
“Ean..” suara teriakan seorang laki-laki kecil menggema disebuah taman bermain, Kota A.
Kota yang masih belum begitu besar tersebut, dulunya terlihat begitu asri karena masih banyak pepohonan yang tumbuh memenuhi pinggiran jalan.
“Ahh..”
“Ean “ teriakan Gadis kecil menggema hingga mengejutkan laki-laki kecil yang langsung berteriak dan berlari cepat menuju kearahnya.
Memandang kedatangan laki-laki kecil “Lian hiks hiks..” panggilnya menangis bercucuran air mata. “Sakit sekali” Keluhnya ketika laki-laki tersebut telah mendekat.
Tersenyum lembut “kau jatuh ya..? Tanya laki-laki kecil yang telah berbalik lalu berjongkok memberikan punggungnya “naiklah ean” Ucap laki-laki tersebut mempersilahkan.
“Lian hiks..” mulai naik lalu kakinya terangkat.
Cekkrrrriiikkkk...
“Aku dapat hasilnya..” teriak seorang laki-laki kecil lain yang terlihat lebih muda.
“Fan ri, kau mencuri gambar ya..” teriak Gadis kecil tidak menyenangi.
Berlari menjauh “aku akan memberikan hasilnya nanti” teriak anak kecil lain yang merupakan adik dari gadis kecil tersebut.
“Lian, “ mulai menurunkan kaki “aku tidak menyukai berfoto denganmu” ucap gadis kecil itu mengecewakan hati laki-laki kecil yang tampak begitu menyayanginya. “Lari dan Ambillah kamera fan ri” perintahnya semakin memperpiluh rasa nyeri.
Berbalik, lalu menghadap kearah gadis kecil yang telah turun dari punggungnya “baiklah ean” jawab laki-laki kecil tersebut masih tersenyum lembut “aku pergi” lanjutnya mulai berlari mengejar adik dari gadis kecil yang tidak menyukainya, padahal laki-laki kecil tersebut sangat senang karena begitu berharap bisa memiliki gambar mereka berdua, tapi sayang, Gadis kecil sepertinya tidak menyukainya.
*********
Ruangan yang tertata rapi, juga terlihat begitu bersih.
Perabotan rumah tangga lumayan lengkap, hanya saja, mungkin barang-barang tersebut memiliki kualitas paling rendah dibandingkan dengan perabotan rumah tangga yang selama ini Zili miliki ketika hidup sendirian diapartemen lamanya.
Tidak ada lemari Buku,
Mungkin ibu Zili memang tidak hobi mengkoleksi buku.
Hanya beberapa koran diatas meja dekat sofa sajalah yang mungkin menjadi bahan bacaan wanita dewasa tersebut. Koran-koran itu terlihat memiliki lingkaran berwarna merah dibagian-bagian tertentu.
Mungkin lingkaran berwarna merah tersebut digunakannya untuk menandai Lowongan kerja.
Memang, menjadi mantan artis sangatlah sulit untuk berbaur masuk kedalam masyarakat pada umumnya, terlebih lagi dengan Rumor Buruk yang dimiliki, tentu saja tidak banyak perusahaan yang mau memperkerjakannya.
Matanya berkaca-kaca,
__ADS_1
Didinding ruangan tersebut, begitu banyak Foto-Foto kebersamaan ayah dan ibunya dimasa muda mereka.
Memang tidak berada didalam bingkai, hanya Tertempel disebuah kertas Karton lalu tergantung diatas dinding sana.
Banyak sekali, apalagi foto ketika ayah Zili menatap Ibunya penuh dengan rasa Cinta.
Memang, sebelum mengenal Ratu negara, Mentri keuangan sangat mencintai ibu Zili dimasa Lalu, karena perasaannya yang selalu diabaikan, laki-laki tersebut tanpa sengaja berpindah hati bersamaan dengan rasa cinta ibu Zili yang mulai bersemi.
Sayang sungguh sayang,
Terlambat sudah hatinya berlabuh,
Orang yang sangat mencintainya telah beralih hati kewanita lain, meskipun demikian, Wanita dewasa tersebut tetap berusaha untuk menerima laki-laki yang tidak mencintainya lagi dan menikah dengannya.
Malang,
Kini, karena sifat keras kepalanya dimasa lalu, ia harus menerima perpisahan. yang lebih parah, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa laki-laki yang dulu sangat mencintainya, kini berbalik arah menjadi Sangat membencinya.
Memang, Sejujurnya Cinta itu berbahaya jika tidak bisa dikendalikan dengan baik. Seseorang yang merasakan cinta bisa berbalik membencinya, bahkan hidupnya akan kacau dan hancur lebur tak tersisa.
Ingin menangis, ia semakin mengeratkan genggaman tangannya terhadap putra mahkota.
Pikirnya,
Yang lebih menyayat hati, ternyata ibunya secara diam-diam selalu memperhatikan zili.
Hal itu terlihat jelas dari Foto Zili yang terpajang didinding ruangan tersebut.
Sakit sekali,
Kenapa harus diam-diam melakukannya..?
Padahal dimasa lalu, ia sangat membutuhkan wanita dewasa tersebut untuk memperhatikannya.
Tidak tertinggal sedikitpun.
Mulai dari Usia 5 tahun yang mengenakan seragam TK, berdiri didepan pintu gerbang sekolah, menunggu kedatangan Ayahnya menjemput gadis kecil itu namun sangat lama, hingga ia harus menahan diri Untuk tetap berdiri disana.
Ternyata saat itu ia tidak sendirian,
Ada ibunya bersama dengannya, namun diam-diam tetap menjaga dari kejauhan.
Lalu foto mengenakan seragam SD, SMP, bahkan Seragam SMA high raise,
__ADS_1
Foto pernikahannya dengan putra mahkota juga terlihat disana, tetapi tidak terlalu jelas kelihatan.
Setelah itu, tidak ada lagi foto Zili.
Mungkin karena gadis itu telah berpergian kepenjuru wilayah negara, maka dari itu, Wanita tersebut tidak lagi mampu untuk menemukan jejaknya.
Tidak bisa bergerak, tetap berdiri.
Itu semua karena putra mahkota berada diruangan miliknya “jangan salah paham..”
“Tentu saja salah paham..” sela putra mahkota sebelum Mantan artis negara melanjutkan kalimatnya “mana mungkin ada orang yang mengenal dan peduli pada istriku dimasa lalu hingga harus mencuri foto secara diam-diam, karena dia sangat dibenci oleh banyak orang kecuali...” berbalik, melepaskan tangan Zili dan memandang mata wanita yang terlihat berkaca-kaca.“Ibunya yang tidak bisa mendekatinya” lanjut putra mahkota menggetarkan hati Zili yang masih menahan air mata.
Menundukan kepala sejenak “yang mulia..” mulai mengangkat kepala kembali melihat wajah putra mahkota dan punggung putrinya. “Anda mungkin salahpaham...
“Jadi kau mengira, putra mahkota negara ini bodoh..” ucap putra mahkota mulai mengatungi celana. “aku bukanlah orang yang mudah begitu saja kau tipu dengan Aktingmu itu” lanjut laki-laki tersebut mulai melangkah kaki “istriku ingin menemui, dan kau harus memperlakukannya dengan baik agar tidak menghinaku” tambah laki-laki tersebut, mulai membuka pintu, lalu meninggalkan kedua orang tersebut didalam sana.
Terdiam,
Hening,
Rasa canggung begitu mengisi suasana saat itu.
Masih memandang penuh dengan sesak yang tertahankan.
Karena tidak memiliki banyak waktu “ibu...”ucap Zili cepat “terserah kau akan membenciku karena memanggilmu dengan sebutan tersebut tapi sungguh...” mulai berbalik, memandang wajah mantan artis negara yang membuang wajah dan hanya membisu “aku hanya akan memanggilmu ibu meskipun kau melarangku” lanjut gadis itu lagi, menghela nafas sejenak lalu meneguhkan hati. “ibu,” panggilnya mengulang kembali “aku akan berada dalam misi penting” mulai melanjutkan ucapannya “hanya..” mengepalkan tangan erat “aku harap kau akan mendoakan keselamatanku” Tambah gadis itu berharap dan mulai melangkahkan kaki, melewati wanita dewasa yang tetap membisu dan bahkan tidak menghalangi kepergian Zili ketika gadis itu telah membuka pintu dan menghilang dari pandangannya.
Melangkah,
Baaakk..
Akhhhh...
Tanpa ia sadari, ia telah menabrak tubuh bagian depan putra mahkota.
Menengadah kepala “Shisou hiks..” dia mulai meneteskan air mata. “sebenarnya apa yang terjadi..?” tanya gadis itu sungguh sangat penasaran “sebenarnya siapa yang meninggalkanku..?” lanjutnya lagi bertanya masih memandang mata putra mahkota yang membalas pandangannya “Sebenarnya siapa yang selalu melihatku..?” tambahnya lagi bertanya penuh kepedihan. “shisou, kenapa ibuku hanya diam saja..?” menghela nafas dari mulut karena hidungnya yang tersumbat “bukankah dia menyimpan banyak fotoku,..?” masih memandang mata putra mahkota yang tetap membalas pandangannya dan belum juga memeluk gadis itu “kalau dia membenciku, kenapa dia memiliki banyak fotoku,..?” lanjutnya lagi terus bertanya dan kini mulai menundukan kepala “shisou aku kini telah paham mengapa ayahku menyembunyikan semua hartanya kepadaku..” ucapnya sesekali menarik nafas “dia pasti tahu bahwa ibuku dalam keadaan susah dan sangat takut bahwa Ibuku akan memanfaatkanku ketika ibuku tahu aku memiliki banyak uang” tebak gadis itu “ayah, ..” mengangkat kepala kembali, melihat mata putra mahkota yang belum juga melepaskan tatapannya dari gadis itu “pasti dia menyimpan banyak rahasia dibelakangku selama ini.” lanjutnya lagi perlahan-lahan mulai memeluk putra mahkota yang langsung tersenyum lembut membalas pelukannya.
Menghela nafas lega “kau memelukku tanpa izin..?” tanya laki-laki yang telah mendekap Zili dalam pelukannya.
“Aku tidak tahu harus memeluk siapa lagi hiks..” jawab gadis itu menyembunyikan wajah didada bidang putra mahkota.
Mengelus kepala belakang Zili “kerja bagus” puji putra mahkota “Mulai sekarang kau harus memelukku kapanpun kau ingin melakukannya. “ lanjutnya lagi “dan aku telah memberikan perintah ini untukmu” tambah laki-laki tersebut menerima pelukan erat dari wanita miliknya.
“Hmm” ucap Zili “baiklah shisou” jawab gadis itu begitu patuh.
__ADS_1