
Pangeran istana menggaruk-garuk belakang lehernya yang tidak gatal“Itu karena aku kesal denganmu, bagaimana mungkin aku tidak kesal? Perhatian ibuku selalu saja tertuju padamu” tidak ingin beradu pandangan dengan Zili, laki-laki remaja tersebut masih menyodorkan botol air mineral kepada Zili yang berada dibawahnya.
Zili menundukan kepalanya, ia juga tidak ingin melihat pengeran istana.
Tuuuuuuuaaaammm duuuuuaaarrr duuuuuuaaaaammm
Suara Black hole menyadarkan mereka berdua.
Dibawah bukit yang dipenuhi pepohonan besar tengah hutan dengan angin berhembus sepoi-sepoi yang menggugurkan dedaunan dibawah mereka serta matahari yang tertutup awan hitam karena tampaknya hujan akan datang disore itu, perlahan-lahan Zili menyingkirkan sodoran tangan Pangeran istana yang menggenggam botol.
“Maaf, aku tidak mau”
********
Putra mahkota berjalan cepat. Dengan mudah ia menyingkirkan rerumputan tebal dengan kakinya. Ditangannya beberapa dua buah rentengan buah anggur. Dan 1 buah semangka liar ditangan lainnya yang dia pegang ujung batangnya.
Putra mahkota tersenyum, ia bahkan sudah menyadari kedatangan seseorang diatas pohon.
“Yoooo...
Putra mahkota menghentikan langkah kakinya. Dia membalikan tubuhnya lalu memandang seseorang yang telah berdiri tak jauh dari punggung remaja laki-laki berdagu runcing tersebut “kau lagi”
“Dari senyumanmu, aku tahu, kau sudah menyadari kedatangan ku bukan?”
“Bisa jadi! Kenapa kau datang lagi, bukannya pagi tadi aku sudah jelaskan semuanya padamu?”
“P***** M***** ****U”
Putra mahkota tersentak, bahkan sampai tertegun mendengar Ucapan yang baru saja dilontarkan laki-laki yang kini telah berada dihadapannya. “Aku tertarik padamu untuk bekerja sama.” Laki-laki yang tidak lain adalah Shen Shi yun tersebut menggelengkan kepala cepat “bukan.. bukan, maksudku aku dan kau, kerja sama antara kita berdua saja”
“Maksudmu, kau mau mengkhianati Tuanmu?”
Shi yun menjentikan ibu jari dan jari manisnya, mempedengarkan sebuah dentuman kecil darinya lalu mengganggukan kepala dua kali “tepat”
“Aku menolak”
“sangat disayangkan, “ shi yun mengangguk beberapa kali dengan salah satu telapak tangan menempel didagunya . “padahal dengannya kau bisa mendapatkan wanita yang kau cinta seutuhnya”
Putra mahkota tersenyum meremehkan.”aku bahkan sudah mendapatkannya”
“Ooh bukankah wanita yang kau cinta adalah ratu negara, dan lagi...., “ pandangan mata Shi yun kali ini mulai serius, ia bahkan mampu memandang mata putra mahkota.
Kedua remaja laki-laki yang seumuran tersebut saling berhadapan “.. dengannya, kau tidak perlu lagi mengemban beban berat sebagai putra Mahkota”
Baru kali ini putra mahkota dikejutkan dengan perkataan yang menyentakannya.
Ia bahkan terdiam sejenak dengan mata penasaran.
__ADS_1
Bagaimana mungkin laki-laki didepannya mengetahui bahwa sebenarnya Dia sangat tidak ingin menjadi putra mahkota negara NC apalagi menjadi Seorang Raja.
Padahal rahasia dan keinginan itu hanya diketahui olehnya sendiri dan tidak pernah terucap kepada orang lain.
Atau...
Putra mahkota tersenyum kecut, ia mengingat sedikit tentang masa lalunya
“Emmmm.... “ laki-laki selayak putra mahkota yang telah terbiasa berlatih menyembunyikan keterkejutan mulai kembali seperti ia yang biasa “baiklah... “ putra mahkota tersenyum tipis, dibalas senyuman shi yun “aku akan pikirkan ulang”
*******
“Aku tidak mau”
Pangeran istana memijat dahinya dengan tiga jari salah satu tangannya merasa sakit kepala dengan keras kepalanya gadis berwajah kecil dihadapan matanya. “terlalu keras kepala” ia melangkah mendekati zili lalu meraih tangannya, meletakan botol air mineral ditelapak tangan gadis yang sedang terkejut hingga ingin menarik tangannya tetapi tak kuasa melawan kekuatan pangeran istana.
“Ap.. apa yang kau lakukan?” pangeran istana melepaskan tangan Zili setelah meletakan botol air.
Hampir saja gadis yang mengikat rambutnya satu ikatan kebelakang tersebut kehilangan keseimbangan akibat lepasan tangan pangeran istana secara tiba-tiba.
Andai saja Zili tidak waspada dan hati-hati, mungkin saat itu ia akan jatuh terjungkal kebawah.
Zili kesal, ditangannya, botol mineral telah ia genggam.
“Tidak ada racun didalamnya, aku tahu, saat ini kau sedang kehausan maka minumlah” wajah putih dengan bula mata lentik tak sengaja terpandang oleh Zili.
Ahh benar.
Kata zili.
Bukan berapa lama ia tidak lagi melihat pangeran istana sehingga ia rasa, laki-laki dihadapannya telah berubah. yang ada, sebenarnya sejak dari awal, ia tidak pernah diizinkan menatap langsung wajah Pangeran istana sampai pada akhirnya, ia tidak lagi berani menatapnya.
Wajah pangeran istana memang sangat tampan, bahkan sangat mirip dengan raja negara.
Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan putra mahkota yang memiliki pola wajah berbeda dan ketampanan yang berbeda dengannya.
Ia tidak dapat menentukan siapa diantara mereka yang lebih tampan karena keduanya memang sangat tampan.
“Aku tidak ma...
HAaaa...
Mata zili membelalak,
Sekali lagi ia dikejutkan oleh tingkah pangeran istana yang mencubit kedua pipinya dengan kedua tangannya secara bersamaan “menggemaskan sekali melihat mu sekeras kepala ini” katanya hingga membuat jantung Zili berdentum takut.
Takut.
__ADS_1
Ia akan mendapatkan perlakuan kasar kembali seperti masa lalu.
“Apa yang kau lakukan..
Kali ini berganti,
Pangeran istana tersentak dikejutkan dengan air mata Zili yang tiba-tiba mengalir deras. Ia bahkan dapat merasakan tubuh gadis itu bergetaran dari ujung kepala hingga ujung kakinya dari tangan yang masih singgah dipipi gadis tersebut.
“aaaaaahh... lagi lagi putra raja membuat Putri mahkota ketakutan”
Suara seseorang sontak mengejutkan mereka berdua.
Zili menepis kedua tangan pangeran istana yang memegang pipinya sedari tadi, ia menoleh kebelakang.
Dari bawah bukit, terlihat putra mahkota sedang duduk bersila memandang nya dari kejauhan.
Zili bergegas melangkah kaki, namun tangannya berhasil diraih pangeran istana. Pangeran istana memeluk pinggang Zili yang meemberontak namun tak kuat. Tangan yang lain menahan tangan zili untuk yang mencoba memukul dada bidang miliknya.
“Yooo ... Xu’i” pangeran istana begitu mudahnya melontarkan kata sementara didekapannya Zili sedang meronta-ronta, berusaha keras untuk melepaskan diri.
“menghitung waktu, sudah berapa lama kita tidak bicara normal?”
“Tentu saja, sejak kau menolak Lu Ayya mentah-mentah didepan banyaknya penggemar yang berharap kalian bersama”
Putra mahkota tersenyum, lalu “hahahahha” dia tertawa terbahak-bahak hingga burung-burung diatas dahan pohon berhamburan.
Suaranya melengking dikesenyapan blantara hutan tempat mereka berada.
“Lucunya.. “ putra mahkota masih mengembangkan senyumannya, sementara Zili berhenti melepaskan diri, ia bahkan tidak menyangka putra mahkota ternyata bisa tertawa semengerikan itu.
Lagi, dia melihat sisi lain dari orang yang dia cinta.
Bukannya takut, kali ini zili malah terkagum-kagum. Gelak tawa putra mahkota semakin membuatnya terlihat sangat perkasa dipandangan mata Zili.
Pangeran istana tertawa kecil, “ha.. haha” ia membalas senyuman putra mahkota yang masih duduk dengan santai menatap zili dan dia.
“Kau berharap kami bersama diusia yang masih sangat muda, ckck Shin’A jangan buat aku semakin memandang lucu terhadap dirimu”
“usia muda bukan berarti pikiran kalian juga muda, malahan diusia seperti kalian bisa mencetak penghargaan yang tidak bisa dicapai orang dewasa.”
“hahaaha kau layakan dengan pikiran orang dewasa sementara pikiranmu dan pikirannya hanyalah pikiran anak-anak yang suka memaksa”
Suara hembusan angin menerpa membawa suara remukan dedaunan kering yang terpijak kaki secara bersamaan.
“Kalian berdua, sampai kapan akan terus berselisih?”
*******
__ADS_1
like ya .. oke