
Dari tenggara menuju utara, melewati jalan Lintas cepat yang dipenuhi dengan kesunyian.
Mobil Listrik melaju begitu kencangnya, mobil hasil penemuan dari orang yang dianggap sangat berbakat diluar anggota keluarga kerajaan yang berasal dari Klan co.
Mobil tersebut juga hanya dimiliki oleh segelintir orang saja karena harganya yang memang sangatlah mahal. Dan biasanya dijadikan sebagai mobil resmi milik kerajaan.
Terus menaiki bukit, menuruni bukit. Terlihat tanaman padi, gandum dan tumbuhan lainnya tetapi hanya sebentar saja, mobil telah memasuki Lorong gelap yang panjang.
Beberapa jam kemudian mobil keluar, terus berjalan melewati lautan kadang jembatan. Beberapa saat kemudian pesona negara NC membinarkan mata hingga membuat Gadis yang masih duduk menahan Kepala pangeran istana terkagum-kagum.
Tampak jelas gedung-gedung menjulang tinggi dan ada beberapa juga yang dipenuhi asap dan api dari kejauhan.
Gadis tersebut juga melihat satu buah menara yang paling tinggi diantara semua gedung-gedung dengan terkagum-kagum karena menara tersebut memang sangat indah menurut pandangan matanya.
Dimana lagi tempat tersebut kalau bukan di Desa Co, keahlian teknologi dan berbagai penelitian mereka bahkan kadang sampai mengejutkan dunia luar.
Terus berbelok hingga Berada ditepi Bukit, Gedung tersebut telah menghilang. Melewati jembatan panjang yang dibawahnya mengalir sungai deras.
Melihat sampan-sampan dari kejauhan, beberapa saat kemudian berubah menjadi kandang-kandang ayam. Kandang berganti tambak, tambak berganti sangkar, sangkar berganti rumah-rumah, rumah berganti bukit, diatas bukit terlihat Kuda-kuda sedang makan rerumputan.
Terus berjalan, ditepi jalan terlihat Kambing-kambing berjalan, tak jauh dari sana terdapat kerbau yang sedang berbaring sembari mengayun-ayunkan ekornya.
Tampak jelas banyak orang berdiri tersenyum memandang Mobil pangeran istana. Bahkan ada yang mengambil foto padahal Kaca mobil yang berwarna hitam tersebut tertutup.
Hingga akhirnya mobil berhenti tepat didepan rumah. Rumah yang sudah beberapa minggu ini Zili tempati.
Merasa mobil tak lagi berjalan, pangeran istana menarik kepalanya dari zili membuat kelegaan tersendiri bagi gadis yang memang merasa sangat keberatan dengan perilakunya.
Gadis itu mulai membuka pintu,.
Aaaahhh..
Lagi, pangeran istana selalu saja menarik tangan gadis tersebut sesuka hatinya.
“Mau kemana?”
“Tentu saja keluar, hari juga sudah petang.” Gadis yang telah menoleh kepala kearah pangeran istana itu menghempaskan tangannya kuat hingga tangan laki-laki yang duduk disamping gadis tersebut terlepas dari tangannya.
Pangeran istana mengembangkan senyuman nakalnya lagi, hal tersebut membuat zili sontak ketakutan “kau mau keluar sebelum aku keluar ya!”
Benar saja,
Laki-laki itu memang selalu membuat aturan sendiri sejak dari dulu.
__ADS_1
“keluarlah,” Zili kembali keposisi semula. Jantungnya mulai berdetak khawatir jika perbuatan pangeran istana dipuncak bukit Klan Ann akan terulang kembali.
Penasihat Pangeran istana mematikan mesin, lalu keluar dari mobil. “Ruan saja sudah keluar, kenapa aku masih belum boleh keluar?” Keluh Zili bergumam pelan karena tidak ingin didengar oleh laki-laki yang telah mengambil beberapa buku ditangannya. Masih dengan menggenggam lengan tangan Zili.
dia mulai melepasnya untuk membuka pintu.
Huhh.
Zili mulai lega, lalu berbalik menarik handle mobil.
“Hoooiii...
Panggilan pangeran istana mengejutkan Zili yang langsung kembali keposisi semula. “Mana?”
Zili mengernyitkan dahi kebingungan dengan pertanyaan pangeran istana yang telah keluar tetapi masih membungkuk menatapnya dan mengulurkan tangan. “ma.. mana?...
“Tanganmu bodoh”
“Memang ada apa dengan tanganku?” tanya Zili keheranan.
Pangeran istana menatap tajam, membuat zili sontak tertegun. Gadis itu menundukkan kepala masih takut.
Tiba-tiba saja tangan pangeran istana telah menarik tangannya “lama sekali, kau ini bodoh ya”
Pangeran istana yang sudah membawa zili berjalan hendak memasuki rumah, menghentikan langkah kakinya, zili juga terpaksa melakukannya.
“Kalau aku mengulurkan tanganku, kau harus memberikan tanganmu, kau paham tidak?”
Zili membuang wajah tidak senang “memang nya kau siapa?” ucapnya pelan.
“Kau ini...
Gadis itu mulai menutup wajah, sangat takut apabila pangeran istana akan memukulnya.
“Yang mulia” suara seseorang terdengar menghentikan pertengkaran. Seorang pengawal pangeran istana telah datang mendekati mereka. Sejenak ia melirik ketangan Tuannya yang sedang menggenggam pergelangan tangan putri mahkota, terlihat dari wajahnya rasa curiga.
Dengan Segera Zili menghempaskan tangan pangeran istana, tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan segera ia berjalan pergi.
Tapi, lagi-lagi dia mendesah geram.
Tangan Pangeran istana dengan sigapnya berhasil menggenggam kembali tangan zili. Bahkan kali ini gadis itu terpaksa harus lebih mendekat kesampingnya.
“Katakan” perintah pangeran istana kepengawalnya yang mungkin berasal dari Klan shen.
__ADS_1
Tidak ingin terus dalam kecurigaan, laki-laki yang mungkin sudah menikah tersebut mulai membuka suara “ Desa Ann 51 tidak ingin dikunjungi oleh orang lain kecuali putra mahkota, yang mulia” jelasnya menimbulkan emosi tersendiri bagi pangeran istana, bahkan genggaman tangannya semakin mengerat ditangan zili yang mulai merasa kesakitan.
“Shin’A... Kau menyakitiku” keluh zili sembari berusaha melepaskan tangan pangeran istana.
Dengan teramat geram, pangeran istana memandang Tajam kepengawalnya “bunuh saja mereka semua” perintahnya sontak mengejutkan Zili dan pengawalnya.
“Apa kau gila?” teriak Zili sangat tidak terima.
“Mereka hanya mengatakan Xu’i, Xu’i, Xu’i saja. Memang mereka kira hanya Xu’i saja yang memimpin negara ini” ucap Pangeran istana dengan geramnya sembari melepaskan tangan Zili.
“Tapi yang mulia, keahlian mereka dalam mengembangbiakan ikan mola-mola tidak ada yang bisa mengimbangi, mereka juga termasuk desa dengan pemasukan terbesar diwilayah utara.” Jelas pengawal Pangeran istana.
“Biarkan saja mereka mati”
“Aku akan pergi” ucap Zili mengeraskan suara. “aku yang akan pergi kesana” lanjutnya lagi.
Semakin dibuat geram, pangeran istana memandang zili teramat tajam. Melihat tatapan tersebut, membuat hati Zili bergetar lalu menundukan kepala “ak.. ehmm.. aku akan menghilangkan rasa tidak sukaku kepadamu, jadi..
Dengan Sekuat tenaga, zili memberanikan Diri menatap pangeran istana “jadi biarkan aku pergi” ucapnya memohon penuh kelembutan.
“Kau kira aku peduli dengan rasa tidak sukamu terhadapku” masih merasa geram, pangeran istana bahkan sampai menghempaskan nafas berat.
“Ya sudah, aku juga tidak peduli dengan laranganmu” Zili menundukan kepala, mengambil nafas meskipun terasa berat “aku akan tetap pergi”
“Baiklah, tapi dengan Satu syarat...
Pangeran istana mulai tersenyum nakal.
Zili mulai kesal, “aku yang akan pergi kenapa kau yang membuat syarat?” keluhnya tidak ingin memandang pangeran istana.
“Ya sudah kalau tidak mau, aku akan perintahkan pengawalku untuk membunuh semua penduduk desa tanpa ketahuan ayahku” ancam pangeran istana semakin membuat Zili tertekan.
“Baiklah, baiklah, waahhh.. putra raja memang sangat kejam, pantas saja....
“Pantas apa?”
“Aahhh bukan,” Zili yang tadinya ingin mengatakan bahwa masyarakat NC lebih mencintai putra mahkota dibandingkan dengan putra raja telah mengurungkan niatnya.”katakan syaratnya?” lanjut zili mulai menatap mata pangeran istana.
“Kau harus berada disampingku ketika waktu istirahat tiba sampai aku tertidur”
“Astaga...
Zili tersentak, ia bahkan tidak mengira bahwa pangeran istana berkeinginan dekat dengan gadis itu apalagi diwaktu istirahatnya.
__ADS_1