Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
perkataan yang disenanginya


__ADS_3

Melaju perlahan-lahan di gelapnya malam, Mobil pribadi Putra Mahkota mulai terhenti tepat dihalaman depan rumah.


Mata yang tadinya terpejam, kini terbuka kembali. Menghela nafas, Putra mahkota menurunkan kepalan tangan yang tadinya berada dipipi wajah dan meluruskan siku yang bersandar di balik pintu kaca mobil Sisi Kirinya.


Pintu rumah terbuka, para pelayan mulai berhamburan keluar ketika mendengar suara mobil Putra Mahkota.


Keluar dari mobil setelah kepala pelayan membukakan pintu untuknya, Putra Mahkota yang tadinya Lelah karena seharian melakukan rencananya, saat itu terlihat ceria kembali dan mulai mengembangkan senyuman lembut ketika melihat wanita miliknya sedang berdiri di depan pintu, menunggunya kembali ke rumah mereka.


Melangkah kaki "pergi dari sini!" perintah Putra Mahkota kepada Kepala Pelayan yang langsung melaksanakan perintah tersebut dan membawa para pelayan lainnya pergi meninggalkan Putra Mahkota lalu masuk ke dalam rumah dengan segera.


Bergerak cepat, melangkah kaki keluar dari pintu rumah "Shisou, kau baik-baik saja...?" tanya Zili setelah ia mendekat dan menghentikan langkah kaki Laki-laki yang ia cintai.


Mengangkat tangan, meletakannya di atas kepala Gadis dihadapannya "aku baik-baik saja" mengacak-acak rambut Zili yang diikat setengah kebelakang hingga rambut gadis itu sedikit berserakan "Kenapa kau belum tidur...?" tanya Putra Mahkota, menurunkan tangan dari kepala gadis itu dan menarik tangan wanita miliknya lalu membawanya melangkah masuk kedalam rumah.


Berbalik, memandang Putra Mahkota menutup pintu setelah laki-laki tersebut melepaskan genggaman dari tangan Zili "aku sungguh sangat khawatir padamu, Shisou" ucap gadis itu menyenangkan hati Putra mahkota yang mendengarnya.


Berbalik, memandang wanita miliknya "begitu ya" melihat jarum jam tangan yang menunjukan angka 3 "tapi kau tidak boleh melakukan ini lagi!" Larang Putra Mahkota sontak membuat Zili merasa bersalah.


"Maafkan aku Shisou" ucap gadis itu semakin menyenangkan hati Putra mahkota.


Sedikit membungkuk, lalu meraih kedua tangan zili dan menggenggamnya lembut "aku menyukainya" ucapan Putra Mahkota membingungkan gadis itu hingga ia mengernyitkan dahi tanda tidak mengerti.


Membalas tatapan mata Putra Mahkota yang sangat dekat dengan matanya "Shisou, maaf aku tidak mengerti maksudmu" Ucap gadis tersebut begitu berharap Putra Mahkota menjelaskan maksud dari perkataannya.


Melepaskan tangan, meraih kedua pipi gadis itu, "caramu memperlakukanku" jawab putra mahkota dengan tatapan begitu lembut membuat jantung Zili semakin memompa kencang "aku menyukainya" lanjut Laki-laki itu mulai menghirup nafas tidak beraturan dari wanita miliknya "aku sangat senang mendengarkan kata maaf darimu, dan sangat senang karena kau selalu berlaku lembut kepadaku, hanya saja..." menghela nafas sejenak "kadang aku ingin melihatmu mengungkapkan isi hatimu yang sebenarnya"


"Sungguh Shisou, aku tidak sedang menyembunyikan sesuatu darimu" jawab cepat Zili sangat takut jika Putra Mahkota salah paham kepadanya.


"aku tahu" balas cepat Putra Mahkota mulai bergerak cepat mencium salah satu pipi Zili hingga gadis itu terkejut dan Sontak berbalik, berusaha keras mengendalikan detak jantung kencang dan tubuhnya yang gemetaran.


Menarik tangan Zili.


hah..


Semakin mengejutkan gadis itu.

__ADS_1


Lalu memutar tubuhnya hingga Berakhir jatuh kepelukan Putra Mahkota "Di sini saja!" Perintah Putra Mahkota mempererat pelukannya "Sembunyikan rasa malumu di pelukanku saja!" Lanjut Laki-laki tersebut memberi perintah.


"hiks Shisou aku merindukanmu" Membalas pelukan Putra Mahkota, gadis itu mulai mengungkapkan isi hatinya sembari menangis di Dekapan Laki-laki yang ia cintai lalu mengusapkan wajah disana.


Tersenyum begitu senang "Benarkah...?" tanya Putra mahkota ingin memastikan.


Mengangguk kepala "hm" jawab gadis itu masih berada di pelukan Putra Mahkota dan mengeratkan balasan pelukannya. "Shisou, sungguh benarkah kau menyukai perilakuku kepadamu...?" tanya gadis itu balik memastikan dan menghentikan tangisannya segera.


Dia mulai mengingat perkataan dewa kemenangan yang tidak menyenangi ucapan Maaf darinya, dan merasa aneh karena Putra Mahkota malah mengatakan kalimat sebaliknya.


"sungguh, Aku sangat menyukainya" jawab Putra Mahkota melegakan hati gadis di dalam pelukannya "Aku menyukai sifat pengalahmu" Lanjut Laki-laki tersebut mulai menjelaskan "Ibuku selalu berkata seperti itu kepada Ayahku " Lanjutnya lagi mengingat masa lalu "Karena dia sangat mencintai Ayahku dan sedikitpun tidak ingin membuatnya marah" Tambah Putra Mahkota lagi mulai mencium rambut Zili "Jadi ku pikir, kau juga melakukan hal yang sama karena tidak ingin membuatku marah..." tersenyum semakin lembut sembari menghela nafas lega "jadi aku sangat menyenanginya, dan aku juga tahu bahwa tidak semua orang mampu mengucapkan kata tersebut karena mereka memiliki harga diri yang tinggi walau hanya untuk sekedar mengalah meskipun mereka bersalah." Melepaskan pelukan, Putra Mahkota mulai memandang kembali wajah Zili. "aku sudah menemukannya untukmu" ucapan Laki-laki tersebut kembali membingungkan gadis itu.


"menemukannya...?"


"Markas Yellow Sprayer" jawab Putra Mahkota menggetarkan hati Zili.


Perasaan gadis itu mulai bercampur aduk. Antara senang dan takut, dia bahkan bingung untuk membedakannya.


Menghela nafas, mulai menundukan kepala sejenak, lalu mengangkatnya kembali "Shisou, terima kasih" ucap Zili mengingat bahwa Putra Mahkota telah bersusah payah untuk membantunya.


Sedikit terkejut "kenapa...?" tanya Zili begitu penasaran.


"karena aku adalah Suamimu dan kau tidak perlu membalas apapun atas semua bantuanku meskipun dengan ucapan kata itu" jelas Putra Mahkota menyentakan hati gadis yang mulai merasa Nyeri karena kebaikan Putra Mahkota semakin menyiksa Batin gadis yang merasa telah mengkhianati laki-laki dihadapannya dengan menyukai laki-laki lain.


Hatinya yang tersentak membuat Kalut jiwanya "Shisou, jadi bagaimana caraku mengutarakan perasaan bahagiaku atas bantuan darimu...?" tanya gadis itu mulai memeluk Putra Mahkota kembali karena sedang berusaha mengendalikan perasaannya.


"cintai saja aku!" perintah Putra Mahkota semakin memperpiluh perasaan gadis itu.


"Shisou, tapi aku pernah mengkhianati mu" Ungkap Zili lagi, berusaha meyakinkan Putra Mahkota bahwa gadis itu pernah menyukai Laki-laki lain.


"kau sungguh ingin mengkhianatiku...?" pertanyaan Putra mahkota menegunkan Zili hingga tubuhnya yang gemataran semakin bertambah gemetaran.


"Aku tidak ingin mengkhianatimu Shisou" jawab Zili sedikit lemah karena hatinya sendiri sangat takut jika Putra Mahkota meninggalkannya "tapi sungguh aku pernah..


"jangan mengatakan itu lagi!" Larang Putra Mahkota masih belum membalas pelukan Zili "sekarang tidurlah!" perintah laki-laki tersebut mengingat waktu semakin cepat berlalu.

__ADS_1


Melepaskan pelukan tanpa balasan "baiklah Shisou" jawab Zili mulai berbalik.


hah,


Berbalik kembali,


Putra Mahkota dengan cepat meraih tangan gadis itu, dan memeluknya kembali, membuat perasaan gadis tersebut sontak menjadi serba salah "Bagaimana kalau kau tidur bersamaku di atas sofa..?"


"haa.." pertanyaan Putra Mahkota sungguh tidak dapat dicerna oleh pikiran kacau dari gadis dihadapannya.


Tersenyum lembut, melepaskan pelukannya lalu menggenggam salah satu tangan Zili dan membawanya melangkah mendekati Sofa. "aku akan meminjamkan Paha kakiku untukmu" jelas Putra mahkota semakin kencang memompa detak jantung gadis itu.


tersenyum bahagia, sedikit menundukan kepala menahan malu "hm" angguk gadis itu, mengeratkan genggaman Putra Mahkota dan mulai melepaskannya setelah Laki-laki tersebut duduk di atas sofa dan dia menjatuhkan tubuhnya disana sembari meletakan kepala di atas paha kaki laki-laki yang ia cintai "Shisou, aku mencintaimu" ungkap gadis tersebut mulai mengganti kata Terima kasih menjadi ungkapan Cinta.


Tersenyum senang, "aku menyenanginya" jawab Putra Mahkota sembari mengelus kepala Zili ketika gadis itu mulai memejamkan mata.


***********


Rekomendasi Novel Bagus.


YOUNG MAMA


"Cantik."


Rose merona mendengar pujian yang di berikan Leon padanya. Meski dia tahu Leon tak sadar mengucapkannya, namun dia tetap merasa gugup.


"Kalau ini mimpi... hik... aku tak pernah ingin terbangun dari tidurku..." Tangan Leon membelai rambut Rose. Tangannya menekan tengkuk Rose menggiring bibir seksi itu untuk menerima ciumannya.


Kamar Leon yang terlihat rapi kini berubah menjadi berantakan tat kala Leon dengan sengaja membanting Rose ke ranjang.


"L, apa yang kau lakukan!" Rose tak mengerti dengan Leon. Tak biasanya mabuknya Leon seperti ini.


Tanpa menjawab pertanyaan Rose, Leon kembali memagut bibir seksi itu penuh nafsu.


"Ah..." Rose bisa saja memberontak. Bisa saja langsung menendang Leon dengan keahliannya. Namun entah kenapa dia menikmati perlakuan yang Leon berikan.

__ADS_1


__ADS_2