Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
cemilan malam


__ADS_3

“Louise...


“Haa...


“Bukan ya?”


Pagi telah berganti siang, gadis yang masih memakai seragam olahraga, baru saja terbangun dari tidur lelapnya.


Membuka mata dan menyaksikan tiada lagi Putra mahkota dikakinya.


Dia membuka jubah hitam yang menyelimuti tubuhnya, membawa benda tersebut keluar gua ketika melihat laki-laki yang kini hanya memakai Kaos biasa berjalan mendekati tempat tersebut.


“Lama sekali kau tidur...


Ucap kesal laki-laki itu, dia adalah shen shi yun yang telah menggantikan putra mahkota menjaga Zili. “Hari bahkan sudah siang” keluhnya, memberikan sedikit sindiran kepada Zili.


“Kenapa tidak membangunkanku saja?”


Ucap zili merasa sedikit bersalah. Gadis itu menghela nafas, mulai memandaang mata laki-laki dia hadapannya.


Benar saja,


Degup jantungnya telah kembali normal, dia sangat yakin, pasti, kepribadian laki-laki dihadapannya telah berubah.


“aku tidak membangunkanmu karena Xu’i yang melarangku”


“Mungkinkah tadi malam dia datang menemuiku?”


Tanya cepat gadis itu yang sangat berharap bahwa putra mahkota akan datang mengunjunginya.


“Bukan begitu,..


Jawabnya “sebelum menemuimu, aku sudah membuat perjanjian dengannya untuk tidak pernah mengganggu tidurmu” jelas nya mengecewakan gadis itu “sudah lah ayo pergi” ajaknya yang langsung dianggukan oleh Zili yang masih sangat kecewa.


Mengikuti langkah demi langkah, ketika Shen Shi Yun mulai menaiki dahan pohon ia juga melakukan hal yang sama.


Berjongkok diatas dahan pohon yang tidak terlalu tinggi, seekor nyamuk menyita perhatian Zili yang terus menatap hewan tersebut hingga hinggap kepipi Shen shi yun.


“Hmmm...


Zili mengernyitkan dahinya..


Buukkkk..


“Brengsek...


Maki gadis yang kini telah jatuh dari atas pohon "kenapa kau mendorongku?” teriaknya penuh amarah.


“Salahkan dirimu sendiri yang jatuh cinta kepadaku”


“Jatuh cinta kau bilang?”


Maki Zili kesal “memang aku sudah gila ya, jatuh cinta dengan orang lain selain suamiku sendiri” teriaknya keras mendongak wajah memandang Shen shi yun dari bawah.


“Kalau tidak cinta, kenapa kau memandang wajahku begitu mesra”


“Me.. mesra kau bilang?”


Zili menggertak gigi geram “astaga...


Kekesalannya semakin bertambah “aku hanya melihat nyamuk dipipimu, bukan melihat wajahmu, kau paham tidak?”


Shen shi yun mulai kesal, dia berdiri diatas dahan pohon menatap Remeh kebawah “kubilang padamu, kau...


Dia mulai mengancam “jangan pernah jatuh cinta padaku”


“Konyol, dibandingkan putra mahkota,...


Zili mulai menatap geram “wajahmu bahkan sangat jauh kalahnya”

__ADS_1


Shen shi yun mulai geram, ia menuruni pohon, mendarat tepat dihadapan Zili yang kini mulai sedikit merasa takut “maka dari itu...


Jari telunjuknya dia arahkan kedahi zili “jangan pernah memandangiku dengan tatapan mesra lagi” mendorong Dahi gadis itu hingga kepalanya mundur kebelakang lalu bergerak pergi.


“Aku...


Zili mulai geram “aku sungguh tidak akan pernah menyukaimu” teriak Zili dari kejauhan sembari memegang dahinya yang terasa sakit.


“Baguslah kalau begitu”


Balas teriak Shen shi yun dari kejauhan.


*******


Diatas dahan pohon yang berbeda, kini Zili telah bersembunyi bersama shen shi yun.


Dengan mata kepalanya, ia menyaksikan perkelahian sekelompok orang dari kejauhan.


Melihat dengan seksama seorang yang ditandai oleh Shen Shi yun untuk terus ia pandangi. Memperhatikan gerakannya hingga ia mengingat dengan jelas pola pertarungannya.


Shen shi yun dengan lahapnya memakan sebungkus cemilan, entah datang dari mana, ia bahkan tidak memberitahukan Zili ketika gadis itu bertanya.


Sesekali karena merasa sangat menginginkan makanannya, zili mencoba meraih Bungkus tersebut, tapi sayang, setiap kali ia melakukannya, shen shi yun selalu saja memukul tangannya.


CKkk..


Gadis itu merasa, laki-laki disampingnya sangatlah keterlaluan pelitnya, ia bahkan sampai tertegun menelan ludah saking inginnya ia untuk melahap satu saja makanan sejenis keripik bawang yang dimakan shen shi yun dengan nikmatnya.


Menendang, memukul, berputar, melompat.


Zili melakukan gerakkan yang sama dengan laki-laki yang ia pandangi dari jauh sebelumnya.


Mengingat setiap gerakkan, lalu mulai menyerang shen shi yun.


Setiap kali ia melihat perkelahian yang ditunjukan Shen shi yun kepadanya, setiap itulah, dia harus melakukaan gerakan yang sama dengan apa yang di lihatnya.


Dua.


Tiga.


Tiga perkelahian dilihatnya dalam satu hari yang sama. Dalam hari itu lah, untuk ketiga kalinya ia terus menerus berlatih gerakkan berbeda dari orang yang terus menerus menjadi acuannya atas perintah shen shi yun sebelumnya.


Lelah,


Sangat lelah,


Tetapi dia tidak menyerah, karena memang dahulu ketika ia bersama putra mahkota didesa Shen, ia pernah berlatih gerakan bela diri.


Hanya saja, ia merasa saat itu tidak seberat saat ini.


Nafasnya terengah-engah, berada dihutan entah didesa mana, Zili mulai jatuh terbaring menatap bulan yang bercahaya setelah sebelumnya berlatih keras melawan Shen shi yun.


Jarum jam telah menunjukkan angka 3 malam.


Ia merasa hari itu sungguh sangat panjang dilaluinya.


Haus, rasa dahaga mulai muncul.


Gadis itu mulai bangkit dan berdiri.


Tidak lama ia berbaring, shen shi yun telah pergi.


Dia menghela nafas berat karena Shen shi yun pergi tanpa memberitahukannya.


Bingung,


Disatu sisi ia sedang kehausan, disisi lain ia tidak mungkin pergi meninggalkan tempat begitu saja. takutnya, shen shi yun akan marah jika mengetahui ia tidak berada disana.


Baju kaos berganti kemeja,

__ADS_1


Zili yang sedang berdiri menggeleng kepala. Ia memandang putra mahkota berwajah shen shi yun datang menghampirinya, Membawa kantung plastik ditangannya.


“Jadi kau pergi hanya untuk mengganti pakaian ya?” tebak Zili salah, tentu saja salah karena mereka orang yang berbeda.


“Mungkin”


Putra mahkota datang mendekati Zili, ia tersenyum lembut memandangnya.


Zili yang tidak ingin terjadi kesalah pahaman langsung membuang wajah.


Putra mahkota menarik kembali senyumannya “kenapa kau tidak ingin memandangku?” tanya nya membuat Zii kesal.


“Kau sendiri yang melarang aku untuk menatapmu”.


“Hmmm...


Putra mahkota menganggukan kepala memahami maksud jawaban wanita miliknya “tapi aku ingin kau memandangku”


“Astaga..


Gadis itu mulai memandang putra mahkota “kepribadianmu telah berubah ya!”


“Mungkin”


“Kenapa kau selalu menjawab mungkin?”


Tanya Zili mulai kesal.


“Ya karena mungkin maka aku jawab mungkin”


Jawaban putra mahkota semakin menambah kekesalan didalam hati Zili.


“sudahlah, aku tidak ingin bertengkar denganmu” ucap Zili mulai lelah, ia berjalan mendekati pohon lalu menyandarkan Tubuh disana.


Rasa hausnya telah hilang berganti kekesalan, sebenarnya perut gadis itu sangat lapar karena seharian berlatih dan hanya memakan beberapa Ikan bakar saja.


Lemas,


Seluruh tubuhnya mulai terasa sakit karena keseringan jatuh melawan Shen shi yun yang tidak ragu-ragu memukulnya.


“kau Mau?...”


“Haaa...


Sontak Zili terkejut melihat putra mahkota berwajah Shen shi yun duduk disampingnya, laki-laki itu memberikan sebungkus makanan ringan yang tadi Siang dimakan oleh Shen shi yun ketika berada diatas pohon.


“untukku?”


“Hm..


Angguk putra mahkota.


“Kau...


Zili mengernyitkan dahi keheranan “lama lama aku bisa gila kalau terus bersamamu” ucapnya sembari membuka bungkus cemilan, mengambil makanan dari dalam lalu memasukan kedalam mulutnya.


Putra mahkota tersenyum lucu, rasanya sangat menyenangkan melihat tingkah Zili yang belum pernah ia lihat sebelumnya “kenapa bisa begitu?”


“Akupun tidak tahu”


Jawab Zili masih dengan lahapnya menikmati cemilan “kau bawa air?” tanya nya kemudian.


“Hmm..


Angguk putra mahkota.


“Waaahh,,


Zili menatap mata putra mahkota, jantungnya mulai bermasalah, ia membuang wajah cepat “rasanya segar sekali” ucapnya setelah meneguk air dari dalam botol mineral yang putra mahkota berikan. “sering-seringlah menjadi louise ” pintanya “aku lelah menghadapi perubahan sikapmu yang sangat aneh itu” lanjutnya sembari memasukan cemilan lagi kedalam mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2