
Hati yang tersiksa.
Perasaan itu kian datang menyelimuti.
Masuk semakin dalam hingga menusuk sampai keuluh hati.
Rasa sakit, menyebabkan perut juga ikut merasakannya. Tekanan berat memang terkadang mampu menimbulkan Penyakit Magh, penyakit tersebut bahkan mulai menyakiti hingga sampai ke tenggorokan.
Tangisannya mulai berhenti, ia menelan pil Obat antimagh lalu meneguk sebotol air mineral.
Rasa pusing karena efek obat mulai menghampiri,
Menutup mata perlahan-lahan lalu jatuh dibahu pangeran istana. “Hiks.. hiks..” saat tertidurpun ia masih menangis.
Mungkin gadis itu saat ini sedang memimpikan Ayahnya yang baru saja ia kunjungi beberapa menit yang lalu.
Sayu,
Pandangan mata pangeran istana tampak kosong, ia merasakan hampa yang luar biasa didalam hatinya.
Setelah mengambil botol dari tangan gadis yang duduk disampingnya, menutup dan meletakan dikantung kursi depan. Ia mulai bergeser ketepi lalu menidurkan Zili diatas paha kaki.
Mobil pribadinya melaju kencang menuju Wilayah selatan.
Benar,
Wilayah yang paling sering dikunjungi pangeran istana semasa hidupnya.
“Aku tidak akan berbuat jahat padamu lagi...” terlihat dimata Zili isak tangis pangeran istana begitu menyedihkan, baru kali itu, ia melihat laki-laki tersebut menangis secara terang-terangan dihadapannya.
Pikir gadis itu,
Laki-laki yang berada dimakam dengannya tersebut, begitu terlihat teramat kesakitan dan kehilangan.
Aneh, pikirnya lagi.
__ADS_1
Jelas sekali tampak penderitaan didalam hatinya seperti orang yang kehilangan sesuatu berharga didalam hidupnya.
Bukankah dia membenciku....?
Ucap gadis itu didalam mimpinya.
Mimpi yang panjang terkadang berganti-ganti.
Ayah, Ratu negara bahkan Ibunya yang tak terlihat raut wajahnya juga masuk kedalam mimpi gadis itu, hanya saja sangat disayangkan,
Gadis itu, sama sekali tidak memimpikan putra mahkota. padahal ia merindukannya tetapi rindunya tersebut seakan-akan hilang ketika ia terpikirkan laki-laki yang berada didalam Apartemen lamanya didalam mimpi.
Bahkan didalam mimpi sekalipun dia masih bisa memikirkan apa yang ingin ia pikirkan.
Mimpi memanglah Aneh.
Terkadang bisa dikendalikan, terkadang juga mengalir begitu saja.
Terkadang bisa memimpikan apa yang kita inginkan, terkadang bisa memimpikan apa yang tidak pernah kita lihat sebelumnya.
Mimpi hanyalah sebuah mimpi yang akan hilang ketika mata mulai terbuka.
“Kau sudah bangun...?” terlihat jelas dari bawah pangeran istana sedang tersenyum memandangnya, bergegas bangkit dan duduk, ia mulai menyadari bahwa mobil yang ia tumpangi tak lagi melaju.
“Shin’A..” mulai menurunkan kaki kelantai mobil “kita Dimana..?” tanya Zili keheranan melihat kesekelilingnya yang terlihat seperti sebuah Halaman rumah.
“Dihalaman rumah nenekku..” jawab laki-laki tersebut mengejutkan Zili hingga terlihat matanya yang tidak menyukai perilaku sesuka hati pangeran istana kepadanya.
Menghela nafas berat, membuang wajah yang tadinya menoleh kearah pangeran istana disampingnya “kau bilang hanya ingin memintaku untuk menjadi saksi bahwa kau tidak akan lagi melukai Zili..” menghela nafas berat lagi “kenapa sekarang kau malah membawaku pergi jauh dari tempat tinggalku..?” tanyanya mulai merindukan laki-laki yang berada diApartemennya, gadis itu bahkan tidak menyadari bahwa ia sebenarnya merindukan laki-laki tersebut, hanya saja, saat itu ia merasa sangat ingin pulang kerumahnya.
Sangat ingin pulang kerumahnya merupakan hal yang belum pernah terjadi kepada gadis itu selama hidupnya.
Tidak ingin dirumah, tidak ingin disekolah, gadis itu tidak pernah tahu ingin pergi kemana sebelum ia menikah.
Tetapi sekarang ini, ia merasa sangat ingin pulang kekediaman keluarga Xu, sangat ingin kembali kesekolah teknologi, sangat ingin kembali kelaboratorium Penelitian Didesa Ann dan sangat ingin mengunjungi desa ann 51, tempat tinggal orang tua Penasihat putra mahkota dan Lord breeder berada.
__ADS_1
Sangat ingin, bahkan begitu sangat ingin.
Sepertinya dia Telah memiliki Tujuan hidup saat ini, berbeda dengan sebelum ia menikah.
“Aku...” mulai menunduk kepala “maaf..” belum melanjutkan kata-katanya, tampaknya pangeran istana mulai merasa bersalah.
Berusaha mengendalikan kekesalan “katakan saja..” ucap zili memaksa tersenyum “aku akan berusaha membantumu” lanjut gadis itu sudah terlanjur berada jauh dari tempat tinggalnya.
Mulai menoleh lalu tersenyum lega “aku ingin mengatakan pada nenekku bahwa aku sudah menyukai orang lain saat ini..” ucap pangeran istana membingungkan Zili.
Mengernyitkan dahi tidak memahami “maksudmu...?” tanya gadis itu mulai penasaran.
Pertama kali bagi gadis itu melihat wajah penurut pangeran istana, sangat penurut bahkan menurutnya merupakan orang paling penurut yang pernah ia temui “nenekku..” laki-laki itu terlihat ragu-ragu berbicara “nenekku marah besar kepadaku karena mengetahui aku mencintai putrinya” jelas laki-laki itu, penjelasannya mampu dipahami Zili.
Bagaimana tidak..!
Selama hidupnya, ia sangat mengetahui bahwa pangeran istana begitu mencintai putri kecantikan, Lu ayya, bahkan tidak pernah berhenti mencintainya padahal ia tahu sendiri bahwa gadis yang dicintai, telah mencintai Sepupunya sendiri bahkan saat ini telah bertunangan dengan ilmuwan negara, salah satu laki-laki hebat kebanggaan negara yang merupakan orang kepercayaan ibu dari laki-laki tersebut.
“Ahh jadi begitu..!” gadis itu sedikit merasa kasihan dengan masalah yang saat ini sedang dihadapi pangeran istana “jadi kau ingin aku berpura-pura menjadi wanita yang kau sukai ya..”
“Bukan “ jawab cepat pangeran istana sembari menghadap Kearah Zili “aku memang menyukaimu”
“Kau tidak pernah menyukaiku..?” jawab gadis itu cepat “ sadarlah Shin’A,..” Dia mulai menghadapkan tubuhnya kearah pangeran istana “siapa yang sebenarnya ada didalam hatimu saat ini...?” lanjut gadis itu lagi mengejutkan pangeran istana “ayo kita temui nenekmu” Ajaknya kemudian.
“Aku sangat nyaman dekat denganmu....”
“Apa kau melihat seseorang didalam diriku..?” pertanyaan gadis itu semakin mengejutkan pangeran istana “aku...” gadis itu mulai menundukan kepala “saat ini aku sedang melihat seseorang yang sangat kucintai berada didalam Tubuh orang lain..” ungkap gadis itu “mungkin kita berdua mengalami hal yang sama,” lanjutnya lagi “kau pasti sangat mencintai orang tersebut dan mengira dia adalah aku yang mampu membuatmu nyaman padahal..” dia mulai mengangkat kepalanya “dia bukanlah aku”
“Konyol, mana mungkin...
“Terlihat jelas dari matamu shin’A..” sela Zili sembari melontarkan senyuman lembut “saat ini kau sangat merindukannya hingga matamu terlihat begitu kosong..”lanjut nya lagi mencengangkan pangeran istana yang langsung membuang wajahnya. “aku tahu, dia pasti ayya..
“Bukan..” jawab cepat pangeran istana “dia memang kau..” lanjut laki-laki tersebut lagi, mulai menoleh kembali kearah Zili “kau mampu membuatku melupakan Ayya..” laki-laki tersebut mulai tersenyum lalu memeluk Zili “aku bisa merasakannya” mencoba melepaskan diri tetapi pangeran istana begitu erat memeluknya “Detak jantungku sendiri mampu kudengar” tambahnya lagi membuat panik gadis dipelukannya “aku menyukaimu, tanpa nama”ungkap laki-laki tersebut “jadilah milikku, aku pasti akan membuatmu bahagia”pintanya semakin memperpanik suasana hati gadis itu.
“Aku sudah memiliki suami, jangan bodoh” tolak Zili secara langsung.
__ADS_1
“Asal bukan Xu’i saja” pangeran istana mulai melepaskan pelukannya melegakan hati Zili “aku bisa merebut wanita siapa saja kecuali wanita yang dicintai Xu’i..” dia tersenyum lembut begitu senang ketika mengira bahwa wanita dihadapannya bukanlah Zili.