
“Nura?.....
Suasana malam ditengah-tengah pepohonan tinggi yang hanya diterangi cahaya bulan, terlihat begitu mengheningkan.
Zili,
dia berdiri berhadapan dengan laki-laki berjubah hitam yang baru saja mengejutkannya dengan sebuah kata yang ia ucapkan.
Masih terasa lelah, ia kadang bernafas dengan susah payah karena berlarian mencari putra mahkota.
“Nura adalah wanita yang kucinta” jawab laki-laki berjubah hitam itu.
“Lalu apa hubungannya denganku?”
Teriak Zili masih emosi.
“Kau sama dengannya”
Balas teriak laki-laki dihadapannya.
“Sama apanya, aku tidak mengenal nura sama sekali, aku mohon jangan membuatku semakin kebingungan”
Pinta Zili teramat kesal hingga harus terus menerus mengeluarkan amarah yang bahkan tidak pernah ia lakukan lagi setelah sekian lamanya.
Laki-laki berjubah hitam menghela nafas berat “maka dari itu, dengarkan lah aku dulu....
“Kenapa aku harus mendengarkanmu, aku datang kemari untuk mencari guruku, bukan mendengarkan ceritamu”
Zili yang telah emosi lalu berbalik mulai melangkah kaki.
Laki-laki itu tampak geram, ia meraih pergelangan tangan Zili “gurumu sendiri yang menyuruhku menemuimu”
Ucapannya membuat Zili sontak mengeluarkan air mata, ia membalikan tubuhnya kembali menghadap laki-laki itu dan bertanya “kau tahu dimana guruku saat ini?”
“Aku tidak tahu”
“Jadi kenapa kau bilang guruku yang memintamu untuk menemuiku?” bentak Zili sungguh sangat emosi Bahkan nafasnya pun tidak lagi beraturan.
“karena kau sama dengan nura..
Balas bentak laki-laki itu.
“Nura nura nura nura.. apa hubungannya dia denganku dan dengan guruku, mengapa kau terus menerus menyebut namanya?” balas bentak Zili lagi masih dengan aliran mata yang begitu deras.
“Nura adalah wanita yang mencintai dan mengejar cinta gurumu sampai dengan sengaja ia berpihak kepada musuh negara hanya untuk memilikinya.”
Jelas Laki-laki itu dengan suara lemah, sangat terlihat sekali bahwa dia sedang tidak berdaya.
“Haaa...
Penjelasannya sontak mengejutkan Zili yang langsung terdiam menghentikan tangisan.
“Ponsel, ...
Ucapnya “kau bawa ponsel?” Tanyanya yang ragu-ragu Zili menggelengkan kepala karena memang ia tidak pernah memiliki ponsel sebelumnya.
Bukan karena tidak bisa membeli, hanya, dia rasa memiliki ponsel pun percuma, karena tidak akan ada seorangpun yang akan menghubunginya.
“Sistem data berhasil diretas musuh, semua jenis produk teknologi kemungkinan besar adalah mata-mata. Semua yang terhubung dengan sinyal dan Listrik, dan produk-produk teknologi yang menyala mampu mencuri informasi..
Jelas laki-laki itu sembari menghela nafas. “dan setelah diselidiki, semua ini berkaitan dengan nura”
__ADS_1
“maksudmu?...
“Jika Xu’i selalu bersamamu, musuh akan mengetahui bahwa kau memiliki kemampuan yang sama dengan nura,”
“Kenapa?..
Tanya Zili sangat penasaran “kenapa mereka bisa mengetahuinya”
“Semua produk teknologi saat ini sedang mengawasi keluarga kerajaan dan petinggi kerajaan, terutama Xu’i...
Jelasnya lagi penuh dengan kekhawatiran, “nura, sangat menginginkan untuk terus menerus melihat Xu’i, jika dia mengetahui kau selalu bersama dengannya maka kau...
Dia berhenti sejenak “tidak peduli bagaimanapun cara orang melindungimu, kau bisa dengan mudah mati”
Jelasnya menyentakkan hati Zili yang terasa sangat perih.
“Mana mungkin,..
Merasa sangat tidak terima, gadis itu menolak penjelasan laki-laki dihadapannya “mana mungkin, guruku sangat kuat..
“Meskipun gurumu sangat kuat, dia tidak bisa selalu berada disisimu karena pekerjaannya yang begitu padat”
jelasnya lagi “meskipun dia bisa berada disisimu setiap saat, dia juga tidak mungkin bisa memandangimu terus menerus,” tambahnya lagi “sedikit saja ia berpaling, kau yang sangat lemah ini, mungkin akan cepat mati” lanjutnya lagi semakin memperperih hati gadis itu.
“Aku...
Diamnya sejenak, menahan rasa benci pada dirinya sendiri “benarkah sungguh sangat lemah?”
“Hm..
Angguk laki-laki itu “kau sangat lemah saat ini, bahkan hanya untuk melawan satu produk teknologi yang dikendalikan nura sekalipun,...
Laki-laki itu sedikit merasa bersalah melihat kesedihan yang terpancar dibola mata Zili “kau tidak akan mampu” lanjutnya lagi menggetarkan hati Zili yang langsung menggigit bibir bawah menahan rasa sedih.
Tanya nya lemah dan tak berdaya “apa yang harus aku lakukan agar bisa bertemu guruku?” Lagi, tanyanya begitu pasrah “aku sungguh sangat merindukannya” air matanya tidak juga berhenti berlinangan.
“Malam ini aku datang untuk menjemputmu..
Ucapnya memberikan sedikit harapan kehati Zili “sebenarnya kau ini sangat merepotkan tapi mau bagaimana lagi,..
Dia mulai memggertak gigi geram “karena kesalahanku dalam melakukan tugas, aku dipaksa untuk membantumu”
“Membantuku?”
“Sudahlah, kau ikut saja denganku?”
“Tapi...
“Kau mau kuat tidak?”
“Baiklah baiklah tapi kau...
Ragu-ragu Zili memeluk tubuhnya sendiri.
‘”Kau kira aku selera denganmu ya?”
Maki Laki-laki itu yang kesal ketika melihat perilaku Zili “jika didunia ini hanya ada kau dan aku, aku bahkan tidak akan sudi menikahimu” sindirnya tajam.
“Kau tidak menyukaiku tapi kau mengambil ciumanku....
Maki Zili mulai emosi kembali “astaga, kau ini sungguh brengsek sekali” lanjutnya penuh dengan kekesalan.
__ADS_1
“Itu karena... ehmm..
Laki-laki itu berdehem, mulai memikirkan jawaban atas perbuatan yang sama sekali tidak pernah ia lakukan “itu karena aku mengira kau adalah nura yang kucinta” jawabnya penuh kemenangan.
“Waahhh kau memang sangat brengsek...
Maki Zili sangat tidak terima, “aku akan mengikutimu asal kau menjaga sikapku terhadapku”
“Hmmm...
Laki-laki itu mulai tersenyum remeh “tidak perlu kau katakanpun aku...
Ucapnya geram “tidak akan pernah sudi menyentuhmu”
“Tapi tadi kau memegang tanganku”
“Itu karena aku terpaksa” balas cepat laki-lali tersebut yang sudah teramat kesal dengan Zili “ya sudah kalau kau tidak mau kuat, aku juga tidak rugi sedikitpun malahan...
“Baiklah baiklah, aku akan mengikutimu” ucap Zili menyetujui pasrah “tapi nura?..
Ragu-ragu ia bertanya “apa kesamaan dia denganku?” tanyanya yang sedari tadi penuh tanda tanya.
“Mengingat cepat,...
“Haaa....
“kemampuan mengingat dengan cepat sesuatu yang kalian lihat dengan seksama” jelasnya mengejutkan Zili yang bahkan tidak mengetahui kemampuan dirinya sendiri selama ini.
“Tapi aku...
“Kau memang belum menyadari, maka dari itu aku membawamu pergi agar kau menyadari kemampuanmu sendiri,..
Laki-laki itu mulai menghela nafas berat “setidaknya untuk melindungi dirimu sendiri dan tidak merepotkan orang lain lagi” lanjutnya lagi semakin memperkeruh suasana hati Zili.
Zili menundukkan kepala sejenak, menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan-lahan “aku...
Dia mulai tertegun “akan berusaha keras mengikuti arahanmu jadi kumohon, ....
Dia memberanikan diri untuk meminta “bersikap sopanlah kepadaku”
“Tidak perlu kau bilangpun aku tidak akan pernah menganggumu”
tampaknya laki-laki itu sangat kesal dengan tuduhan Zili kepadanya.
“Tapi kau sudah mencium...
“Kalau kau masih membahas itu lagi, aku akan meninggalkanmu saat ini juga.”
Ancamnya yang sudah sangat emosi dengan tuduhan Zili yang memang sebenarnya tidak pernah ia lakukan.
“Baiklah baiklah..
Ucap Zili pasrah “tapi berjanjilah padaku dulu” pinta lagi.
“Aku janji aku janji aku janji, sudah ...”
Laki-laki itu menggertakkan gigi geram “puas?”
“Hmm...
Angguk Zili “terima kasih” ucapnya.
__ADS_1
“Tidak perlu”
Balas laki-laki itu yang kemudian pergi diikuti oleh Zili dibelakangnya.