Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
kehilangan semuanya


__ADS_3

Mendaratkan kaki, berlari cepat mengikuti petunjuk peta dijam tangannya.


Zili mulai melewati setiap gedung-gedung tinggi didesa tersebut.


Desa yang sangat sepi karena semua orang tampaknya telah pergi menghadap para petinggi negara yang berada dipintu Gerbang desa.


Berlari tanpa alas kaki dijalanan aspal, mulai memasuki sebuah banguan besar yang beratapkan kubah.


Melangkah terus melangkah, menuruni anak tangga hingga menemukan punggung putra mahkota yang berada dibawahnya.


Shisou...


Gumam gadis itu menghentikan langkah kaki ketika laki-laki dihadapannya telah menerima pelukan dari seorang gadis lainnya.


Pelukan erat hingga membuat gadis itu tak kuat menahan rasa cemburu, mulai berbalik meneteskan buliran air mata karena tidak kuasa melihat pemandangan didepan matanya.


Pangeran istana yang telah berdiri diatas anak tangga memandang wajah sedih Zili yang berada dipertengahan tangga.


“Aku mohon Xu’i...” teriakan gadis itu mengejutkan semua orang hingga membuat Zili menghapus air mata dan berbalik kembali. “setidaknya biarkan aku tetap disisimu meskipun hanya sebuah alat saja” pintanya teramat memohon setelah putra mahkota melepaskan pelukan gadis itu.


“Perlukah kuulangi kembali perkataanku” Ucap putra mahkota begitu menekan “ Sampah..” lanjutnya lagi menegunkan semua orang yang berada disana.


Tubuh kurus nura yang tak lagi berada didalam tabung mulai jatuh ke kaki putra mahkota “biarkan aku jadi sampah yang selalu berada disampingmu” pintanya teramat memohon tetapi tampaknya putra mahkota tidak berbelas kasih sama sekali.


Putra mahkota mulai membungkuk, menekan kedua pipi mantan putri keagungan begitu paksa sampai kepala gadis itu menengadah kepala “mati saja kau sampah” ucap laki-laki tersebut begitu kasarnya sembari memasukan Obat gila kedalam mulut gadis itu.


“Xu’i...” panggil gadis itu menangis takut membelalak mata.


Mengeluarkan pistol emas miliknya.


Doooooor..


Sontak tubuh Zili menggigil dipelukan pangeran istana, belum sempat melihat penembakan didepan mata, laki-laki tersebut telah berlari menuruni tangga, menutup mata Zili didadanya agar gadis itu tidak menyaksikan kekejaman sifat putra mahkota.


Tubuh nura yang kurus tergeletak diatas tanah, “Bawa nura” perintahnya dari balik headset kepada dewa kemenangan yang mungkin saat itu telah berlari keposisi putra mahkota berada melalui petunjuk Peta lokasi yang dikirimkan laki-laki tersebut untuknya.


Mulai berbalik memandang pangeran istana yang masih memeluk Zili dipertengahan tangga, dengan santainya laki-laki tersebut melangkah kaki tanpa mempedulikan gadis yang saat itu telah lepas dari pelukan pangeran istana dan memandang laki-laki tersebut melangkah dengan menahan gigilan tubuhnya.


Shisou


Gumam Zili dalam hati.

__ADS_1


“Zili..uhuk..uhukk..”suara ketua klan Co terdengar kesakitan.


“Kakek..” panggil Zili menghentikan langkah putra mahkota yang telah menaiki anak tangga pertama, Memandang kepergian Zili yang telah menaiki anak tangga, dengan rasa sakit yang tiba-tiba memenuhi hatinya.


“Pergilah Zili...”pinta laki-laki tua tersebut “uhukk uhukkk, sembunyi lah aku mohon... “ suara kesakitan terdengar dari mulutnya


“Kakek.. “ gadis itu menitihkan air mata lagi “texchi” panggilnya cepat untuk segera kembali ketempat Ketua klan Co biasa berada.


“sembunyilah” teriak laki-laki tua dari balik headset “jangan percaya kepada siapapun meskipun mereka adalah keluarga kerajaan sekalipun sebelum kau melepaskan topengmu” perintah laki-laki tua lagi, terdengar terengah-engah dan menahan rasa sakit.


“Hiks.. hikss.. apa yang terjadi..?” tanya gadis itu diatas texchi bangau putih pemberian ketua Klan co.


Uhuk uhuk... suara laki-laki tua mulai terdengar jauh, mungkin karena dia telah melepaskan headset miliknya “musuh ada dimana-mana, dan saat ini mereka sedang mengincar nyawamu karena kau...”


Dia terdengar tersenyum getir, mungkin saat itu persembunyiannya telah diketahui musuh “kau adalah kelemahan Xu’i” panggilan terputus, mencoba menghubungi kembali tetapi tidak dapat terhubung lagi.


Aku sedang diincar,


Gumam gadis itu dalam hati.


Merasakan takut yang tidak ada habisnya, ia bahkan tidak mengetahui kemana harus pergi bersembunyi saat itu.


Tidak memiliki apapun kecuali Texchi – texchi miliknya, bahkan pakaiannya begitu kumuh.


Ahhh...


Dia teringat sesuatu,


Bubuk bakteri dan cairan virus yang tersisa diTongkat Nomor dua gadis itu mungkin bisa ia jual untuk membeli baju dan bertahan hidup hingga topeng diwajahnya terbuka.


*******


Mulai melangkah kaki melewati pangeran istana,


“Kau sungguh Gila” ucap putra raja kepada putra mahkota yang masih deengan santai menaiki anak tangga.


Putra mahkota mulai tersenyum remeh “kau kira aku mau membuang-buang waktu dengan wanita sampah” ucap laki-laki tersebut “wanita sampah seperti semua wanita yang berada dekat denganmu” hina laki-laki tersebut membuat geram pangeran istana dan akan memukul putra mahkota tetapi tangannya langsung ditahan oleh dewa kemenangan yang baru saja tiba.


“Berhentilah bertengkar Shin’A” ucap dewa kemenangan menghempaskan tangan pangeran istana, mulai melangkah mendekati tubuh Nura yang tergeletak diatas lantai dengan masih bernafas karena obat gila yang dimasukan putra mahkota kedalam tubuhnya.


Obat gila yang mampu menyembuhkan luka dengan sangat cepat tetapi setelah mengkonsumsinya, orang tersebut akan menjadi Gila Total dan harus memakan obat penyembuhnya yang kini telah diketahui resep pembuatannya.

__ADS_1


Terus melangkah hingga langit yang tadinya terang berubah menjadi gelap,


Mulai tersenyum karena akan bertemu dengan wanita yang sangat dirindukannya.


Semua teman-teman putra mahkota termasuk pangeran Xu dan Putri istana datang menghampirinya dengan wajah penuh kesedihan, bahkan putri istana sampai meneteskan air mata.


Pangeran istana yang telah keluar dari Pintu gedung tempat nura berada tadinya dikejutkan dengan perilaku semua orang yang menunduk kepala sedih dihadapan putra mahkota yang juga sangat kebingungan dengan perilaku mereka.


“Bersabarlah...” ucap pangeran Xu mulai menitihkan air mata.


“Apa maksudmu..?” tanya putra mahkota mengeluarkan kedua tangan dari kantung celana.


Putri istana mulai melangkah mendekati putra mahkota, air mata terus mengalir dipipinya “Zili..” ucapnya begitu perih “telah mati..” lanjutnya lagi membuat tubuh putra mahkota sontak gemetaran bahkan gigilan kakinya terlihat jelas.


Hal itu juga membuat pangeran istana merasakan hal yang sama, bahkan saking terkejutnya, laki- laki tersebut mulai meneteskan air mata.


“Kau bilang apa barusan..?” tanya putra mahkota sembari menggenggam kedua bahu putri istana dengan tangannya yang gemetaran.


Penasihat putra mahkota mulai mendekati “Istrimu sudah mati, tubuhnya kini berada didalam peti mati istana dan besok pagi akan segera dimakamkan”


Mengepalkan tangannya geram, lalu membuka kepalan tangannya kembali “p-texchi” panggilnya lemah, begitu sangat lemah, hingga ketika texchinya datangpun, dia terlihat berjalan lunglai penuh dengan kesakitan menuju kendaraan tersebut.


aLiran mata putra mahkota mulai terlihat membasahi pipi, untuk pertama kali selama hidupnya, laki-laki yang selalu tegar tersebut menangis piluh mendengar kabar kematian wanita yang sangat dirindukannya.


Malam yang gelap semakin mengisi kegelapan hati laki-laki yang telah bergerak pergi menuju istana, menemui tubuh istri tercinta yang tak lagi bernyawa.


*********


Hiruk pikuk keramaian kota didesa Co begitu membisingkan telinga, Setelah keluar dari toko pakaian, membeli Kaos kasual dan celana polos biasa, Zili yang telah mendapatkan uang hasil penjualan Bubuk bakteri dan cairan virus dibuat terkejut ketika melihat berita dilayar televisi lebar yang berada dipertengahan kota.


KEMATIAN PUTRI MAHKOTA MASIH BELUM DIKETAHUI PENYEBABNYA DAN MASIH DALAM PROSES PENYELIDIKAN.


TUBUH PUTRI MAHKOTA AKAN DIMAKAMKAN PADA PAGI HARI DIPEMAKAMAN KHUSUS MILIK KELUARGA KERAJAAN.


“Hiks.. hik.. “ jatuh terduduk dipinggir jalan “aku..” aliran mata Zili tak lagi terbendung “mati” dia menangis terisak-isak tanpa mempedulikan pandangan oraang-orang disekitarnya.


BERITA SELANJUTANYA.


PEMILIHAN PUTRI MAHKOTA YANG BARU AKAN SEGERA DILANGSUNGKAN DUA HARI SETELAH PEMAKAMAN, SEPERTINYA KELUARGA KERAJAAN TIDAK INGIN MEMBIARKAN POSISI TERSEBUT KOSONG BEGITU LAMA HINGGA SECARA DADAKAN MULAI MENGADAKAN PEMILIHAN POSISI PENGGANTI PUTRI MAHKOTA YANG LAMA.


Semakin meyakitkan, dimalam yang sama gadis itu juga harus menerima kenyataan pahit lainnya, kehilangan dirinya sendiri dan juga kehilangan putra mahkota.

__ADS_1


__ADS_2