
Bau bangkai tercium menyengat hingga menusuk kedalam rongga hidung. Semua orang terkejut melihat keadaan mengerikan sebuah mayat yang telah bersimpahkan darah mengering penuh dengan lalat dan daging yang berserakan diatas daun daunan kering. Tulang putih punggung mayat terlihat sangat jelas oleh mata yang memandang.
Berkali kali ketua pelayan mual melihat pemandangan didepannya. Angin yang berhembus kencang semakin menguatkan bau busuk mayat yang tengah di lihat oleh para petinggi kerajaan dipagi hari menjelang siang.
Shin memandang lama sebuah video rekaman hasil CCTV didalam Tablet ponsel. di sebuah kamar rumah, Seorang perempuan berambut pirang sedang berhadapan dengan pelayan laki laki. Mereka melakukan percakapan secara rahasia bahkan Video tersebut mampu merekam suara mereka karena telah didesain canggih secara khusus oleh klan CO. Klan dengan ilmu tekhnologinya yang paling tinggi di negara NC.
“Nona, aku akan melaksanakannya, tapi berjanjilah satu hal kepadaku. Lunasi hutang keluargaku jika nanti aku mati” suara pelayan dari dalam tablet.
“Tenang saja, aku pastikan seluruh hutang mu lunas dan anak anakmu bisa sekolah”
Pelayan laki laki menerima sebuah kunci dari tangan natali. Dengan ragu ragu ia perlahan melangkahkan kaki meninggalkan kamar perempuan tersebut.
Semua orang bertanya tanya, dari mana perempuan berambut pirang bisa mendapati Kunci pagar hutan yang disembunyikan secara rahasia oleh keluarga Xu dikamar putra mahkota.
Perasaan sakit muncul didalam hati shin, ia merasa telah menjadi penguasa yang tidak layak dan berguna. Perih ketika melihat rakyat sendiri rela mengorbankan dirinya demi melunasi hutang. Dia sangat membenci menjadi seorang raja. Bahkan dalam hidupnya ingin sekali kebebasan. Tapi apa daya, demi istri yang sangat di cintai. Dia rela menduduki takhta kerajaan yang sama sekali tidak ia inginkan.
Harapannya sangat tinggi terhadap Xu’i, dia menunggu remaja laki laki itu tumbuh dewasa untuk menggantikan posisinya menjadi penguasa. Di dalam hatinya merasa sedikit lega karena putra nya bukan lah pewaris takhta. Dia berharap hidup putranya bisa bebas seperti yang ia inginkan.
Dilain tempat, Xu’i yang telah membawa Zili masuk kedalam kamarnya. Mendudukan gadis malang di pinggir kasur. Ia mengeluarkan sebuah salep dari dalam kantung celana seragam putra mahkota. Seragam khusus jahitan tangan asli Para Petinggi klan Lu yang tunduk setia kepada keluarga Xu. Keluarga yang memiliki istana sendiri diwilayah selatan. Bangunan istana buatan nenek moyang.
Baju seragam berwarna Merah, dengan 5 bintang penuh terletak dikedua bahu,lalu sebuah selendang biru terjahit menyatu menyilang ditengah tengah seragam tersebut Dengan sebuah kantung kecil berlambangkan Huruf NC.X khusus milik putra mahkota. Serta pisau Tajam dengan kantung penutup di pinggang samping kanannya. Diselendang pakaian tersebut terletak 8 Pin lambang klan asli negara.
Lambang obat obatan dari klan Xu, lambang pedang dari klan shen, lambang Makanan dari klan Sun, lambang Padi dari klan Ou, lambang lautan dari klan Ann, lambang perhiasan dari klan lu , lambang buku dari klan Zin dan lambang komputer dari klan Co.
Calon penguasa yang diakui dan dicintai semua rakyat meskipun rumor kekejamannya menyebar luas tapi Masyarakat NC tetap mengaguminya. Karena tidak pernah ada bukti secara langsung seseorang pernah meninggal ditangan putra mahkota.
“Emm” zili menyipitkan mata menahan rasa sakit diwajah dan bibirnya saat Putra mahkota mengoles salep krim khusus buatan pabrik perusahaan Xu. Perusahaan Yang bergerak dibidang farmasi dan obat obatan yang telah menyelamatkan miliaran juta hidup manusia di masa itu.
“Sakit”
“Iya”.
“Kalau tahu sakit, besok besok jangan berulah”
“iya”
“ Kenapa kau dipukul diam saja, bodoh sekali”
“ Shisou, mana mungkin aku sanggup melawannya”
“Dengarkan aku baik baik, mulai sekarang jangan pernah bilang tidak sanggup lagi, jangan pernah takut dengan siapapun dan apapun itu. Selama aku masih hidup aku pasti akan selalu melindungimu”
“Shisou” mata gadis malang berkaca kaca. Tidak menyangka ia telah mendapatkan sebuah hadiah kepastian dari mulut calon panguasa. Pertama kali dalam hidupnya mendapatkan sebuah dukungan dari seseorang. seseorang yang sangat berharga bagi negara, seseorang yang ia kira tidak akan pernah mungkin mendukungnya dan seseorang yang akan penuh kesibukan dimasa yang akan datang.
Gadis malang memandang wajah Gurunya yang sangat dekat dengannya. Dia melihat mata gurunya sedang memperhatikan luka dipipi akibat pukulan Pelindung putra mahkota. Sesekali remaja laki laki itu menggerakan wajah gadis malang dengan memegang dagu menggeser kekanan serta kekiri untuk memastikan krim telah teroles secara merata.
Putra mahkota bahkan dengan sendirinya mengoleskan Krim dengan seksama tanpa memerintahkkan pelayan untuk melakukannya.
“Sudah rata, sekarang istirahat lah”
“Hm” zili menganggukan kepala berdiri untuk melangkah kaki menuju kekamarnya.
“Mau kemana?”
__ADS_1
“Kembali kekamar”
“Istirahat disini saja” sontak Zili terkejut mendengar perintah putra mahkota. Ia memandang gurunya telah berdiri membuka beberapa kancing seragam mewah putra mahkota lalu berjalan menuju kamar mandi.
Tampaknya tubuh remaja laki laki itu merasa kegerahan karena rasa marah menghadapi shin jo beberapa saat yang lalu masih tersisa dihatinya.
Tanpa membantah perintah gurunya, Zili membaringkan tubuh perlahan diatas kasur mewah dengan Kelambu Berwarna merah buatan asli dari perusahaan Lu. Kasur dengan sprei berwarna Biru yang terasa sangat empuk terbuat dari kapas dan Wol eksklusif. Pertama kali dalam hidupnya merasakan kemewahan kasur yang baru saja disadari kenyamananya itu.
“Yang mulia, Yang mulia raja shin meminta anda untuk menemuinya diruang tamu” suara kepala pelayan terdengar ditelinga Zili namun tampaknya tidak terdengar ditelinga putra mahkota yang sedang mandi.
Dengan segera Zili turun dari kasur yang sudah membuat tubuh nya nyaman itu bersiap siapa melangkahkan kaki berjalan menuju pintu Untuk memberi tahu kepala pelayan bahwa Putra mahkota sedang mandi.
Dipakai olehnya sebuah sandal yang terbuat dari kapas empuk milik putra mahkota yang berada disudut kiri Kasur. Merasa nyaman telah mengenakan barang barang Mewah, Zili membuka pintu dan mendapati kepala pelayan dengan bintik bintik merah diwajah.
“Loh, ada apa dengan kakek?” tanya Zili kepada kepala pelayan laki laki yang mungkin umurnya sudah lebih dari 50 tahun.
“Yang mulia putri mahkota, maafkan wajah jelek saya yang mungkin membuat anda merasa jijik, wajah saya hanya alergi karena telah berlama lama berada dekat dengan mayat busuk yang telah dikerubungi banyak lalat.”
“Mayat?” sontak Zili terkejut mendengar perkataan kepala pelayan.
“Benar yang mulia, mayat pelayan dari Keluarga XU yang mati diterkam srigala karena membuka pagar hutan”
Jantung zili berdegup kencang, tidak terkendali. Perasaan takut kian menghantuinya. Tadinya Dia mengira Shin’A lah yang sedang mencoba untuk membunuhnya tapi tidak disangka bahwa pelayan dari keluarga Xu yang melakukannya.
Takut dan ngeri menyelimuti hatinya. Sesaat dia masih merasa lega karena Shin’A mungkin akan lama datang kembali, namun perasaan leganya kini sirna sudah berganti dengan penuh kekhawatiran. Khawatir nyawanya akan mati seperti nasib mayat pelayan tersebut. Karena bisa saja seseorang yang berada disekitarnya tiba tiba membunuh nyawa gadis malang tanpa ia ketahui.
“Ngapain kau disini?” suara putra mahkota membangunkan Zili dari rasa takutnya. Gadis malang itu menolehkan wajah menuju pintu kamar mandi. Dilihat olehnya putra mahkota telah berganti pakaian, mengenakan Kemeja berwarna Coklat mewah terbuat dari kain wool.
Mata gadis malang memerah berkaca kaca mengejutkan Putra mahkota. Baru saja ia melihat muridnya telah berhenti menangis. Kini ia harus melihatnya kembali mengeluarkan air mata.
“Shisou, shisou dengarkan aku” Zili menghalangi tubuh putra mahkota mendekat kearah kepala pelayan yang sedang menundukan kepala menyiapkan diri dengan apapun yang akan terjadi dengan dirinya. “shisou, kepala pelayan tidak bersalah, aku hanya merasa takut karena mendengar sebuah mayat telah ditemukan penuh dengan lalat,”
“Mayat?”
“Hm, mayat pelayan yang membuka pintu Pagar hutan” angguk zili “ Shisou, aku mohon, bantu aku jadi kuat, apapun yang shisou perintahkan pasti akan aku laksanakan, agar aku bisa melindungi diriku sendiri dari kejahatan orang orang yang mungkin mencoba membunuhku”
“Kau yakin mampu?”
“Shisou, apapun itu, apapun itu aku akan lakukan”
Putra mahkota tersenyum Licik menatap Kepala zili yang sedang tertunduk tepat dihadapannya. Saat itu Gadis malang tidak memiliki pilihan lain selain untuk berubah menjadi kuat. Dia akan menuruti segala perintah putra mahkota demi melindungi diri dari kejahatan orang orang disekitarnya dan juga menghindari gangguan dari pangeran istana yang akan datang untuk menemuinya kembali.
“buatkan kolam renang panjang mengelilingi rumah” perintah putra mahkota kepada pelayan yang dengan cepat pergi melaksanakannya mengingat ia baru saja terbebas dari marabahaya yang tidak jadi menimpanya.
Di Sebuah ruangan kamar dekat dengan dapur, seorang pelayan laki laki memandang kosong kearah depan. Diambil olehnya ponsel dari dalam kantung celana. Di tekan sebuah nama yang sangat ia hormati. Nama dari tuan yang dengan setia ia ikuti.
“Yang mulia, rencana gagal”
“Aku tahu”
“Darimana anda bisa mengetahuinya yang mulia?”
“Tentu saja, aku sudah melihat gadis itu masih hidup dengan mata kepala ku sendiri”
__ADS_1
“Jadi yang mulia datang kesini”
“Hm.. tentu saja. Tapi ternyata dia bernasib beruntung, kali ini gagal, maka lanjutkan saja rencana berikutnya”
“Tapi yang mulia, perempuan itu telah jatuh ketangan raja”
“Bunuh dia”
“Baiklah Yang mulia, pelayan ini akan siap menerima apapun perintah anda”
Panggilan dimatikan oleh sang penerima panggilan, dengan segera Pelayan laki laki tersebut membalikan tubuh kebelakang. Dipandang olehnya seorang pelayan wanita yang pagi tadi membersihkan jendela serta pelayan yang juga telah bersaksi didepan ratu negara tentang penghinaan dua pelayan dipagi hari kepada putri mahkota.
“Kau dengar perintah pangeran?”
“Dengar tuanku”
“Jangan sampai ketahuan”
“Baiklah Tuanku” ia dengan segera berjalan keluar kamar.
Seminggu telah berlalu, berita kematian Natali karena bunuh diri setelah dikembalikan kenegaranya telah menyebar luas keseluruh Negara bahkan hingga sampai pelosok desa.
Sebagian masyarakat Negara NC mulai merasa simpati dengan keadaan Putri mahkota yang telah menjadi incaran pembunuhan oleh berbagai pihak yang tidak menyenanginya. Bahkan diberbagai sosial media, banyak dari netizen memberikan dukungan serta mendo’akan keselamatan bagi putri mahkota.
Lagi, untuk kesekian kalinya, gadis malang merasa senang telah menikah dengan putra mahkota. Ia sangat bersyukur kehidupan sosialnya mulai membaik namun tetap saja dia selalu berhati hati untuk sekedar berbicara dengan para pelayan. Perasaannya masih terasa sangat takut. Takut jika tiba tiba ada seorang pelayan yang mencoba untuk melukainya.
Setelah Menyelesaikan wawancara melalui media sosial dikota A, zili akhirnya kembali lagi kedesa Xu48 bersama putra mahkota. Dia lumayan sedih melihat nasib Shin jo yang telah terpenjara Untuk 2 bulan kedepan di penjara bawah tanah milik klan sun yang ia dengar sangat menyesakkan karena hanya memberikan makanan sekali dalam sehari.
Shin jo bahkan dengan sendirinya meminta maaf kepada Zili atas perbuatannya. Pelindung putra mahkota berjanji tidak akan pernah lagi menyakiti gadis malang tersebut.
Disebuah Kolam panjang yang mengelilingi Rumah. Kolam yang baru saja selesai dibangun, dengan beberapa jembatan kecil yang menghubungkan rumah dengan halaman rumah. Kolam yang terisi penuh air bersih berwarna biru karena keramik bangunan kolam tersebut yang juga berwarna biru, zili telah memasukan seluruh tubuh didalamnya.
Ia terus berenang untuk mengelilingi rumah perlahan lahan dengan beberapa kali menginjak dasar kolam. Nafasnya terengah engah. Dilihat olehnya putra mahkota dari jauh sedang duduk santai Diatas kursi panjang dengan Menyelonjorkan kaki dan menyandarkan tubuh dibawah pohon rindang samping rumah sembari membaca buku yang covernya bertuliskan bahasa jepang.
Sesekali ia melirik kearah kolam untuk melihat keberadaan Muridnya yang masih belum juga berhasil menyelesaikan satu putaran renang disore hari itu.
Sesekali senyumnya juga mengembang mendengar suara keluhan Gadis malang yang selalu menyebutkan kata Lelah sekali saat telah menginjakkan kaki didasar kolam.
“Lama sekali sih”
“ Iya shisou, ini juga lagi berusaha” Zili kembali memasukan tubuhnya setelah ia sampai tepat didepan pintu. Dengan mengayunkan kaki ia terus berenang hingga sampai tidak jauh dari keberadaan gurunya disamping rumah.
“Shisou aku berhasil”
“Bodoh,.. ini baru satu putaran. Aku kan sudah bilang sore ini kau harus menyelesaikan 20 putaran dan jangan terlalu banyak berhenti”
“ Shisou, mana mungkin aku sanggup”
“Kau bilang akan menuruti semua perintahku apapun itu”
“Iya sih tapi tetap saja”
“Sudahlah jangan banyak mengeluh. Kau mau aku marah ya”
__ADS_1
“Baiklah shisou,”
Zili kembali memasuk tubuhnya kedalam air tidak ingin mengundang kemarah gurunya yang sedang mengganti posisi duduk melipat kaki sembari meminum Sebuah teh Hijau khusus buatan tangan klan Ou yang dicampur dengan Obat obatan khusus penyegar tubuh dari perusahaan Xu.