
Mengayunkan tangan berkali,
Bergerak maju , menyapu sampah dan debu dilantai ruangan.
Bergeser kebawah meja, membersihkan celah-celah yang mungkin terselip kotoran disana.
Memandang kearah kanan, memperhatikan gerakan ketikan Tangan yang sedari tadi berbunyi disela-sela kesunyian ruangan.
Mulai mengangkat sapu dengan sekop,lalu membawa barang-barang tersebut keluar, ketempat tong sampah berada, setelahnya mulai melangkah menuju jendela dan membukanya.
Langit pagi itu masih terlihat Gelap, matahari pagi belum terlihat bersinar.
Suara keramaian kota mulai masuk dengan cepat melalui jendela yang terbuka, lumayan membisingkan telinga tetapi tampaknya laki-laki yang duduk didepan layar komputer tidaak terganggu sama sekali.
Meraih kaleng kopi,
Kosong.
Tampaknya ia membutuhkan kopi lagi.
“Tuan,..” zili mendekati laki-laki tersebut, lalu duduk tepat disampingnya seperti biasa “sudah hampir dua hari, kau belum tidur sama sekali..” ucap gadis itu merasa sedikit khawatir karena laki-laki tersebut begitu keras dalam bekerja.
“Aku sudah terbiasa tidak tidur saat bekerja..” jawab laki-laki tersebut begitu santai sembari mengirim hasil pekerjaannya lalu memulai pekerjaan baru.
“Workaholic” (gila kerja)
Menghentikan jari-jari tangannya ketika mendengar ucapan Zili “aku harus cepat mendapatkan banyak uang untuk menemukan Zili sebelum hari ulang tahunnya..” kalimat yang dilontarkan laki-laki tersebut begitu mengejutkan gadis itu.
Ulang tahun.
Gumam gadis itu dalam hati mulai mendengarkan Ketikan keyboard lagi.
Pikirnya,
Dia saja melupakan hari ulang tahunnya sendiri, tetapi laki-laki disampingnya begitu berusaha keras hanya untuk bertemu dengan Dia dihari ulang tahunnya.
Miris,
Dalam hatinya berpikir, berapa lama lagi topengnya akan terbuka.
Dia mulai merindukan putra mahkota lagi diidalam hatinya.
“Belikan aku kopi..” perintah putra mahkota,
“Tapi kau sudah menghabiskan banyak sekali..” terlihat jelas, zili sedang mengkhawatirkan laki-laki disampingnya, hatinya mulai ragu untuk menuruti perintah. “kau harus istirahat..” lanjut ucap gadis itu meminta.
“Belikan aku kopi..” sepertinya putra mahkota mengabaikan begitu saja permintaan gadis itu.
Mulai melangkah meraih Kartu ATM diatas meja, lalu berjalan, sesekali gadis itu menoleh kebelakang, memandang punggung putra mahkota disana.
Entah mengapa,
Tetapi didalam hatinya, ia sangat tidak ingin meninggalkan laki-laki tersebut meskipun hanya beberapa menit saja.
********
Berbaur bersama para pejalan kaki ditrotoar jalan, tampaknya Zili berjalan berlainan arah dengan Market tempat ia biasanya membeli kopi.
Terus berjalan jauh dari gedung Apartemennya berada, Dia mulai memasuki sebuah apotik Xu.
Setelah keluar dari sana, dia tersenyum nakal sembari memegang jarum Suntik dan sebuah botol cairan obat tidur didalam plastik putih kecil.
Tersenyum senang sembari mulai berjalan kembali menuju Market dekat Apartemennnya, langkah gadis itu terhenti ketika melihat beberapa orang menghalangi langkahnya.
__ADS_1
“Ayya, sebaiknya lupakan saja..” suara putri Istana terdengar didepan gadis itu.
“Tidak bisa..” tolak putri kecantikan yang terlihat berada disamping putri istana menghalangi langkah kaki Zili. “aku harus memberi perhitungan kepadanya karena telah berani mengambil Shin’A dariku” lanjut gadis itu lagi membuat Zili menghela nafas kesal,
Gadis itu mulai memasukan botol dan suntik kedalam kantung celana. Memandang kesekelilingnya yang mulai ramai.
Melihat Putri istana dan putri kecantikan berada ditrotoar jalan, Kerumunan pejalan kaki dan pengendara Kendaraan mulai berkumpul meramaikan tempat.
Menyaksikan kecantikan luar biasa dari kedua keluarga kerajaan yang sangat jarang mereka lihat kecuali hanya ditelevisi saja ataupun setahun sekali pada pertandingan Antarklan.
Maka hari itu mungkin adalah keberuntungan mereka bisa melihat kedua gadis muda tercantik dinegara NC.
Kerumunan orang-orang tersebut sontak mengundang kedatangan beberapa pejabat tinggi lainnya yang hendak pergi kesekolah.
Bahkan mungkin, melalui siaran Video secara langsung diaplikasi NCB, para pejabat tinggi yang merupakan teman-teman satu kelas mereka berdua mulai tertarik untuk menyaksikan tontonan menarik secara langsung dengan mata mereka sendiri.
Ramai,
Begitu penuh hingga kemacetan jalanan kota terjadi.
“Aku tidak ada hubungannya dengan pangeran istana..” ucap Zili begitu santai, gadis itu terlihat telah terbiasa dengan pandangan mata orang-orang yang tidak menyukainya selama ini.
Terus berjalan,
Langkahnya terhenti ketika tangan Putri kecantikan akan memukulnya tetapi berhasil ditahan gadis itu.
“Berani sekali ka...akkkhhh...” menggenggam erat pergelangan tangan putri kecantikan hingga membuat gadis itu mengerang kesakitan didepan banyak orang.
“Ayyaa...”
Teriak putri istana terkejut, melihat Tangan putri kecantikan terpelintir kebelakang tubuh hingga tubuh gadis itu membungkuk.
Menghempaskan tubuh putri kecantikan kearah putri istana yang melangkah cepat mendekatinya “aku tidak mau dipukul kalau aku tidak salah..” ucap Zili geram, memandang tubuh putri kecantikan berada dipelukan putri istana setelah gadis itu berhasil menangkap Tubuh terhempas Bibinya.
Para pejabat tinggi mulai berdatangan menolong putri kecantikan, begitu pula pengawal mereka yang tadinya menjaga keadaan dan keamanan.
Mereka mulai mengelilingi Zili.
Tersenyum kecut, mengangkat tangan, menahan tangan putri istana untuk memukul pipinya “tidak dengar ya..” ucap Zili lagi menghempaskan tangan putri istana “aku tidak ingin dipukul jika tidak salah...”
Mengabaikan ucapan Zili, putri istana mulai menyerang gadis itu.
Berhasil Menghindari, zili mulai mundur beberapa langkah, tetapi para pengawal tampak bergerak Menyeraangnya dari belakang.
“Berani main keroyokan..”
Melompat kebelakang, melewati kepala beberapa pengawal, berputar lalu menendang satu persatu pengawal kerajaan hingga tubuh mereka terhempas jatuh menabrak pagar besi pembatas jalan.
“Kuat...”
Gumam Putri istana,
Para putri Klan terlihat berdatangan menghampiri Putri istana untuk memberi bantuan.
“Tangkap dia...” perintahnya kepada para putri klan yang tampak memakai seragam Sekolah high raise kebanggaan.
“Ckckckck...”
Suara seseorang mengejutkan Zili,
Berdiri disamping gadis itu sembari mengembangkan payung miliknya lalu memeluk bahunya. “tidak adil sekali mereka..” ucap putri Kelincahan yang telah berdiri disamping zili, mengejutkannya “iya kan teman..?” Memainkan mata memandang Zili yang menoleh kepala kearahnya.
Menggaruk-garuk pipi yang tidak gatal, Zili terlihat begitu malu mendengar panggilan yang terlontar dari mulut putri kelincahan untuknya.
__ADS_1
Memandang perilaku Zili, Putri kelincahan pun tampak malu lalu melepaskan tangannya dari bahu gadis itu sembari membuang wajah kelainan arah.
“Kau membelanya anna...” bentak putri istana marah melihat Putri kelincahan berada disisi Zili bukan disisinya.
Menoleh kepala memandang putri istana, “kenyataannya yang salah adalah kalian, kenapa aku harus membela orang-orang yang salah..?” ucap tegas putri kelincahan sembari menutup payungnya yang mengembang.
“Kenapa kalian bertengkar dipinggir jalan..?” putri keagungan terlihat datang menghampiri dan berdiri ditengah-tengah mereka “kalian tidak malu ya disaksikan banyak orang.” Lanjutnya lagi begitu kesal melihat teman-temannya.
Putri kecantikan bergerak cepat menghampiri Zili tanpa mempedulikan ucapan putri keagungan.
Melompat kearah pagar pembatas, menyentuh pagar tersebut lalu melompat, mengangkat kaki dengan cepat kearah Zili yang langsung ditangkap gadis itu, kemudian dihempaskan hingga jatuh menabrak pohon.
Aaaaakhhhh...
“berani sekali kau melukai ayya...” teriak putri istana mulai menyerang Zili dengan cepat,
“Minggir..” ucap Zili kepada putri kelincahan yang mencoba menghalanginya untuk tidak melawan putri Kerajaan NC.
bergerak cepat menuju putri istana didepan putri keagungan.
Serangan Putri istana berhasil ditepis Zili.
Melompat kebelakang ketika kaki gadis itu menendang,
Lalu mulai bergerak menyerang,
Serangannya, berhasil ditepis putri Istana.
Baaakkk..
Buukkkk..
Perkelahian mereka berdua disaksikan banyak orang,
Ketegangan Ditempat tersebut menyelimuti hati semua orang.
Cuccucucup...cucucucpp...
Tampak kesal karena semua serangan tidak berhasil mengenai Zili,
Putri Istana mulai mengeluarkan Jarum-jarum Beracun dari jam tangannya.
Meraih dahan pohon dipinggir jalan dengan tali jam tangan, Zili melompat menghindari.
Menahan rasa kesal karena menganggap Putri istana berbuat curang, Gadis itu mulai mengeluarkan semua tenaganya.
Bergerak cepat turun dari dahan pohon,
Lalu menendang,
Berhasil ditahan, tapi sayang,
aAaakkhhh.
Putri istana terpental jauh, karena tidak kuat menahan tenaga Zili hingga jatuh menabrak pagar pembatas jalan dan terluka
Uhuuuukkk..uhuuukkk.
“Yu’a..” teriak putri kecantikan melihat darah keluar dari mulut Keponakannya.
“Berani sekali kau melukai Putri kerajaan NC “ teriak putri latih tiada banding, Shen Shira yang baru saja datang menghampiri mereka.
Begitu pula dengan putri Klan-klan lainnya yang tampak bersiap menyerang.
__ADS_1
“Aaahhh benar-benar tidak adil..” ucap putri kelincahan memandang tajam kearah putri latih tiada tanding, Shen shi ra. “Kekuatan, Kekayaan, teknologi, ketelitian, kecantikan dan terakhir .....” ucap Putri kelincahan kesal sembari menunjuk satu per satu para putri klan dengan ujung Payungnya yang tak berkembang “keagungan..” tersenyum kecut “biar aku sendiri saja yang mengalahkannya teman. “ ucap putri kelincahan mengejutkan semua orang disana, “kau hanya perlu duduk saja dan melihatku menghajar habis orang-orang sombong ini..” lanjut gadis itu lagi menambah keterkejutan semua oraang yang berada disana.