Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
semakin berat berpisah


__ADS_3

Rasa lelah yang menyiksa perlahan-lahan sirna.


Dada yang bidang selalu menjadi tempat paling nyaman menumpahkan segala kegundahan.


Menangis sepuasnya, Zili bahkan tidak ragu-ragu lagi melakukannya.


Pusing, mual dan sedih telah terobati dengan kehadiran orang yang sangat dia cinta.


Sampai hati zili merasa lega dan tangisannya berhenti sekalipun, putra mahkota masih tetap memeluk erat wanita miliknya.


Mungkin ia masih sangat merindukan gadis itu padahal hanya beberapa hari saja mereka tidak bertemu.


“Shisou...”


“Hmmm”


Ucapnya menerima panggilan.


“Shisou..”


Zili mulai membalas Pelukan putra mahkota, menikmati perasaan bahagia yang menyelimuti hati dengan adanya laki-laki tersebut disisinya.


Putra mahkota tersenyum lucu “ada apa denganmu..?” tanyanya ketika laki-laki tersebut mencoba melepaskan pelukan tetapi gadis itu menolaknya.


Gadis itu terlihat tidak ingin melepaskan diri dari pelukan putra mahkota saking tidak inginnya ia jika laki-laki tersebut pergi lagi dari sisinya.


“Eehmmmm”


Suara deheman pengawal rahasia putra mahkota yang merasa sangat segan berada ditengah-tengah kemesraan junjungannya sontak mengejutkan Zili yang langsung melepaskan Pelukan dari laki-laki yang ia cinta.


“Ahhh benar..”


Zili mulai bergegas melangkah kaki .


Tetapi langkahnya terhenti ketika tangan putra mahkota meraih tangannya “kau mau kemana..?” tanya laki-laki tersebut menarik Tangan Zili jatuh kepelukannya lagi.


Astaga yang mulia.


Lagi, merasa sangat canggung melihat sepasangan kekasih didepan mata karena ia sendiri tadinya telah berbalik arah, pengawal rahasia putra mahkota bahkan sampai menutup mata dengan jari-jari tangan yang ia letakan di atas alis mata.


“Shisou...”


Berada dipelukan satu tangan putra mahkota, Zili mulai mendongak kepala “aku akan mengambil jam tanganku, maaf....”


Dia menundukan kepala untuk kesekian kalinya dihari yang sama “aku harus menjualnya”


“Aku akan mengirim uangnya langsung ke Rekening bank mu” ucap pengawal rahasia putra mahkota tidak ingin berbasa-basi karena dia sendiripun ingin segera menghilang dari suasana kecanggungannya.

__ADS_1


“85-886xxxxx, Atas namanya” ucap putra mahkota cepat yang langsung disimpan laki-laki tersebut didalam ponselnya.


“Tunggu.. “


Zili melepaskan tangan putra mahkota dari pinggangnya, ia mulai berbalik menghadapkan tubuh kearah laki-laki didepannya. “aku akan ambil jam tangan....


“Aku berikan jam tangan itu untukmu,”


Ucap laki-laki tersebut “sebagai hadiah karena putra mahkota tidak melarangku untuk mencintaimu” lanjutnya lagi penuh dengan kebohongan yang tak kentara.


“Tapi....


“Aku memberimu dengan syarat....


Mulai menunjukan bukti pengiriman Uang yang telah berhasil kepada Zili “ kau dilarang menjual kembali barang itu” lanjut laki-laki tersebut mulai berbalik dan melangkah pergi setelah memastikan bahwa Tugas nya selesai.


“Tuan tungg...”


Mulai berbalik kembali menghadap ke Zili yang memanggilnya, pengawal putra mahkota dibuat terkejut ketika gadis itu telah menutup mata dan berada diatas kedua tangan putra mahkota yang sedang mengangkat tubuhnya.


“Yang mulia...”


Merasa sangat khawatir.


“Tenang saja, dia hanya tertidur” ucap putra mahkota menenangkan laki-laki yang telah merasa lega lalu memandang kepergian junjungannya membawa Gadis yang ia sendiri tidak begitu mengenalnya kedalam gedung asrama putri.


Hembusan nafas beraturan terdengar menenangkan.


Perasaan nyaman menyelimuti hati hingga tak sedikitpun terbesit ingin berlalu pergi.


Berada didalam alam bawah sadar, memandang senyuman manis putra mahkota didalam bayangan.


Perlahan-lahan mata gadis itu terbuka, sedikit menyipit, menatap putra mahkota yang tampak sedang menggerakan tangan, menggeser layar transparan didepan matanya.


Menopang kepala Zili dengan sebelah paha kaki, dan meletakan ponsel diatas paha kaki lainnya, ponsel yang tampak sedang menyala itu, memunculkan layar transparan untuk putra mahkota.


Masih fokus mengerjakan segala kegiatan dan pekerjaan sembari menemani wanita miliknya tidur, sebuah headset putih yang dikenakan laki-laki tersebut terdengar mengeluarkan suara.


“Yang mulia, segeralah kembali...”


Ucap suara seseorang terdengar hingga ketelinga Zili karena ruangannya sendiri sangat sepi dan sunyi malam itu.


Malam,


Benar sekali,


Tampaknya Zili telah lama terlelap dalam tidurnya hingga pagi telah berganti Menjadi malam,

__ADS_1


Hal tersebut Terlihat dari gelapnya langit diluar jendela kamar yang berkaca.


“Xui, kami tidak bisa tanpamu”


Seru seorang lainnya, mungkin itu adalah Penasihat putra mahkota Ann sandi yang sedang bertugas digaris depan.


“aku akan segera datang, tunggu saja....” jawab putra mahkota untuk kesekian kalinya.


“Xui, sudah dari 12 jam yang lalu kau bilang tunggu tapi masih belum juga kembali”


Kali ini suara laki-laki dewasa yang terdengar, mungkin itu adalah suara Pelindung Raja, Sun Shin Joila, yang juga berada digaris depan, mencari markas musuh secara diam-diam dan mulai menemukan titik persembunyian mereka.


“Shisou...”


Tidak lagi berpura-pura tidur, Zili yang memahami kesibukan putra mahkota mulai bangkit dan duduk diatas sofa yang tadinya merupakan tempat ia mengistirahatkan diri.


Memutuskan panggilan dari jam tangannya “kau sudah bangun..?” putra mahkota tersenyum lega melihat wajah cerah zili datang kembali.


“Pergilah...”


Ucap gadis itu menahan rasa berat didalam hati.


“Aku pergi...”ucap putra mahkota tersenyum lembut juga tampak berat meninggalkan Zili.


Ia mulai bangkit berdiri setelah meraih ponsel dipaha kaki, mematikan layar ponsel lalu memasukannya kedalam kantung celana depan yang mungkin memiliki ruang yang cukup dalam serta luas.


Mulai melangkah diikuti Zili menuju kepintu keluar. “Shisou....” langkahnya terhenti ketika kedua tangan Zili mengenggam tangan kanan laki-laki yang tadinya hendak meraih handle pintu “berhatilah-hatilah” ucap gadis itu ketika putra mahkota menoleh kearah kepalanya yang tertunduk.


“Hmm”


Angguk putra mahkota mulai melepaskan tangan Zili.


“Shisou..”


Tampak sangat tidak ingin berpisah, lagi lagi, Zili meraih tangan putra mahkota yang tadinya telah terlepas, mendongakan wajah, memberanikan diri menatap mata kekasih hatinya.


Tatapan saling beradu, putra mahkota melepaskan tangannya cepat lalu bergegas memeluk Zili saking gugupnya dia memandang mata gadis itu. “tidak boleh,” ucap laki-laki tersebut kepada dirinya sendiri sembari mempererat pelukan untuk gadis yang juga membalas pelukannya “aku tidak bisa melakukannya”


“Kau bisa melakukan apapun yang kau mau kepadaku shisou” ucap Zili membuat putra mahkota serba salah.


“Aku akan melakukannya jika waktunya tiba nanti” masih memeluk erat zili, putra mahkota mulai menghirup aroma wangi rambut gadis itu “sebelum saat itu terjadi, aku mohon...”


Dia mulai melepaskan pelukannya “jadilah wanita yang baik” pintanya lalu berbalik cepat meraih handle pintu lagi.


Tetapi Zili yang belum bisa menerima perpisahan, menahan kembali tangan putra mahkota, kali ini dilengan atas tangan laki-laki tersebut.


Putra mahkota menghela nafas berat, ia meraih tangan gadis itu lalu memutar tubuhnya, menyandarkan gadis itu kesisi dinding ruangan lalu ....

__ADS_1


mencium pipi kanan dekat dengan bibir mungil yang tampak sedikit terbuka saking terkejutnya ia menerima perlakuan lembut putra mahkota ketika menciumnya hingga tangan gadis itu sendiripun langsung menghampiri pipi tersebut “tunggu aku” ucap putra mahkota dengan nafas yang tidak beraturan sembari memegang kepala Zili dan mengacak-acak rambutnya sejenak lalu meraih handle pintu dan pergi keluar meninggalkan gadis yang masih berdiri diam membisu menyandarkan tubuh didinding ruangan tanpa memandang kepergian laki-laki yang dia cinta.


__ADS_2