Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Mundur


__ADS_3

Di salah satu Bandara Internasional, seorang Laki-laki tua terlihat sedang berjalan begitu bahagia.


Tak terlihat satupun barang bawaannya kecuali hanya Tablet dan juga headset yang mengkait di telinga.


Hiruk pikuk keramaian Bandara terdengar menggema, laki-laki tua memutuskan untuk menunggu di Lobi tempat tersebut sembari menikmati kemenangan yang akan segera ia dapatkan.


“Kau yakin menarik mundur seluruh pasukan?”


Tanya seseorang dari balik Headset miliknya.


“Semua Tentara Militer Negara NC akan menjadi milikku lalu untuk apa aku membunuh mereka?, Mereka akan sangat berguna untuk menguasai seluruh dunia nantinya. Hahahahaha..” Tawa keras Laki-laki tua mengejutkan seluruh penghuni lobi, mereka yang melihat laki-laki tua tersebut sontak ketakutan karena mata laki-laki tua itu begitu tajam memandang dan mampu menggetarkan hati. “Bagaimana dengan gadis labil itu?” Tanya balik laki-laki tua tersebut kepada orang dari balik headset miliknya.


“Dia mampu mengendalikan texchi pisau?”


“Hahahaha” Tawanya lagi menggelega namun sepertinya penjaga Bandara tidak memiliki keberanian untuk menegur laki-laki tersebut. “Bukan hanya darahnya saja, ternyata kemampuannya juga bisa diandalkan, Segera tangkap dia dan berikan kepada Calon Raja Boneka!” Lanjut laki-laki tua tersebut memberikan perintah.


********


Pelindung Raja dan Ketua Klan Shen tampak berdiri di sebuah gedung besar Markas daratan para Musuh Negara.


Drrrtttttt...


Sebuah pesan masuk ia terima dan ia hanya bisa menghela nafas berat.


“Bagaimana?, “ Ketua Klan Shen dengan Jendral tinggi Negara angkatan darat yang membawa ribuan Tentara Militer untuk menyerang markas musuh, saat itu tampak sedang berdiri menunggu perintah.


“Lanjutkan penyerangan!”


“Tapi Istana?” Ketua Klan Shen sungguh merasa ragu dengan perintah, sementara kabar bahwa Istana telah dikuasai musuh telah mengkhawatirkan hatinya.


“Lanjutkan Penyerangan!” Pelindung Raja memperlihatkan ponsel miliknya dan menunjukan sebuah pesan Perintah dari Raja Negara di dalam sana.


Tidak lagi ragu, Laki-laki tua itu segera memberikan perintah Pasukannya untuk menyerang markas musuh negara yang tampak tak dijaga ketat.


*********


“MUNDUR”


Suara perintah dari balik headset sontak mengejutkan Zili yang telah menonaktifkan sistem perintah texchi di jam tangan dan bersiap-siap menyerang secara langsung.


Pisau-pisau yang mengelilingi gadis itu terlihat masih melayang di udara namun tak satupun dari mereka yang bergerak,


Setelah menutup Aplikasi penggunaan Texchi, pisau-pisau tersebut mulai berjatuhan ke atas tanah dan tidak lagi melayang.


Aaaaakkkhhhh...


“ Sa’i, kenapa mundur?” Tanya Zili bersamaan dengan suara erangan teriakan kesakitan Dewi Perang, Shen Shina yang tampak terhempas di udara dan memuntahkan darah akibat tendangan keras Mantan Ketua Klan Co.


Tidak mendengar Jawaban kecuali hanya kalimat ““Xueo Xebisou, Nov Vhegxie..Xu’i Sueroo,” yang bahkan ia sendiri tidak mengerti maksudnya.


“Sa’i,” gadis itu hanya terus memanggil meskipun tak mendapatkan jawaban dari pelindungnya sedikitpun.


Byuurrrrrr....


Satu persatu Tentara militer tampak melompat, ia menyaksikan sendiri kepergian prajurit-prajuritnya dari udara.


“Aaaakkhhhhh..” Perasaannya mulai gugup tapi dia tidak bisa meninggalkan para Putri utusan Klan begitu saja.


Menurun dengan cepat lalu melompat di udara.

__ADS_1


Baaaaaakkk...


Zili menendang mundur Guru Putra Mahkota yang tampak sedang menginjak pergelangan tangan Putri Teknologi, Co Hai Win.


“Zili.”


“Mundurlah!” Perintah Zili yang berada di depan Putri Teknologi, dengan bergegas Putri Teknologi berdiri dan mulai berlari tetapi sayang,...


Baaaaakkk...


Aaaakkkhhh...


Shen Shi Yun berhasil menendangnya dan melumpuhkan gadis tersebut bersamaan dengan Guru Putra Mahkota yang mulai menyerang Zili.


Tidak lagi terlihat para Putri utusan Klan yang mungkin telah berlarian mundur kecuali hanya Putri Teknologi, “Naik ke atas Texchiku!” Zili memberikan perintah kepada satu-satunya orang yang tersisa sembari menepis pukulan Guru Putra Mahkota di depan wajahnya.


Kuat..


Namun Zili telah terbiasa dengan kekuatannya.


Cucucucuppp...


Mengaktifkan kembali Penggunaan texchi,


Sebuah pisau mulai bergerak melesat menyerang Shen Shi Yun yang hendak menghalangi kepergian Putri Teknologi dengan menaiki texchi Bangau milik Zili.


“Zili, kau sudah terbiasa ya?”


“Benar kakek.” Ucap gadis itu menjawab pertanyaan Guru Putra Mahkota yang tampak mengangkat kaki , menendang pergelangan tangan Zili hingga satu pistol yang ia genggam terlepas.


Baaakkk...


“Mundur, Biarkan saja mereka lari, Tapi jangan lepaskan gadis itu!” Suara seseorang terdengar menggema, Zili melihat Musuh Negara Co Sien Ya, keluar dari pintu sana.


Semua orang kini mulai mengelilingi gadis itu untuk menangkapnya.


Setelah menjatuhkan Putri Teknologi ke lautan, Texchi bangau segera mendekati tuannya kembali, setelahnya melayang di udara tepat di atas gadis itu.


Mengeluarkan tali Jam tangan dan mengarahkannya ke leher texchi di udara..


Talinya berhasil mengikat erat leher Texchi,


“Kalian kira aku bisa tertangkap?” Dan membawa Zili terbang mengudara.


Doooorrr...


Texchi-texchi pisau yang telah aktif kembali berhasil menghalangi peluru mengenai gadis itu.


Sistem Defend/bertahan yang diprogram khusus untuk benda-benda mati memang sangat ampuh untuk melindungi diri dari tembakan dan peluru-peluru yang melesat mendekati sang pengguna jam tangan tersebut.


“Bagaimana kalau dengan ini?”


Dooorrrr...


“Akkkhhhhhhh..”


Mata Zili sontak terbelalak,


Suara erangan kesakitan dari Pelindung Putra Mahkota Shin Ji terdengar menggema setelah peluru berhasil mengenai betis nya.

__ADS_1


“Shin Ji..”Gumam Zili pelan ketika melihat laki-laki tersebut berada di tangan Musuh hingga kakinya yang mengudara terpaksa ia jatuhkan kembali ke atas jalanan aspal di sana.


“Pergilah Zili!” Baaaakkk “Akhhh” Teriakan Pelindung Putra Mahkota Shin Ji menggema namun dengan cepat pukulan mendarat di pipinya hingga ia jatuh terbaring di lantai halaman gedung.


“Shin Ji.”


“Pergi bodoh, Lebih baik aku saja yang mati daripada Xu’i menderita lagi karena kehilanganmu..” Baaaakkk...”Akhhh..”


“Lepaskan dia!” Pinta Zili keras.


“Bodoh...”baaaaakkk...”Akkkhhhh..


Setiap kali berbicara, setiap kali tendangan mendarat di tubuh laki-laki tersebut.


“Lepaskan dia!”


“Jam tangan!” Musuh Negara mengajukan perjanjian.


“Apa?”


“Jam tangan pengendali texchimu, berikan padaku dulu maka aku akan melepaskannya.” Jelasnya mengajukan syarat perjanjian, Laki-laki dewasa itu mulai meraih tubuh Pelindung Putra Mahkota Shin Ji kembali dan mengangkatnya hingga terlihat darah mengalir keluar dari kepala dan mulut laki-laki tersebut.


“Pergi, Bodoh.” Ucap Pelindung Putra Mahkota Shin Ji dengan lemahnya. Dia tidak lagi memiliki tenaga untuk berteriak keras.


“Aku akan melemparkan jam tangan ini tapi lemparkan juga tubuhnya ke laut.” Gadis itu mulai mengajukan permintaannya.


“Bodoh..” baaakkk..”Akkhhhh..” Pelindung Putra Mahkota Shin Ji memang tidak diperkenankan untuk berbicara.


“Segeralah lemparkan dia!” Pinta keras Zili bersamaan dengan tubuh Putra Mahkota Shin Ji yang telah dimasukan ke dalam Roll V dan terbang mengudara mendekati lautan.


Dari jauh, tampak tubuh lemas Pelindung Putra Mahkota Shin Ji menggantung di udara, dua orang di dalam kapal Roll V bersiap siaga melemparkan tubuh laki-laki tersebut ke dalam lautan yang di bawahnya terdapat kapal-kapal perang Negara NC.


“Lempar!” Perintah Musuh Negara kepada Zili.


“Lempar juga dia!” Balas perintah Zili saat itu juga sembari membuka kedua jam tangannya.


“3 2 1..”Gadis itu menggigit bibir bawah, Jam tangannya telah mengudara bersamaan dengan tubuh Pelindung Putra Mahkota Shin Ji yang juga mengudara.


Bergegas ia berlari kencang untuk mendapatkan jam tangannya kembali.


Baaakkk..


AAaakkkhhh...


Tapi sayang seseorang lebih cepat mendapatkannya terlebih dahulu dan gadis tersebut terpental di udara hingga menabrak tubuh seseorang di sana.


Kedua Jam tangan kini berada di tangan Shen Shi Yun.


Dan tubuh Zili berada di pelukan seseorang lainnya.


Kraaaakkk...


AAaaakhhhhh...


Tangan gadis itu dipelintir ke belakang, rasanya sangat sakit hingga tak lagi mampu ia gerakan.


“Claya, benarkan yang kubilang, kau pasti akan datang kepadaku kembali.”


Suara yang sangat di kenalinya, gadis itu bahkan sampai tak sadar menjatuhkan air mata.

__ADS_1


Menoleh ke belakang. “Shisou.. “ Panggilnya.. “Akkhhhhh..”Lalu berteriak kesakitan ketika laki-laki di belakangnya mulai menggigit bahu gadis itu hingga berdarah.


__ADS_2