
Langkah putra mahkota dan Zili terhenti dihalaman depan rumah putra mahkota.
Seorang gadis anggun dan cantik seperti Dewi berada dihadapannya, rambutnya yang lurus,hitam dan panjang serta poni yang sesekali bergerak terhempas angin menambah keelokan bentuk wajahnya.
Tubuhnya yang seksi berbalut gaun hijau muda semata kaki semakin menambah keindahan dalam dirinya.
ZIli menggigit bibir bawahnya, merasa pesimis dihadapan putri kecantikan negara NC. Gadis yang sangat dicintai banyak Masyarakat negara NC saat ini tengah menyempatkan diri disela-sela kesibukannya dalam pertandingan Kontes miss universe. Putri kecantikan didunia.
Bahkan telah menduduki lima besar negara.
Betapa mirisnya, ketika ia mendengar dan melihat keputusan yang diajukan putra mahkota untuk ikut menyertai zili pergi kedesa terisolasi yang tidak dihuni oleh manusia sama sekali didalamnya.
“Apakah kau gila?” tanyanya masih sanggup menahan rasa emosi didalam hatinya.
“Kau siapa?” tanya putra mahkota dengan tatapan malas.
“Apa kau bercanda Xu’i?”
“Aku tidak mengenalmu, menyingkirlah” jawab putra mahkota begitu malas.
“Xu’i aku mohon, urungkan lah niatmu”pintanya sembari meneteskan air mata dipipi. Sangat takut jika putra mahkota meninggal saat melaksanakan tugas.
__ADS_1
“Kau siapa?” tanya putra mahkota lagi kali ini mulai memandang tajam. Tidak seorang pun yang berani menyingkirkan Putri Klan lu mengingat dia adalah bagian dari keluarga kerajaan.
Adik dari Raja negara namun berbeda Ayah.
“Apa kau puas?” putri klan Lu mengalihkan pandangannya kearah Zili. Sontak zili tertegun menundukan kepala. Tidak ada sedikitpun keberanian untuk menentang wanita kebanggaan Masyarakat NC “setelah merebut Xu’i dari aku, sekarang kau mau membuat dia mati” ucapnya penuh dengan emosi.
Air mata Zili perlahan-lahan mengalir. Putra mahkota bahkan tersentak dan tidak terima.
“Kau....
“Apa kau kira hanya kau saja yang khawatir?” belum lagi putra mahkota melanjutkan perkataannya, Zili telah membuka suara.
*******
Ingin sekali mereka membela putri klan Lu dan menyingkirkan Zili, tetapi ketidak berdayaan mereka dihadapan Putra mahkota mengurungkan niat mereka untuk melakukan hal tersebut.
Sayup-sayup Angin membawa debu menyertai dikaki semua orang yang berada disana. Angin tersebut juga menerbangkan air mata yang membasahi pipi. Membawanya hingga kelengan tangan putra mahkota yang sedang menggenggam tangan Zili.
“ kau menyukai putra mahkota lalu kau pikir aku tidak? Siapa juga yang mau orang yang disuka dalam bahaya, tapi apa yang bisa aku lakukan,? “ tambah Zili lagi mengejutkan putra mahkota.
Putra mahkota tersenyum tipis, merasa senang bahwa Zili menyukainya. Anggapannya masih terlalu dini untuk mencerna perasaan wanita. Ia hanya beranggapan bahwa mungkin Zili menyukainya sebagai putra mahkota yang disukai banyak orang.
__ADS_1
“Lalu hentikan lah dia”
“Karena dia menyukaiku, tidak ada alasan bagiku untuk menghentikan Keputusanku” perkataan putra mahkota semakin memiluhkan hati putri klan Lu.
“Tolonglah.. hiks...
Gadis itu bahkan sampai jatuh terduduk memohon kepada putra mahkota untuk menghentikan keputusannya. Assisten sekalian pelindungnya dari Klan Shen berusaha menolongnya tapi dihempaskan oleh gadis itu.
Sementara putra mahkota yang telah mengalami kejadian yang sama berulang kali tidak mempedulikan Tangisan putri klan Lu.
Ia bahkan melangkah kaki, menarik tangan Zili untuk masuk kedalam rumahnya mengistirahatkan diri karena besok akan pergi kedesa ann 64. Namun langkah kakinya terhenti karena zili tidak ingin mengikutinya “aku mohon.. ha...”
Zili menggertakan gigi menahan rasa sedih didalam dirinya, air matanya mengalir sama halnya dengan putri klan Lu. “aku mohon shisou, “ia melepaskan tangannya dari genggaman putra mahkota.
Zili menghapus air mata diwajahnya, tidak berani menatap putra mahkota, yang dia ucapkan hanyalah kalimat memohon agar putra mahkota mengurungkan niatnya untuk ikut menyertainya pergi kedesa Ann 64 yang sangat berbahaya.
“Apa kau tidak pernah percaya kepadaku?” suara putra mahkota terdengar marah. “aku tidak menyukai sifatmu yang seperti itu” lanjutnya lagi meninggalkan Zili yang masih tertekan dengan keputusan putra mahkota ditambah lagi dengan tekanan yang baru saja ia katakan.
****
baca juga karya ku yang lain ya.
__ADS_1
hey liat aku boss