Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
mengikuti naskah dadakan.


__ADS_3

"lakukanlah.." perintah pangeran Xu kepada Zili, "kau harus bisa melakukannya" lanjut laki-laki tersebut didalam ruangan berdinding putih.


menoleh kepala sejenak, memandang kearah putra mahkota yang tampak sedang duduk dikursi kayu berkaki empat dengan membaca buku, Zili mulai mengingat kembali potongan naskah yang telah dipersiapkan. "kau kira bisa melawanku" ucap Zili mulai berpura-pura dihadapan pangeran Xu "Aku sangat membencimu." lanjutnya mengikuti naskah yang telah ia Pelajari.


"aku juga membencimu" ucap pangeran Xu, raut wajahnya lagi dan lagi berubah dan begitu mengejutkan Zili "sangat membencimu hingga ingin sekali menyingkirkanmu dari padangannya" lanjut laki-laki tersebut semakin mengejutkan gadis itu.


"bukankah kalimat tersebut tidak ada didalam naskah ..?" tanya Zili keheranan.


raut wajah yang aneh, kini telah berubah menjadi normal kembali "ehhh benarkah..?" tanya pangeran Xu lalu berjalan menghampiri meja tempat ia meletakan naskah miliknya "ahh tidak masalah, " lanjut laki-laki tersebut yang telah membuka lembaran naskah Ditangannya "artis profesional memang terbiasa tidak mengikuti Konteks didalam naskah." jelasnya meyakinkan Zili.


"begitu ya..?"


"tentu saja teman" jawab pangeran Xu sembari melemparkan senyuman lembut "mungkinkah kau mengira bahwa aku sungguh membencimu..?", tanya laki-laki tersebut mengejutkan Zili kembali.


"ma.. maa.. mana mungkin" jawab gadis itu gelagapan.


tersenyum senang "tentu saja tidak mungkin, benarkan Xu'i..?" tanyanya beralih kepada putra mahkota yang masih membaca buku dengan melipat kaki.


"kau bukanlah artis profesional dimataku" jawab putra mahkota mengejutkan pangeran Xu yang memahami kalimat tersebut tetapi tidak dengan zili yang mulai bertanya-tanya di dalam hati.


***********


" putri mahkota Menentang putri kelincahan, putri mahkota menentang putri kelincahan, putri mahkota menentang putri kelincahan "


berita tentang putri mahkota yang memberikan tantangan kepada putri kelincahanpun mulai tersebar diseluruh penjuru wilayah Sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA hingga sampai keUniversitas negara.


berita tersebut sungguh membuat putri kelincahan geram dan bergerak cepat mencari keberadaan Zili.


terus berjalan hingga menemukan orang yang dicari.


Seorang memandang Sinis, seorang lagi membalas dengan senyuman lembut.


Berdiri dikoridor sekolah dengan diSaksikan Ratusan murid-murid sekolah high raise,


Putri kelincahan mulai menyodorkan Payungnya kearah Zili “kubilang padamu, kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku.” Ucap gadis itu begitu sombongnya.


“tidak perlu mengalahkanmu, aku hanya perlu mengalah padamu..” jawab Zili begitu lembutnya.

__ADS_1


“Kau ini benar-benar..”


“Benar-benar menyukaimu” Sela Zili membuat Malu putri kelincahan.


“Ahh sudahlah..” jawab Gadis itu mulai membalikan tubuh “kubilang padamu,..” membelakangi Zili “aku tidak menyukaimu, tidak akan pernah menyukaimu ..” Teriaknya memperjelas “selama hidupku..” mulai sedih mengingat masa lalu “aku hanya mengakui satu teman saja..” lanjut gadis itu lagi mulai melangkah kaki “Aku hanya akan berteman dengan TANPA NAMA” tambahnya lagi “jadi jangan berani-beraninya kau menyukaiku.” Larang gadis itu sembari tetap berjalan merindukan penyamaran zili dimasa lalu.


"Kubilang padamu, aku mengakuimu sebagai temanku" balas Zili memandang punggung putri kelincahan yang telah menjauh " dan bukan urusanmu melarangku untuk menyukaimu" Lanjut gadis itu mengejutkan semua orang disana.


"tidak tahu malu.." bisik seorang murid Yang memperhatikannya dari dekat.


"putri mahkota negara ini benar-benar kebal muka" lanjut seorang murid lainnya terdengar hingga ke telinga Zili.


melangkah kaki mendekati "tidak tahu malu, kebal muka, apa lagi...?" tanya Zili yang telah berhadapan dengan kedua murid tersebut hingga mengejutkan seisi koridor yang melihatnya "lanjutkan ucapanmu" perintah Zili dengan senyuman pahit yang menghiasi bibir.


geram "memang kau siapa berani memerintahku.." tolak salah seorang murid sembari memandang tajam kearah gadis itu.


"tidak tahu malu, kebal muka, ." suara seseorang mengejutkan Seisi koridor disana lagi "lanjutkan ucapanmu.." gemetaran, kedua murid tersebut mulai ketakutan ketika melihat Dewa kemenangan Didepan mata mereka "bukankah putri mahkota negara ini telah memberikan perintah..?" lanjut Ucap dewa kemenangan diSaksikan begitu banyak Murid-murid sekolah high raise disana.


"Sa'i, bukan begitu maksud mereka " ucap murid lain mulai membela kedua temannya.


mulai mengalihkan tubuh, menghadap kearah dewa kemenangan "Sudahlah" ucap Zili menyelesaikan masalah "mungkin mereka belum menyadari bahwa aku adalah putri mahkota yang dilindungi oleh dewa kemenangan dan juga sangat disayangi oleh ratu negara" sindir Zili keras menegun semua orang disana.


"ahh satu lagi.." suara seseorang tiba-tiba datang menambah keterkejutan "bukankah kau adalah orang yang sangat dicintai Xu'i..?" lanjut pelindung putra mahkota Shin jo terang-terangan begitu lantang hingga membuat Zili kebingungan dan jantungnya mulai memompa kencang.


benarkah..?


gumam gadis tersebut dalam hati, sebenarnya sangat senang, namun kesenangannya tersebut berhasil ia tepis karena takut bila ucapan pelindung putra mahkota Shin jo hanyalah untuk berpura-pura semata.


"kau ini bicara apa, bodoh..?" ucap pelindung putra mahkota Shin ji yang telah memukul kepala saudaranya dan tentu saja ucapannya tersebut mengecewakan Zili yang mulai menyangka bahwa mereka semua saat itu sedang berpura-pura. "Yoo.." sapa laki-laki tersebut kepada Zili dihari pertama gadis itu, kembali kesekolah high raise.


"Shin ji" panggil Zili tersenyum lembut membalas sapaan laki-laki tersebut.


semua orang mulai bergegas pergi ketika melihat Sikembar shin ji dan shin jo karena mengetahui dengan pasti bahwa kedua orang tersebut merupakan orang-orang yang sangat berbahaya.


"kau benar menentang Anna..?" tanya penasihat putra mahkota ann sandi, yang juga datang bersamaan dengan Pelindung putra mahkota Shin ji dan mendekati Zili.


mengingat hal tersebut kembali "ah benar" dewa kemenangan mulai bereaksi "kenapa kau melakukannya..?" tanya laki-laki tersebut begitu penasaran bersamaan dengan kedua pelindung putra mahkota yang telah mendekati gadis itu.

__ADS_1


menarik nafas sejenak "aku hanya melakukan perintah" jawab gadis itu masih kebingungan karena berita tak wajar yang tiba-tiba terdengar di telinganya "sejujurnya aku tidak tahu masalah tersebut" lanjut gadis itu begitu gelisah "hanya saja Putra mahkota mengatakan bahwa aku harus bersiap-siap menerima segala kemungkinan yang akan terjadi dan berakting menjadi wanita Kuat agar bisa menyelesaikan Tugas dari Raja negara nanti." lanjutnya lagi menjawab kedua pertanyaan tersebut sekaligus.


"hmm, jadi begitu ya..?" pelindung putra mahkota Shin ji sepertinya mulai tertarik dengan rencana yang saat itu mungkin sedang disusun oleh putra mahkota.


"selamat" ucap Penasihat putra mahkota tersenyum lembut kepada Zili, sungguh membingungkan gadis itu.


berusaha mengendalikan perasaan gelisahnya "selamat..?" tanya Zili penasaran.


tersenyum lembut karena menyadari kebingungan Gadis dihadapannya "Saat ini kau sedang berperan sebagai seorang artis yang Naskahnya sendiri diatur Oleh putra mahkota" jelas Dewa kemenangan menjawab kebingungan Zili, jawaban laki-laki tersebut malah semakin membingungkan gadis tersebut.


"putri mahkota dan putri kelincahan akan bertanding seni bela diri dilantai 7,putri mahkota dan putri kelincahan akan bertanding seni bela diri dilantai 7,putri mahkota dan putri kelincahan akan bertanding seni bela diri dilantai 7," suara teriakan seorang penyebar berita terdengar menggema dikoridor sekolah, hingga masuk kedalam telinga Zili dan berlalu cepat menghilang.


mungkin sang penyebar berita telah berlari menuju koridor lainnya dan menyebarkan berita tersebut disana.


*********


berdiri didalam ruangan pribadi putra mahkota sekolah High raise,


seorang laki-laki terlihat menunduk begitu bahagia sembari membawa sebuah buku dan pena ditangannya.


"kau sudah melakukannya..?" tanya putra mahkota yang telah datang menghampiri.


"ya yang mulia" jawabnya begitu lantang.


"kerja bagus" puji putra mahkota menyenangkan hatinya. " kembalilah, aku akan memanggilmu kembali jika aku butuh nanti" perintahnya melanjutkan.


ragu-ragu mengatakan keinginan hati.b"yang mulia" panggil laki-laki yang tak lain adalah penyebar berita tersebut "bi..bi.." gugup. "bisakah aku meminta tanda tanganmu..?" pinta laki-laki tersebut cepat lalu menunduk, menyodorkan Buku ditangannya.


"hmm" meraih buku dan pena milik si penyebar berita "baiklah" putra mahkota mulai membuka Cover buku dan Melabuhkan tanda tangan dihalaman buku paling depan. "Sudahku lakukan" jawab putra mahkota memberikan kembali bukunya.


menerima buku lalu membukanya, mata si penyebar berita begitu berbinar-binar memandang tanda tangan Putra mahkota yang begitu indah dan penuh dengan Seni.


walaubagimanapun, putra mahkota memang adalah seorang seniman, tentu saja tanda tangannya begitu menawan.


"yang mulia" menatap mata putra mahkota penuh dengan kekaguman "bisakah kau mengizinkanku untuk mengambil fotomu..?" pinta si penyebar beritah lagi. permintaannya sontak membuat raut wajah putra mahkota berubah menjadi marah.


menyadari kesalahannya "maafkan aku yang mulia.." berbalik cepat "maafkan aku yang mulia,maafkan aku yang mulia,maafkan aku yang mulia." ucap laki-laki tersebut dengan secepat kilat berlari menuju kearah pintu keluar ruangan putra mahkota yang terbuka "maafkan akuuuuuuu".

__ADS_1


__ADS_2