Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
didalam mobil


__ADS_3

“Kami menginginkannya, yang mulia”


Seperti sebuah sambaran petir mengenai hati Zili yang sontak menjadi sangat kacau, permintaan salah seorang dari mereka memang sungguh berada diluar peraturan Klan negara yang tidak memperkenankan para anggota klan masing-masing untuk meminta sesuatu secara langsung kepada Para petinggi negara terlebih lagi kepada putra mahkota yang merupakan laki-laki tertinggi ketiga dinegara NC setelah raja negara dan raja bayangan.


Zili menggerakan tubuh menyamping, menghadap mereka yang mungkin sudah sangat keterlaluan dihadapan putra mahkota “tidak perlu, aku tidak mau lagi mengadakan acara penyambutan” ucap gadis itu tegas karena tidak ingin membebani putra mahkota yang sudah sangat sibuk dengan tugas negara.


“Tapi kau terlihat sangat senang ketika kami ingin menyambutmu tadi yang mulia” seorang dari mereka mulai tertunduk sedih, bahkan wajahnya mampu membuat orang yang melihat merasa sangat kasihan kepadanya.


Siswi yang paling tinggi mulai memandang zili “bukankah kau tidak pernah mendapatkan sambutan dari klan manapun selama ini yang mulia?” pertanyaannya sontak menegunkan Zili, menggetarkan hatinya lagi hingga merasa sangat tidak enak kepada putra mahkota “apa salahnya jika kita membuat pesta penyambutan kedatangan...


“Berapa banyak biaya yang kalian butuhkan?”pertanyaan putra mahkota semakin memperparah perasaan kacau dihati Zili yang sontak membuat kakinya menggigil saking malunya dia menerima bantuan dari suami yang ia cintai.


“1000 neceri” lagi, hampir tak kuasa menahan gigilan kaki yang mulai semakin cepat, zili mulai menunduk kepala mengigit bibir bawah.


“ 1000 neceri....


Bisik seorang pengawal kerajaan, “gaji pokok ku saja hanya 700 neceri, sungguh gila menghabiskan uang 1000 neceri hanya untuk satu hari saja” lanjutnya lagi kepada temannya yang langsung memberi kode kepadanya untuk diam agar tidak memancing kemarahan putra mahkota.


“Aku tidak perlu pesta, sungguh tidak memerlukannya shisou” ucap Zili masih dengan tertunduk menahan air mata karena tampaknya mata gadis itu mulai berkaca-kaca “maaf Shisou, sebaiknya lain kali saja kita bertemu lagi” lanjut gadis itu pasrah tidak menghabiskan waktu singkat dan sangat berharganya bersama putra mahkota karena kekacauan hati yang bahkan sampai memunculkan keringat dingin di kepala.


Zili mulai berjalan memasuki asrama “ayo kita belanja berdua saja” ajak putra mahkota sontak membuat Zili menoleh kepala naik, menatap mata putra mahkota yang sedang tersenyum melihat mata gadis itu yang berkaca-kaca. “tunggulah, malam ini pesta pasti diadakan” kali ini ucapan tersebut dilontarkan putra mahkota kepada tiga orang siswi sekolah teknologi yang mulai kegirangan senang karena mendengar jawabannya.


Hanya mereka saja,


Tampaknya semua siswa lain yang tadinya bahagia menatap putra mahkota mulai tertunduk sedih kembali.


Mereka bahkan sudah tidak memiliki selera untuk melihat putra mahkota yang sebenarnya sangat mereka kagumi. Hingga sedikit demi sedikit, para siswa dan orang-orang yang tadinya berkumpul mulai pergi ketika mendengar keinginan salah satu anggota klan mereka mendapatkan persetujuan dari Orang nomor satu kebanggaan negara.


“Shisou...


Zili tampak enggan menerima ajakan, itu karena ia tidak pernah sekalipun menghabiskan uang sebanyak itu, walaubagaimanapun menurutnya, uang 1000 neceri yang setara dengan 10juta rupiah tidak akan mungkin dihabiskan dalam satu malam saja.

__ADS_1


Bagi Zili yang biasanya paling banyak menghabiskan uang 20 neceri, itupun untuk membeli buku edisi terbatas diToko buku pusat kota B merasa sangat terbebani jika harus menghabiskan uang 1000 neceri yang bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan gaji pokok tentara pengawal putra mahkota.


Menolak menerima panggilan istrinya, putra mahkota yang mungkin kini telah mengetahui sifat asli gadis itu mulai menarik tangannya yang basah karena keringat rasa takut.


Wajahnya yang pucat tampak sangat jelas dipandangan mata putra mahkota. “persediaan Lolipopku telah habis,” putra mahkota mulai menenangkan zili dengan caranya “aku ingin kau memilihkan rasa untukku” ucapnya lagi meminta.


“Shisou..


“Kau menolaknya ya?” Ucapan memelas putra mahkota mampu menyihir hati Zili hingga membuat gadis itu membalas genggaman tangan putra mahkota.


Gigilan kakinya mulai berkurang “mana mungkin aku berani menolakmu” jawab Zili lalu mengikuti langkah putra mahkota menuju mobil Listrik pribadi miliknya.


********


Berdua saja dalam satu mobil.


Ini untuk ketiga kalinya mereka bersama didalamnya.


Sebelum saling mengenal lebih dalam, putra mahkota pernah menyetir tanpa bantuan pengawalnya, membawa zili didalam mobil pribadi miliknya sebelum mereka meninggalkan sekolah high raise menuju desa Xu 48.


Mulai keluar dari gerbang sekolah teknologi, mobil memasuki jalanan utama dua jalur yang ditengah-tengahnya terdapat tiang-tiang lampu.


Tiang tersebut berbentuk cantik karena dua Fitting lampunya tampak seperti Topi yang diisi lima lampu kecil lainnya yang bergelantungan ditepian.


Meskipun demikian, lampu belum menyala karena hari masih terang. “shisou..


Zili mulai menoleh kepala kesamping, melihat putra mahkota mengemudi mobil dengan mudahnya, saking mudahnya ia bahkan sempat menggenggam tangan Zili dengan salah satu tangannya dan menyetir menggunakan tangan lainnya.


Jantung gadis itu berdetak semakin kencang,


Bagaimana tidak!.

__ADS_1


Baru saja ia ingin menanyakan sesuatu, tangannya telah diraih putra mahkota dan digenggamnya dengan penuh kelembutan.


“Kenapa?”


Putra mahkota memandang sejenak kearah Zili yang saat itu tengah berusaha keras mengendalikan detak jantung dan rasa malu didalam hatinya, terlebih lagi ketika ia menerima genggaman telapak tangan putra mahkota yang Halus.


Halus,


Tampaknya keahlian Klan Xu dalam meracik obat hampir sempurna dikuasai laki-laki tersebut. Bahkan untuk menghilangkan tangannya yang mungkin kasar karena sejak kecil berlatih keras saja ia mampu melakukannya, hingga telapak tangan tersebut bisa sehalus telapak tangan Zili yang selalu berada didalam rumah dimasa lalu.


“Kau menyukai makanan manis ya?” Zili mulai membuka suara setelah menenangkan hati dari rasa gugup bersama putra mahkota.


“Tentu saja,” jawab putra mahkota melegakan Zili yang mengira bahwa mungkin putra mahkota adalah orang yang sama dengan laki-laki lain yang juga ia cintai. “bukankah makanan manis mampu menenangkan hati?”


“Menenangkan hati?”


“Hmm.....


Jawab putra mahkota “sebagai manusia biasa, kadang aku juga memiliki rasa khawatir, dibandingkan dengan mengkonsumsi rokok ataupun meneguk segelas jus anggur, aku lebih menyenangi untuk memakan permen sama dengan yang biasa dilakukan paman shin selama penderitaan hidupnya” lanjut jawab putra mahkota mengejutkan Zili yang baru mengetahui fakta bahwa raja negaranya juga memiliki penderitaan dimasa lalu.


Tidak tahu penderitaan apa,


Zili yang terlihat penasaran, mengurungkan niat untuk menanyakan hal tentang raja negara, yang takutnya akan membuat putra mahkota menganggap ia sebagai wanita yang tidak baik.


Mencoba mengalihkan pembicaraan “shisou kenapa kau berbohong padaku?” tampaknya keingintahuan zili yang sudah sangat lama dipendam, sore itu ingin ia keluarkan.


“Bohong?” tanya putra mahkota mulai khawatir identitasnya sebagai Sun Shin sa’i ketahuan oleh zili yang menyebabkan dia tidak bisa lagi melihat sisi berbeda lainnya dari gadis itu.


“Sun shin sa’i...


Benar saja, ucapan Zili membuat putra mahkota tertegun hingga mulai mengeratkan genggamannya, membuat Zili sedikit merintih kesakitan.

__ADS_1


Melihat Gadis itu kesakitan sontak Putra mahkota melepaskan tangannya tapi sayangnya, tangan Zili berhasil menahan kembali tangan putra mahkota yang lebar lalu giliran ia yang menggenggam erat tangan laki-laki tersebut hingga membuat putra mahkota yang tadinya sedikit khawatir tersenyum manis menggetarkan hati Zili yang langsung tertunduk karena melihat senyuman manisnya dari sisi samping.


“Dia temanmu, iya kan shisou?”


__ADS_2