
Istana Lu,
Istana yang terdapat diwilayah Selatan tersebut memang sangatlah megah dan terletak di Atas sebuah Bukit yang di kelilingi pepohonan Jati.
tidak hanya Megah,
istana yang terbuat dari bebatuan Alami Tersebut merupakan karya Arsitek Profesional dari Salah seorang nenek Moyang Negara NC yang memiliki kemampuan Seni Terbaik pada Abad Canggih dimasa lalu.
pemilihan tempat pembuatan juga semakin memperindah Istana Tersebut, Di atas Bukit yang bisa melihat keindahan Taman Bunga serta Pemandangan Alami sungai besar dengan air birunya mampu membinarkan mata semua orang yang berada disana.
memang Istana Lu sendiri merupakan wilayah perbatasan Antara Desa Lu dan Desa Ou, jadi wajar saja, Taman bunga di wilayah tenggara bisa terlihat dari atas bukit sana.
Istana Lu sebenarnya merupakan Istana yang diperuntukan untuk penguasa mutlak negara NC, tetapi karena raja bayangan Xu idris Lebih menyukai untuk tinggal diwilayah Barat dimasa lalu, dia menolak untuk menetap Diistana tersebut dan membuat istana baru ditempat kelahirannya itu. Alhasil, Istana Lu saat ini hanya digunakan untuk tempat rekreasi bagi keluarga kerajaan dan juga tempat Bagi para siswa-siswi sekolah high raise untuk menimbah Ilmu seni didalamnya.
hanya saja, ada bagian tertentu dari Istana tersebut yang sangat berbahaya karena dimasa Lalu, tempat tersebut pernah menjadi sebuah Markas besar bagi Kelompok yang memperebutkan posisi penguasa mutlak sebelum Kekuasaan tersebut berhasil diambil Alih oleh para pengendali kerajaan saat ini.
maka tidak heran, di istana tersebut terdapat sebuah Kolam yang diisi Puluhan buaya Muara dan telah tumbuh Besar karena bertahun-tahun lamanya terpelihara dengan baik disana.
Duduk begitu santai sembari menyeruput Teh didepan sebuah Kolam yang terisi begitu banyak Buaya, Putra mahkota mulai memerintahkan bawahannya untuk menarik Tali yang mengikat tubuh Salah seorang bawahan Yellow sprayer.
tali katrol mulai terangkat, membawa tubuh laki-laki yang tetap tenang naik dan berada diatas puluhan buaya muara.
mengangkat kepala melihat kearah putra mahkota yang terlihat dijaga dua orang laki-laki penjaga Kolam "Xu'i, "panggil salah seorang anggota yellow sprayer tersebut "kau benar-benar sudah gila"
tertegun sejenak, lalu menghela nafas "harusnya kau tidak menganggap remeh perkataan Xu'i" pelindung putra mahkota Shin ji yang mengikuti putra mahkota mulai membuka suara, ia terlihat sedang berdiri melipat tangan ke dada diluar pagar pembatas yang terbuat dari kumpulan kawat-kawat. sedikit merinding karena akan menyaksikan kematian mengerikan didepan matanya sembari melirik kearah putra mahkota sesekali yang saat itu terlihat sedang berada didalam pagar pembatas, wilayah kekuasaan para buaya berada.
sungguh tak mengejutkan bagi sang Ahli Penjinak binatang seperti putra mahkota tersebut, bahkan berada ditempat yang dipenuhi dengan Binatang buas berbahaya sekalipun baginya tidak menjadi masalah.
"turunkan" perintah putra mahkota kepada bawahan yang menggenggam tali tambang dengan gigilan tubuh saat itu ketika mendengar perintah langsung dari calon raja negara mereka.
"Shisou.." terkejut, putra mahkota sontak berdiri dan mengisyaratkan bawahannya untuk berhenti menurunkan tubuh salah seorang anggota yellow sprayer ke dalam kolam buaya disana.
berbalik, menghadap kesumber Suara, betapa geramnya putra mahkota ketika melihat ayahnya datang dengan membawa ponsel yang terlihat sedang melakukan panggilan dengan wanita yang ia cintai. "ckk, mengganggu saja" gumam putra mahkota ketika Raja bayangan memasuki Pagar pembatas dan memperlihatkan wajah Zili didalam ponselnya.
__ADS_1
"maafkan aku mengganggumu shisou, hanya..."
"aku tidak sedang membicarakan tentangmu" jawab cepat putra mahkota yang langsung meraih ponsel milik raja bayangan dan pergi menjauhi tempat tersebut.
sementara putra mahkota telah pergi, raja bayangan dengan cepat membantu bawahan Putra mahkota menyelamatkan dan melepaskan putra dari temannya tersebut dari kematian yang mengerikan.
sembari berjalan, putra mahkota tersenyum lembut memandang wajah wanita miliknya dari dalam layar ponsel milik ayahnya "lanjutkan ucapanmu tadi" perintah putra mahkota yang telah memasuki sebuah ruangan setelah melewati teman-teman ayahnya dan bahkan mengabaikan ibunya begitu saja, padahal wanita dewasa tersebut sangat ingin berbicara pada putranya.
Ya,
wajar saja,
pikir wanita tersebut,
mungkin putra mahkota masih marah kepadanya karena selalu memaksa kehendaknya sendiri selama ini demi kebahagian laki-laki yang dia cintai.
meskipun demikian, tetap saja rasanya sakit jika diabaikan oleh putra nya sendiri, meskipun ia sendiri menyadari bahwa dirinya juga selalu mengabaikan keinginan hati putra mahkota dimasa Lalu dan lebih mendukung seluruh keputusan suaminya.
Petang mulai gelap,
Tidak Tahu entah kenapa,
pikirnya,
raja bayangan tiba-tiba menghubunginya dan meminta gadis itu untuk berbicara dengan putra mahkota dan berusaha untuk menenangkan laki-laki yang ia sendiri tidak tahu apa yang telah terjadi pada Suaminya tersebut .
merasa sangat khawatir "Shisou, aku hanya merindukanmu" ucapan Zili sedikit menyayat hati dewa kemenangan yang saat itu terlihat sedang menyandarkan Tubuh bagian belakangnya di pintu depan mobil sembari melipat tangan ke dada.
"sungguh seharian tidak bertemu aku merasa kau akan pergi meninggalkanku" lanjut gadis itu mulai menundukan kepala melakukan kebiasaannya.
"jangan menunduk" perintah putra mahkota dari dalam Layar ponsel milik dewa kemenangan yang segera dilaksanakan oleh Zili "aku akan segera kembali, jadi tunggulah aku dirumah" jawab putra mahkota masih tersenyum lembut menggetarkan hati gadis yang melihatnya.
"shisou, kau baik-baik saja..?"
__ADS_1
"aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir" jawab cepat putra mahkota yang saat itu terlihat tidak memiliki banyak waktu untuk wanita miliknya. "saat ini aku sedang sibuk dan tidak bisa berlama-lama untuk berbicara denganmu" jelas laki-laki tersebut lagi membuat Zili merasa bersalah karena telah mengganggunya "hanya tunggulah aku, aku pasti akan kembali" lanjut putra mahkota yang langsung dianggukan oleh Wanita miliknya,
menutup ponsel, putra mahkota mulai menggenggam benda milik Ayahnya tersebut kuat hingga Retak.
taaaakkk...
lalu melepaskan benda tersebut dari tangannya hingga jatuh keatas lantai kemudian berjalan keluar ruangan untuk menemui Ayah yang menurutnya telah mengganggu kesenangan laki-laki tersebut.
saling berhadapan,
seorang tersenyum remeh, beberapa orang yang melihatnya terlihat kesal dan dua orang lainnya merasa sangat sedih dengan Sikap putra mahkota yang semakin lama semakin mengerikan menurut mereka "aku menghancurkannya" putra mahkota mulai membuka suara,
berdiri di tempat terbuka yang diterangi oleh tiang-tiang lampu mewah di Luar Istana Lu "aku tidak peduli" jawab raja bayangan cepat sembari menghela nafas berat memandang tatapan remeh dari putranya "Aku akan mengatakan kepada Zili semua tentang kekejamanmu dan membuatnya segera menceraikanmu" ancam raja bayangan sontak menghilangkan tatapan remeh putra mahkota lalu berganti dengan tatapan marah.
"kau kira kau bisa melakukannya...
"aku memiliki banyak bukti dan hasil rekaman semua percakapanmu, .." menyela kalimat putra mahkota "kau kira aku tidak bisa melakukannya" lanjutnya mengancam kembali.
" karena kau berani mengancamku, pasti, aku akan melakukan hal ekstrim kepada wanita milikku" ancam balik putra mahkota "dan tidak perlu menunggu usia 18 tahun, aku akan melakukan apapun yang ingin aku lakukan kepadanya" mulai berbalik, putra mahkota terlihat begitu emosi mendengar ancaman ayahnya.
"aku akan melepaskan Shin'A dan akan membantunya mendapatkan Zili" balas ancam raja bayangan lagi, membuat putra mahkota sontak berbalik menghadap ke Arahnya kembali dengan amarah yang semakin bertambah.
"kau benar berani mengancamku Ayah, " tersenyum kecut, memandang penuh amarah "kau sungguh tidak takut aku melakukan hal yang lebih Gila daripada ini"
" aku ingin membuat kesepakatan denganmu "
"kau kira aku adalah sejenis orang yang bisa dengan mudah diajak bersepakat" jawab cepat putra mahkota, terlihat enggan membantu ayahnya.
"aku akan memberikan Zili untukmu sepenuhnya, dan kau bisa melakukan apapun kepadanya semaumu," menteri keuangan yang berada dibelakang raja bayangan mulai membuka suara "aku juga tidak akan menghalangimu serta akan meminta izin untuk menemuinya jika aku merindukannya nanti" lanjut laki-laki dewasa tersebut meyakinkan.
"benarkah...?" sungguh, mendengarkan hal tersebut, raut wajah marah putra mahkota mulai berubah menjadi sedikit senang.
"tentu saja" jawab menteri keuangan memastikan ucapannya.
__ADS_1
"setuju"