
Sunyi sepi,
Angin berhembus sepoi-sepoi menggoyangkan pepohonan dan juga tanaman.
Berdiri memandang sebuah gerbang besar didepan mata yang tampak dijaga ketat oleh beberapa penjaga keamanan,
Serta tembok tinggi yang tampak berdiri disana.
Hati Zili terenyuh bahkan pandangannya mulai kabur karena mata gadis itu terlihat penuh dengan air mata.
Menghapus air mata.
Menengadah kearah pangeran istana yang telah datang dan berdiri disamping “kenapa kau membawaku ketempat ini...?” Tanya gadis itu begitu penasaran.
Pangeran istana menoleh kepala kearahnya, melontarkan senyuman lembut “aku ingin kau menjadi saksi..” pinta laki-laki tersebut lalu meraih tangan Zili kemudian menariknya masuk kedalam pemakaman keluarga kerajaan.
“Saksi...?” tanya Zili kebingungan, terus mengikuti langkah kaki pangeran istana, namun tiba-tiba langkah mereka terhenti ketika melihat seseorang sedang berjalan berlainan arah.
“ibu...”panggil Pangeran istana terlihat begitu sedih memandang wajah pucat ratu negara “kau datang lagi ya..” lanjut laki-laki tersebut mulai menarik tangan Zili untuk memperkenalkan gadis itu kepada ibunya,
Tapi laki-laki itu membelalak mata ketika melihat aliran deras dari mata gadis disampingnya, begitupula dengan ratu negara.
“Hiks.. hiks. Akhirnya aku bertemu ratu negaraku ini” ucap Zili menangis sesunggukan “ yang mulia..” panggilnya melepaskan tangan dari pangeran istana “aku sungguh sangat mengagumi anda, sangat mengagumi sampai tak kuasa lagi menahan tangisanku ini” lanjut gadis itu mencoba menghilangkan keterkejutan kedua ibu dan anak didekatnya tersebut.
__ADS_1
Ucapan Zili membuat hati ratu negara sedikit tenang “benarkah..?” tanya ratu negara tersenyum lembut memandang Zili yang terlihat menangis menundukan kepala.
Melangkah lebih mendekat “aku mohon...” ucap Zili mengejutkan ratu negara dan pangeran istana lagi “jangan bersedih lagi..” pinta gadis itu menengadah kepala, memandang ratu negara yang lebih tinggi darinya, juga karena wanita dewasa tersebut terlihat mengenakan Sepatu hak tinggi “yang mulia, aku adalah teman Zili “ ungkap gadis itu semakin menambah keterkejutan didalam hati kedua orang tersebut“kalau dia mengetahui keadaan anda seperti ini , pasti, dia akan sangat menderita..” lanjut gadis itu lagi “karena Zili sungguh sangat menyayangi anda yang mulia hiks..” tambahnya lagi mulai menunduk menangis.
Merasakan dorongan hati yang begitu kuat, ratu negara yang terlihat menjatuhkan air mata dengan cepat memeluk gadis dihadapannya. “Benarkah...?”
“Hmm” angguk gadis itu menangis dipelukan ratu negara “Zili sangat menyayangi anda yang mulia, jadi kumohon jangan bersedih lagi..”
“Hiks.. hiks...” Tangisan ratu negara pecah, begitu erat pelukannya hingga belum juga melepaskannya dalam jangka waktu lama.
Perilaku kedua orang dihadapannya membuat pangeran istana memandang penuh dengan kesedihan. Entah mengapa, tampak sekali raut wajah menderita dari laki-laki tersebut.
Raut wajah dari seseorang yang sangat merindukan seseorang lainnya.
*******
“Tidak masalah yang mulia..” jawab Zili tersenyum sembari menghapus air matanya “hanya bertemu denganmu saja sudah membuat hatiku begitu bahagia” lanjut gadis itu lagi “tapi yang mulia...” tampaknya dia sedang memikirkan sesuatu “bisakah anda beritahukan saya, bagaimana kabar mentri keuangan saat ini....?” tanya gadis itu yang belum pernah mendengar sedikitpun kabar tentang ayahnya “walaubagaimanapun dia adalah ayah dari teman saya, jadi saya sudah menganggapnya seperti ayah saya sendiri...”
“Lian ya..” ratu negara mulai tertunduk sedih mengingat keadaan temannya.
“Hmm” angguk Zili mendengar Nama ayahnya.
“Mentri keuangan sedang terbaring dirumah sakit Istana..”jawab wanita dewasa itu lagi, jawaban tersebut menyakiti hati Zili yang sangat terkejut mendengar keadaan ayahnya “dia sangat tertekan dengan kematian putrinya hingga tiba-tiba saja menderita penyakit jantung..” lanjut wanita itu semakin memperparah rasa sakit didalam hati gadis itu.
__ADS_1
“ shin’A...” menoleh kepala kearah pangeran istana yang berada disisi samping belakangnya sembari menjatuhkan butiran air mata.
“Aku akan membawamu kesana nanti” ucap pangeran istana tampak mengetahui keinginan hati gadis itu. “sekarang temani aku dulu menemui mantan tunanganku” lanjut laki-laki tersebut mulai memegang tangan Zili. “ibu..” dia mulai mengalihkan pandangan kearah ratu negara “kami pergi..”ucap laki-laki tersebut berpamitan lalu menarik tangan Zili yang terlihat mencoba memegang telapak tangan ratu negara.
Menyentuh jari telunjuknya sedikit lalu mulai melewatinya, menoleh kebelakang, memandang ratu negara yang mulai berbalik memandang kepergiannya.
Hari itu, entah mengapa,
Zili ingin sekali tetap berada disisi wanita dewasa tersebut, tidak ingin pergi darinya bahkan ia ingin terus menerus berada dipelukannya.
**********
Berdiri disebuah makam dengan papan yang bertuliskan namanya, sungguh sangat membuat gadis itu begitu menderita.
Matanya sayu,
Dalam hatinya bertanya-tanya, siapa orang yang berada didalam makam tersebut, dia juga berpikir bagaimana mungkin Bisa begitu mudah musuh mempermainkan kehidupan keluarga kerajaan.
Sungguh, selama hidupnya yang hanya membenci pangeran istana, saat itu berubah total menjadi sangat membenci para musuh negara.
Benci hingga memenuhi seluruh hatinya, kebencian yang sangat berbeda dari rasa benci terhadap laki-laki disampingnya, rasa benci itu membuat gadis itu ingin sekali memukul satu persatu penyebab keluarga kerajaan menderita.
“Maafkan aku..” ucap pangeran istana memandang makam tersebut, ucapannya bahkan sampai membuat Zili tersadar dari perasaan bencinya “ bahkan setelah kematianmupun, harga diriku yang tinggi ini, masih tetap ingin menghinamu” lanjut laki-laki tersebut menggenggam erat tangan Zili, dia sungguh terlihat sangat membenci dirinya sendiri “entah kapan aku bisa berubah..” lanjutnya lagi “bahkan mencoba sekerasnya pun tetap saja tidak ada perubahan karena rasa benci ini terus menerus datang menghampiriku dan menyiksaku” tambahnya lagi mulai menitihkan air mata “aku sangat membencimu Zili” ucapnya semakin mengeratkan genggamannya pada tangan Zili “Ibu...” sambil menangis “ dan juga Xu’i..” dia mulai melepaskan tangannya dari tangan Zili, menghapus air mata “kenapa mereka berdua begitu sangat menyayangimu..?” tangisannya terlihat sangat deras “kenapa begitu mudah bagimu untuk dekat dengan mereka berdua sementara sangat sulit bagiku untuk mendekati mereka..?” Ucapan Pangeran istana sontak mengejutkan Zili hingga gadis itu pun ikut menangis “aku juga ingin dekat dengan mereka..” lanjutnya lagi “sangat ingin dekat tetapi mereka tidak memiliki banyak waktu untukku malahan ketika memiliki waktu, mereka lebih memilih mengunjungimu dibandingkan dengan hanya sekedar melihatku” zili mulai menghapus air matanya dan meraih tangan pangeran istana lalu mengelus-elus punggungnya. “aku sungguh sangat menyukai Xu’i..” ungkapnya “aku ingin berteman dengannya seperti teman-temannya yang lain tetapi dia begitu membenciku karena aku adalah sampah dimatanya” tambahnya lagi “sampah yang tidak harusnya ada karena selalu menyusahkannya saja” tangisannya semakin deras membuat Zili tidak tega untuk membiarkannya begitu saja.
__ADS_1
Memeluk pangeran istana yang saat itu terlihat sangat tersiksa “begitu ya..?” jawab gadis itu yang baru mengetahui bagaimana perasaan pangeran istana selama ini “harusnya kau lebih jujur sejak dari awal..?” ucap gadis itu membiarkan pangeran istana menangis dipelukannya.
“Aku...hiks” mulai membalas pelukan Zili “hanya ingin melihat Xu’i bahagia jadi aku mohon..” pintanya “kembalilah hidup Zili” lanjutnya lagi begitu tersiksa mengetahui keadaan putra mahkota dan ibunya.