buah bungkus roti Bantal petak dan dua buah botol air mineral. “berterima kasihlah pada putri mahkota” ucapnya memberikan semua makanan kepada Zili dan pangeran istana “bantuan darinya terus menerus berdatangan setiap hari dan kami tidak lagi kesulitan hidup”


“Setiap hari..?” tanya Zili kebingungan, padahal dia tidak lagi mengeluarkan uangnya beberapa hari belakangan ini karena penolakan presiden sekolah, tetapi mereka malah menerima bantuan atas namanya setiap hari.


Astaga


Gumam Zili dalam hati,


Ia mulai mengira bahwa mungkin putra mahkota memberikan bantuan untuk mereka menggunakan namanya.


“darimana dia mendapatkan uang untuk memberikan bantuan sebanyak itu..?” gumam pangeran istana terdengar hingga ketelinga Zili dan membuat gadis itu tersenyum getir.


“Saya Anonymous...


“Anonymous...?”(tanpa nama) pangeran istana langsung menolehkan kepala kembali kearah Zili.


“Panggil saja Ano, mous juga boleh”

__ADS_1


Paaakk “kau ini bicara apa..?” tak lagi bisa menahan rasa kesal, pangeran istana memukul kembali kepala belakang gadis itu, membuat gadis itu geram hingga menggertakan gigi terdengar sampai ketelinga.


“Maaf ano atau mous saja..” laki-laki tersebut mencoba memisahkan pertengkaran didepan matanya “mungkinkah ada sesuatu hal yang bisa saya bantu...?” ucapannya membuat pangeran istana dan Zili sontak menghilangkan kekesalan dari hati mereka masing-masing dan kembali memandang laki-laki dihadapan mereka. “saya bisa membawa kalian ke markas Blue sprayer disebrang pulau, biasanya sion berada disana” ucapnya memberi bantuan hingga sontak mengejutkan Zili dan pangeran istana yang mulai tersenyum senang.


“Aku akan mengatakan semua kebaikanmu untuk putri mahkota jika kau membantu kami,” Zili mulai berbisik pelan “sebenarnya kami adalah utusan dari putri mahkota yang ditugaskan untuk mencari adik sepupunya yang ditangkap oleh mereka” ucap gadis itu berbohong “iyakan A..?” dia mulai bertanya kepada pangeran istana untuk membantu meyakinkan laki-laki dihadapan mereka.


Memahami situasi yang mulai menguntungkan “benar,” jawab bohong pangeran istana “kau tidak ingin putri mahkota terus menerus bersedih hati bukan..?” pangeran istana mulai meyakinkan laki-laki yang tampaknya sangat menganggumi putri mahkota tersebut.


“Tentu saja aku siap membantu kalian, bahkan mati sekalipun akan aku lakukan agar putri mahkota tidak bersedih lagi”


Air mata mulai memenuhi seluruh kelopak mata, memandang laki-laki dihadapannya dengan perasaan haru yang tak terkira.


Sungguh, baru kali ini ia mendengar seseorang rela mati demi membuatnya bahagia. Selama hidupnya yang merasa dibenci oleh banyak orang, Ucapan laki-laki tersebut seperti sebuah mimpi yang menurutnya tak akan pernah menjadi nyata “tidak perlu mati, “ Zili menghapus cepat air mata, agar penyamarannya tidak diketahui “cukup bawa saja kami kemarkas besar Blue sprayer demi putri mahkota” lanjut gadis itu lagi yang langsung dianggukan laki-laki dihadapannya.


Mereka mulai bergerak cepat, mengikuti setiap langkah laki-laki dihadapannya hingga keluar dari lorong bawah tanah dan berdiri dipinggiran laut.


Angin laut menerbangkan rambut gadis itu, menguraikannya berantakan menutupi wajah.


Gulungan ombak laut terdengar menenangkan Jiwa, mengingatkannya pada desa Ann wilayah utara, juga putra mahkota yang sangat dirindukannya.


Shisou


Gumam gadis itu menitihkan air mata hingga tetesannya terbang terbawa angin.


*******


“Louise...”


Putra mahkota menerima jabatan tangan perdana mentri kanada, setelahnya ia mulai duduk disamping raja bayangan berhadapan dengan seorang gadis cantik berparas anggun serta rambutnya yang merah kecoklat-coklat dan kulit putih disemua bagian tubuhnya yang terlihat mata.


Siapa lagi kalau bukan putri perdana mentri yang memimpin negara tersebut.


Wanita itu tampak terkagum-kagum dengan ketampanan putra mahkota yang terlihat tidak mempedulikannya, malahan ia hanya duduk memandang keluar dinding kaca didepan matanya, Memikirkan keadaan wanita miliknya yang terpaksa tidak menerima kabar dari laki-laki tersebut.

__ADS_1


Zili.


Gumam laki-laki tersebut didalam hati.


__ADS_2