
“Berhentilah berbicara, kau hanya membuang-buang waktuku saja,” Ou Yatto, Guru Putra Mahkota mulai memberi perintah dengan Isyarat kepada para prajuritnya untuk segera menahan Raja Bayangan dan para ketua Klan serta Menteri-menteri yang berada di belakang Raja Bayangan Negara NC.
“Kau tahu, hadiah berharga apa yang akan diberikan Xu’i untuk wanita yang sangat ia cintai?” Pertanyaan Raja Bayangan tiba-tiba terdengar aneh hingga laki-laki tua di hadapannya mengerutkan dahi kebingungan.
“Menyerahlah, Diam dan tak perlu banyak tanya.” Abaikan laki-laki tersebut bersamaan dengan para prajurit musuh yang telah mendekati Raja Bayangan.
“Jam tangan.”
“Apa?”
“Bukankah di masa lalu Xu’i sangat mencintai Yuanna?, karenanya ia membuatkan jam tangan yang sama dengan miliknya untuk Adikku.”
Duaaaaaammmmmmm....
Cuuuuppp...
Cuuuppp...
Akhhhh...
Atap bangunan di atas podium hancur,
Peluru melesat cepat mengenai tepat di dahi kepala para prajurit musuh yang mendekat, hingga mereka jatuh tergeletak dan tak bernyawa lagi.
“Kakak, maaf lama.” Suara Ratu Negara terdengar mengejutkan semua orang di sana. ”Padahal aku sudah mengirim pesan bahwa aku akan segera datang,”
Wanita dewasa itu tampak berdiri di atas Texchi Raja Ular Kobra milik Putra Mahkota bersama Dokter hewan, Ann So’A dan juga Lord breeder, Ann Soni yang tampak memegang senapan jarak jauh di tangan mereka. “tapi, Ular kobra ini sulit sekali di kendalikan, Maafkan aku datang terlambat, kakak.” Keluh wanita itu berusaha keras menggerakan bagian utama sebuah jam tangan yang tak memiliki tali pengikat di telapak tangannya agar jarum Kompas di dalam layar jam tangan tersebut tertuju ke arah Raja Bayangan yang telah bergerak cepat menyerang Guru Putra Mahkota.
BAaakkk...
Dooorrrr....
Cuuuuppp...
Tangggg....
Peluru yang mengarah ke Raja Bayangan berhasil terpental setelah peluru yang di tembakan Lord Breeder dengan tepatnya mengenai peluru yang melesat tersebut hingga kedua peluru terpental menjauh dan jatuh.
Baaaakkkk...
“Jadi ini semua rencananya?”
Bukkkk....
Braaaakkk...
__ADS_1
Guru Putra Mahkota terpental keluar, terhempas pintu hingga pintu kayu jati tersebut rusak dan terlepas dari pengaitnya.
Cuuupppp...
Cuuupppp...
Satu persatu prajurit musuh yang berada di ruangan sana jatuh terkapar dan tak lagi bernyawa terkena peluru yang melesat cepat di dahi mereka.
Sebagai Pejabat formalitas tingkat atas, Kedua pejabat tinggi yang berada di belakang Ratu Negara memang dulunya adalah Tentara Militer yang terlatih namun karena mereka lebih menyenangi Cita-cita dibandingkan dengan menjadi seorang Prajurit maka mereka meninggalkan kemiliteran dan memfokuskan diri pada jabatan keformalitasan Negara NC. Jadi sangat wajar, para mantan Sniper berbakat di sana melesatkan peluru dengan tepat hingga berhasil menjatuhkan para prajurit musuh dan hanya menyisahkan Ayah Raja Negara saja.
“Ayah,” Ratu Negara mulai turun dari atas Texchi ular yang telah mendarat di podium hingga ke atas tangga saking panjangnya benda tersebut. “Meskipun kau hanyalah Mertuaku tapi aku sungguh menghormatimu sebagai seorang Ayah, jadi aku mohon, katakanlah alasanmu melakukan ini semua!” Pinta Wanita dewasa yang kini telah berdiri di atas anak tangga tepat di bawah laki-laki tua di depan pintu.
“Tidak ada alasan,” laki-laki tua itu mulai berbalik, “ Hanya saja, Negara ini memang dari awal adalah milik Klan Xu maka Klan Xu yang sebenarnyalah yang pantas untuk menguasainya.” Jawab laki-laki tua itu dengan begitu santai lalu melangkahkan kaki.
“Jadi kau tidak pernah percaya pada Shin selama ini?”
Rasanya sesak,
Sungguh,
Mengapa bisa seorang ayah tidak pernah mempercayai Putranya sendiri selama ini?
“Sejak awal Negara ini memang sudah jatuh ke tangan Yuan, Yuan benar-benar telah berhasil menciptakan Negara dengan begitu banyak murid-murid berbakat, Yuan juga berhasil membuat Xu’i menjadi Calon Raja yang hebat untuk menguasai dunia, Xu’i di latih dengan keras oleh para rekan setia Yuan hingga kini, bukankah Xu’i juga telah jatuh ke tangan Yuan?, Sejak awal, Negara ini bukanlah milik kalian, Negara ini di bangun oleh Yuan hingga menjadi begitu hebat dan Kalian hanyalah menumpang nama darinya Saja.” Jelas Ayah Raja Negara masih tetap membelakangi Ratu Negara yang hanya bisa menggigit bibir bawah marah karena usaha yang dilakukan oleh mereka selama ini, tidak sedikitpun diakui oleh Mertuanya sendiri.
“Lalu kalian menganggap bahwa seluruh usaha rakyat NC adalah usaha Yuan juga?”
*******
Baaakkk...
Bukkkkk...
Uhukkkk uhukkkk...
Guru Putra Mahkota terpental jauh menabrak tiang di koridor luar Istana.
Pandangan matanya terbelalak tidak percaya ketika melihat para prajuritnya jatuh bergeletakan di atas tanah ,
Tang.... tang.... Tangg....
Hingga Hujan Peluru dari Texchi Grim Reaper Putra Mahkota berjatuhan kembali melesat cepat mengenai begitu banyak Tentara pengepung Istana yang masih tersisa, Maka barulah ia menyadari keadaan yang sedang terjadi, keadaan yang menyudutkannya hingga ia mulai menoleh ke atas langit.
Di bola matanya, Laki-laki tua itu melihat Pengusaha berbakat Kebanggaan Negara NC, Ou Bagus tampak sedang berdiri di atas kepala Texchi Grim Reaper sembari memantau situasi mengerikan yang sedang terjadi.
Terkadang ia memberikan Perintah kepada Ratu Negara untuk mengaktifkan Texchi tersebut dari balik headset miliknya, terkadang ia juga mengajarkan petunjuk pengendalian Jam Tangan pemberian Putra Mahkota agar Ratu Negaranya tidak terlalu kesulitan menggunakan benda canggih buatan Majesty Programmer tersebut.
__ADS_1
Walau tidak bisa menyentuh jam tangan tersebut, bukan berarti Mantan Tentara Militer terbaik Negara NC sebelum Putra Mahkota menduduki jabatan tingginya tersebut, tidak mampu mengendalikan benda yang terprogram di jam tangan tersebut.
Sebagai seorang pengendali salah satu Texchi terbesar di Negara NC, Pengusaha berbakat juga mampu menguasai semua jenis texchi dengan kecerdasan otak yang ia miliki, jadi wajar saja, saat ini dia mampu berdiri di atas Texchi Paling Besar yang dimiliki Dunia pada masa itu.
“Berperan maka balasannya adalah berperan.” Jawab Raja Bayangan atas Pertanyaan kakek dari Istri yang sangat ia cintai.
“Hahaha.” Tawanya menggema, laki-laki tua itu tampak memegang perutnya yang terasa sakit lalu perlahan-lahan berdiri. “Meskipun berperan, kau kira Yuan tidak menyadari kebohongannya, Yuan bukanlah orang yang mudah percaya dengan peran seseorang, dia bukanlah orang bodoh yang mudah tertipu seperti dirimu.”
“Oh ya,” Raja Bayangan tersenyum kecut, hampir saja tinjuan akan ia layangkan kembali ketika melihat wajah memuakan laki-laki tua di hadapannya, “Buktinya saja Yuanna bisa lepas dari genggamannya, bukan?”
“Tapi Xu’i akan dijadikan pilihan agar kalian segera menyerahkan takhta,”
“Tahukah kau alasan Xu’i berperan,?”
“Konyol,” membuang darah di mulut dengan meludah, “Dia kira mampu meloloskan diri dari tangan Yuan.”
“Yang konyol adalah kalian yang membiarkan seorang Xu’i berkeliaran di dalam kapal dan tidak mengurungnya. Dia berperan hanya untuk bergerak bebas di sarang kalian, tidak peduli kalian akan percaya ataupun tidak sama sekali.”
“Apa?”
“Kau tahu kemampuan Xu’i tidak bisa di anggap remeh, Bukan?, Untuk mengambil Takhta darinya sekalipun kalian tidak akan pernah mampu tapi dengan bodohnya kalian malah membiarkan Xu’i begitu saja.”
“Yuaaannn..” Teriak Laki-laki tua mulai meraih headset di dari dalam kantung lalu meletakannya di telinga.
“Sayang sekali kakek,” Suara anak laki-laki terdengar muncul secara tiba-tiba, anak kecil tersebut tampak duduk di atas Texchi burung merak bersama dengan Putri Istana yang berdiri di depan anak laki-laki tersebut.
“Jaringan Negara telah dinonaktifkan.” Ucap Putri Istana yang telah memahami tugasnya di sana, Melanjutkan kalimat Hacker berbakat kebanggaan Putra Mahkota, Zin Zilua dan mendaratkan Texchi tepat di belakang Raja Bayangan.
********
Mata Ratu Negara memerah,
Mengetahui Fakta bahwa sebenarnya ada bagitu banyak musuh sejak dari dulu membuatnya kesal pada dirinya sendiri karena merasa telah gagal menjadi seorang Ratu Negara.
“Siapa lagi?” Wanita itu mulai tertunduk bersamaan dengan Dokter Hewan dan Lord Breeder yang telah menapakan kaki di anak tangga bagian bawah dari anak tangga Ratu Negara berdiri. “Tidak mungkin kau beritahu, ya!”Lanjut Wanita dewasa tersebut mulai mengangkat kepala, kali ini dengan senyuman wajah penuh percaya diri.
“Konyol, Tentu saja aku tidak perlu memberitahukan padamu, Itu hanya akan membuang-buang waktuku saja.”
“Katakan pada Yuan aku berterima kasih,”
“Apa?” Ucapan Ratu Negara sungguh mengejutkan laki-laki tua di hadapannya.
“Sebagai seorang Penguasa Mutlak, aku berterima kasih padanya karena telah memajukan Negaraku ini, dan sebagai seorang Penguasa Mutlak jugalah, Aku Xu Yuanna, tidak akan pernah menyerahkan takhtaku kepada siapapun kecuali kepada Xu Xu’i sebagai Raja Penguasa Sesungguhnya.”
“Hahahaha.”
__ADS_1
“Menyerahlah Ayah, karena Xu Yuan tidak akan pernah datang kembali ke Negara ini dengan keadaan masih bernafas.” Ancam Ratu Negara menutup tawa laki-laki tua di hadapannya.