Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
kesulitan


__ADS_3

“Dia kembali”


“Astaga, aku kira dia telah pergi”


“Sekolah jadi menegangkan karena kedatangannya”


“Kenapa dia harus kembali kesekolah?”


“Aku hampir muak melihatnya berada dikelasku”


Suara berbisik terdengar menyakitkan.


Berjalan dilorong sekolah menuju kekantin, sangat berat terasa ia lalui.


Meskipun terbiasa dengan penghinaan tetap saja jika mendengarkannya, terasa begitu menyayat hati. Terlebih lagi, baru kemarin gadis tersebut menerima beberapa pujian yang membuatnya sedikit senang dari penduduk desa ann 51.


Terus berjalan, melewati beberapa siswa-siswi yang kadang berbisik menyinggung hatinya, Zili akhirnya sampai kedepan pintu kantin khusus.


Zili mengambil kartu kantin khusus miliknya yang memang sudah diberikan sebelum ia memasuki sekolah perternakan Klan ann.


“Ini”


suara seseorang menolehkan kepala Zili untuk melihat kearah sisi kanannya.


Zili tersenyum pahit “sensei..” dia merubah senyuman pahitnya dengan senyuman kecut “aaahh benar, kau sama sekali tidak pantas dipanggil sensei” sindir Zili menggetarkan hati Dokter hewan kebanggaan negara, Ann So’a.


Karena tidak bisa bersentuhan dengan kulit wanita, dengan sengaja, dokter hewan menjatuhkan sebuah kunci yang tadinya akan ia berikan kepada Zili “ternyata mulutmu tajam juga” balas sindir laki-laki tersebut dengan senyuman remeh dan pandangan hinanya.


Tak ingin memandang, bergegas Zili mengambil kunci yang belum diketahui kegunaannya tersebut “tentu saja” jawab Zili sembari meraih kunci “kau ingin dipanggil sensei, tetapi tidak sedikitpun ilmu yang kau berikan untuk putri mahkota.” dia mulai berdiri “kau hanya lari dari tugasmu, dan menyembunyikan diri dengan panggilan Sensei mu itu” lanjut gadis itu lagi mulai meletakan Kartu kantin khusus kealat pendeteksi disamping kiri pintu.


“Berhentilah berpikir tentang putri mahkota jika sedikitpun kau tidak diakui oleh rakyatmu” ucap Dokter hewan menyindir gadis itu lagi “kau hanya akan mempermalukan dirimu sendiri dengan jabatan yang sangat tidak pantas untuk kau dapatkan.” tambahnya memperparah rasa sakit didalam hati zili “karena kau tidak pantas, maka dari itu, aku tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk mengajarimu” dia tersenyum puas melihat keadaan Zili yang hanya diam terpaku menahan rasa sakit “kunci perpustakaan Sekolah telah kuberi, belajarlah sendiri, itupun jika kau mampu” lanjutnya lagi sembari berlalu pergi meninggalkan Zili yang telah membuka pintu kantin khusus.


*******


Zili menghela nafas berat, siang itu, selera makannya lagi-lagi menghilang tertelan rasa sakit yang terus menerus menghampiri.


Enggan memasuki kantin, ia berbalik arah menuju perpustakaan sekolah yang sebelumnya tidak bisa ia kunjungi karena selalu tertutup.


Tampaknya, setiap murid di sekolah peternakan memang dibekali kunci perpustakaan agar ruangan tersebut tidak mudah dimasuki orang-orang asing terlebih lagi dari klan lain.


Memang dinegara NC, setiap Klan cenderung menyembunyikan keahliaan mereka karena persaingan ketat demi menjadi salah seorang petinggi klan dan juga demi mendapatkan kepercayaan salah satu anggota keluarga kerajaan terlebih lagi yang berasal dari Klan Xu.


Terus berjalan melewati ruangan-ruangan kelas, menuruni tangga menuju lantai paling bawah yang kebetulan saat itu ia berada dilantai empat, lantai yang paling atas. Sesekali melihat kehalaman sekolah yang dipenuhi dengan murid-murid yang sedang bercanda.


Teman,


pikirnya.


Mungkinkah dia akan memiliki teman dan saling bercanda seperti mereka. Terasa semakin sesak nafasnya jika mengingat keinginan hati.

__ADS_1


Dia bahkan sampai membayangkan jika ia berada disalah satu posisi seorang gadis yang sedang tertawa sembari memegang gulali bunga mawar ditangannya.


Mulai mengalihkan pandangan setelah selesai menuruni anak tangga. Berjalan keluar gedung sekolah menuju satu gedung bertingkat dua yang berada tepat disamping kanan sekolah.


Tampak murid-murid sekolah sesekali keluar dari tempat tersebut sembari mengunci pintu. Sangat ketat penjagaannya, bahkan jika seorang dari murid lupa mengunci pintu, mungkin mereka akan terkena hukuman berat.


Dia berhenti, menghela nafas sejenak lalu menghembuskannya perlahan-lahan. Menguatkan diri sendiri untuk menghadapi bisikan-bisikan yang mungkin akan terdengar ketika ia memasuki perpustakaan.


Diambil kunci dari kantung celana polos berwarna putih yang ia kenakan. Seragam sekolah perternak memang cenderung memakai celana dan bukan Rok bagi siswi disana. Mungkin hal tersebut untuk memudahkan mereka dalam melakukan praktik jika sewaktu-waktu harus dilakukan.


Zili mulai memasukan kunci, lalu memutarnya.


Terbuka....


Sepi.


Gumam zili dalam hati ketika tidak menemukan seorangpun didalamnya.


Huh..


Tampaknya gadis itu merasa lega karena tidak akan mendengar bisikan-bisikan menyakitkan masuk kedalam telinga.


Mungkin keahlian Klan Ann sudah banyak dikuasai oleh siswa-siswi sekolah peternak, atau mungkin dirumah mereka memang sudah disiapkan buku-buku peternakan karena memang setiap daerah didesa Ann memiliki peternakan masing-masing, sehingga tidak banyak siswa ataupun siswi yang memasuki ruang perputakaan tersebut.


Bahkan sedari kecil, mereka sudah dilatih berternak dan mengarungi laut.


Pintu ia tutup dan kunci, mulailah gadis itu mengelilingi setiap rak-rak, mencari buku pertama yang menarik minatnya untuk membaca.


********


Duduk dibangku panjang dekat dengan jendela, tumpukan buku Klan ann sudah berada didepan mata.


Tetapi tampaknya gadis itu kini sangat kecewa. Bahkan air matanya mengalir begitu deras.


Apa!


Gumamnya.


Bagaimana cara membacanya, ini bukan bahasa NC.


Dia sangat kebingungan hingga mengeluarkan linangan air mata. Sejam, dua jam tiga jam bahkan ketika suara bell tanda istirahat telah habis, gadis itupun tidak bergeming untuk segera masuk kedalam kelas yang bahkan pelajaran yang diajarkan sudah biasa ia dapatkan ketika berada disekolah High raise.


Bagaimana! Hiks..


Siapa yang akan membantuku?


Haruskah aku pergi kearah Sensei, bukan maksudku tuan So’A untuk meminta bantuan.


Mungkinkah dia akan menolongku.

__ADS_1


Bagaimana ini!


Kamus!


Gadis itu mulai berdiri, melangkah kaki mencari kamus bahasa Ann yang mungkin berada dirak-rak perpustakaan.


Terus berusaha, memanjat kursi, bahkan tangga karena rak kadang terlalu tinggi.


Tidak menemukan.


Tampaknya kamus Bahasa Klan memang tidak mudah didapatkan.


Sedih, rasanya sangat piluh hingga dia terduduk lemas menyandar lemari buku.


Menangis sesunggukan, ingin menyerah tetapi ia telah berjanji untuk menjadi kuat dihadapan laki-laki yang ia cintai.


Dicarinya buku yang mungkin ia pahami, dibuka satu persatu lalu dikembalikan ketempatnya kembali karena memang semua tulisan didalam buku memakai bahasa yang sama.


Lemah, dia kembali kebangku panjangnya, membuka buku yang tidak dipahami sama sekali.


Tulisannya mungkin sama dengan bahasa negara NC yang menggunakan huruf alpabet, hanya saja, tidak satupun bahasa dari buku yang ia pahami.


Shisou.


uCapnya piluh.


Hiks... terus menangis, menutup wajah dengan kedua lengan yang dilipat dan bersandar diatas meja.


Shisou...


“My lady...


“My lady...


“My lady....


“Zili, bukan?”


Sontak gadis tersebut terperanjat kaget punggungnya menabrak dinding dibawah jendela ketika namanya dipanggil.


Matanya membesar ketika melihat seorang laki-laki berambut pirang mengenakan seragam sekolah high raise berwarna biru dan lambang HR-High raise, SC- special class di kantung depannya.


Seragamnya begitu mewah, bahkan delapan warna dan lambang Klan menyatu dipinggiran lengannya yang pendek. Empat dikiri dan empat dikanan, mulai dari merah obat-obatan, biru pedang dan pistol yang saling menyilang, putih sapi kambing dan ayam, hitam komputer dan ponsel berada disisi kanan. Lalu kuning buku, jingga orang menari, ungu padi dan gandum, yang terakhir hijau potongan daging sapi dan nasi didalam mangkuk berada disisi kiri.


Jelas sekali lambang klan terlihat di seragam berwarna putih seperti seragam militer angkatan udara tetapi bedanya, seragam tersebut memiliki Lambang Sekolah HR disambung dengan SC dibagian kantung depannya.


“Lo.. lord breeder”


“Yes my lady, it’s me” jawab laki-laki tersebut untuk kedua kalinya dengan perkataan yang sama ketika mereka bertemu dipinggir jalan beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


__ADS_2