Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
majesty programmer


__ADS_3

Hembusan angin menerpa dua tubuh yang saling berhadapan, duduk diatas bangku Semen jalanan paving block, zili memandang Presiden sekolah teknologi yang sedang duduk dibangku sebrang jalannya.


“Maafkan aku...?”


Ucap Zili merasa bersalah setelah mendengar penjelasan presiden sekolah ketika tadinya ia ingin meminta tolong kepada laki-laki tersebut untuk membantu mengambil Jutaan uang didalam Mesin ATM dan laki-laki yang mungkin adalah kakak tingkat gadis itu disekolah teknologi menolak permintaannya.


“Hmm, tidak perlu” presiden sekolah menggelengkan kepala, ia kembali menolak permintaan Maaf Zili “mungkin ruangan anda memang telah dipasang penyadap suara oleh putra mahkota” terkejut, Zili bahkan harus menerima kenyataan bahwa diam-diam laki-laki yang dia cinta selalu mengawasinya dari sisi mana saja “sehingga, ketika bertemu dengan pengawalnya, dia mengetahui semua percakapan kita malam itu” laki-laki itu mulai berdiri “yang mulia...”


“Zili...”


Zili juga mengikuti gerakannya berdiri “aku mohon panggil aku Zili saja” pinta gadis itu sangat berharap.


Hal tersebut sontak membuat Presiden sekolah teknologi tak berdaya menolak permohonannya “Co Suho ein, panggil saja aku Suho” dia mulai memperkenalkan namanya kepada Zili yang langsung tersenyum lembut mengetahui nama presiden dari sekolah yang saat ini disinggahinya.


“Aku yakin, putra mahkota sendiri pasti menyembunyikan masalah desa Co dari pihak keluarga kerajaan, buktinya sampai sekarangpun tidak ada dari mereka yang bertindak langsung melihat keadaan” jelas Zili mencoba meyakinkan Presiden sekolah agar tidak menyalahkan putra mahkota.


Presiden sekolah memejamkan mata sejenak, lalu menghela nafas lega “aku juga berpikiran sama” ucapannya juga ikut melegakan Zili “Dan zili...” dia mulai memanggil nama gadis itu “mulai sekarang, kau tidak perlu lagi mengeluarkan uangmu karena putra mahkota sendiri telah membiayai seluruh hidup warga lorong bawah tanah” lanjut laki-laki tersebut meringankan beban Zili, tetapi lagi dan lagi Gadis itu merasa terbantu oleh pertolongan putra mahkota bahkan ketika laki-laki tersebut kini telah pergi keluar negara sekalipun, dia masih sempat mengurangi beban Gadis itu.


Shisou...


Panggilnya dalam hati.


“Suho, bolehkah aku bertanya satu hal padamu..?” Zili tampak teringat pada sesuatu yang selama ini mengganjal hatinya.


Presiden sekolah tersenyum lembut, dia ternyata sangat tampan, rambutnya yang tidak berponi dan potongan rambut cepak yang ia sisir begitu rapi, memang memperlihatkan sisi kharismatik tersendiri layaknya seorang pemimpin, sayang sekali, orang sepertinya lebih memilih masuk kesekolah teknologi dibandingkan bersaing disekolah high raise, tempat dimana murid-murid bisa meraih jabatan tinggi negara. “Tentu saja” jawab laki-laki tersebut mengizinkan Zili untuk bertanya.

__ADS_1


Zili menghela nafas berat, ragu-ragu ia mulai berucap “kenapa warga desa lain menganggap warga desa Co sangat Berbahaya..?” tanya sedikit menyentakan hati presiden sekolah, hal tersebut terlihat jelas ketika ia memperlebar bola matanya.


Dia duduk kembali, rasanya mungkin sangat sedih “mau bagaimana lagi..” ucapnya sembari menggenggam kedua tangan kedepan, berada ditengah-tengah kedua kaki yang terbuka sedikit melebar “warga desa permukaan memang bekerja untuk musuh demi mendapatkan obat antigila” lanjut nya lagi menjelaskan “mereka tidak segan-segan bermuka dua, juga menghancurkan siapa saja yang menghalangi mereka mendekati keluarga kerajaan” tambahnya menyentakan hati Zili yang mulai gelisah “karena kemahiran mereka menghilangkan bukti kejahatan, tentu saja warga desa lain menganggap mereka sangat berbahaya” jelasnya lagi semakin membuat perasaan Zili tak tentu arah “dipemerintahan sendiri, sangat banyak mata-mata musuh maka dari itu tidak ada seorangpun yang berani melaporkan keadaan warga desa lorong bawah tanah, jika ketahuan mungkin....”


“Aku tahu, ..”


Zili mulai menundukan kepala “musuh akan menghentikan penjualan obat antigila, bukan?” lanjut gadis itu lagi, membuat presiden sekolah menganggukan kepala.


***********


Berdiri menghela nafas lega, memandang kepergian presiden sekolah yang telah melangkah menuju Sekolah teknologi tak jauh dari posisi mereka berada.


Menunduk sejenak, lalu melangkah.


Menghentikan langkah sejenak, memandang gedung asrama putri, mulai mengalihkan pandangan ke jendela kaca yang tertutup “jadi disana telah dipasang penyadap suara” gumamnya pelan, merindukan putra mahkota yang telah pergi ke luar negara.


Begitulah rasa ketika sangat merindukan orang yang dicinta, perasaan itu hanya muncul dari Seseorang yang memiliki Perasaan mendalam terhadap kekasihnya.


Mulai melangkah kembali menuju keluar area sekolah teknologi, berniat mencari Bus untuk datang mengunjungi Ruang pintu darah tempat dimana Ketua Klan Co tinggal.


Sayup-sayup angin berhembus menyegarkan kulit yang panas karena memang Suasana dan cuaca didesa Co sendiri sangat panas.


Minyak bumi dan gas serta gumpalan asap pabrik perusahaan barang-barang elektronik dan lainnya dari Desa CO 1 hingga Desa Co 71 menjadi penyebab utama cuaca panas tersebut, bahkan pepohonan yang banyak sekalipun tidak mampu mengurangi kepanasan Udara didesa tersebut.


“Mulai sekarang kita akan belajar disekolah”

__ADS_1


Suara seseorang mengejutkan zili dari lamunannya memikirkan putra mahkota.


Perlahan-lahan dia memandang kedepan, kesumber suara berasal “kakek...” panggilnya ketika melihat ketua Klan co datang membawa beberapa benda ditangan.


Dia mulai mendekat, “pakai ini” memberikan sebuah jam tangan untuk Zili.


“Aku sudah memiliki jam tangan” tolak gadis itu lalu menunjukan jam tangan pemberian putra mahkota kepada laki-laki tua dihadapannya.


“Waahhh...


Laki-laki tua terkagum-kagum melihat dengan seksama Jam tangan yang dikenakan zili “hebat sekali kau bisa mendapatkan jam tangan pemanggil texchi milik putra mahkota” terkejut, Zili bahkan sampai membelalak mata, nafas nya mulai tidak beraturan mendengar Ucapan yang baru saja dilontarkan ketua Klan co.


“Maksud kakek...?” tanya nya meminta penjelasan, begitu jelas rasa penasaran tampak diwajahnya.


“Lihatlah...”


Laki-laki tua mulai menyentuh Layar dijam tangan tersebut “tidak bergerak bukan?” benar saja, sedikitpun layar tidak menunjukan tanda-tanda menyala. “coba kau yang menyentuh..” perintahnya segera dilaksanakan zili.


Bergerak, layarnya bahkan memperlihatkan banyak aplikasi tidak seperti jam biasa, malahan lebih seperti sebuah Ponsel Dengan kelengkapan Aplikasi yang mengagumkan mata.


Ditambah dengan beberapa gambar, salah satu gambar bahkan tampak seperti sebuah Texchi Falcon yang biasa dikendarai Laki-laki yang dicintainya.


“Kakek...” tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya “berapa harga Jam tangan ini jika dijual...?” mulai mengingat kebodohannya ketika menjual barang berharga milik putra mahkota, Zili bahkan sempat menanyai harga.


“Bodohnya kau ini” hina ketua klan Co sembari tersenyum geli sedikit “tentu saja Triliunan Neceri,” lanjutnya lagi menggetarkan Hati Zili hingga kakinya ikut bergetar karena mengingat kebodohannya yang menjual barang tersebut hanya dengan harga 1 juta neceri. “meskipun hanya bisa disentuh menggunakan sidik jari-jari tanganmu dan sidik jari-jari tangan putra mahkota, “ dia menghela nafas penuh kekaguman “karena dirancang oleh Majesty Programmer dan juga seniman terbaik negara, tentu saja barang tersebut bernilai sangat tinggi, bahkan seluruh seniman dunia pun memperebutkannya”

__ADS_1


“Majesty programmer...?”


“Gelar putra mahkota dibidang teknologi” jawab ketua Klan Co cepat “meskipun belum termasuk dalam jajaran Ilmuwan Atas seperti Co rein tetapi putra mahkota sendiri merupakan Programer tingkat paling tinggi dinegara ini, bahkan Rein sendiri belum tentu bisa mengalahkannya didunia virtualisasi.” Lanjut jelas laki-laki tersebut semakin menambah keterkejutan didalam hati zili.


__ADS_2