
“Aku adalah orang tua gila yang akan gila jika tidak meminum obat anti gila” tangisan zili pecah, ingin sekali gadis itu memeluk laki-laki dihadapannya “semua warga desa Co adalah orang gila yang akan gila jika tidak meminum obat anti gila” jelasnya lagi sembari memperlihatkan keadaan menyedihkan Cctv lorong bawah Tanah yang terdapat banyak sekali orang-orang kurus yang sedang berbaring memegangi perut mereka serta memeluk anak mereka yang sedang menangis kelaparan, bahkan ada juga yang memakan rumput liar tanpa melalui proses pemasakan.
Hingga pandangan Zili mulai tertuju pada gadis tinggi yang mengambil paksa permen miliknya tadi malam, sedang menangis memeluk adik kurusnya dan memberikan parsel miliknya kepada ibu gadis tersebut yang terlihat sedang memeluk seorang bayi menangis ditangannya.
“Kakek..
Ketua klan co tampak sangat tegar melihat keadaan penduduknya yang begitu parah, dia bahkan tidak menitihkan air mata saking terbiasanya ia merasakan perasaan perih didalam hatinya “ini semua adalah perbuatan musuh kerajaan, mereka membuat kami Gila dengan memasukan obat gila kesumber mata air milik warga Desa Co, mereka sangat pandai membedakan warga desa Co asli dengan warga Desa lainnya diwilayah ini.” jelas laki-laki tersebut “harga obat sangatlah mahal, untuk membelinya saja kami bahkan harus bekerja keras dan sampai mati kelaparan karenanya.”lanjut laki-laki tersebut lagi tampaknya ia sangat mempercayai Zili “rumah kami, usaha kami, tanah kami, semua adalah milik mereka, hanya lorong bawah tanah lah tempat kami berteduh dan semua harta kami yang terlihat diluar sana, hanyalah sebuah pajangan”
“Mengapa kau hanya diam saja dan tidak memberitahukannya kepada pihak kerajaan?”
Tanya Zili marah, dia tampak sangat kesal karena merasa warga negara Co teramat bodoh Jika hanya diam dan tidak melaporkan kepada pemerintahan.
Ketua Klan co tersenyum getir “itu karena obat anti gila hanya bisa diracik oleh musuh bahkan putra mahkota sendiripun tidak mampu membuatnya...
“Meskipun demikian hikss hikss..
Tersedak-sedak Zili menangis “ meskipun demikian, apa salahnya jika kau mengadu kepada mereka daripada membiarkan wargamu mati kelaparan”
Ketua klan co mulai berjongkok mencoba membantu Zili yang sedang jatuh terduduk menopang tubuh dengan lipatan kedua kaki sembari mengenggam pistol silver dengan kedua tangannya, untuk berdiri. “kau pasti mengetahui sendiri rasanya jadi beban, bukan?” tanya laki-laki tua tersebut mengurungkan niat memegang bahu Zili, ia tetap berjongkok dihadapan gadis itu dengan memasang wajah sedih “keluarga kerajaan yang sangat sibuk akan memfokuskan diri kepada desa kami jika mereka mengetahui keadaan kami, disamping membuat Iri warga wilayah negara lainnya, hal tersebut juga akan memberi tekanan kepada kami karena mereka semua pasti akan menghina dan merendahkan kami sebagai Klan Benalu yang terus menerus menyusahkan wilayah lainnya”
“Tetap saja rasa lapar lebih menyakitkan dibandingkan dengan harga diri” ungkap gadis itu membalas pandangan menyedihkan laki-laki tua dihadapannya.
“Lebih baik mati kelaparan dari pada menjadi gila dan tidak berguna bagi negara”
“Gila?”
Tanya Zili sembari menghapus air matanya “kenapa harus menjadi gila?” tanya nya dengan amat menyedihkan.
__ADS_1
Masih tetap menahan air mata untuk tidak menetes, laki-laki tua mulai menundukan kepala “jika musuh mengetahui laporan kami, mereka pasti menghentikan penjualan obat anti gila, dan seluruh warga negara Co akan berakhir dengan kegilaan lalu ...
Sungguh, mungkin laki-laki tersebut tidak lagi kuasa menahan tangisannya “kami akan membebani negara dengan Keadaan gilanya kami serta ...
Dia terdiam sejenak “Klan teknologi akan punah dari negara ini” lalu melanjutkan perkataannya sembari menghapus air mata dipipi.
“Aku yang akan melaporkanny...
“Hmmm..
Laki-laki tua mulai menggelengkan kepala “didalam keluarga kerajaan terdapat banyak sekali mata-mata musuh dan juga...
Lagi, dia terdiam sejenak, menepih rasa perih didalam hatinya “Nura masih hidup”.
*********
Tidak mempedulikan isi bacaan, Zili masih saja melamun disiang hari setelah mendengar penjelasan ketua Klan co tentang keadaan wilayah Timur laut.
Perutnya mulai berbunyi, suara tersebut mulai terdengar hingga sampai ketelinga ketua Klan co yang sedaang berjalan membawa tumpukan buku dikedua tangannya.
Dia tersenyum lucu memandang wajah Zili yang tampak sangat malu karena suara bunyi dari dalam perutnya.
Setelah meletakan tumpukan buku disamping Zili, laki-laki tersebut berjalan menuju kulkas kecil miliknya, dia tersenyum getir karena hanya menemukan sebotol air mineral dan satu bungkus sisa roti yang telah terbagi menjadi setengah bagian.
Tidak ingin diketahui Zili, ia mulai memikirkan cara untuk mendapatkan makanan yang layak untuk gadis itu,
Mulai menutup kulkas.
__ADS_1
“Hiks,, kenapa bisa separah ini?”
Suara Zili terdengar disampingnya, gadis itu lagi-lagi menjatuhkan air mata mengejutkan ketua Klan Co yang langsung ikut menjatuhkan air mata.
“Maaf..
Ucap ketua klan co membuka kulkas kecilnya lagi lalu memberikan sisa rotinya untuk Zili. “biasanya Hai win akan datang memberikanku roti tapi mungkin dia sudah sangat kesal karena aku adalah kakek tuanya yang tidak berguna” lanjut laki-laki tua tersebut memperpiluh perasaan hati Zili yang langsung menerima sisa roti tersebut dan membaginya menjadi dua bagian.
“Mobil itu hiks...
Zili berusaha tersenyum lembut sembari memberikan potongan roti kepada ketua klan Co “kenapa tidak dijual saja ke wilayah lain?” Ucapnya berusaha mencairkan suasana.
Ketua klan co menolak potongan roti pemberian Zili, ia mulai menegakan tubuh yang tadinya sedang membungkuk sembari menyodorkan sebotol air mineral kepada gadis itu “itu mobil musuh, aku menjualnya kepada mereka demi mendapatkan obat anti gila” jawab laki-laki tua tersebut menghapus air mata setelah Zili menerima Botol air mineral dan memaksa memberikan potongan roti ketangan ketua klan co.
“Lalu kenapa kau masih bisa menggunakannya kakek?” ketua klan co tersenyum senang ketika mendengar Panggilan kakek dari mulut Zili untuknya, perlahan-lahan ia duduk diatas kursi diikuti oleh Zili kemudian memakan Potongan roti pemberian gadis itu.
“Agar Keluarga kerajaan tidak curiga, mereka membiarkan kami menggunakan barang-barang pribadi kami, tentu saja jika kami menjual atau merusakannya, pembelian obat anti gila akan dikurangi” jelas laki-laki tersebut menghabiskan sisa roti yang tidak seberapa.
Zili mencoba menguatkan hatinya, mengendalikan getaran tubuh karena potongan roti belum cukup menghilangkan rasa lapar didalam perutnya “kakek, biarkan aku membantumu” ucap Zili tegas “pasti, mereka tidak sedang mengawasiku karena menganggapku sangat lemah” lanjut gadis tersebut meyakinkan laki-laki tua dihadapannya.
“Tidak usah,..
Tolak laki-laki tersebut, “tidak ada yang bisa kita lakukan”
“Pasti ada kakek...
Jawab zili cepat “aku beritahu padamu..
__ADS_1
Zili mulai memandang lekat laki-laki tua dihadapannya “aku memiliki kemampuan mengingat cepat sama dengan Nura” jelasnya mencengangkan laki-laki tua tersebut hingga ia terperanjat tegak dan tidak percaya “tolong, beritahu kepadaku cara untuk menyelamatkan warga desa Co, aku mohon kakek” pinta Zili sungguh sangat memohon.