Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
hasil mengecewakan


__ADS_3

Jeruji besi menjadi sebuah penghalang manusia untuk bergerak bebas.


Ruangan yang remang-remang hanya diSinari cahaya lampu berwarna kuning.


Beberapa lubang bulat kecil yang mungkin berfungsi sebagai fentilasi udara tampak berada diatas Dinding dekat dengan langit-langit ruangan.


Cahaya matahari terlihat menerobos masuk menerangi sebagian kulit Seseorang yang terlihat sedang tergelatak tidur masih mengenakan seragam kerjanya.


“Huaaammm...” uapan Mulut masih terasa mengantuk.


“Bangun Lian, “ perintah seseorang terdengar kesal melihat tingkah dan perilaku temannya yang hanya tidur seharian penuh didalam penjara. “bukannya membantuku memikirkan cara agar bisa keluar dari sini...” lanjutnya geram “kau malah terus menerus tidur.” Keluh laki-laki yang tampak sedang duduk bersila dibawah kaki Mentri keuangan.


“Haaah..” menghela nafas berat “kau lihat sendiri bukan..?” dia mulai bangkit dari baringannya “bahkan ketika membawakan makanan kita saja mereka tidak membawa kunci lalu memberikan obat dan vitamin bersama dengan makanan agar tubuh kita tetap sehat. ..” jelas mentri keuangan kepada temannya yang saat itu tampak melipat tangan dan memejamkan mata.


Mulai membuka mata, lalu melepaskan lipatan tangan dan menyandarkan tubuh di dinding ruangan “beruntungnya, Natsu hanya murid biasa, kalau tidak pasti....


“Kau akan dijadikan kelemahannya untuk berkhianat kepada Shin dan idris bukan..?” tebak mentri keuangan kepada temannya yang tak lain adalah Penasihat raja, Ou natto.


“Sejak kapan kau ada disini...?” tanya penasihat raja kepada Mentri keuangan yang telah berbaring kembali.


“sejak kembali Menjenguk putriku...” wajahnya mulai bersedih “andai aku mencari tahu alasan dia menghabiskan uang jutaan neceri terlebih dahulu, mungkin...” menghela nafas berat merindukan Putri mahkota “aku tidak akan pernah menyesal jika sewaktu-waktu aku mati nanti.”


“Pasti kau memukulnya, bukan..?” tebak penasihat raja, menengadah kepala, menatap langit-langit ruangan disana.


Tersenyum getir “benar..” jawabnya, mata laki-laki dewasa tersebut mulai terlihat berkaca-kaca “tapi selama aku berada disini, mereka belum pernah sekalipun menghubungi putriku dan menyuruhku berbicara dengannya” dia mulai bangkit duduk kembali “aku hanya dikurung dan dibiarkan tidur begitu saja...”


“Itu artinya, ...”


Saling memandang, “mereka belum berhasil menemukan Putrimu, ..” tebak penasihat raja lagi.


“Tepat..” Ucap mentri keuangan “kalau Zili mengetahui keadaanku, dia pasti akan ikut bergabung bersama musuh karena aku adalah kelemahannya..” jelas mentri keuangan mulai mengkhawatirkan putrinya.


“Mereka pasti sudah menyadari bahwa Zili merupakan kelemahan Xu’i, maka dari itu...” tampaknya penasihat raja juga mulai khawatir “ mereka menangkapmu, agar mendapatkan Zili lalu meraih Xu’i..”

__ADS_1


“Xu’i memang sangatlah kuat, “ puji mentri keuangan “bahkan untuk menangkapnya saja diperlukan rencana yang begitu sulit” lanjutnya lagi mulai tersenyum getir “masalahnya...” mulai menunduk sedih, menghela nafas berat.


“Kalau sampai Xu’i tertangkap karena Zili pasti...” penasihat raja juga menghela nafas berat.


“Zili tidak akan pernah lepas dari kebencian seluruh penduduk NC juga keluarga kerajaan” Lanjut mentri keuangan, berada disatu pemikiran yang sama dengan penasihat raja.


“Tapi...” sama-sama terkejut “dimana Zili sekarang...?” tanya penasihat raja yang baru menyadari bahwa sampai saat ini, musuh masih belum juga berhasil menemukan keberadaan putri mahkota.


Tersenyum lega “tuhan, aku mohon lindungilah putriku” pinta mentri keuangan sangat berharap.


**********


Berjalan lunglai,


Memakai jubah putih lalu melepaskannya dan memberikan jubah tersebut kepada laki-laki yang tampak sedang menunggunya keluar dari laboratorium dirumah sakit terbesar negara NC.


Menghela nafas sejenak, lalu Duduk dikursi samping pintu keluar sembari memijat Dahi yang pusing dan menyandarkan punggung disandaran kursi.


“Bagaimana hasilnya....?” tanya penasihatnya begitu penasaran sembari memberikan jubah dokter muda tersebut kepada seorang perawat.


Mulai menegakan tubuh, lalu membungkukannya sedikit dan menggenggam kedua tangan diantara kedua kaki “ hasilnya negatif,..” jawab Dokter muda kebanggaan negara mengecewakan “padahal aku sangat yakin dia adalah Zili..” lanjut laki-laki tersebut sangat kecewa “ sifatnya, tingkahnya, bahkan semua dari dirinya mengingatkan aku pada wanitaku..” tertunduk sedih “tapi hasil tes DNA, mengatakan sebaliknya..”


“Apa kau yakin, bahwa darah itu merupakan darah milik mentri keuangan...?” tanya penasihatnya memastikan.


Tersenyum getir “aku sendiri yang mengambilnya dari tubuh paman Lian....” jawab dokter muda tersebut meyakinkan “begitu menyakitkan mengetahui fakta Zili telah tiada, paman Lian sampai sekarang sama sekali tidak memiliki sedikitpun semangat untuk bangun dari tidur panjangnya..” lanjut dokter muda lalu mulai berdiri dari duduknya, “aku...” mulai melangkah kaki “harus mencari Zili sebelum hari ulang tahunnya.” ucapnya sembari berjalan diikuti penasihatnya.


“Sebelum bertemu,..” penasihatnya terlihat berjalan beriringan dengannya “apa salahnya kalau kau anggap dia sebagai Zili...?” ucapnya memberi saran.


“Konyol,..” jawab laki-laki tersebut “bagiku, tidak ada yang bisa menggantikan Zili..”


“Bukankah kau sangat yakin bahwa dia adalah Zili,..?” penasihatnya mulai menghentikan langkah kakinya sendiri “maka, cari tahu dengan pasti bahwa dia adalah zili bagaimanapun caranya,” ucapannya menghentikan langkah kaki putra mahkota “Xu’i..” panggil laki-laki tersebut “bukankah kau bisa melakukan apapun yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain....?” lanjutnya lagi “kau pasti...” tambahnya ketika dokter muda menoleh sejenak kearah belakang “bisa menemukan Zili..”


**********

__ADS_1


Mobil melaju dengan kecepatan pelan,


Ditengah-tengah derasnya hujan dimalam hari yang tak kunjung juga berhenti.


Telah selesai mengganti pakaian yang basah didalam pusat perbelanjaan Kota,


Zili sekarang duduk dikursi belakang bersama dengan pelindung putra mahkota Shin ji yang tampak sedang membaca buku.


“Zili..” panggil pelindung putra mahkota Shin ji mengejutkan Zili,


harus terus berpura-pura karena tidak ingin rahasianya terbongkar, takutnya, Laki-laki disamping gadis tersebut merupakan mata-mata milik musuh, kalaupun bukan dia, bisa jadi supir yang membawa mereka.


Tersenyum kecut “Zili ..” ucap Zili mulai bermain peran “kau pasti mengira bahwa aku adalah Zili...” dia mulai menoleh kearah pelindung putra mahkota shin ji yang langsung membuka buku.


“Bukan ya..?” ucap laki-laki tersebut mulai kecewa.


Tersenyum lembut “aku temannya..”


“Padahal kalian sangat mirip..” jawab laki-laki tersebut “menurutku, “ lanjutnya lagi “tapi Zili bukanlah orang sekuat dirimu” tambahnya lagi “kalau tahu Xu’i akan sangat menderita kehilangan Wanitanya harusnya..” mulai menunduk Sedih “aku saja yang melindungi Wanita itu selama ini”


“Menderita...?” Hampir saja tangisan gadis itu pecah Jika tidak mengingat bahwa saat itu ia sedang menyamar.


“Hahaha lupakan saja” jawab pelindung putra mahkota mulai membuka buku.


“Bolehkah aku bertanya satu hal padamu...?” Zili mulai memikirkan sesuatu saat itu.


Tersenyum lembut lalu menutup kembali bukunya “tentu saja” jawab laki-laki tersebut memberi izin.


“sebegitu besarkah rasa bencimu pada saudaramu sendiri sampai ia harus menggunakan Nama Klan ibunya....?” tanya Zili ketika mengingat asal Klan Laki-laki didalam Apartemennya bukanlah bagian dari Klan Sun.


“Haa...”


Pelindung putra mahkota terlihat kebingungan untuk menjawab pertanyaan dari Zili, ia bahkan tidak mengetahui permasalahan yang sebenarnya terjadi hingga ia harus berpura-pura menjadi saudara tiri putra mahkota.

__ADS_1


__ADS_2