Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Akhir kisahnya


__ADS_3

Ada begitu banyak kursi yang telah dipersiapkan pada satu meja panjang di ruangan itu.


Ruang kerja Putra Mahkota yang terdapat tiga lemari buku tepat di dinding, sisi bagian belakang ruangan yang luas tersebut.


Meja kerja Putra Mahkota terlihat berada tepat di depan tiga lemari yang berjejer rapi di sana. Di atasnya, terdapat bendera kecil Negara NC, komputer dan berbagai peralatan kerja lainnya.


Para Pelayan datang membawa cangkir-cangkir kaca dan dua buah teko berisi teh dan kopi, sesuai pesanan para penghuni ruangan tersebut. Mereka juga membawakan cemilan ringan, seperti kue-kue, roti kering dan sejenisnya.


“Sayang sekali aku kehilangan satu guru, Shisou.” Ucap Putra Mahkota begitu sedih. Saat itu ia terlihat sedang duduk di antara dua orang laki-laki tua dan di depan dua orang laki-laki tua lainnya. “Aku masih mengakuinya sebagai guruku, tetapi tetap saja, aku tidak bisa lagi mempercayainya.”


Laki-laki tua dengan panggilan Shisou tersebut menoleh ke arah Putra Mahkota lalu mengacak-acak rambut remaja laki-laki tersebut. “Aku juga tidak menyangka ternyata Yattolah yang selama ini berkhianat,”Ucap Laki-laki tua tersebut lalu menarik tangannya. “Tetapi kau sudah sangat hebat membuat racun Xu’i, meskipun tanpa dia.” Lanjut laki-laki tua yang tampak duduk di samping kiri Putra Mahkota.


“Tidak ada guru yang lebih baik dalam mengajarkan keahlian Ou kecuali guru Yatto, rasanya berat kalau harus mengingat bahwa dialah musuh sebenarnya selama ini.” Putra Mahkota tersenyum pahit sejenak, lalu senyumannya berubah menjadi senang ketika matanya teralih kepada laki-laki tua di depannya. “Aku tidak menyangka, ternyata kau adalah Masterku, kakek.” Putra Mahkota meraih sebuah teko teh hijau, lalu menuangkannya di cangkir kaca kosong laki-laki di hadapannya.


“Aku juga tidak menyangka bisa melihatmu sebelum kematianku.” Ucap laki-laki tua tersebut tersenyum senang sembari mulai menyeruput teh panas di depannya.


“Jadi Zian berhasil lolos ya?” Tanya laki-laki tua yang duduk di samping kanan Putra Mahkota, dia adalah guru Teknologi remaja laki-laki tersebut, Co Shu Ein.


“Aku hanya bisa melihat Nenek Moyang Istriku pergi karena waktu itu, aku harus berpura-pura di depan Yuan, tapi aku janji, akan mengakhiri semua kejahatan mereka secepat mungkin agar tidak ada lagi yang menderita.” Jawab Putra Mahkota sembari menyodorkan sepiring kue kering berbentuk segitiga ke hadapan laki-laki tua di samping guru yang dipanggilnya Master tersebut. “Makanlah kakek, bukankah kau menyukainya?,”


“Kau pasti mempersiapkan nastar ini khusus untukku, bukan?, Ngomong-ngomong, Bagaimana caranya paman Zien bisa menjadi mastermu?” Tanya laki-laki tua yang tak lain adalah ayah angkat Raja Bayangan dan Ratu Negara, serta Ayah kandung Penasihat Putra Mahkota dan Lord Breeder, Ann Sani, Guru keahlian Ann Putra Mahkota.


“Benar, aku bahkan membuatkan secara khusus untukmu di pertemuan kali ini.” Jawab Putra Mahkota sembari meraih satu buah kue nastar dan menggigitnya. Satu persatu, orang-orang di sana mulai mengambil cemilan dan memakannya. “Masterku ini diam-diam mengajariku dengan mengirimkan banyak data statistik melalui bibi Dahlia, Bukankah begitu Master?”


“Hm, tentu saja, “ Jawab laki-laki tua yang telah meraih tongkatnya yang jatuh. “Selama hidup di kapal Claya, Aku sangat berharap Xu’i bisa menyelamatkan para penduduk Xu di sana, maka dari itu, secara diam-diam aku dan keponakanku, Zidan menuliskan keahlian klan Zin untuk Xu’i agar dia bisa menguasai dengan sempurna keahlian kami. Tapi Xu’i, benarkah kau memiliki kemampuan mengingat cepat?” Tanya laki-laki tua yang tak lain adalah Zin Zien, kakek tua yang Zili temui di kapal Induk Musuh lebih dari sebulan yang lalu.


“Hm, “ Putra Mahkota tersenyum senang, “Aku saja tidak menyangka bahwa aku memilikinya, padahal aku sudah berusaha keras menerima kenyataan bahwa aku tidak akan banyak berguna dibandingkan Shin’A.”


“Kau terlalu meremehkan dirimu sendiri,” Guru Teknologi Putra Mahkota menepuk bahu laki-laki tersebut sembari memandangnya. “Tanpa kemampuan itu sekalipun, kau sudah sangat hebat.”


“Sungguh, kau benar-benar harapan kami, Xu’i.” Tambah Guru Seni Bela Diri Putra Mahkota, melanjutkan kalimat Guru Teknologi laki-laki tersebut.


“Profesor, tanpa bantuanmu aku juga tidak akan sekuat dan seahli ini dalam bidang teknologi. Shisou juga, kau sangat sabar hingga harus bertahan di dalam sarang musuh dan melukai orang-orang yang kau sayangi. Kalau bukan karena kalian semua, aku tidak akan pernah menguasai keahlian semua Klan dengan sempurna.”


“Haahahhaha..” Tawa semua orang menggema di ruangan tersebut. “Sudahlah Xu’i, hari ini kita berkumpul untuk bersenang-senang, bukan?,” Guru Seni Bela Diri Putra Mahkota, Go Alfa mulai mengacak-acak rambut Putra Mahkota dulu.” Jadi lupakanlah dulu tentang keahlian klan.”


“benar-benar, Ayo kita makan yang enak-enak. Ngomong-ngomong kau sudah melakukannya belum dengan Istrimu?” Tanya Guru keahlian Klan Ann Putra Mahkota begitu semangat.

__ADS_1


“Hah, Konyol. Kakek, kau tahu usiaku masih sangat muda, bukan?...”


“Hahaha, Kau tidak perlu malu, ceritakan sajalah.” Guru Teknologi Putra Mahkota mulai menepuk-nepuk punggung remaja laki-laki tersebut hingga ia sedikit membungkuk ke depan.


“Aku tidak melakukannya, “


“Hahaah jangan berbohong.” Tambah Guru Keahlian Seni Bela Diri laki-laki tersebut.


“Aku bilang tidak ya tidak.” Kali ini, Putra Mahkota di buat jengkel oleh para gurunya.


“Dua lagi?” Guru keahlian Klan Zin yang sedari tadi tetap tenang dan tidak menjahili Putra Mahkota mulai membuka suara.


“Benar dua lagi, Aku sungguh sangat ingin bertemu dengan guru Keahlian Klan Sunku dan juga guru keahlian klan Xuku.” Jawab Putra Mahkota dengan mata sedih karena kedua gurunya yang lain saat ini masih belum berkumpul bersama mereka.


“Ya sudah makan saja, Xu’i pesankan aku Pizza.”


“Baiklah kakek,” Putra Mahkota segera memasang headset di telinga dan memanggil pengawal rahasianya yang baru bekerja untuk laki-laki tersebut melalui jam tangannya.


“Aku donat,”


“Donat? Shisou, berhentilah makan yang manis-manis.”


“Baiklah, Baiklah.”


*********


Tuk tukk tukkk..


Suara derap langkah sepatu terdengar menggema.


Lampu berwarna merah di pertengahan sebuah pintu dinding tebal tampak menyala, tidak lama kemudian, pintu tersebut mulai terbuka.


Seorang wanita dewasa dengan kemeja dan celana berwarna hitam memasuki ruang yang di penuhi dengan penjara mendekati sebuah jeruji besi yang terdapat seorang laki-laki dewasa di dalamnya.


“Yuanna.” Laki-laki dewasa di balik jeruji besi memandang Ratu Negara dengan tatapan penuh kerinduan yang mendalam.


Wanita dewasa itu membalas tatapannya dengan tatapan kesedihan. “Harusnya aku dulu tidak mengenalmu di sekolah.” Wanita dewasa tersebut sepertinya mengingat masa lalu mereka. “Harusnya kau tidak mendekatiku di danau belakang sekolah.” Lanjut kalimatnya lagi diiringi dengan senyuman pahit.

__ADS_1


“Harusnya aku menerima perasaanmu waktu di sekolah, harusnya aku menikahimu waktu itu. Bodohnya aku membiarkanmu bersama Shin. Aku menyesal Yuanna jadi aku mohon, kembalilah bersamaku.” Pinta laki-laki yang terlihat sedang duduk bersila di atas lantai sembari menengadah, menatap wajah Ratu Negara, Xu Yuanna.


“Lupakanlah aku!, dan aku juga akan melupakan semua kesalahanmu kepadaku.” Pinta balik wanita dewasa tersebut sembari mengeluarkan sebuah plastik kecil yang terdapat dua buah pil di dalamnya lalu melemparkan benda tersebut ke depan laki-laki yang sedang duduk itu.


“Tidak,”Jawab laki-laki yang telah memandang plastik kecil tersebut. “Mati lebih baik bagiku dibandingkan dengan melupakanmu.”


“Seyin dan Arra, bagaimana dengan mereka? Kau mengambil Seyin dari Arra lalu setelah Seyin mengenalmu, kau mau pergi begitu saja?” Ratu Negara meraih sebuah pistol dari pinggang di balik kemejanya lalu ckrrrrkkk.. menarik pelatuk benda tersebut.


“Aku..” laki-laki itu tersenyum, menerima dengan pasrah kematiannya di tangan wanita yang sangat ia cintai. “ Mencintaimu Yuanna.”


Dooooorrrrrr.....


“Yuanna.”


“Shin.”


Tetesan air mata membasahi pipinya, “Panggil dokter segera hiks..hikss..” Tubuhnya gemetaran dan kakinya mulai lemas. “Aku mengakhirinya, telah kuakhiri kisahku bersamanya.” Lanjut ucap wanita dewasa yang kini telah berada dipelukan suaminya.


“Kerja bagus Yuanna, Aku berharap kekacauan ini juga segera berakhir.” Gumam laki-laki yang telah memeluk erat istrinya tersebut. “Sien, Ingatannya akan segera kuhapus.”


“Kau memberikan obat ketiga untuknya?”


“Obat gila.” Raja Negara segera menghapus air mata istrinya.


“Jadi dia belum mati?,”


“Hah, Mana mungkin aku membiarkanmu membunuh orang.”


Mulai melangkah keluar pintu penjara bawah tanah Klan Xu bersamaan dengan para prajurit militer yang telah masuk untuk membawa tubuh Co Sien Ya ke rumah sakit, Raja dan Ratu Negara mulai membahas kisah tentang masa lalu mereka kembali sembari tetap berjalan beriringan.


“Kau ingat buah manggis yang kau berikan padaku?”


“Aku lupa.”


“Shin, aku ingin buah manggis di pohon itu.”


“Pohonnya sudah lama mati.”

__ADS_1


“Yuanna.” Gumam Co Sien Ya dalam tidurnya ketika tubuh laki-laki tersebut telah terangkat di atas tangan beberapa Prajurit Militer yang berjalan melewati Raja dan Ratu Negara.


“Aku masih membencinya Shin.”


__ADS_2