Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Orang lemah


__ADS_3

“Aku butuh ke kamar mandi.” Ucapan Zili menghentikan langkah kaki kedua laki-laki di Sebuah koridor sempit yang terdapat tangga berjalan naik ke atas.


Berbeda dengan bangunan Sekolah Teknologi, Isi dalam bangunan luas tersebut terlihat begitu misterius karena setiap ruang tak terlihat memiliki pintu.


Berbalik, seperti mencurigai, “Baru datang kau sudah ingin ke kamar mandi.” Sindir pengendali kapal terlihat sekali raut curiga di wajahnya. “Bukankah kau terlihat begitu aneh..?.” Sepertinya setiap gerakan Zili mengundang kecurigaan di dalam hati laki-laki tersebut.


“Aku tidak tahu pada bagian mana keanehannya,” Jawab Zili berpura-pura menghela nafas,” Bukankah perjalanan kita lumayan lama tadinya..?, maka tentu saja keinginan buang air itu wajar terlebih lagi udara di sini cukup dingin.” Ucap gadis itu menjelaskan masih tetap dengan santai berdiri dan juga mempertahankan keinginannya untuk ke kamar mandi.


“Tidak bisa.” Larang seorang dari mereka.


“Bahkan hanya untuk ke kamar mandi saja sangat sulit.” Sindir Zili memasang wajah kesal lalu melangkah kaki melewati kedua laki-laki di hadapannya dan mulai menapakan kaki di atas anak tangga berjalan.


Telah berada di atas lantai koridor lain, persimpangan empat terlihat disana. Ketiga Koridor di depannya tampak lebih sempit dibandingkan dengan koridor sebelumnya dan di apit oleh dinding-dinding tak berpintu maupun berjendela.


Kuning,


Semua tepat serba berwarna kuning, gambar cipratan air berwarna kuning juga terlihat jelas di beberapa bagian dinding di sana, cahaya lampu yang menyinari tempat juga terlihat berwarna kuning. Mungkin itu sebabnya kelompok tersebut disebut dengan Yellow Sprayer.


Menunggu kedatangan dua laki-laki yang telah menaiki tangga berjalan, “Aku akan mengantarmu ke kamar mandi.” Sepertinya mereka telah memikirkan ulang keinginan Zili hingga seorang dari mereka berniat untuk membantu gadis itu untuk menemukan toilet di koridor tersebut.


Memang, kelihatannya akan sangat sulit mencari toilet di sana. Bahkan sedari tadi Zili tidak melihat satupun pintu untuk masuk ke dalam sebuah ruangan. “Harusnya kau melakukan dari tadi.” Sindir gadis tersebut begitu acuh dengan kedua orang di sekitarnya, hingga membuat mereka menghilangkan kecurigaan kepada gadis itu.


Anggapan mereka berpikir bahwa gadis tersebut terlihat seperti orang biasa yang tidak begitu butuh untuk bergabung dengan kelompok Yellow Sprayer dan terlihat jelas dia tidak sedang berpura-pura.


Terus melangkah, hingga berdiri dan menghadap ke sebuah dinding lain yang juga tak berpintu. Zili sedikit di kejutkan ketika Kepala Keuangan meraba Sebuah gambar tetesan air di dinding, lalu menekannya ketika ia merasakan sesuatu dari gambar tersebut..


Sebuah lubang di atas lantai tiba-tiba terbuka, “Lu.. luar biasa.” Kagum Zili tiba-tiba, karena memang dia tidak menyangka bahwa di lantai ke dua ia berdiri, terdapat sebuah ruangan sempit lainnya yang diantara lantai dasar dan juga lantai tempatnya berdiri saat itu.


Ruangan tersebut terlihat seperti sebuah koridor sempit yang memiliki tangga aluminium. Juga terlihat terang karena disinari cahaya lampu berwarna putih, mungkin ruang tersebutlah yang menghubungkan antara koridor dengan ruangan lainnya. “Pergilah!.” Ucap Kepala Keuangan, memerintahkan Zili untuk segera pergi menuju toilet dibawah mereka.


“Mungkinkah kamar mandi berada disana...?” Tanya Zili sangat penasaran saat itu.


Menghela nafas karena ia sendiri pernah mengalami hal yang sama dengan gadis di hadapannya ketika baru pertama kali bergabung dengan kelompok Yellow Sprayer, “Pastikan saja sendiri.” Jawab Laki-laki tersebut mulai berjongkok menyandar punggung ke dinding sembari meraih ponsel di dalam kantungnya.

__ADS_1


Menuruni anak tangga aluminium, Zili telah menapakan kaki di koridor sempit lalu bergerak menuju sebuah pintu yang terbuka dan menemukan sebuah koridor sempit lainnya disana.


Sisi sebelah kiri koridor terdapat kamar mandi Wanita dan Sisi sebelah kanan koridor tersebut terdapat kamar mandi laki-laki. Kedua tempat khusus tersebut dipisahkan dengan dinding yang tertempel sebuah tanda petunjuk.


Sebuah Pintu di ujung koridor terbuka, Tampaknya seseorang mulai memasuki tempat tersebut. Seorang laki-laki yang terlihat acuh dan tidak peduli.


Mungkinkah setiap orang di dalam tempat ini tidak saling mengenal..?.


Gumam Zili bertanya-tanya di dalam hati.


Pintu yang terhubung terlihat tidak tertutup hingga membuat Zili mampu melihat isi dari dalam ruangan yang sontak mengejutkan dan mengguncang jiwanya.


“Pembuatan Robot manusia.” Ucap gadis itu dengan sengaja agar suaranya terdengar oleh siapapun dari Cracker yang ia kenakan.


Mulai melangkah menuju kamar mandi, Zili mengungkap semua yang ia ketahui tampak seperti sedang berbicara pada dirinya sendiri sembari menahan rasa sakit ketika mencabut chip dari celah gigi geraham.


***********


Sebuah kapal selam terlihat menyusuri kedalaman lautan. Suasana yang mencekamkan dengan Biota laut yang beraneka ragam serta gelapnya dasar laut karena tidak ada cahaya masuk, tampak jelas di sana.


Salah satu pintu kapal terbuka, Semua terlihat telah bersiaga mengenakan pakaian menyelam mereka masing-masing.


Pintu tertutup kembali dengan cepat, lalu sebuah pintu lainnya terbuka, pintu tersebut terlihat berada di bawah ruangan sempit tempat mereka berada hingga air laut mulai memasuki dan memenuhi ruangan sempit tersebut dengan cepat.


Byuurrrr...


Satu persatu dari orang-orang tersebut mulai melompat kebawah menuju pintu yang telah terbuka lalu berenang dengan senter di kepala mereka masing-masing hingga orang terakhir telah pergi dan pintu ruangan sempit tersebut tertutup kembali. Ruangan yang tadinya kosong saat itu telah terisi air laut.


***********


Saling berhadapan,


Putra Mahkota terlihat berdiri di depan takhta kerajaan yang saat itu sedang di tempati oleh raja bayangan. Senyum getir tampak menghiasi bibirnya hingga yang memandang senyuman tersebut merasa sedikit bersedih hati.

__ADS_1


Memberikan dokumen ke tangan seorang Prajurit tentara pengaman raja,”Mungkinkah kau yang melarang Zili untuk menemuiku di hari terakhir sebelum dia melakukan tugas, Ayah..?.” Tuduh Putra Mahkota mengejut Raja Bayangan yang telah meraih dokumen pemberian Putra Mahkota dari tangan bawahannya.


Memandangi dokumen dengan seksama sebelum menjawab pertanyaan Putranya, “Bukankah lebih baik kau mencari tahu tentangnya sebelum bertanya...?.” Jawab Raja Bayangan terlihat jelas tidak ingin menjawab pertanyaan yang akan menyebabkan kesalahpahaman terjadi karena ia sendiri menyadari bahwa putranya saat itu belum mempercayainya.


Mulai berbalik, “ Benar.” Jawab Putra Mahkota melangkahkan kaki menuju pintu keluar ruangan Raja. “Jika aku menemukan penyebab istriku tidak menemuiku hari itu,..” Ucapnya dari jauh sebelum keluar, “ Jangan salahkan aku jika nanti terjadi sesuatu yang akan membuatmu terkejut .” Ancam laki-laki tersebut tanpa mempedulikan perasaan Ayahnya.


Memandang punggung putranya yang mulai menghilang, Raja Bayangan terlihat gelisah dan tampak tidak mampu memfokuskan diri dengan dokumen di tangannya. “Kau sudah menemukan kabar mereka...?” Tanya laki-laki dewasa tersebut kepada seseorang yang tampak sedang berdiri membaca buku dan menyandar dinding di belakangnya.


“Tenang saja,” Jawab laki-laki dewasa yang tak lain adalah pelindung raja, “ Mereka baik-baik saja dan sekarang sedang dalam penyelidikan.” Lanjut laki-laki tersebut menenangkan temannya.


“Green Sprayer, ya..?.” Gumam Raja Bayangan tidak menyangka bahwa Raja dan Ratu negara bertindak langsung ke lapangan, mencari keberadaan musuh.


*********


Matanya sedikit sayu.


Duduk di sebuah Taman setelah mengambil makanan di Kantin bangunan tersebut sembari memandang televisi besar yang tergantung di sebuah pohon, Sungguh memiluhkan hati gadis itu.


Bagaimana tidak...?.


Meskipun saat itu ia berada di tempat yang indah, dengan pencahayaan lampu putih terang yang menggantung di tiang-tiang Taman dan udara segar yang tak lagi memerlukan angin, Zili memandang Putra Mahkota berada di dalam layar televisi sedang bersama dengan Putri Istana dan mereka terlihat seperti sepasang kekasih. Bahkan gadis itu selalu bersama Putra Mahkota di setiap Berita tentang laki-laki tersebut muncul.


“Pasangan serasi.” Ucapan seorang anggota yang terlihat sedang makan di meja lain semakin memperpiluh hati Zili yang mulai tidak berselera lagi untuk menyantap Mie goreng di depannya.


“Bukankah itu terlihat nyata...?.” Kepala keuangan mulai membuka suara setelah menyelesaikan makanannya dan meneguk air mineral dari dalam gelas di atas meja.


“Maksudmu..?.” Tanya pengendali kapal yang saat itu terlihat sedang mengangkat garpu yang terisi gulungan mie.


“Putra Mahkota menyembunyikan istrinya dari kita dan memilih untuk bersama dengan wanita lain yang lebih kuat.” Jawab laki-laki tersebut mulai membalikan tubuh menghadap ke arah televisi yang tadinya berada di belakangnya.


Tersenyum remeh,” Benar.” Jawab pengendali kapal. “ Bagaimana mungkin seorang Putri Mahkota bisa selemah itu sehingga Negara harus selalu melindunginya..?, haha, memalukan saja.” Lanjut laki-laki tersebut menghina yang membuat Zili semakin merasa tertekan.


“Aku yakin setelah rencana Yuan berhasil, Wanita itu akan di pisahkan dengan Putra Mahkota atau mungkin saja Putra Mahkota sendiri yang akan membuangnya.” Lanjut hina kepala keuangan tidak ada habis-habisnya menyayat hati Zili.

__ADS_1


“Hm.” Tersenyum kecut. “Orang lemah bisa dengan mudah menjadi teramat berbahaya karena sedikitpun orang tidak akan menaruh rasa curiga kepadanya.”Jawab Zili memberi Sindirian hingga menegunkan kedua orang di hadapan gadis itu.


__ADS_2