Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
ATB, my majesty 20


__ADS_3

Cahaya bulan menyinari gelapnya malam ditengah hutan. Darah sekumpulan srigala mengalir membasahi daun daunan kering disekitarnya.


Pandangan mata gadis malang dengan pakaian basah tertuju kepada wajah lonjong remaja laki laki yang sedang mengenakan Pakaian kemeja berwarna biru tua lengan pendek.


“Terima kasih”


“Mana boleh begitu saja”


“Loh kok gitu, aku kan tidak memintamu untuk menyelamatkanku”


“Maka dari itu kau harus membayar rasa terima kasih karena kutolong secara Cuma Cuma”


“Aku tidak punya uang. Lihatlah, pakaian ku saja basah”


“Aku tidak ingin uang, yang aku inginkan adalah dirimu”


“Mending kau biarkan aku saja mati daripada aku harus memberikan tubuhku ini untukmu”


“Astaga,bukan itu, aku hanya ingin kau jadi assissten pribadiku”


“Assissten apanya, maaf saja aku tidak punya pengalaman bersosialisasi dengan dunia manusia” Zili bangun dari duduknya berjalan meninggalkan remaja laki laki yang masih berdiri Menatap kepergian gadis malang itu.


“Aaah yang benar saja, jadi selama ini kau berteman dengan hewan ya?” remaja laki laki itu berlari mengikutinya.


“Ya tidak lah, hanya saja aku memang tidak pernah punya teman dulunya, tapi ada juga sih sekarang disekolahku, beberapa minggu yang lalu mereka mengajak aku berteman.”


“Hmm.. luar biasa,,masih ada ya tarzan didunia ini”


“Tarzan apanya?” bentak Zili tidak senang.


“Tidak punya teman manusia itu artinya kan tarzan”


“Aku juga tidak punya teman hewan tau”


“kau tidak kenal aku ya?”


“Tidak”


“Memang kau tidak pernah nonton Tv”


“Tidak”


“Baiklah, mulai sekarang aku akan berteman denganmu agar kau bisa mengenal siapa aku”


“Memang kau mau ya berteman dengan orang yang banyak musuh seperti aku”


“Musuh?”


“Iya, ada banyak orang yang membenciku di negara ini”


“Itu karena kau adalah wanita dambaan putra mahkota, semakin tinggi posisimu, semakin banyak orang yang tidak suka”


“Kenapa kau mengenalku, lagian aku bukan wanita dambaan putra mahkota, kalau jadi dambaannya mana mungkin aku bernasib malang seperti sekarang ini.. lihat ini..ini” Zili menunjukan luka dibibir wajah.


“Waaah.. sepertinya kau tadi sedang dicium orang”


“Dicium apanya, ini bekas tamparan, kau ini bodoh sekali”


“Ckckcck,, masih muda sudah rajin bertengkar”


“Astaga.. ngomong dengan mu susah sekali ya!”


“Loh kenapa? Kan memang iya luka mu itu pasti didapat karena telah bertengkar”


“Iya ..bertengkar kalau aku bisa melawan sih enak. Aku bahkan tidak memiliki kesempatan melawan. Konyol bukan.”


“Loh kok konyol”


“Sudahlah, ngapain sih ngikuti aku?”


“malam malam begini kau mau kemana?”


“Tentu saja pulang”


“sudah tau dihutan malah keluyuran”


“Kalau tidak paham, jangan asal bicara”


“Karena aku temanmu, kau di perbolehkan bercerita, tentu saja aku akan dengar cerita mu”


“Memang kau mau berteman dengan aku ya?”


“Tentu saja, aku kan tadi sudah bilang”


“Sungguh,hiks...” Suara parau Zili mengejutkan remaja laki laki yang saat itu ikut menghentikan langkah kakinya.


“Kok malah nangis?” Tanya nya mulai merasa kasihan melihat gadis malang jatuh terduduk diatas dedaunan Malam itu.


Sayup sayup hembusan angin menggoyang pepohonan tinggi ditengah hutan, Air mata gadis malang bahkan sampai terbawa oleh hembusannya. Remaja laki laki masih berdiri dihadapannya, memandang ia tunduk kebawah. Gadis itu mengusap Air mata dipipi, rasa haru menghiasi hatinya karena telah mendapatkan seorang teman lagi ditengah hutan yang lebat.

__ADS_1


Pandangannya tertuju kebawah, rasa bersyukur tiada tara. Hasil jerih payahnya bertahan ditengah tengah dalamnya hutan bisa menghasilkan sebuah tali pertemanan yang sejak dulu diinginkan.


Remaja wanita itu tidak pernah tahu cara berteman karena larangan pangeran istana dimasa lalu yang membuatnya semakin merasa rendah diri untuk menjalin hubungan.


“Hiks, sebenarnya aku tidak diizinkan masuk ke rumah karena tadi sore menolak permintaan murid kelas spesial......” Suara jangkrik ditengah malam diikuti dengan suara tangisan musang tidak lagi dihiraukan oleh gadis yang tengah menceritakan masalah yang ia miliki ke teman barunya.


Mau tidak mau ia harus mempercayai orang yang telah menyelamatkan hidupnya dari kematian. Perlahan lahan Ia memeluk tubuhnya karena kedinginan. Pakaian yang tadinya basah mulai mengering sebagian kecil terkena angin yang semakin berhembus kencang.


Remaja laki laki yang duduk dihadapan gadis malang itu kebingungan karena tidak membawa jaket untuk menyelimuti gadis yang sedang kedinginan.


“sudah dulu ceritanya, ayo ikut aku saja.. lihat tuh badan mu sudah menggigil kedinginan”


“Kemana?”


“ke ruang bawah tanah, tempat aku liburan”


“Liburan?”


“iya, sudahlah, ayo ikuti aku saja”


Suara gemerisik langkah kaki diatas daun daunan kering terdengar ditelinga karena sepi nya tengah hutan malam. Gadis malang itu sebenarnya merasa sangat khawatir karena begitu mudah mengikuti orang yang tidak ia kenali. Tapi apa daya, dia lebih merasa khawatir untuk tetap tinggal sendirian.


Dirinya yang tidak menyangka akan selamat dari marabahaya merasa sedikit lega dengan demikian ia masih memiliki kesempatan untuk melihat gurunya yang saat itu tengah ia rindukan keberadaannya.


Langkah remaja itu terhenti masih ditengah hutan. Zili merasa aneh karena tidak melihat satu rumah pun ada disana, malahan ia tidak percaya harus kehilangan penerangan dari Cahaya bulan karena Lebatnya daun daun di Ranting pepohonan yang menutupi tempat ia berdiri.


Gelap gulita, bahkan Remaja laki laki disebelahnya hampir tidak terlihat. Beberapa saat kemudian sebuah cahaya muncul dari pergelangan tangan remaja laki laki itu, ia melihat sebuah jam tangan melingkar mengeluarkan cahaya yang menerangi gelapnya hutan malam.


Beberapa menit kemudian, Remaja laki laki itu membalikan tangannya, ia berjongkok membersihkan Beberapa helai daun. Zili sontak terkejut, ia melihat sebuah pintu besi tertanam diatas tanah. Dia tidak menyangka bisa melihat Pintu bawah tanah dengan mata kepalanya sendiri saat itu.


Pintu bawah tanah yang hanya bisa terbuka menggunakan darah klan Asli negara NC. Masyarakat negara menyebutnya sebagai pintu darah. Bahkan didalam ruang bawah tanah terkadang ada pintu darah yang lain. ketika SMP gadis malang itu pun pernah belajar ilmu pengetahuan sejarah negara.


Warna di pertengahan pintu menandakan Pemilik asli Ruang bawah tanah. Warna merah menandakan bahwa pintu tersebut hanya bisa dibuka menggunakan Darah asli klan Xu, begitu juga dengan pintu klan Sun yang berwarna hijau,, klan Shen berwarna Biru, Klan Zin berwarna kuning,, Klan Ou berwarna ungu, Klan Co berwarna Hitam , klan Ann berwarna Putih dan Lu berwarna jingga.


Itu adalah pelajaran paling dasar saat ia pertama kali menduduki kelas 7 SMP di sekolahnya.


“Berbalik”


“Balik”


“Iya, aku akan membuka pintu.”


“Kenapa harus berbalik?”


“Karena aku akan mengiris telapak tanganku untuk membuka pintu, memang kau berani ya melihat darah”


Gelap gulita hanya lubang kecil di tengah tengah pintu yang terlihat sekilas melalui jam senter Laki laki remaja tersebut. Warna pertengahan pintu tidak terlihat jelas tadinya, membuat gadis yang berdiri dibelakang punggung laki laki remaja pengguna anting disalah satu telinga bertanya tanya. Sebenarnya dari klan manakah penyelamat dia berasal.


Tanah bergemetar, “ shiiiing” suara pintu terbuka kesamping, cahaya lampu muncul dari bawah. Gadis yang masih memeluk tubuhnya mulai membalikan badan. Dilihat olehnya tangga menuju ruang bawah tanah.


Ini adalah yang pertama kalinya gadis malang tersebut melihat dengan mata kepalanya sendiri bentuk asli dari ruang bawah tanah.


Mewah, seperti ruangan rumah, bahkan dinding ruangan tersebut dicat berwarna hijau. Gadis itu melihat pesona kemewahan lantai dengan keramik dan beberapa Hiasan antik gaya kuno dimasa lalu yang bahkan jika dijual harganya akan membuat orang menjadi kaya raya secara tiba tiba.


Belum lagi Lampu hias diatas atap ruangan, yang terbuat dari Emas. Semua perabotan rumah tangga hampir lengkap terlihat dari atas. Sofa, televisi, lemari Es bahkan AC pun ada. Dia bertanya tanya lagi Darimana Ac tersebut mendapatkan udara.


Rasa penasaran hanya tinggal penasaran, gadis malang telah terbiasa untuk melupakan rasa keingin tahuannya sejak dulu. Dia tidak pernah berani untuk bertanya, bahkan kepada ayahnya sendiri.


“Ayo masuk”


Zili berjalan menuruni anak tangga mengikuti langkah kaki remaja laki laki didepannya. Matanya mulai terpesona dengan kemewahan ruang bawah tanah ketika Pintu ruangan kembali tertutup dengan sendirinya.


Dilihat olehnya, lampu mulai berganti warna cahaya. Mengikuti arus Warna Klan. Merah berganti hijau lalu biru kemudian kuning, beberapa detik berubah kembali menjadi Putih, lalu tiba tiba lampu mati sejenak menjadi gelap kamudian muncul kembali menjadi berwarna jingga.


Hiasan ruang dari dalam terlihat sangat mewah, Vas bunga besar buatan Klan Lu terpampang di sudut ruangan, ditambah dengan Bunga kertas dan daun daunan yang terbuat dari bahan plastik mewah, Menambah keanggunan isi ruangan tersebut.


“Pakai” Remaja laki laki itu memberikan Sebuah Pakaian kemeja panjang berwarna Putih kepada Zili. “ ganti disana” ia menunjuk sebuah kamar yang tertutup pintu berada disebelah kirinya.


Perlahan gadis itu menundukan kepala lalu berjalan menuju tempat untuk mengganti pakaian. Langkah kaki remaja laki laki mulai menggema, ia berjalan menghampiri sofa dan duduk diatasnya sembari mengambil sebuah permen lolipop, membuka kemudian memasukan benda itu kedalam mulutnya.


Beberapa saat kemudian, Zili membuka pintu kamar dengan mengenakan Kemeja Putih yang panjangnya hingga sampai kelutut kaki. Ditatapnya orang yang telah menyelamatkan nyawanya dari kematian, ia sedang duduk sembari membaca majalah.


“Kau lapar?”


“Iya”


“aku akan memberimu makan, tapi berjanji dulu kau mau jadi assisten ku”


“Tidak bisa, saat ini aku sedang dilatih oleh putra mahkota”


“Berapa lama?”


“Mana ku tau”


“Kau ini serba tidak tau ya”


“Mau bagaimana lagi”


“Ya sudah, kalau kau telah selesai dilatih dan kembali kekota, saat itu aku akan mencarimu”

__ADS_1


“Memangnya kau tau dimana rumahku?”


“Ya tidak,”


“Hah lucu sekali, “


“Jangan salah, walaupun begitu, aku adalah salah satu murid disekolahmu lho”


“Haaa yang benar?”


“Iya donk, aku beritahu kepadamu. Aku ini adalah murid kelas spesial”


“wahh gila, murid SMA saja sudah megangin pistol, gimana kalau sudah besar, mau jadi mafia ya?”


“Tentu saja tidak,, ngapain sih masih berdiri, sini duduk”


Rasa khawatir dan ragu telah hilang, Zili telah mempercayai remaja laki laki yang sedang duduk melipat kaki diatas sofa. Ia melangkah kaki perlahan menuju kearahnya.


Duduk diatas sofa, tepat dihadapan laki laki remaja yang masih memandang kearahnya.


“Kau mau makan tidak”


“Ya mau”


“Setujui dulu permintaanku”


“Memang kerja jadi assissten apa sih! Kau kan masih SMA?”


“assisten artis lah, Kau tidak kenal artis populer papan atas Yang sedang naik daun ini ya?”


“Waah.. gila, kau artis ya?”


“Lama sekali sih sadarnya”


“Mana ku tahu, aku bahkan tidak pernah nonton tv, Kalau artis mending jangan dekat dekat denganku deh, nanti reputasimu bisa hancur”


“Ckckck” remaja laki laki itu menggeleng kepala “ malahan reputasiku akan semakin naik, karena bisa memperkerjakan wanita dambaan putra mahkota”


“Omong kosong, sudah kubilang aku bukan wanita dambaan nya”


“Hmmmmm” angguk remaja laki laki itu beberapa kali. “ya sudah jangan marah donk,”


“Bukan marah, hanya saja demi kebaikanmu lebih baik jangan dekat dekat dengan aku”


“Waaah kau ini suka sekali merendahkan diri sendiri ya” Zili tersenyum kecut mendengar ucapan Remaja laki laki dihadapannya.


“ Ya sudah lah kalau tidak mau kasih aku makan”


“Berjanjilah kau akan menjadi assistenku dulu, aku tidak peduli apapun yang akan terjadi dimasa depan nanti, tapi sekarang aku hanya ingin kau menjadi assistenku”


“Krrruuuk” suara perut Zili berbunyi keras hingga terdengar sampai ketelinga.


“Lihat tuh, perutmu saja sudah menangis”


“Baiklah, tapi hanya untuk 1 bulan saja gimana, aku takut ibu mertuaku marah”


“Bibi nana kan? Aku malah senang dia marah,, dia itu wanita pujaanku tau?”


“Loh kok bisa kenal?”


“Hm, hm, hm, hm “ senyum senang remaja laki laki itu “ siapa sih yang tidak kenal dengan ratu bayangan Ou nana, wanita paling sabar sedunia, meskipun raja bayangan Xu idris sangat galak. Dia masih bisa bertahan hidup dengannya”


“Kau bahkan lebih mengenalnya dibandingkan aku”


“Tentu saja, kan sudah kubilang dia adalah wanita pujaan hatiku.”


“Iya deh ya sudah ya sudah.. gimana,, mau tidak 1 bulan saja aku jadi assissten mu, tidak perlu digaji tidak apa apa kok, anggap saja makanan yang akan kau berikan malam ini sebagai uang muka”


“Oke”


Dengan segera remaja laki laki berjalan menuju dapur mengambilkan Makanan untuk gadis malang yang sedang menahan rasa lapar untuk kesekian kalinya.


Gadis malang menghela nafas lega karena malam ini, ia tidak harus tidur diluar rumah kembali, rasa syukur berterima kasih tertanam didalam hatinya kepada remaja laki laki yang telah kembali membawa Sepiring Daging Panggang dengan Saus Musroom diatasnya.


“Haaah.. cepat sekali”


“Tentu saja,, aku ini kan artis bertalenta bagaimana mungkin memasak makanan saja lama”


“Hm.. dasar penipu” suara yang sangat dikenal terdengar Ditelinga Zili. Tubuhnya keringat dingin, gemetaran, ketakutan, bahkan perutnya hingga terasa mual. Rasa lapar telah hilang berganti dengan Sakit.


Seorang laki laki remaja keluar dari sebuah kamar tidak jauh dari tempatnya tadi berganti pakaian.


Rambut berwarna hitam dengan poni diatas dahi, wajah tampan yang berbentuk oval, bulu mata lentik serta mata sedikit menyipit dengan kulit putih terang terlihat jelas dimata Gadis malang yang telah membulatkan mata terkejut dengan apa yang dia lihat.


Wajah yang mirip dengan Raja penguasa negara muncul kembali dihadapan gadis malang yang merasa akan semakin malang ketika menemukan remaja laki laki itu dihadapannya. Dia tidak menyangka akan bertemu kembali dengan remaja laki laki yang telah pergi menghilang kejerman beberapa bulan yang lalu.


“Shin’A”


“Kau mengenalku?”

__ADS_1


__ADS_2